
Kondisi Tania sudah berangsur membaik dan wanita itu sudah dipindahkan ke ruang rawat inap biasa setelah ia melalui masa kritisnya, semua orang nampak lega setelah dokter mengatakan hal tersebut dan kini mereka ada di ruang inap Tania menunggu sampai ia sadarkan diri.
“Olaf, lebih baik kamu pulang, biar Mama saja yang menjaga Tania di sini.”
“Tapi Ma ….”
“Kamu harus pergi bekerja saat ini, biarkan Mama yang menjaga Tania, nanti kalau ada sesuatu pasti akan Mama kabari.”
Walaupun berat, namun Olaf pun mengikuti apa yang Minanti katakan, ia berpamitan pulang dan pergi dari ruangan inap Tania hingga akhirnya d dalam ruang inap Tania hanya ada Minanti seorang saja.
“Tania… cepatlah sadar, Nak.”
Minanti nampak tidak dapat menahan air matanya agar tidak keluar, ia berharap agar Tania bisa segera siuman dan semua akan kembali normal, ketika Minanti sedang sedih itu, ia mendengar suara pintu ruangan inap Tania terbuka dan ketika ia menoleh ke arah pintu, ia mendapati sosok suaminya di sana.
“Apakah dia belum siuman juga?”
“Iya, sampai saat ini dia belum siuman juga.”
“Aku akan menjaganya, kamu bisa pulang dulu untuk ganti pakaian dan makan.”
“Tidak, aku tidak lapar kok.”
*****
Di ruang inap yang lain, nampak orang yang mengemudikan mobil Tania perlahan mulai mengerjapkan matanya dan orang pertama yang ia lihat adalah Stefani, wanita itu nampak terkejut ketika orang ini sudah siuman.
“Kamu sudah siuman?”
Namun belum sempat ia mengatakan sesuatu, Stefani langsung membekap wajah orang itu dengan bantal, ia takut kalau nanti orang ini akan membeberkan semua hal jahat yang sudah ia rancang sebelumnya.
“Maafkan aku, namun aku terpaksa harus melakukan semua ini agar kamu tidak membocorkan rahasia kita.”
Setelah membekap wajah orang itu hingga ia kehabisan napas, Stefani pun melarikan diri dari ruang rawat inap, ia harus segera melarikan diri sebelum aksinya ketahuan dan ia akan dimasukan kembali ke penjara. Ketika ia berlari di lobi rumah sakit, secara tidak sengaja ia menabrak seseorang yang tidak lain adalah Felli.
“Stefani? Kenapa kamu berlari begini?”
“Lepaskan aku!”
“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu menjawab pertanyaanku!”
“Kamu ini memang benar-benar, ya!”
Stefani pun berusaha melepaskan paksa dirinya dari Felli dan berhasil, tentu saja sikap wanita itu yang begitu aneh membuat Felli yakin kalau Stefani baru saja melakukan tindakan jahat.
“Stefani, sepertinya kamu baru saja melakukan kejahatan, ya?”
Maka Felli pun pergi menuju ruang inap Tania, namun sebelumnya ia melihat ke arah ruang inap orang yang ikut kecelakaan bersama Tania dan ia tidak menemukan siapa pun di sana.
__ADS_1
“Sudah aku duga.”
*****
Minanti kembali datang ke rumah sakit setelah ia makan dan berganti pakaian, ketika ia tiba di rumah sakit ia mendapati Bram dan Felli tengah menjaga Tania.
“Terima kasih karena kalian telah menjaga Tania.
“Tidak masalah, sepertinya kamu terburu-buru datang ke sini.”
“Tidak kok.”
“Apakah kamu tidak mempercayaiku sampai-sampai kamu datang terburu-buru begitu?”
“Tidak, sudah aku katakan bahwa aku tidak terburu-buru.”
Bram mendapatkan telepon dari seseorang, ia pun pergi dari ruang inap Tania untuk menjawab panggilan teleponnya, selepas ia berada di luar ruangan inap Tania, barulah Bram menjawab telepon dari nomor ini.
“Jadi bagaimana?”
“Kami sudah melakukan penyelidikan dan kami menemukan sesuatu, Tuan.”
“Katakan itu.”
“Kami menemukan fakta bahwa sebelumnya istri anda dan Tuan Bima sudah pernah saling mengenal sebelumnya.”
“Iya Tuan, dari bukti dan penelusuran yang kami lakukan, namun kami masih berusaha menggali informasi yang lebih dalam lagi perihal ini.”
“Baguslah, tolong kalian cari informasi lebih jauh lagi mengenai hubungan istriku dan Bima di masa lalu, ya?”
“Iya Tuan.”
TUT
Bram menghela napasnya panjang, sebenarnya ada hubungan apa antara Minanti dan Bima di masa lalu?
“Minanti, apa yang sebenarnya kamu tengah sembunyikan dariku?”
*****
Sementara itu Felli mengajak Juan bertemu di sebuah café untuk mengatakan sesuatu, namun Juan tentu saja menolak ajakan Felli itu dengan alasan bahwa ia sedang sibuk bekerja, Felli mengatakan bahwa ia akan
membicarakan tentang Stefani, ia bahkan mengatakan bahwa Juan pasti akan menyesal kalau dia tidak mau mendatanginya saat ini. Karena penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Felli, maka Juan pun akhirnya mau menemui istrinya tersebut.
“Aku peringatkan padamu untuk tidak berbicara hal omong kosong.”
“Aku tidak akan mengatakan hal omong kosong, aku akan mengatakan sesuatu padamu yang menyangkut Stefani.”
__ADS_1
“Sudah cukup basa-basinya, cepat katakan apa yang sebenarnya hendak kamu katakan!”
“Stefani adalah seorang pembunuh.”
“Bicara apa kamu ini?!”
“Dia telah membunuh orang yang ada di dalam mobil bersama Tania karena dia takut kalau pria itu akan buka suara dan menjebloskannya ke penjara.”
“Kamu jangan sembarangan dalam bicara, ya!”
“Aku sama sekali tidak sembarangan dalam bicara sayang, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa tadi dia begitu panik ketika meninggalkan rumah sakit setelah ia membunuh orang itu.”
“Tidak, ini tidak masuk akal, aku tidak akan mempercayai kata-katamu!”
“Terserah kamu percaya atau tidak, aku hanya mengatakan yang sesungguhnya.”
*****
Olaf tidak bisa fokus sepenuhnya dalam bekerja, sejak pagi hingga malam ini di kantor, ia memikirkan Tania dan ingin secepatnya ia pergi menemui wanita yang ia cintai itu di rumah sakit. Jadi selepas Olaf menyelesaikan semua pekerjaannya, pria itu pun langsung bergegas menuju rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi Tania saat ini. Ketika ia tiba di rumah sakit, nampak hanya ada sang mama yang tengah berjaga di sana.
“Ma?”
“Oh, kamu sudah datang rupanya.”
“Bagaimana keadaan Tania?”
“Dia masih belum siuman juga.”
“Ya Tuhan.”
“Kamu nampak lelah sekali, Nak. Kenapa tidak pulang saja ke rumah?”
“Bagaimana bisa aku pulang ke rumah kalau aku khawatir dengan keadaan Tania, Ma?”
“Olaf, sepertinya kamu benar-benar mencintai Tania, ya?”
“Iya Ma, aku benar-benar mencintai Tania, aku takut kehilangan dia.”
Minanti menggenggam tangan anaknya itu dan berusaha menenangkan Olaf yang sedang kalut, Minanti mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, saat ini lebih baik Olaf pulang ke rumah dan segera mandi serta
istirahat karena besok ia harus kembali bekerja.
“Tapi Ma….”
“Kalau ada perkembangan terbaru, pasti Mama akan memberikan kabar untukmu, biarkan Mama yang menjaga Tania malam ini.”
Akhirnya Olaf pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh Minanti, ia segera pulang dari rumah sakit walaupun sebenarnya ia ingin sekali menjaga Tania di rumah sakit itu, namun apa yang dikatakan oleh Minanti memang benar, besok ia harus pergi bekerja.
__ADS_1
“Semoga saja Tania segera siuman.”