Berkah Cinta

Berkah Cinta
Bicara Mengenai Hasil


__ADS_3

Pada akhirnya setelah melalui banyak pertimbangan yang matang, Tania kini memberanikan dirinya untuk bertanya pada wanita ini mengenai perihal surat hasil tes DNA yang waktu itu ditunjukan oleh Bram.


“Nyonya, kemarin Tuan Bram mendatangiku dan memberikanku sesuatu.”


Raut wajah Minanti berubah seketika, ia sepertinya sudah tahu apa yang akan Tania bicarakan padanya, Tania pun kemudian mendesak agar Minanti mau mengatakan yang sebenarnya padanya.


“Apakah semua itu benar Nyonya?”


Namun Minanti tidak menjawab pertanyaan yang Tania ajukan barusan, Tania pun makin mendesak agar Minanti mau mengatakan yang sebenarnya padanya saat ini.


“Kenapa Nyonya diam saja? Katakan padaku, apakah semua yang Tuan Bram katakan padaku benar?”


“Maafkan aku Tania.”


“Apakah semua itu benar?”


Minanti tidak menjawab pertanyaan dari Tania namun wanita itu terus saja meminta maaf padanya, karena Minanti yang terus menerus meminta maaf membuat Tania jadi yakin bahwa memang apa yang Bram katakan padanya tu adalah sesuatu hal yang benar.


“Jadi semua yang Tuan Bram katakan itu memang benar adanya?”


Minanti tidak menjawab pertanyaan yan diajukan oleh Tania, ia menundukan kepalanya dan tidak kuasa untuk membendung air matanya agar tidak jatuh saat ini.


“Kenapa anda diam saja? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?!”


“Aku minta maaf Tania.”


*****


Sementara itu Stefani mendatangi rumah keluarga Olaf, kedatangannya disambut dingin oleh semua orang kecuali Juan, Olaf bahkan tidak sudi bersitatap dengan wanta itu dan lebih memilih untuk menyingkir, begitu pula dengan Bram. Sementara Felli saat ini sedang keluar dan Juan yakin kalau saat ini Felli pasti tengah menemui Ricky.


“Sepertinya semua orang di sini tidak suka dengan kehadiranku, ya?” ujar Stefani.


“Kamu tidak perlu memikirkan hal itu.”


“Bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal itu, Juan?”


“Stefani, semua akan baik-baik saja, mereka butuh waktu untuk semua ini.”


Stefani pun menganggukan kepalanya, Juan kini bertanya apa yang membuat Stefani datang ke sini dan tidak memberikan kabar padanya terlebih dahulu kalau ia mau datang.


“Aku ingin mengajakmu pergi ke luar, namun itu pun kalau kamu mau.”


“Tentu saja aku mau, tunggu sebentar, aku akan ganti pakaianku dulu.”


Maka Juan pun pergi meninggalkan Stefani sendirian di ruang tengah karena ia akan mengganti pakaiannya saat ini, sementara menunggu sampai Juan selesai berganti pakaian, Stefani memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran rumah, ia menemukan Olaf tengah duduk seorang diri di taman belakang, wanita itu pun menghampiri Olaf dan mengajak pria itu berbincang.

__ADS_1


“Hai, lama tidak berjumpa.”


*****


Felli tidak menampik bahwa ada rasa nyaman dalam dirinya ketika ia bersama dengan Ricky, ia dapat merasa ada getar-getar cinta yang perlahan tumbuh untuk pemuda itu. Namun Felli tidak mau terlalu cepat menyimpulkan perasaannya pada pemuda itu, saat ini Felli tengah ada di ruangan kerja sahabatnya yang juga pemilik tempat Ricky bekerja.


“Katakan padaku yang sebenarnya Felli.”


“Apa maksudmu?”


“Kamu dan Ricky menjadi semakin dekat, apakah mungkin kalian memang sudah menjalin hubungan saat ini?”


“Ya Tuhan, kamu ternyata masih saja menanyakan hal itu padaku.”


“Tentu saja aku selalu menanyakan hal itu padamu, karena semakin hari kalau aku perhatikan kalian makin tidak sungkan satu sama lain, dan kalian juga sering menghabiskan waktu bersama.”


“Apakah menurutmu hal itu tidak wajar sebagai teman?”


“Iya, itu hal yang wajar kalau kalian sama-sama perempuan, namun Ricky itu laki-laki, Felli.”


“Lalu?”


“Apakah kamu pernah mendengar mitos bahwa tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang abadi? Salah satu di antara mereka pasti akan jatuh cinta.”


“Nanda, aku tidak pernah tahu kalau kamu percaya akan hal-hal seperti itu.”


“Begitulah, rasanya hubungan kami makin memburuk setelah ia dilaporkan Ricky ke polisi.”


“Ya Tuhan, lalu bagaimana kelanjutan rumah tangga kalian?”


“Mana aku tahu, tanyakan saja hal itu pada Juan.”


*****


Kedatangan Stefani membuat Olaf menjadi tidak nyaman, ia berusaha menghindari wanita itu namun Stefani menahan lengannya, ia mengatakan bahwa Olaf nampak tidak suka dengan kehadirannya.


“Baguslah kalau kamu tahu bahwa aku tidak menyukai kehadiranmu.”


“Olaf, tidak bisakah hubungan kita seperti dulu lagi?”


“Tentu saja bisa, asal kamu tidak mengusik hidupku lagi dan mengejar-ngejar cintaku lagi.”


“Jadi hanya itu? Lantas kalau aku menjalin hubungan dengan Juan, itu tidak masalah, kan?”


“Tentu saja itu masalah buatku, kamu pikir aku dapat kamu tipu? Kamu menggunakan Juan sebagai alat agar dapat dekat denganku, kamu hanya mempermainkan Juan dan sengaja merusak rumah tangganya demi kepentingan

__ADS_1


pribadimu sendiri.”


“Kenapa kamu mengatakan itu?”


“Karena aku tahu persis seperti apa dirimu, Stefani.”


Juan yang sejak tadi mencari di mana keberadaan Stefani, akhirnya menemukan juga keberadaan Stefani yang tengah berbincang dengan Olar di taman belakang rumah.


“Apa yang kalian bicarakan di sini?”


Olaf tidak menjawab pertanyaan dari Juan itu dan lebih memilih untuk pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka berdua di sana.


“Ada apa ini sebenarnya?” tanya Juan penasaran pada Stefani.


“Sudahlah, lebih baik kita segera pergi,” ujar Stefani menarik tangan Juan untuk segera pergi dari rumah ini.


*****


Sementara itu di tempat yang lainnya, Minanti meminta maaf pada Tania karena ia tidak jujur sejak awal, namun Minanti masih menyangkal kalau Tania adalah anak kandungnya padahal Bram sudah memberikan hasil tes DNA bahwa mereka berdua adalah ibu dan anak.


“Kenapa anda masih menyangkalnya?”


“Tidak Tania, pasti ada kesalahan pada hasil tes DNA itu.”


“Kalau begitu kenapa kita tidak mencoba saja tes DNA di rumah sakit yang lain?”


Minanti nampak sama sekali tidak menanggapi ucapan Tania barusan, dan hal tersebut membuat Tania jadi makin yakin bahwa sebenarnya bukti yang Bram sodorkan padanya tempo hari memang benar adanya.


“Kenapa anda diam? Apakah benar yang Tuan Bram itu katakan?”


“Tania, tidak seperti itu.”


“Lantas? Kenapa anda hanya diam saja? Dan sepertinya anda tidak mau melakukan hasil tes DNA di rumah sakit yang lainnya.”


“Tania ….”


“Nyonya, tidak bisa anda mengatakan padaku yang sejujurnya mengenai masa lalumu dan papaku?”


Minanti tidak kuasa untuk membendung air matanya saat ini, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Tania saat ini, Tania yang melihat Minanti menangis nampak tidak bergeming, ia memang sedih dengan semua kenyataan ini namun ia ingin agar Minanti mengatakan kejujuran itu langsung


dari mulutnya sendiri.


“Nyonya, saya akan menghargai kalau anda mengatakan yang sejujurnya dari mulut anda sendiri.”


“Tania ….”

__ADS_1


“Apakah Nyonya tidak lelah memilkul beban derita akibat rahasia ini?”


__ADS_2