
Felli akhirnya memberanikan diri datang ke pesta Olaf sendirian, padahal tadi Hilda sudah menawarkan diri untuk ikut bersamanya namun Felli menolak dengan alasan ia tidak ingin membuat mamanya itu repot. Kini ia sudah mengganti pakaiannya dan tengah mematut dirinya di depan cermin, ia mengamati pantulan dirinya di cermin itu dan Hilda kembali masuk ke dalam untuk melihat apa yang saat ini tengah Felli lakukan.
“Bagaimana menurut Mama?” tanya Felli.
“Kamu cantik sekali dengan pakaian ini,” jawab Hilda.
“Mama terlalu memujiku.”
“Tidak sayang, Mama mengatakan yang sesungguhnya, kamu memang cantik dengan pakaian ini.”
Felli kembali mematut dirinya di depan cermin seolah ingin kembali meyakinkan dirinya lagi bahwa saat ini dirinya terlihat cantik seperti yang dikatakan oleh mamanya barusan.
“Apakah kamu yakin tidak mau Mama temani ke sana?”
“Tidak apa, aku bisa sendiri.”
“Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, ya?”
“Iya Ma, aku berangkat dulu.”
Kini Felli pun pergi menuju pesta pernikahan Olaf dan Tania, iia mulai melajukan kendaraannya meninggalkan rumahnya menuju gedung tempat di mana pesta tersebut berlangsung.
*****
Felli sudah sampai di gedung tempat Olaf dan Tania mengadakan pesta pernikahan mereka, ia masih duduk di dalam mobilnya dan keraguan kembali bergelayut di dalam pikirannya saat ini, apakah dirinya harus masuk ke dalam atau lebih baik dia kembali pulang saja. Namun kalau ia pikir lagi, tidak ada alasan untuknya menghindari Juan terus menerus, ia harus menghadapi kenyataan bahwa pria itu kini bukanlah miliknya lagi. Maka kini
Felli menghembuskan napasnya berat dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung itu namun seseorang tiba-tiba saja menggandeng tangannya dan sontak saja tindakan orang tersebut membuat Felli terkejut, wanita itu sudah siap untuk memaki orang tersebut namun ia malah mengurungkan niatnya saat tahu siapa orang yang melakukan hal tersebut.
“Ricky?”
“Hai.”
“Kamu bilang adikmu sedang sakit?”
“Dia sudah baikan sekarang.”
“Benarkah? Tapi tunggu dulu, bagaimana kamu bisa tahu aku akan pergi ke sini?”
“Tentu saja karena Tuan Olaf mengundangku juga.”
__ADS_1
“Apa? Olaf mengundangmu juga?”
“Kalau Tuan Olaf tidak mengundangku maka untuk apa aku datang ke sini?”
Maka kemudian mereka berdua pun melangkahkan kaki bersama masuk ke dalam gedung itu, ada rasa bahagia di dalam diri Felli saat dia bertemu dengan Ricky secara tidak sengaja di tempat ini.
*****
Stefani yang sedang kesal dengan sikap Juan kini sedang menyendiri namun tatapannya kini tertuju pada sosok wanita yang baru saja datang ke gedung ini yaitu Felli dan ia datang bersama Ricky. Stefani tentu saja merasa kesal karena wanita itu datang ke pesta ini, ia segera menghampiri Felli dan bertanya kenapa dia datang ke sini.
“Untuk apa kamu datang ke sini?”
“Aku datang karena Olaf mengundangku.”
“Benarkah? Bukannya kamu sengaja datang untuk mencari perhatian pada Juan dan keluarganya?”
“Anda jangan sembarangan bicara,” ujar Ricky.
“Kamu tidak perlu ikut campur!” seru Stefani.
Karena ada ribut-ribut di luar membuat Juan tertarik untuk melihat apa yang saat ini terjadi, alangkah terkejutnya ia ketika melihat rupanya Stefani tengah membuat masalah dengan Felli.
Stefani nampak terkejut ketika Juan ada di sini dan ia bertemu lagi dengan Felli, Stefani nampak tidak suka akan hal itu, ia menyuruh Juan untuk pergi saat ini.
“Lebih baik kamu pergi dari sini.”
“Kenapa kamu malah mengusirku?”
“Kamu pasti ingin berlama-lama mengobrol dengan mantan isirmu ini, kan? Apakah kamu tidak menghargaiku sebagai istrimu saat ini?”
“Stefani, kamu jangan bicara yang bukan-bukan.”
“Sudahlah Juan, kamu tidak perlu mengelak, kamu memang masih mencintai Felli, kan?”
*****
Pesta pernikahan Olaf dan Tania berlangsung meriah dan akhirnya selesai juga malam ini, mereka berdua langsung pergi ke hotel yang letaknya tidak jauh dari gedung di mana pesta pernikahan mereka berlangsung. Sementara selepas pesta pernikahan Olaf dan Tania, kini semua keluarga Olarf pulang ke rumah, Juan dan Stefani sudah sampai di kamar mereka dan Juan sudah tidak dapat membendung kekesalannya pada Stefani karena sudah membuat malu di depan para tamu undangan.
“Kenapa kamu harus malu di depan tamu undangan kalau memang kamu sudah tidak mencintai Felli lagi? Jadi apa yang aku katakan tadi itu memang benar, kan? Kamu memang masih mencintai Fellii!”
__ADS_1
“Stefani, bisakah kamu tidak perlu mengungkit soal itu lagi?! Aku dan Felli sudah jadi masa lalu, aku sudah menikah denganmu dan sudah aku katakan untuk tidak mengungkit masalah itu lagi.”
“Aku mengungkit masalah itu karena wanita itu masih saja mencari perhatianmu padahal kalian sudah bercerai, dasar wanita tidak tahu diri.”
“Cukup Stefani! Jangan coba kamu menjelek-jelekan Felli lagi!” seru Juan yang sudah muak dengan kelakuan Stefani ini.
“Kenapa memangnya? Apakah yang aku katakan itu salah?!” seru Stefani kesal.
*****
Olaf dan Tania sedang menikmati bulan madu mereka setelah mereka resmi menikah, Olaf meminta maaf pada Tania soal insiden kemarin ketika terjadi keributan antara Stefani dan Felli namun Tania mengatakan ia bahkan tidak mengingat itu dan biasa saja.
“Jangan berlebihan begitu, aku baik-baik saja,” ujar Tania.
“Namun tetap saja, wanita itu sudah keterlaluan,” ujar Olaf.
“Olaf, aku tidak ingin kita membahas hal-hal buruk di hari pertama kita menikah,” ujar Tania.
“Baiklah, aku minta maaf.”
Tania dan Olaf menghabiskan waktu mereka dengan berjalan-jalan di sekitar hotel, namun saat mereka sudah selesai melakukan aktivtas di luar hotel dan hendak kembali masuk ke dalam hotel itu, Tania merasakan kalau ada seseorang yang tengah mengawasi mereka saat ini.
“Ada apa Tania?”
“Apa? Oh tidak, tidak ada apa-apa.”
Maka mereka berdua pun menuju lantai di mana kamar mereka berada, namun saat mereka baru saja membuka pintu kamar, alangkah terkejutnya mereka karena melihat kamar ini begitu berantakan padahal saat mereka tinggalkan kamar ini sama sekali tidak seperti ini.
“Rasanya aku sudah memberitahu agar mereka merapihkan kamar kita selama kita pergi, namun kenapa mereka tidak melakukannya?” keluh Olaf.
Olaf pun kemudian menelpon petugas untuk menanyakan kenapa kamar mereka menjadi berantakan begini padahal sebelumnya ketika mereka tinggalkan kamar ini nampak tidak seberantakan saat ini. Tania baru saja masuk ke dalam kamar mandi dan ia begitu terkejut ketika melihat sebuah tulisan di kaca kamar mandi yang ditulis dengan lipstik berwarna merah.
KALIAN TIDAK AKAN SELAMAT
“Sayang, apakah ada sesautu di dalam?” tanya Olaf dari luar.
Tania kemudian membuka pintu kamar mandi dan memperlihatkan tulisan yang ada di kaca itu pada Olaf.
“Siapa yang melakukan semua ini?!”
__ADS_1