Berkah Cinta

Berkah Cinta
Keyakinan Hati


__ADS_3

Keesokan paginya karena hari ini adalah hari libur maka Olaf bisa tidur sampai agak siang, ketika ia terbangun di pagi hari, hal pertama yang membuat dirinya tersenyum adalah ketika membayangkan dirinya dan Tania yang akan segera menikah, rasanya ingin sekali agar mereka berdua secepatnya menikah. Maka kemudian ia pun turun dari tempat tidurnya dan meraih ponselnya, ia melihat apakah ada pesan masuk atau yang lainnya dari Tania namun


rupanya tidak ada satu pun pesan dari wanita itu. Maka kini Olaf pun mengetikan sesuatu di ponselnya yaitu ia mengirimkan ucapan selamat pagi pada kekasihnya itu namun karena agak lama tidak ada balasan dari Tania, maka Olaf pun pergi mandi. Selepas mandi, ia kembali mengecek apakah ada pesan dari Tania atau


tidak dan rupanya ada pesan balasan dari Tania.


“Rasanya aku ingin sekali secepatnya agar kita dapat menikah.”


*****


Pagi ini Olaf memberitahu kedua orang tuanya mengenai rencana pernikahannya dengan Tania, baik Bram maupun Minanti sama-sama tidak keberatan dengan hal itu, Minanti bahkan mendukung rencana Olaf yang ingin segera mempersunting Tania.


“Namun aku harus mengatakan ini pada kalian sejak awal.”


“Memangnya kamu ingin mengatakan apa, Nak?” tanya Bram.


“Ini mengenai Juan dan Stefani yang akan melangsungkan pernikahan setelah Juan resmi bercerai, kalau mereka akan tinggal di rumah ini maka aku dan Tania tidak mau tinggal di rumah yang sama dengan mereka,” jawab


Olaf.


“Soal itu kamu tidak perlu khawatir, Mama pun tidak akan membiarkan Stefani tinggal di rumah ini,” ujar Minanti.


“Iya Olaf, kamu tidak perlu mengkhawatikan soal itu,” ujar Bram.


“Terima kasih karena kalian sudah mau mengerti keinginanku,” ujar Olaf.


Tiba-tiba saja saat mereka tengah berbincang santai di ruang tengah, Juan datang bersama dengan Stefani, seketika wajah Olaf dan yang lainnya muram melihat kedatangan Juan dan Stefani.


“Kenapa kalian merubah ekspresi seperti itu ketika kami datang?” tanya Juan.


“Ada apa kamu datang ke sini?” tanya Minanti.


“Aku datang ke sini karena aku ingin memperkenalkan Stefani secara resmi pada kalian sebagai calon istriku,” jawab Juan.


“Bukankah sebelumnya kita sudah saling mengenal? Untuk apa juga kamu membawa dia ke sini?” tanya Olaf ketus.


“Kak, bisakah kamu jaga bicaramu?” tanya Juan yang merasa tersinggung dengan ucapan Olaf barusan.


“Kenapa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya Juan, kita sudah saling mengenal sebelumnya jadi untuk apa kamu memperkenalkan wanita ini pada kami semua?”

__ADS_1


*****


Felli masih belum membuka hatinya untuk pria mana pun termasuk Ricky yang sudah terang-terangan mengatakan bahwa pemuda itu menaruh rasa padanya, walaupun Ricky mengatakan tidak menuntut agar Felli dengan jelas


menolak atau menerima cintanya namun tetap saja sikap Felli yang menggantungkan Ricky itu pasti membuat pemuda itu tidak nyaman.


“Ricky.”


“Ada apa Felli?”


“Aku ingin minta maaf padamu.”


“Minta maaf? Kenapa kamu harus meminta maaf padaku?”


“Karena aku menggantungkanmu.”


“Oh soal itu, bukankah aku sudah pernah mengatakannya bahwa aku hanya sebatas meluapkan apa yang aku rasakan?”


“Tapi tetap saja, maksudku… aku menjadi merasa bersalah karena sudah membuatmu menggantung.”


“Kamu tidak perlu memikirkan itu, kita tetap menjadi teman selamanya walau bukan menjadi pasangan, kan?”


“Maksudnya?”


“Sejak kapan kamu menyukaiku? Kita baru bertemu beberapa kali dan rasanya sangat naif kalau kamu mengatakan menyukaiku.”


“Mungkin kamu tidak mengingatnya, namun dulu ketika kamu dan suamimu menghadiri peresmian mall terbaru perusahaan keluarga suamimu, aku ada di sana menyaksikan kamu berdiri di atas panggung bersama suamimu.”


“Benarkah? Kenapa kamu ada di sana?”


“Aku pekerja di proyek itu.”


*****


Juan merasa tidak enak pada Stefani akibat sambutan dingin keluarganya pada calon istrinya itu, namun Stefani mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah masalah karena ia sudah tahu kalau mereka masih akan terus bersikap seperti itu padanya.


“Walaupun seluruh keluargaku memusuhimu, namun aku tetap akan berada di pihakmu.”


“Terima kasih, Juan.”

__ADS_1


Saat ini Juan mengajak Stefani untuk makan siang di sebuah restoran karena Juan tahu bahwa keluarganya pasti tidak ingin Stefani berlama-lama di rumah itu, nampak Stefani yang sedang menyantap makan siang saat ini mengatakan bahwa ia ingin pergi ke toilet sebentar.


“Apakah ada yang terjadi pada anak kita?”


“Tidak, aku hanya ingin buang air sebentar.”


Maka Stefani pun beranjak dari meja dan pergi menuju toilet, sementara itu ketika Juan tengah menanti Stefani kembali ke kursinya, secara tidak sengaja ia melihat ke arah luar jendela restoran yang memperhatikan sosok Felli dan Ricky yang nampak baru saja turun dari mobil Felli, mereka berdua nampak begitu akrab sekali hingga membuat Juan mengepalkan tangannya melihat kedekatan mereka berdua.


“Kamu melihat apa?” tanya Stefani yang sudah kembali dan membuat Juan terkejut karena tidak menyadari kalau wanita ini sudah selesai buang air.


“Bukan apa-apa, ayo lanjutkan makan siangnya,” kilah Juan.


*****


Felli dan Ricky mendatangi sebuah restoran untuk makan siang, awalnya mereka berdua tidak menyadari kehadiran Stefani dan Juan yang juga tengah makan di restoran ini namun ketika mencari meja yang kosong,


tatapan mereka saling bertemu.


“Sepertinya kita harus cari restoran yang lain,” ujar Felli ketika ia melihat Juan dan Stefani.


“Kenapa? Apakah karena ada mereka?” tanya Ricky.


“Aku tidak ingin ada pertengkaran yang terjadi di sini, lebih baik kita pergi.”


“Kita datang ke sini bukan untuk mencari masalah.”


Juan dan Stefani nampak sudah selesai makan dan mereka sudah bersiap untuk pergi dari restoran itu, Stefani dengan sengaja menggandeng tangan Juan di depan Felli dan ia nampak sengaja bersikap manja pada Juan.


“Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu di tempat ini,” ujar Stefani.


“Nikmati makan siangnya,” ujar Juan.


Kemudian mereka berdua pergi dari restoran itu, Felli masih menatap kepergian Juan dan Stefani hingga Ricky mengajaknya untuk duduk di meja yang tadi digunakan oleh Juan dan Stefani karena tidak ada lagi meja


yang tersisa.


“Kamu tidak apa kalau kita duduk di sini, kan?” tanya Ricky.


“Tidak apa,” jawab Felli lemah.

__ADS_1


Ricky tahu bahwa saat ini Felli pasti masih memikirkan Juan dan Stefani yang bermesraan di depan matanya, pasti ini sangat berat bagi Felli untuk menerima semuanya namun Ricky yakin bahwa pasti seiring dengan berjalannya waktu perasaan Felli pada Juan akan memudar.


__ADS_2