
Stefani akhirnya keluar dari kantor polisi setelah diperiksa selama hampir 6 jam, setelah ia keluar dari kantor polisi dengan pengacaranya, Stefani tidak menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan, dengan pengawalan yang ketat, ia berjalan menuju mobilnya dan saat sudah ada di dalam mobilnya maka Stefani tidak dapat menyembunyikan kekesalannya selama proses pemeriksaan dirinya tadi.
“Anda tidak perlu khawatir, saya yakin bahwa anda tidak akan ditahan,” ujar pengacaranya.
“Tentu saja, kamu harus melakukan apa pun agar aku tidak dipenjara,” ujar Stefani kesal dan kemudian wanita itu memandang keluar jendela.
Akhirnya Stefani pun tiba di rumah, ketika ia tiba di rumah nampak rumah sudah sepi dan ia segera bergegas menuju kamar yang mana di sana Juan sedang duduk di kursi meja kerjanya dan tengah bekerja dengan
laptopnya.
“Bagaimana pemeriksaannya?” tanya Juan tanpa mengalihkan pandangan dari laptop yang ada di depannya.
Namun alih-alih menjawab, Stefani malah menghela napas dan pergi begitu saja menuju kamar mandi, Juan sendiri hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Stefani itu. Tidak lama kemudian Stefani pun keluar dari kamar mandi dan ia tidak dapat menahan rasa kesalnya, ia langsung memarahi Juan tanpa alasan yang jelas.
“Kok kamu jadi malah marah padaku?”
“Jelas aku marah padamu! Semua ini karena kamu!”
*****
Juan nampak tidak terlalu memikirkan kemarahan Stefani semalam padanya, buktinya pada pagi ini ia sudah bersikap biasa saja, bahkan sikap Juan yang tanpa penyesalan karena sudah membuat Stefani harus diperiksa
polisi itu membuat wanita tersebut kesal.
“Apakah kamu tidak menyesali perbuatanmu?”
“Menyesal? Menyesali apa?”
“Kamu tidak mau membantu istrimu sendiri, suami macam apa kamu?”
“Stefani, sudah aku katakan padamu bukan? Bahwa aku hanya membiarkan proses hukum yang berlaku berjalan di negara ini, kalau kamu memang melakukan kesalahan maka kamu harus mendapatkan hukuman.”
“Bilang saja kalau kamu ingin aku dipenjara.”
“Kalau kamu tidak salah, kenapa kamu harus dipenjara?”
“Sudahlah! Aku malas berbicara denganmu!”
Setelah mengatakan itu Stefani menjadi kesal sendiri dan hendak keluar dari dalam kamar, namun tiba-tiba saja ia merasakan perutnya sakit, ia langsung memegangi perutnya dan rupanya hal tersebut membuat Juan jadi panik.
__ADS_1
“Stefani apa yang terjadi padamu?”
“Pertuku sakit sekali, Juan.”
“Kita harus pergi ke rumah sakit sekarang juga.”
*****
Felli hari ini akan keluar bersama dengan Ricky, semalam mereka sudah berkomunikasi lewat telepon dan mereka berdua sudah sepakat untuk keluar bersama pada hari ini. Felli tidak mengatakan dengan jelas mereka berdua akan pergi ke mana namun Ricky sudah siap karena Felli bilang dia akan menjemput pemuda itu tidak lama lagi, saat ini Ricky sudah bersiap di ujung gang dan menunggu Felli datang menjemputnya. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mobil yang dikendarai oleh Felli menepi tepat di depannya, Ricky segera masuk ke dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman.
“Apakah kamu sudah lama menunggu?” tanya Felli.
“Tidak kok,” jawab Ricky.
“Syukurlah kalau begitu,” ujar Felli.
“Sebenarnya kita akan pergi ke mana?”
“Nanti juga kamu akan tahu sendiri.”
Maka setelah itu Ricky tidak lagi bicara dan mengikuti saja ke mana Felli akan pergi membawanya, selama perjalanan tidak banyak pembicaraan yang terjadi di antara mereka berdua hingga akhirnya Felli melajukan mobilnya ke luar kota, Ricky nampak heran kenapa Felli melajukan mobilnya ini ke luar kota.
“Kita mau pergi ke luar kota?”
Maka setelah itu Ricky tidak lagi bertanya dan menikmati perjalanan, akhirnya mereka tiba di salah satu tempat wisata alam yang ada di luar kota, setelah memarkirkan kendaraannya, kini Felli dan Ricky berjalan bersama memasuki tempat wisata yang tidak banyak didatangi oleh wisatawan ini.
*****
Juan membawa Stefani menuju rumah sakit, kini dokter sedang memeriksa bagiamana kondisi Stefani saat ini, setelah melakukan pemeriksaan terhadap wanita itu, dokter pun keluar dari dalam ruangan tersebut dan memberitahu pada Juan mengenai kondisi Stefani saat ini. Dokter mengatakan bahwa saat ini Stefani tidak boleh terlalu stres dan banyak pikiran karena hal tersebut akan berbahaya pada anak yang ada di dalam perutnya.
“Terima kasih banyak dokter.”
Untungnya saja anak yang ada di dalam kandungan Stefani baik-baik saja, setelah mereka berdua keluar dari ruangan dokter tersebut, Juan meminta maaf atas sikapnya pada Stefani. Wanita itu nampak hanya diam saja dan tidak menanggapi permintaan maaf Juan barusan.
“Stefani, aku minta maaf.”
“Kamu sudah mengatakannya tadi.”
“Aku mengatakannya lagi karena kamu tidak menanggapi permintaan maafku.”
__ADS_1
“Bukankah kamu juga sering melakukan itu padaku?”
“Jadi ceritanya kamu ingin balas dendam padaku?”
“Tidak kok.”
“Sudahlah, ayo kita pulang karena kamu harus istirahat.”
Setelah itu Juan mengajak Stefani untuk pulang ke rumah, setelah sampai di rumah ia membiarkan Stefani istirahat di dalam kamar sementara dirinya keluar dari dalam kamar untuk pergi ke lantai bawah, di sana sudah ada Bram dan Minanti yang nampak penasaran dengan keadaan Stefani saat ini.
“Bagaimana keadaannya?”
*****
Felli dan Ricky menikamti keindahan alam yang ada di tempat wisata ini, setelah berkeliling dan berfoto kini mereka berdua tengah duduk di salah satu kursi yang ada di tempat wisata itu.
“Tempat ini indah, ya?”
“Iya, tempat ini memang indah, pantas saja kamu suka tempat ini.”
“Sejujurnya tempat ini menyimpan sangat banyak memori untukku.”
Ricky kemudian mengalihkan pandangannya pada Felli yang nampak saat ini sedang menerawang jauh ke masa lalu, Felli pun mulai bercerita kenapa tempat ini menjadi tempat yang begitu istimewa baginya karena di tempat inilah ia dan Juan untuk pertama kalinya mengutarakan bahwa mereka berdua saling menyukai.
“Begitu rupanya,” ujar Ricky agak getir ketika mendengar cerita Felli barusan.
Namun Felli yang seolah tahu bahwa saat ini Ricky agak sedih ketika mendengar ceritanya barusan kemudian meraih tangan pemuda itu hingga membuat Ricky terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Felli ini.
“Namun itu masa lalu, Ricky, aku ingin membuat masa lalu ada di tempatnya dan bukan di masa kini.”
“Lalu?”
“Ricky… aku sudah memikirkan hal ini dan aku ….”
“Iya?”
“Maukah kamu membantuku melupakan semua kenanganku dengan Juan dan membuatku yakin kalau kamu adalah orang yang tepat untukku?”
“Iya tentu saja, aku akan membantumu dan aku akan membuatmu yakin bahwa aku adalah orang yang tepat untukmu.”
__ADS_1
Felli nampak tersenyum pada pemuda itu pun dengan Ricky yang juga tersenyum pada Felli, perlahan Ricky mencondongkan wajahnya ke arah Felli dan Felli sama sekali tidak berniat untuk memundurkan kepalanya
ketika wajahnya dan wajah Ricky sudah sangat dekat saat ini.