Berkah Cinta

Berkah Cinta
Takut Bersaing


__ADS_3

Sementara itu di lain sisi, Nanda merasa heran karena sudah 2 jam berlalu setelah ia bertelepon dengan Felli dan wanita itu mengajaknya bertemu di taman ini namun belum ada tanda-tanda kedatangan Felli.


“Ini aneh sekali, biasanya dia bukan tipikal orang yang akan terlambat sejauh ini,” gumam Nanda.


Nanda kemudian mencoba menelpon Felli namun ponsel wanita itu tidak aktif dan hal tersebut membuat Nanda heran karena biasanya ponsel Felli selalu aktif.


“Ini aneh sekali, kenapa dia mematikan ponselnya?”


Nanda mencoba kembali menelpon Felli namun tetap saja ponsel Felli tidak aktf, Nanda kemudian mencoba menelpon mamanya Felli karena mungkin saja beliau mengetahui di mana Felli berada.


“Halo Nanda?”


“Halo Tante, maaf apakaha aku mengganggu waktu Tante?”


“Sama sekali tidak, ada apa, Nak?”


“Begini Tante, apakah Felli ada di sana?”


“Felli? Dia sudah pergi sejak 2 jam yang lalu, memangnya ada apa, ya?”


“Oh begitu, tidak apa-apa, aku tadi mencoba menelponnya namun ponselnya tidak aktif, aku pikir Tante tahu dia ada di mana.”


“Tante tidak tahu, Nak.”


“Baiklah kalau begitu, aku tutup teleponnya ya Tante.”


“Baiklah Nanda.”


TUT


Nanda kemudian mematikan sambungan teleponnya dengan mamanya Felli, ia menghela napasnya berat, jelas sekali ada sesuatu yang janggal di sini, kenapa Felli mematikan sambungan teleponnya padahal sebelumnya


ia tidak pernah melakukan hal tersebut.


“Sebenarnya apa yang terjadi saat ini?”


****


Hari ini adalah hari pernikahan Juan dan Stefani, nampak Stefani sudah mengenakan gaun pengantinnya dan tengah berada di ruang rias, tidak lama kemudian pintu ruangan rias itu terbuka dan menampakan sosok


Juan di sana yang juga sudah siap dengan stelan jas yang memiliki warna senada dengan gaun yang dikenakan oleh wanita itu.


“Kamu lihat sendiri kan kalau aku tidak melarikan diri?”


“Bisakah tolong tinggalkan kami berdua?” ujar Stefani pada perias.


“Baiklah.”


Setelah perias itu pergi dan meninggalkan mereka berdua kini Stefani menatap tajam Juan, ia tentu saja tidak suka ketika Juan langsung mengatakan hal tersebut di depan perias karena bisa saja perias itu mengatakan hal yang tidak-tidak pada orang lain.


“Kenapa kamu mengatakan hal tersebut di depan perias?”

__ADS_1


“Kenapa? Aku kan hanya mengatakan hal tersebut karena aku ingin membuatmu percaya kalau aku tidak akan melarikan diri di hari pernikahan kita.”


“Namun juga seharusnya kamu tidak mengatakan hal tersebut ketika ada orang lain, Juan!”


“Terserah, aku tidak peduli, pokoknya aku berada di tempat ini dan tidak akan melarikan diri, cepatlah karena acaranya akan segera dimulai.”


Setelah mengatakan itu, Juan langsung pergi meninggalkan Stefani yang berdecak kesal dengan kelakuan pria tersebut, namun sebelum Stefani keluar dari ruangan rias, ia meraih ponselnya dan mencoba menelpon seseorang.


“Bagaimana dengan dia?”


****


Keluarga Felli nampak cemas karena dari kemarin mereka tidak dapat menghubungi Felli, sang mama dan papa sudah berulang kali mencoba menelpon Felli namun tetap saja tidak ada jawaban dari sang anak.


“Ya Tuhan, Felli kamu ada di mana, Nak?”


“Sabar Ma, kita pasti akan menemukan Felli.”


“Tapi bagaimana bisa aku sabar, aku takut kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Felli.”


Azka yang sejak tadi mendengarkan kedua orang tuanya begitu gelisah dan panik karena sampai saat ini Felli tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi kemudian pergi ke sudut lain rumah yang sepi dan kemudian mencoba menelpon seseorang.


“Halo?”


“Ini aku, adiknya Felli.”


“Adiknya Felli? Kenapa kamu bisa tahu nomor ponselku?”


“Katakan apakah Felli ada denganmu?”


“Jangan bohong!”


“Demi Tuhan Felli tidak ada bersamaku, kenapa kamu menuduhku kalau saat ini aku bersama dengan Felli?”


“Karena sampai saat ini kakakku menghilang dan ponselnya tidak aktif!”


“Ya Tuhan, apakah kamu serius?”


“Untuk apa aku bercanda untuk masalah seperti ini, hah?!”


“Aku serius, aku benar-benar tidak tahu soal Felli, dia tidak ada denganku saat ini.”


*****


Upacara pernikahan Juan dan Stefani berlangsung lancar, Juan sama sekali tidak melarikan diri di hari pernikahannya dengan Stefani ini seperti janjinya, Stefani tentu saja bahagia karena saat ini dirinya sudah


resmi menjadi bagian dari keluarga Juan. Sementara itu Minanti, Bram, Olaf dan Tania yang hadir di acara pernikahan itu nampak tidak mengulas senyum apa pun setelah upacara pernikahan selesai dan akan dilanjutkan dengan pesta pernikahan.


“Kamu tenang saja, kita tidak akan satu rumah dengan mereka setelah kita menikah nanti,” bisik Olaf pada Tania.


“Iya,” ujar Tania pendek.

__ADS_1


Kini masih ada jeda sekitar 2 jam lagi sampai pesta pernikahan dimulai dan Stefani nampak mengendap-endap menuju belakang gedung pesta pernikahan, namun rupanya aksi Stefani itu tertangkap mata Tania, wanita


itu jadi penasaran apa yang sebenarnya hendak Stefani rencanakan maka Tania pun memutuskan untuk mengikuti ke mana perginya wanita itu.


“Bagaimana? Apakah dia masih bersama kalian?”


“Iya dia masih bersama kami.”


“Baguslah, namun aku berubah pikiran, lebih baik kalian habisi saja nyawanya sekarang juga, aku tidak mau kalau dia akan menjadi batu sandunganku di masa yang akan datang.”


“Baik Nyonya.”


TUT


Namun ketika Stefani berbalik badan, ia begitu terkejut ketika melihat Tania berdiri di belakangnya, Tania nampak melipat kedua tangannya sambil menatap tajam ke arah Stefani.


“Kamu habis menelpon siapa?”


*****


Stefani nampak berusaha sebisa mungkin bersikap tenang walaupun jantungnya saat ini berdegup dengan kencang saat Tania memergoki dirinya tengah menelpon seseorang tadi.


“Tidak, aku tidak menelpon siapa-siapa.”


“Kamu tidak dapat membohongiku Stefani, aku menguping pembicaraan kalian tadi.”


“Itu bukan urusanmu.”


“Apakah kamu sedang melakukan kejahatan lagi?”


“Sudah aku katakan bahwa itu bukanlah urusanmu!”


“Ya Tuhan, aku tidak menyangka kalau kamu masih saja melakukan kejahatan di hari pernikahanmu, apakah kamu tidak takut akan karma?”


“Jangan bicarakan soal karma di hadapanku Tania! Kamu pikir dirimu itu orang yang suci apa?!”


“Aku bukanlah orang yang suci, pun denganmu, namun setidaknya aku tidak akan melakukan kejahatan di hari pernikahanku.”


“Aku sama sekali tidak ingin membahas tentang hal itu padamu.”


Stefani kemudian pergi meninggalkan Tania di sana, namun langkah kaki wanita itu terhenti ketika Tania mengatakan sesuatu.


“Apakah kamu takut kalau Juan akan kembali pada Felli?”


“Apa maksudmu?” tanya Stefani berbalik badan dan menatap Tania tajam.


“Aku hanya bertanya apakah kamu sebegitu takutnya Juan akan kembali pada Felli sampai kamu melakukan hal-hal jahat pada Felli?”


“Untuk terakhir kalinya aku katakan padamu Tania, bahwa itu bukanlah urusanmu!” seru Stefani berang.


“Ada apa ini?” tanya Olaf yang menghampiri mereka.

__ADS_1


“Olaf, tolong kamu nasihati calon istrimu itu untuk tidak bicara hal yang bukan-bukan padaku!” seru Stefani.


“Olaf, apakah menurutmu Stefani saat ini tengah merancang sesuatu hal yang buruk pada Felli karena ia takut Juan akan berpaling pada mantan istrinya itu?” seringai Tania yang membuat Stefani semakin kesal.


__ADS_2