Berkah Cinta

Berkah Cinta
Aku Ingin Membantu


__ADS_3

Sementara itu keesokan paginya tidak terjadi banyak percakapan di meja makan, baik Olaf maupun kedua orang tuanya nampak sibuk dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya Olaf pun berpamitan pada mereka berdua untuk pergi ke kantor saat ini.


“Aku sudah selesai, aku mau berangkat ke kantor.”


“Hati-hati di jalan, Nak.”


Olaf pun kemudian pergi dari meja makan itu, selepas Olaf pergi ke kantor kini menyisakan Bram dan Minanti yang juga masih sama-sama diam dan mereka berdua nampak sedang sibuk dengan pikiran masing-masing.


“Minanti, apakah kamu yakin dengan keputusan ini?”


“Maksudnya?”


“Membiarkan Juan menikah dengan Stefani?”


“Kita tidak memiliki pilihan lain saat ini.”


Bram nampak menghela napasnya berat, walaupun memang ia tidak setuju kalau Juan kelak akan menikah dengan Stefani namun kalau memang hal itu yang harus terjadi, maka ia tidak dapat berbuat banyak.


“Aku mengerti kalau kamu keberatan kalau Juan harus menikah dengan Stefani setelah apa yang wanita itu lakukan pada keluarga kita, namun aku akan terus memasang mata padanya agar dia tidak akan lolos kalau


hendak melakukan kejahatan lagi.”


*****


Juan nampak terkejut ketika Stefani datang ke ruangan kerjanya saat ini, sebelumnya Stefani tidak bilang kalau dia hendak datang ke kantornya.


“Stefani? Kenapa kamu datang ke sini?”


“Apakah aku tidak boleh duduk dulu?”


“Silakan duduk.”


Stefani pun duduk di sofa dan tidak lama kemudian Juan menyusul wanita itu duduk di sofa, Juan benar-benar penasaran apa yang membuat Stefani datang ke kantornya saat ini.


“Stefani, ada apa sampai kamu datang ke sini?”


“Ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu.”


“Apa itu?”


“Mamamu tadi datang ke apartemenku.”


“Benarkah? Apa yang Mama katakan padamu?”


“Dia nampaknya tidak percaya kalau anak yang ada di dalam perutku ini adalah anakmu.”


“Sudahlah, kamu tak perlu memikirkan hal tersebut, pokoknya kamu tidak boleh terlalu stres yang malah akan mengakibatkan anak kita kenapa-kenapa.”


“Namun kamu percaya padaku, kan? Anak ini adalah anakmu, Juan.”

__ADS_1


“Aku percaya padamu, Stefani, aku percaya.”


“Terima kasih banyak karena kamu mau percaya padaku.”


Mereka berdua kemudian sempat berpelukan beberapa saat sampai akhirnya Stefani melerai pelukan mereka, Juan mengatakan bahwa saat ini Stefani tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal buruk lagi karena sebentar lagi


mereka akan menikah.


*****


Ketika Stefani baru saja keluar dari ruangan kerja Juan, ia tidak sengaja berpapasan dengan Olaf yang nampak baru saja keluar dari ruangan kerjanya dan pria itu nampak menatap tajam ke arahnya, namun Stefani nampak sama sekali tidak terganggu dengan tatapan tajam Olaf itu, justru wanita itu menghampiri Olaf.


“Hai.”


Olaf sama sekali tidak mau menanggapi Stefani, ia lebih memilih pergi meninggalkan wanita itu namun Stefani menarik lengannya sebelum Olaf sempat pergi.


“Olaf, kenapa kamu pergi dariku?”


“Lepaskan tanganmu ini!”


“Apakah kamu merindukanmu?”


“Kamu pasti sudah tidak waras, kenapa juga aku harus merindukanmu?”


“Sebentar lagi aku akan jadi adik iparmu.”


“Aku tidak peduli dengan semua itu.”


“Kalau kamu dan Juan tinggal di rumah itu, maka aku yang akan pergi dari sana.”


“Kenapa? Apakah kamu takut akan tergoda dengan pesonaku?”


“Astaga, aku tak memiliki waktu untuk berbicara hal omong kosong ini denganmu, menyingkir!”


Olaf pun menyingkirkan tangan Stefani yang membuatnya risih itu dan berlalu pergi, sementara Stefani nampak menyeringai dengan sikap Olaf barusan, ia yakin bahwa rencananya akan berlangsung dengan mulus.


“Kamu bisa saja mengatakan bahwa tidak akan tergoda olehku sekarang, namun nanti? Siapa yang akan tahu.”


*****


Felli sama sekali tidak menanggapi ucapan mamanya yang terus saja mendesaknya untuk mengatakan bahwa ia dan Ricky memiliki hubungan spesial, Felli sudah berulang kali mengatakan bahwa itu tidak benar, namun sang


mama masih saja tidak mempercayainya.


“Ma, kenapa Mama terus menerus tak percaya padaku bahwa aku dan Ricky tidak memiliki hubungan?”


“Karena dia sendiri mengatakan dia menyukaimu.”


“Namun aku tidak bilang aku menyukainya.”

__ADS_1


“Sudahlah Felli, Mama tahu kalau kamu pun menyukainya, dia kan yang membuat rumah tanggamu dan Juan berantakan?”


“Sudahlah Ma, aku lelah harus menjelaskan ini terus pada Mama.”


“Ada apa ini?” tanya sang papa menghampiri istri dan anaknya yang sedang bertengkar.


“Felli tetap saja tidak mau mengaku kalau pemuda itu adalah biang keladi dari semua kekacauan rumah tangga anak kita.”


“Sudah aku katakan bahwa Ricky tidak ada sangkut pautnya dengan rumah tanggaku dan Juan.”


“Papa perhatikan selain pada pemuda itu, kamu juga peduli sekali pada adik-adiknya.”


“Apa?”


“Kamu pikir Papa tidak tahu apa yang kamu lakukan selama pemuda itu di rumah sakit? Kamu kerap kali datang ke rumah pemuda itu dan memberikan sesuatu pada adik-adiknya, kan?”


“Memangnya apa yang aku lakukan itu salah? Aku tidak mau kalau sampai adik-adiknya Ricky kelaparan selama kakaknya terbaring di rumah sakit, asal kalian tahu saja Ricky selama ini tidak memiliki pekerjaan tetap dan dia harus menghidupi dirinya dan adik-adiknya.”


*****


Waktu berlalu dengan cepat, Ferdian sudah diputuskan bersalah dan dia akan dihukum 5 tahun penjara atas kasus suap yang ia lakukan, kini pria itu mendapatkan kunjungan dari seseorang, Ferdian nampak penasaran kira-kira siapakah gerangan yang berkunjung ke penjara saat ini.


“Kamu pasti Ferdian.”


“Siapa kamu?”


“Kamu tidak perlu tahu siapa aku, namun aku datang ke sini karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”


“Apa itu?”


“Kamu tidak perlu mendekam di penjara terlalu lama asal kamu mau menyetujui perjanjian yang akan aku sodorkan padamu.”


“Perjanjian apa?”


“Aku akan membantu kamu segera keluar dari penjara ini dan mendapatkan keringanan hukuman sementara selepas kamu keluar dari penjara maka kamu harus membantuku membuat Tania dan Olaf berpisah.”


“Untuk apa aku harus melakukan itu?”


“Apakah kamu sudah tidak mencintai Tania lagi?”


“Namun Tania tidak bahagia denganku, aku tidak ingin membuat dia tidak bahagia di sisia hidupnya.”


“Ferdian, apakah kamu tidak membenci Olaf karena pria itu sudah merebut Tania darimu?”


“Kenapa kamu ingin mengomporiku untuk mengikuti apa yang kamu katakan?”


“Aku tidak mengomporimu, aku hanya memberikan sebuah penawaran yang akan sayang sekali kalau kamu lewatkan, ingat Ferdian kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.”


“Maaf namun aku sama sekal tidak tertarik dengan apa yang kamu katakan barusan.”

__ADS_1


“Apakah kamu yakin? Kamu tidak akan mendapatkan kesempatan ini lain kali, lho.”


“Aku sangat yakin, jadi kalau kamu sudah selesai bicara, silakan pergi karena aku juga akan kembali ke sel tahananku.”


__ADS_2