
Tania akhirnya tiba di lokasi yang merupakan sebuah café yang letaknya tidaklah jauh dari rumahnya, ketika Tania tiba di tempat tersebut rupanya orang tersebut sudah menunggunya.
“Maaf sudah membuatmu menunggu.”
“Sama sekali tidak masalah.”
“Jadi ada apa?”
“Bagaimana kalau kita pesan sesuatu dulu?”
“Aku sudah makan siang tadi.”
“Begitu rupanya.”
“Kalau kamu mau pesan makan siang, pesan saja.”
Maka kemudian seorang pelayan datang ke meja mereka dan mencatat pesanan mereka, tidak lama kemudian sang pelayan pun pergi dari meja mereka.
“Jadi kenapa kamu ingin bertemu denganku?”
“Ini tentang mamaku.”
“Kenapa dengan mamamu?”
Olaf kemudian menceritakan apa yang menjadi pembicaraan antara dirinya dan sang papa waktu itu, Tania menyimak cerita Olaf dengan seksama dan rupanya ini menyangkut soal Minanti.
“Begitulah.”
“Dan apakah kamu sudah menemukan apa yang kamu cari itu?”
“Sampai saat ini aku belum menemukannya.”
Namun obrolan mereka harus terhenti sejenak karena pelayan datang dan membawakan pesanan mereka ke meja.
“Terima kasih.”
Setelah pelayan itu pergi, kini mereka pun kembali melanjutkan percakapan yan tadi sempat terhenti karena datangnya pelayan itu membawakan pesanan mereka.
*****
Tania dan Olaf sudah selesai berbicara di café, Olaf mengatakan ia ingin mengantarkan Tania sampai ke rumah, namun wanita itu menolaknya dan mengatakan bahwa ia dapat pulang sendiri.
“Apakah kamu yakin dapat pulang sendiri? Sejujurnya aku khawatir karena Stefani sudah bebas.”
“Sudahlah, kamu tidak perlu khawatir terlalu berlebihan, aku dapat menjaga diriku sendiri.”
“Baiklah kalau begitu, namun kamu harus memberitahuku kalau ada sesuatu hal yang buruk, kamu mengerti?”
“Baiklah, sudah sana kamu pulang.”
Maka mereka berdua pun berpisah, Tania berjalan kaki untuk pulang menuju rumahnya, tidak terjadi apa pun selama perjalanan dari café itu menuju rumahnya hingga akhirnya ketika ia sampai di rumah nampak Ferdian
sudah pulang.
“Kamu dari mana saja?”
“Aku dari luar.”
Kedua mata Ferdian nampak memicing tajam, ia kemudian mulai melakukan intrograsi pada Tania sebenarnya istrinya ini pergi ke mana barusan.
“Tania, sebenarnya kamu pergi ke mana tadi?”
__ADS_1
“Sudah aku katakan bahwa aku pergi ke luar.”
“Menemui siapa?”
“Apakah itu menjadi urusanmu?”
“Tentu saja, hal tersebut menjadi urusanku, sekarang katakan padaku sebenarnya siapa yang barusan kamu temui?”
“Olaf.”
Seketika Ferdian mendidih mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Tania ini, ia tentu saja marah pada Tania kenapa bisa-bisanya Tania mau saja diajak bertemu oleh pria itu tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
*****
Sementara itu hubungan Bram dan Minanti agak sedikit merenggang karena soal buku itu, Bram yakin kalau Minanti tengah menyembunyikan sesuatu darinya namun Minanti tetap berkeras bahwa ia tidak menyembunyikan apa pun dari suaminya.
“Minanti.”
“Ada apa lagi?”
“Mau sampai kapan sih kamu harus menyembunyikan itu?”
“Aku tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan.”
“Kalau kamu tidak mau memberitahuku kejujurannya, maka aku tidak memiliki jalan lain kecuali mencarinya sendiri.”
“Bicara apa kamu ini?”
“Aku terpaksa harus mencari kebenarannya sendiri kalau kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya padaku.”
“Aku sudah mengatakan kalau aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan ini.”
“Baiklah kalau begitu.”
“Semua akan baik-baik saja, itu pasti.”
“Mama kenapa?”
Minanti terkejut ketika Olaf yang baru saja datang di
rumah ini langsung bertanya padanya.
“Bukan apa-apa, kamu dari mana?”
“Dari luar tentu saja.”
“Kamu habis menemui Tania lagi?”
“Apakah itu menjadi urusan Mama?”
“Sudahlah.”
Minanti kemudian pergi meninggalkan Olaf, tentu saja Olaf merasa heran dengan sikap mamanya belakangan ini, sebenarnya ia tidak ingin berburuk sangka pada sang mama, namun kalau sikapnya berubah mencurigakan
seperti itu, maka bukan tidak mungkin apa yang sang papa katakan padanya tempo hari itu benar adanya.
*****
Sementara itu Stefani nampak terkejut ketika Juan berdiri di depan pintu apartemennya, Juan menanyakan apakah ia boleh masuk ke dalam atau tidak, Stefani pun mengizinkan pria itu untuk masuk ke dalam apartemennya.
“Kamu kenapa? Sepertinya sedang ada masalah.”
__ADS_1
Juan tidak langsung menjawab pertanyaan Stefani, ia duduk di kursi yang ada di ruang tengah apartemen itu, Stefani pun duduk di dekat Juan.
“Juan, apakah kamu sedang ada masalah?”
“Iya, aku memang sedang ada masalah.”
“Apakah kembali dengan Felli?”
“Iya, dengan wanita itu.”
“Ada apa lagi?”
“Dia membuatku merasa tidak nyaman di rumah, aku tidak suka dengan situasi seperti ini.”
Sementara Stefani hanya diam dan sama sekali tidak menanggapi ucapan Juan barusan, sampai akhirnya Juan pun mengalihkan pandangannya ke arahnya.
“Kenapa kamu menatapku seperti itu?”
“Stefani, aku ….”
“Kamu kenapa?”
“Aku merasa kalau ada sesuatu yang janggal dari dalam diriku.”
“Apa yang sedang kamu bicarakan ini?”
“Sepertinya… ada sebuah rasa dalam diriku untukmu.”
Stefani sudah dapat menebak arah pembicaraan mereka, Stefani kemudian mengatakan pada Juan bahwa lebih baik Juan tidak terlalu berharap padanya.
“Kamu tahu sendiri bahwa aku tidak menyukaimu.”
“Namun mau sampai kapan kamu akan mengharapkan sesuatu yang tidak pasti? Bukankah itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri?”
****
Pada akhirnya Ferdian dan Tania sepakat untuk berdamai, Ferdian mengatakan bahwa ia menyesal karena sudah berteriak kasar pada Tania tadi, ia mengatakan bahwa ia terbawa emosi sesaat tadi.
“Aku minta maaf.”
“Iya, aku sudah memaafkanmu.”
“Terima kasih.”
Tania hanya menganggukan kepalanya, kemudian Ferdian pun mengajak Tania untuk menghabiskan hari libur mereka ini dengan menonton film di televisi, sejujurnya Tania tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini di mana posisi mereka sangat dekat sekali namun karena menjaga perasaan Ferdian, maka Tania sama sekali tidak protes dengan yang dilakukan oleh pria ini.
“Menarik bukan filmnya?”
“Iya.”
Mereka berdua masih fokus menonton film hingga flm tersebut sudah habis, Tania pun kemudian bertanya pada Ferdian mengenai ia dari mana tadi.
“Apa?”
“Aku yakin kalau kamu mendengar pertanyaanku dengan baik tadi.”
“Hum, sejujurnya tadi ada sesuatu yang perlu aku kerjakan.”
“Aku tahu itu, namun apa? Apakah itu berhubungan dengan proyek itu?”
“Iya, itu berhubungan dengan proyek tersebut, aku mendapatkan kabar bahwa oknum Kejaksaan yang aku berikan sejumlah uang dicurigai oleh atasannya dan saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan internal.”
__ADS_1
“Apakah kamu yakin kalau mereka tidak akan menangakapmu? Kalau dia buka suara bukan tidak mungkin kamu dalam masalah besar?”
“Kamu tidak perlu khawatir Tania, aku tahu apa yang aku lakukan saat ini, aku yakin bahwa aku tidak akan ditangkap oleh mereka.”