Berkah Cinta

Berkah Cinta
Semua Telah Berakhir


__ADS_3

6 tahun telah berlalu dengan cepat, Stefani sudah pergi meninggalkan mereka semua setelah kecelakaan maut yang merenggut nyawanya sebelum dia sempat mempertanggung jawabkan semua kejahatan semasa hidupnya, sementara itu Jihan sudah dibebaskan dari penjara begitu pula Ferdian, mereka memulai kehidupan baru masing-masing selepas bebas dari penjara. Tania dan Olaf nampak sedang berada di pemakaman mereka berdua menaburkan bunga pada ketiga makam yang tidak lain adalah kedua orang tua Tania dan juga Handi, tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, setelah semua hal-hal buruk yang terjadi silih berganti dalam kehidupan mereka akhirnya Tania dan Olaf dapat bersatu dan walaupun rasanya kebahagiaan mereka kurang lengkap karena ketiga orang ini tidak dapat merasakan apa yang mereka rasakan saat ini, namun Tania yakin bahwa kedua orang


tuanya dan Handi pasti tengah tersenyum melihatnya dari atas sana.


“Kita pulang?” tanya Olaf.


“Iya, ayo kita pulang,” jawab Tania yang sudah selesai berdoa dan juga menaburkan bunga.


****


Sementara itu Juan nampak tengah bersimpuh di sebuah makam yang tidak lain adalah makam Stefani, istrinya yang sudah pergi 6 tahun lalu, selepas kecelakaan yang merenggut nyawa Stefani hingga saat ini Juan belum


juga berniat melepas masa lajangnya, ia menikmati statusnya sebagai seorang duda yang sudah dua kali menikah namun kedua pernikahannya sama-sama berakhir tragis.


“Semoga kamu bisa tenang di sana,” lirih Juan seraya mengusap nisan yang bertuliskan nama Stefani di sana.


Selepas ia berziarah ke makam Stefani dan ia hendak kembali ke rumah, ponselnya berdering, ia merogoh saku celananya dan melihat siapa orang yang menelponnya saat ini, rupanya yang menelponnya saat ini adalah


mamanya, dengan segera ia menjawab panggilan tersebut.


“Iya, Ma, ada apa?”


“Kenapa kamu lama sekali? Kamu sebenarnya pergi ke mana, sih?”


“Bukankah aku sudah mengatakan kalau aku pergi ke makam Stefani?”


“Kalau begitu cepatlah pulang karena semua orang sudah berkumpul di sini.”


“Baiklah, aku segera ke sana.”


TUT


Juan mematikan sambungan teleponnya dan bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraan itu menuju rumah kedua orang tuanya, ketika ia sampai di sana nampak sudah ada kedua orang tuanya serta Tania dan Olaf yang sejak tadi menanti kedatangannya.


“Kamu ini lama sekali, sih,” keluh Minanti.


*****

__ADS_1


Hari ini adalah hari spesial bagi anak pertama Olaf dan Tania yang berulang tahun, gadis yang bernama Renata itu nampak tampil cantik dengan balutan gaun yang melekat di tubuhnya, sementara adiknya yang berusia 1 tahun dalam gendongan Tania sedang mencoba meraih balon yang ada di dekatnya.


“Nah, sekarang kamu boleh tiup lilinnya,” ujar Minanti pada cucunya itu.


“Om Juan lama sekali, sih,” keluh gadis kecil itu.


“Maaf ya, Om tidak bermaksud membuat kamu menunggu, namun sekarang kamu bisa tiup lilinnya dulu,” ujar Juan seraya mengusap rambut keponakan cantiknya itu.


“Namun sebelumnya kamu berdoa dulu,” ujar Olaf.


Renata nampak memejamkan matanya beberapa saat sebelum ia meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahunnya, semua orang bertepuk tangan dengan meriah karena pesta ulang tahun ini berjalan dengan meriah.


Setelah hari malam, kini Olaf dan keluarganya berpamitan pada kedua orang tuanya dan juga Juan.


“Kami pulang dulu, ya.”


“Hati-hati di jalan, sayang.”


Setelah berpamitan pada keluarganya kini Olaf melajukan kendaraannya meninggalkan rumah kedua orang tuanya untuk pulang ke rumahnya, selepas kepulangan Olaf dan keluarganya kini Minanti, Bram dan juga Juan masuk ke dalam rumah dan mereka tengah berbincang santai di ruang tengah sebelum tidur.


“Juan, apakah kamu yakin tidak mau memiliki istri lagi?” tanya Minanti.


“Baiklah kalau memang itu yang menjadi pilihanmu, Mama tidak bisa melarangnya namun satu pesan Mama, jangan sampai kamu menghamili anak orang.”


“Tentu saja tidak akan.”


*****


Ricky menunggu di depan lembaga pemasyarakatan karena hari ini adalah hari di mana Felli akan bebas setelah menjalani separuh masa tahanannya, ia mendapatkan remisi bulan lalu karena ia berkelakuan baik selama di dalam penjara dan tentu saja Ricky yang mendengar kabar itu bahagia sekali, sebelumnya mereka sudah melangsungkan pernikahan di tempat ini dan Ricky berjanji setelah Felli keluar dari penjara, ia akan mengadakan pesta pernikahan


yang mewah namun Felli mengatakan bahwa ia tidak ingin pesta yang mewah melainkan pesta yang sederhana saja dan dihadiri oleh orang-orang yang ia kenal, ia ingin berbagi kebahagiaan pada orang-orang itu.


“Akhirnya kamu bebas juga,” ujar Ricky yang langsung memeluk Felli setelah sekian lama ia menunggu di depan lembaga pemasyarakatan.


“Aku merindukanmu,” ujar Felli.


“Aku pun sayang.”

__ADS_1


Setelah cobaan dan ujian yang silih berganti menerpa hubungan mereka, Hilda akhirnya mau merestui hubungan antara putrinya dengan Ricky karena wanita itu melihat bahwa Ricky adalah pria yang baik dan bersungguh-sungguh dalam mencintai putrinya, ia pun sudah mengawasi semua gerak-gerik Ricky yang selama Felli dipenjara, pria ini tidak pernah bermain serong dengan wanita lain, dan faktor itulah yang salah satunya membuat Hilda luluh.


“Kamu hanya sendiri? Mama, Papa dan Azka tidak datang?” tanya Felli yang mencari di mana keluarganya berada saat ini.


“Mereka menunggu di rumah, ayo kita pulang,” ujar Ricky menggandeng tangan Felli untuk masuk ke dalam mobilnya.


*****


Ferdian berdiri di depan rumah yang dihuni oleh Olaf dan Tania serta kedua anak mereka, Ferdian datang ke sini untuk meminta maaf secara langsung pada Tania dan Olaf atas perbuatannya di masa lalu namun dirinya ragu apakah ia harus masuk ke dalam rumah itu atau tidak. Ketika Ferdian tengah ragu-ragu itu, Jihan muncul dan mereka berdua nampak terkejut karena tidak menduga bahwa akan bertemu di rumah ini padahal mereka tidak


pernah berkontak lagi untuk waktu yang lama.


“Ferdian?”


“Jihan?”


“Lama tidak bertemu denganmu.”


“Iya, lama tidak bertemu denganmu, apa yang kamu lakukan di sini?”


“Aku… ingin bertemu dengan Tania dan Olaf, aku ingin meminta maaf secara langsung pada mereka atas kejahatanku dan mama di masa lalu.”


“Apakah kamu yakin kalau niatmu hanya itu? Bukankah kamu berniat jahat pada mereka? Oh, atau jangan-jangan kamu ingin merebut Olaf dari Tania, ya?”


“Sembarangan kamu! Saat ini aku sudah menikah tahu, mana mungkin aku mengganggu pria lain yang juga sudah menikah?”


“Kalian mencari siapa?” tanya satpam yang sejak tadi memperhatikan tingkah laku mereka dari tempatnya berjaga.


“Kami ingin bertemu dengan Nyonya Tania, apakah beliau ada di dalam?” tanya Jihan.


“Sebentar dulu, saya tanya Nyonya dulu di dalam, bisa saya tahu siapa nama kalian?”


“Bilang saja orang dari masa lalu Nyonya Tania yang datang ingin meminta maaf secara langsung padanya, aku yakin dia pasti tahu.”


“Baiklah tolong tunggu sebentar, ya.”


Sementara itu Jihan dan Ferdian saling tersenyum satu sama lain hingga akhirnya setelah itu satpam tersebut mempersilakan mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah itu untuk menemui Tania.

__ADS_1


T A M A T


__ADS_2