Berkah Cinta

Berkah Cinta
Aku Butuh Waktu


__ADS_3

Rupanya Jihan ada di dekat restoran itu dan ia sudah


menyusupkan mata-mata masuk ke dalam restoran, Jihan menunggu sampai orang


suruhannya itu mendapatkan apa yang ia suruh, tidak lama kemudian akhirnya


Jihan mendapatkan juga yang ia inginkan, yaitu sebuah foto antara Ferdian dan


Tania, dirinya akan menggunakan foto itu sebagai alat menghancurkan mereka


berdua.


“Kalian pikir akan menang dariku? Lihat saja setelah


foto ini tersebar luas, maka aku akan pastikan kalian hancur.”


Jihan kemudian mengirimkan foto itu pada salah seorang


wartawan dan mengetikkan bahwa wartawan itu harus membuat berita yang


sensasional hingga berita ini menjadi viral, dalam hitungan beberapa detik apa


yang Jihan inginkan pun terjadi, berita tersebut menjadi perbincangan di media


sosial.


“Kalian akan lihat sendiri dampaknya.”


Setelah itu Jihan buru-buru pergi dari tempat itu,


Tania yang kebetulan sedang membuka ponselnya secara tidak sengaja melihat


berita tentangnya dengan Ferdian muncul di kolom berita teratas.


“Ada apa?”


“Apakah kamu sudah melihat berita?”


“Berita?”


Ferdian mengeluarkan ponselnya dan wajahnya terkejut


ketika melihat berita tentangnya dan Tania menjadi topik utama di salah satu


portal berita online.


“Kamu tidak perlu khawatir karena aku akan mengurus


semua ini.”


*****


Ester nampak tidak menyangka bahwa ada sebuah berita


tentang Tania dan Ferdian di internet dan berita itu pun menjadi trending,


Jihan baru saja kembali dan Ester pun bertanya pada Jihan mengenai apa yang


saat ini ia lihat.


“Jadi Mama sudah lihat?”


“Iya, Mama baru saja melihatnya, siapa kira-kira yang


melakukan ini?”


“Tentu saja aku.”


“Kamu?”


“Iya, aku yang melakukannya.”


“Bukankah kamu bilang tidak mau terlibat apa pun


dengan pria itu?”


“Bukan artinya kalau aku tidak mau terlibat dalam


hidup pria itu, aku akan membiarkan Tania menari-nari di atas penderitaanku,


dia harus mendapatkan rasa sakit yang sama dariku.”


Ester tersenyum pada anaknya, ia memeluk Jihan dan


mengatakan bahwa langkah yang ia ambil saat ini sudah tepat, mereka berdua


harus bahu membahu untuk membuat hancur Tania.


“Kita harus bekerja sama untuk membuat wanita itu


tidak dapat melakukan apa yang ia inginkan.”

__ADS_1


“Sudahlah, aku tidak mau membahas itu, aku mau pergi


ke kamarku dulu.”


Jihan kemudian pergi ke kamarnya untuk menenangkan


diri, sesampainya ia di kamar, ia mendengar ponselnya berdering, ia meraih


benda itu dan mendapati nama Ferdian muncul di sana, namun Jihan sama sekali


tidak tertarik untuk menjawab telepon dari Ferdian itu, ia malah dengan sengaja


mematikan sambungan telepon tersebut.


*****


Ferdian merasa kesal karena rupanya Jihan dengan


sengaja mematikan sambungan teleponnya namun usaha Jihan untuk menghindar


darinya tidak akan berhasil, ia akan mencari Jihan bahkan sampai ke lubang


semut sekali pun.


“Jadi rupanya dia tidak mau menjawab teleponku?


Baiklah, jangan salahkan aku kalau aku melakukan ini.”


Ferdian kemudian menelpon sekretarisnya dan ia


mengatakan bahwa dirinya akan melakukan konfrensi pers saat ini juga, ia


meminta para wartawan untuk datang ke kantor secepatnya.


“Apakah kamu mengerti?”


“Saya mengerti, Tuan.”


TUT


Ferdian mematikan sambungan teleponnya dan kini saat


dalam perjalanan ke kantor, ponselnya kembali berbunyi, ketika ia melihat siapa


orang yang menelponnya saat ini rupanya orang tersebut adalah sang mama,


Ferdian kemudian menjawab telepon dari sang mama tersebut.


“Ferdian, apakah kamu tahu apa yang terjadi saat ini?”


“Tentu saja aku tahu apa yang terjadi saat ini, namun


Mama tidak perlu khawatir, aku akan mengurusnya saat ini juga.”


“Namun kamu tahu gara-gara berita itu, saham perusahaan


langsung anjlok drastis?”


“Sudahlah Ma, aku sudah mengatakan bahwa aku tahu apa


yang terjadi dan aku saat ini tengah berusaha memperbaiki semuanya, ok?”


“Baiklah Mama mengerti.”


“Aku sedang di jalan, nanti aku akan hubungi Mama


lagi.”


TUT


Ferdian akhirnya tiba di kantor dan seperti yang ia


minta, para awak media sudah ada di di kantor dan menyorotkan kamera mereka


pada Ferdian yang baru saja datang di kantor ini.


*****


Handi terkejut ketika melihat berita kedekatan Tania


dan Ferdian berseliweran di media sosial dan internet, ketika Tania pulang,


Handi langsung menanyakan perihal berita itu namun Tania mengatakan pada Handi


bahwa saat ini pria itu tidak perlu terlalu risau karena semua sudah


terkendali.


“Benarkah?”


“Iya Om, Om tidak perlu khawatir.”

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka dibuat terkejut ketika


mendapati saat ini Ferdian tengah melakukan konfrensi pers di depan banyak awak


media, konfrensi pers itu disiarkan secara langsung lewat televisi maupun media


sosial, Handi dan Tania terkejut mendengar pernyataan Ferdian yang mengatakan


bahwa ia dan Jihan memang akan berpisah dan ia pun membongkar aib Jihan di


depan banyak orang.


“Ya Tuhan, apa lagi sekarang?”


“Om tenangkan diri Om dulu.”


“Om sama sekali tidak menyangka bahwa semuanya akan


menjadi buruk begini.”


“Aku mengerti kegelisahan Om saat ini, namun sebaiknya


saat ini Om istirahat saja dan tidak perlu memikirkan yang terlalu berat, ok?”


Handi pun menganggukan kepalanya, dengan diantarkan


oleh Tania, ia masuk ke dalam kamar, Tania yang sudah mengantarkan Handi masuk


ke dalam kamar pun kini keluar dari kamar itu setelah memastikan Handi


beristirahat.


*****


Jihan benar-benar tidak percaya dengan yang Ferdian


lakukan saat ini, bagaimana mungkin pria itu berani sekali menyebarkan hal


tersebut, Jihan mencoba menelpon Ferdian saat ini namun apa yang ia usahakan


itu tidak berhasil untuk beberapa saat, ia kemudian terus saja mencoba menelpon


Ferdian hingga akhirnya Ferdian pun menjawab teleponnya.


“Kenapa kamu menelponku?”


“Apa yang sudah kamu lakukan?”


“Aku? Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu


untuk tidak perlu bermain-main denganku? Aku tidak akan hancur sendirian,


apakah kamu lupa dengan ucapanku itu?”


“Ferdian, kamu benar-benar sudah keterlaluan!”


“Kamu yang memulai semua ini, aku hanya mengikuti alur


permainanmu, jadi jangan salahkan aku Jihan.”


“Kamu akan membayar semua ini Ferdian, awas saja


kamu!”


TUT


Jihan melempar ponselnya sembarangan, ia benar-benar


kesal dengan Ferdian, ia tidak akan membiarkan Ferdian menang begitu saja dalam


hal ini.


“Tidak, kamu pikir kamu dapat menang dariku? Aku tidak


akan membiarkannya.”


Ester masuk ke dalam kamar Jihan dan menanyakan apakah


Jihan sudah tahu perihal konfrensi pers yang dilakukan oleh Ferdian tadi atau


belum, namun pertanyaan dari Ester tersebut justru memicu Jihan untuk meledak.


“Apakah Mama tidak bisa diam saja?!”


“Apa yang terjadi padamu? Mama tahu kamu sedang marah


pada pria itu, namun Mama bukan dia.”


“Sudahlah Ma, lebih baik jangan ganggu aku dulu saat


ini, aku butuh waktu sendiri!”

__ADS_1


__ADS_2