
Olaf memutuskan untuk tidak menghiraukan apa yang Jihan katakan, ia mendorong tubuh Jihan menjauh darinya, Jihan nampak kecewa karena godaannya pada pria ini tidak mempan. Olaf terus pergi menjauh dan masuk
ke dalam mobilnya, sementara Jihan menatap Ferdian dan Tania dengan tatapan penuh kebencian dan dendam, ia langsung pergi menghampiri mereka dan membuat keributan.
“Bagus sekali kalian, bermesraan di tempat seperti ini!”
Ferdian dan Tania terkejut dan tidak menyangka kalau Jihan dapat menemukan mereka ada di tempat ini, Ferdian bangkit dan mengatakan pada Jihan untuk jangan membuat keributan apa pun di tempat ini, namun Jihan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak peduli akan hal itu.
“Apakah kamu pikir aku peduli dengan apa yang kamu ucapkan?! Aku katakan padamu bahwa aku tidak peduli, aku ingin agar semua orang tahu bahwa kamu berselingkuh dengan wanita ini!”
“Apakah kamu lupa dengan ancamanku?! Kamu pikir aku saja yang akan hancur dengan semua ini? Kamu salah Jihan, aku tidak akan hancur sendirian, kamu pun juga akan hancur.”
Jihan kini melirik ke arah Tania yang sejak tadi diam saja memperhatikan pertengkaran mereka berdua, seketika emosi Jihan meledak dan ia menyerang Tania.
“Jihan, hentikan!”
****
Setelah perdebatan sengit yang panjang serta melelahkan, akhirnya Ferdian berhasil membawa Tania kembali pulang, ia harus meminta maaf pada wanita itu atas hal memalukan yang sudah Jihan lakukan padanya.
“Aku merasa tidak enak padamu, aku minta maaf.”
“Sudahlah, kamu tidak perlu meminta maaf, bukankah dia memang selalu bersikap seperti itu?”
“Iya, dia memang selalu bersikap begitu, namun setiap kali sifat menyebalkannya itu keluar, aku rasanya marah sekali.”
Tania tersenyum pada Ferdian dan mengelus lengan pria itu, ia berusaha menenenangkan Ferdian yang sedang dilanda emosi akibat perbuatan Jihan tadi.
“Terima kasih karena kamu telah mau mengantarkanku pulang.”
“Tidak masalah, aku benar-benar menyesal dan minta maaf atas apa yang sudah Jihan lakukan padamu tadi.”
“Sudahlah, aku masuk dulu, ya.”
“Baiklah.”
Tania keluar dari dalam mobil Ferdian dan kemudian ia masuk ke dalam rumah, Ferdian masih belum melajukan mobilnya sampai Tania benar-benar masuk ke dalam rumah, setelah Tania sudah masuk ke dalam rumah,
barulah pria itu melajukan kendaraannya meninggalkan depan rumah Handi. Tania nampak terkejut ketika ia baru saja masuk ke dalam rumah dan menemukan sosok Handi berdiri tepat di depannya saat ini.
“Om Handi?”
“Tania, bolehkah Om bicara denganmu sebentar?”
****
__ADS_1
Sementara itu Ferdian yang baru saja pulang ke rumah, mencari-cari di mana keberadaan Jihan namun ia tidak menemukan keberadaan wanita itu di rumah ini.
“Pasti dia ada di rumah mamanya lagi,” geram Ferdian.
Ferdian kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraannya itu menuju rumah Ester, ketika ia tiba di rumah Ester, dirinya tidak diizinkan oleh satpam masuk ke dalam rumah dan hal tersebut membuatnya geram setengah mati.
“Apa maksudmu?”
“Maaf Tuan, namun ini adalah perintah dari nyonya.”
“Apa katamu?”
“Saya hanya menjalankan perintah, tolong jangan
salahkan saya.”
Ferdian menghela napasnya kasar, ia mencoba menghubungi nomor Jihan namun istrinya itu tidak menjawab panggilan darinya, Ferdian menggeram kesal, ia kemudian mencoba menerobos masuk ke dalam rumah, ia
berhasil melewati satpam yang berjaga di depan rumah hingga akhirnya ia bisa menerobos masuk ke dalam rumah ini, Ester dan Jihan yang ada di dalam rumah nampak terkejut dengan kedatangan Ferdian yang tidak mereka duga dapat masuk ke dalam rumah ini.
“Bagaimana bisa kamu menerobos masuk ke dalam rumah ini?!” seru Ester.
“Itu tidak penting, aku memiliki urusan dengan Jihan,” ujar Ferdian dingin.
“Apa yang akan kamu lakukan pada ankku?!”
sekali lagi mengacau maka jangan salahkan aku kalau sesuatu hal yang buruk terjadi padamu!” seru Ferdian seraya menunjuk wajah Jihan.
****
Kini Tania sudah duduk bersama dengan Handi di dalam ruangan kerja pria itu, Tania sepertinya memiliki firasat bahwa saat ini Handi akan bertanya perihal apa yang baru saja ia lihat, dan firasat Tania itu benar, hal tersebut yang Handi tanyakan padanya.
“Tania, boleh aku bertanya sesuatu padamu?”
“Iya Om, ada apa?”
“Apakah tadi kamu diantarkan pulang oleh Ferdian?”
“Iya Om.”
“Sejak kapan kamu mengenal Ferdian?”
“Itu ….”
“Apakah yang Jihan katakan itu benar? Kamu menggoda Ferdian?”
__ADS_1
“Om salah soal itu, aku melakukannya karena sesuatu.”
“Sesuatu? Sesuatu seperti apa?”
“Maaf, namun aku tidak dapat mengatakannya pada Om, namun Om harus percaya padaku bahwa aku melakukan semua ini untuk kedua orang tuaku yang sudah tiada.”
“Baiklah Tania, Om percaya padamu.”
“Terima kasih banyak Om karena sudah percaya padaku.”
“Tidak masalah sayang, namun… Om khawatir mengenai keselamatanmu, kamu tahu bahwa kalau bermain-main dengan Ester dan Jihan itu berbahaya?”
“Aku tahu Om, namun Om tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena aku pasti bisa menghadapinya.”
****
Keesokan harinya, Ferdian diminta datang menemui kedua orang tuanya, Ferdian merasa bahwa Jihan atau Ester sudah mengadu pada kedua orang tuanya perihal apa yang ia lakukan semalam, namun kalau sampai kedua wanita itu berani melakukan hal ini padanya, maka Ferdian bersumpah ia tidak akan hancur sendirian, ia akan menyeret mereka berdua untuk ikut hancur bersamanya.
“Kenapa Mama memintaku datang ke sini?”
“Duduk dulu, Nak.”
Ferdian pun duduk di sofa yang ada di ruang tengah itu, nampak Maya dan Rendra sudah duduk berhadapan dengan putra mereka, Ferdian sudah siap menerima berbagai pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh kedua orang tuanya.
“Alasan kenapa kami memanggilmu ke rumah ini, apakah kamu sudah tahu?”
“Apakah karena Jihan yang memberitahu Mama?”
“Iya, Jihan memberitahu Mama bahwa kemarin kamu kepergok berselingkuh dengan seorang wanita dan dia memiliki buktinya, Mama sudah lihat.”
“Lalu?”
“Ferdian, Mama bicara serius denganmu!”
“Mama pikir aku tidak bicara serius dengan Mama?”
“Ferdian jaga bicaramu,” ujar Rendra.
“Pa, aku hanya mengatakan yang sebenarnya, aku mengaku bahwa kemarin aku bertemu dengan seorang wanita dan wanita itu adalah orang yang aku cintai.”
“Bicara apa kamu ini?! Kamu sudah menikah Ferdian!”
“Iya aku memang sudah menikah, namun pernikahanku dengan Jihan hanya sebatas di atas kertas saja, kami berdua tidak saling mencintai!”
“Ferdian .…”
__ADS_1
“Mama pikir, dia itu wanita baik-baik?! Mama salah, Jihan itu adalah wanita yang licik, dia juga mencintai pria lain di
belakangku!”