
Rupanya Jihan ada di dekat restoran itu dan ia sudah
menyusupkan mata-mata masuk ke dalam restoran, Jihan menunggu sampai orang
suruhannya itu mendapatkan apa yang ia suruh, tidak lama kemudian akhirnya
Jihan mendapatkan juga yang ia inginkan, yaitu sebuah foto antara Ferdian dan
Tania, dirinya akan menggunakan foto itu sebagai alat menghancurkan mereka
berdua.
“Kalian pikir akan menang dariku? Lihat saja setelah
foto ini tersebar luas, maka aku akan pastikan kalian hancur.”
Jihan kemudian mengirimkan foto itu pada salah seorang
wartawan dan mengetikkan bahwa wartawan itu harus membuat berita yang
sensasional hingga berita ini menjadi viral, dalam hitungan beberapa detik apa
yang Jihan inginkan pun terjadi, berita tersebut menjadi perbincangan di media
sosial.
“Kalian akan lihat sendiri dampaknya.”
Setelah itu Jihan buru-buru pergi dari tempat itu,
Tania yang kebetulan sedang membuka ponselnya secara tidak sengaja melihat
berita tentangnya dengan Ferdian muncul di kolom berita teratas.
“Ada apa?”
“Apakah kamu sudah melihat berita?”
“Berita?”
Ferdian mengeluarkan ponselnya dan wajahnya terkejut
ketika melihat berita tentangnya dan Tania menjadi topik utama di salah satu
portal berita online.
“Kamu tidak perlu khawatir karena aku akan mengurus
semua ini.”
*****
Ester nampak tidak menyangka bahwa ada sebuah berita
tentang Tania dan Ferdian di internet dan berita itu pun menjadi trending,
Jihan baru saja kembali dan Ester pun bertanya pada Jihan mengenai apa yang
saat ini ia lihat.
“Jadi Mama sudah lihat?”
“Iya, Mama baru saja melihatnya, siapa kira-kira yang
melakukan ini?”
“Tentu saja aku.”
“Kamu?”
“Iya, aku yang melakukannya.”
“Bukankah kamu bilang tidak mau terlibat apa pun
dengan pria itu?”
“Bukan artinya kalau aku tidak mau terlibat dalam
hidup pria itu, aku akan membiarkan Tania menari-nari di atas penderitaanku,
dia harus mendapatkan rasa sakit yang sama dariku.”
Ester tersenyum pada anaknya, ia memeluk Jihan dan
mengatakan bahwa langkah yang ia ambil saat ini sudah tepat, mereka berdua
harus bahu membahu untuk membuat hancur Tania.
“Kita harus bekerja sama untuk membuat wanita itu
tidak dapat melakukan apa yang ia inginkan.”
__ADS_1
“Sudahlah, aku tidak mau membahas itu, aku mau pergi
ke kamarku dulu.”
Jihan kemudian pergi ke kamarnya untuk menenangkan
diri, sesampainya ia di kamar, ia mendengar ponselnya berdering, ia meraih
benda itu dan mendapati nama Ferdian muncul di sana, namun Jihan sama sekali
tidak tertarik untuk menjawab telepon dari Ferdian itu, ia malah dengan sengaja
mematikan sambungan telepon tersebut.
*****
Ferdian merasa kesal karena rupanya Jihan dengan
sengaja mematikan sambungan teleponnya namun usaha Jihan untuk menghindar
darinya tidak akan berhasil, ia akan mencari Jihan bahkan sampai ke lubang
semut sekali pun.
“Jadi rupanya dia tidak mau menjawab teleponku?
Baiklah, jangan salahkan aku kalau aku melakukan ini.”
Ferdian kemudian menelpon sekretarisnya dan ia
mengatakan bahwa dirinya akan melakukan konfrensi pers saat ini juga, ia
meminta para wartawan untuk datang ke kantor secepatnya.
“Apakah kamu mengerti?”
“Saya mengerti, Tuan.”
TUT
Ferdian mematikan sambungan teleponnya dan kini saat
dalam perjalanan ke kantor, ponselnya kembali berbunyi, ketika ia melihat siapa
orang yang menelponnya saat ini rupanya orang tersebut adalah sang mama,
Ferdian kemudian menjawab telepon dari sang mama tersebut.
“Ferdian, apakah kamu tahu apa yang terjadi saat ini?”
“Tentu saja aku tahu apa yang terjadi saat ini, namun
Mama tidak perlu khawatir, aku akan mengurusnya saat ini juga.”
“Namun kamu tahu gara-gara berita itu, saham perusahaan
langsung anjlok drastis?”
“Sudahlah Ma, aku sudah mengatakan bahwa aku tahu apa
yang terjadi dan aku saat ini tengah berusaha memperbaiki semuanya, ok?”
“Baiklah Mama mengerti.”
“Aku sedang di jalan, nanti aku akan hubungi Mama
lagi.”
TUT
Ferdian akhirnya tiba di kantor dan seperti yang ia
minta, para awak media sudah ada di di kantor dan menyorotkan kamera mereka
pada Ferdian yang baru saja datang di kantor ini.
*****
Handi terkejut ketika melihat berita kedekatan Tania
dan Ferdian berseliweran di media sosial dan internet, ketika Tania pulang,
Handi langsung menanyakan perihal berita itu namun Tania mengatakan pada Handi
bahwa saat ini pria itu tidak perlu terlalu risau karena semua sudah
terkendali.
“Benarkah?”
“Iya Om, Om tidak perlu khawatir.”
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka dibuat terkejut ketika
mendapati saat ini Ferdian tengah melakukan konfrensi pers di depan banyak awak
media, konfrensi pers itu disiarkan secara langsung lewat televisi maupun media
sosial, Handi dan Tania terkejut mendengar pernyataan Ferdian yang mengatakan
bahwa ia dan Jihan memang akan berpisah dan ia pun membongkar aib Jihan di
depan banyak orang.
“Ya Tuhan, apa lagi sekarang?”
“Om tenangkan diri Om dulu.”
“Om sama sekali tidak menyangka bahwa semuanya akan
menjadi buruk begini.”
“Aku mengerti kegelisahan Om saat ini, namun sebaiknya
saat ini Om istirahat saja dan tidak perlu memikirkan yang terlalu berat, ok?”
Handi pun menganggukan kepalanya, dengan diantarkan
oleh Tania, ia masuk ke dalam kamar, Tania yang sudah mengantarkan Handi masuk
ke dalam kamar pun kini keluar dari kamar itu setelah memastikan Handi
beristirahat.
*****
Jihan benar-benar tidak percaya dengan yang Ferdian
lakukan saat ini, bagaimana mungkin pria itu berani sekali menyebarkan hal
tersebut, Jihan mencoba menelpon Ferdian saat ini namun apa yang ia usahakan
itu tidak berhasil untuk beberapa saat, ia kemudian terus saja mencoba menelpon
Ferdian hingga akhirnya Ferdian pun menjawab teleponnya.
“Kenapa kamu menelponku?”
“Apa yang sudah kamu lakukan?”
“Aku? Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu
untuk tidak perlu bermain-main denganku? Aku tidak akan hancur sendirian,
apakah kamu lupa dengan ucapanku itu?”
“Ferdian, kamu benar-benar sudah keterlaluan!”
“Kamu yang memulai semua ini, aku hanya mengikuti alur
permainanmu, jadi jangan salahkan aku Jihan.”
“Kamu akan membayar semua ini Ferdian, awas saja
kamu!”
TUT
Jihan melempar ponselnya sembarangan, ia benar-benar
kesal dengan Ferdian, ia tidak akan membiarkan Ferdian menang begitu saja dalam
hal ini.
“Tidak, kamu pikir kamu dapat menang dariku? Aku tidak
akan membiarkannya.”
Ester masuk ke dalam kamar Jihan dan menanyakan apakah
Jihan sudah tahu perihal konfrensi pers yang dilakukan oleh Ferdian tadi atau
belum, namun pertanyaan dari Ester tersebut justru memicu Jihan untuk meledak.
“Apakah Mama tidak bisa diam saja?!”
“Apa yang terjadi padamu? Mama tahu kamu sedang marah
pada pria itu, namun Mama bukan dia.”
“Sudahlah Ma, lebih baik jangan ganggu aku dulu saat
ini, aku butuh waktu sendiri!”
__ADS_1