
Tania melihat bahwa ada seseorang yang memperhatikan mereka tadi hingga ia memalingkan wajahnya dari Ferdian, pria itu nampak heran kenapa Tania malah memalingkan wajahnya darinya.
“Tania, apakah kamu baik-baik saja?”
“Iya, aku minta maaf.”
“Tidak masalah, aku juga ingin minta maaf karena hendak melakukan sesuatu padamu.”
Tania hanya tersenyum dan kemudian mereka pun sama-sama pergi dari tempat itu, Ferdian mengatakan bahwa setelah ia resmi bercerai dengan Jihan maka ia akan langsung menikahinya.
“Aku serius dengan kata-kataku.”
“Lebih baik kamu fokus saja pada masalahmu saat ini.”
“Kenapa kamu mengatakan itu? Apakah kamu tidak percaya padaku?”
“Bukannya aku tidak percaya padamu, hanya saja…lebih baik kita bicarakan dulu masalah yang terjadi saat ini.”
“Baiklah kalau begitu.”
Ferdian mengantarkan Tania pulang walaupun wanita itu sudah menolaknya, namun Ferdian tetap saja berkeras ingin mengantarkan Tania pulang hingga akhirnya kini mereka sudah tiba di depan rumah Handi.
“Terima kasih karena kamu sudah mau mengantarkanku pulang.”
“Tidak masalah.”
“Hati-hati di jalan.”
“Iya.”
Ferdian kemudian melajukan kendaraannya meninggalkan rumah Handi dan Tania masuk ke dalam rumah, namun rupanya ada seseorang yang bersembunyi di balik pohon depan rumah Handi, dan orang itu menodongkan sebuah senjata api pada Tania yang sedang berjalan menuju pintu.
****
DOR
Tania terkejut ketika dirinya sudah terjatuh di lantai rumah, seseorang tadi mendorongnya tepat dengan terdengar suara letupan dari senjata api, rupanya orang yang menyelamatkannya itu adalah Handi, pria itu segera membawa Tania masuk ke dalam dan mengunci pintu rumah dengan segera.
“Apakah kamu baik-baik saja?”
“Iya, aku baik-baik saja, bagaimana dengan Om?”
“Om pun baik-baik saja.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Kini mereka sudah ada di dalam rumah dan Handi sudah menelpon polisi untuk melaporkan kejadian yang baru saja menimpa mereka, polisi bilang mereka akan segera datang ke rumah ini untuk memintai keterangan Handi.
__ADS_1
“Bagaimana Om?”
“Polisi akan segera datang, semoga saja polisi dapat segera menangkap pelakunya.”
“Aku harap begitu.”
“Aku rasa Ester adalah dalang di balik semua ini.”
“Om ….”
“Kamu tidak perlu menyangkalnya lagi Tania, sudah jelas bahwa Ester pasti dalang di balik kejadian teror hari ini, dia berusaha untuk membunuhmu.”
“Namun bukankah kalau memang dia ingin membunuhku saat ini, dia tidak berhasil?”
“Untungnya saja begitu, namun bukan jaminan bahwa saat ini dia akan menyerah begitu saja.”
“Apakah menurut Om dia akan dipenjara?”
“Tidak, Ester memiliki kekuatan dan kekuasaan saat ini, dia bisa dengan mudah lolos dari jeratan hukum, namun Om akan pastikan dia membayar kejahatan yang ia lakukan.”
****
Jihan mendapatkan surat perceraian yang dikirim oleh pengacara Ferdian ke rumah, Jihan melempar surat cerai itu ke sembarang arah, rupanya Ferdian memang sangat serius ketika pria itu mengatakan ingin berpisah dengannya.
“Ferdian, rupanya dia serius dengan ucapannya.”
“Kamu sedang bicara apa?”
Ester meraih surat yang berisi tentang perceraian antara Jihan dan Ferdian yang mana di surat itu Ferdian sudah
menandatanganinya.
“Dan apakah kamu akan menandatangani surat ini juga?”
“Tentu saja, aku sudah muak dengan pria itu.”
“Jadi kamu ingin mengakhiri semuanya?”
“Tentu saja, Ma. Aku sudah muak dan tidak ingin terlibat apa pun lagi dengan pria itu.”
“Apakah kamu takut padanya?”
“Ma, Ferdian tidak akan main-main dengan ancamannya.”
“Sayang, sudah Mama katakan bahwa semua akan baik-baik saja.”
“Mama selalu mengatakan itu, aku berani bertaruh bahwa rencana Mama untuk melenyapkan Tania akan gagal lagi dan Mama akan dilaporkan ke polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan.”
__ADS_1
“Kalau pun Mama dipanggil oleh polisi lagi, nyatanya Mama tidak akan dipenjara sayang.”
“Mama terlalu percaya diri, Nyonya Minanti akan turun tangan untuk memenjarakan Mama.”
“Mama sama sekali tidak takut dengan wanita itu, Mama akan buktikan bahwa siapa orang yang lebih memiliki kuasa di sini.”
****
Apa yang Jihan katakan pun benar terjadi saat ini, Ester dipanggil oleh polisi dan wanita itu sama sekali tidak merasa keberatan ketika polisi meminta keterangan darinya di kantor polisi, namun ada sesuatu hal yang berbeda dengan pemanggilan dirinya kali ini. Banyak artikel liar berkeliaran di internet yang menjatuhkan reputasi Ester dan membuat harga saham perusahaan seketika anjlok karena berita negatif itu, Jihan jadi penasaran siapa orang yang sengaja menyebarkan berita itu dan tentu saja tersangkanya antara Ferdian atau Minanti.
“Di antara mereka berdua pasti dalang di balik semua ini.”
Ester nampak terkejut ketika berita buruk tentangnya menjadi topik pembahasan di internet, dampaknya ia ditanya oleh para wartawan yang sudah menunggunya di depan kantor polisi sejak tadi.
“Nyonya Ester bisakah anda mengatakan sesuatu mengenai berita tentang anda saat ini?”
“Apakah yang ditulis oleh artikel itu benar?”
“Nyonya Ester, boleh minta komentarnya?”
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang diajukan oleh wartawan pada Ester namun wanita itu sama sekali tidak menanggapi pertanyaan dari awak media itu, dengan pengawalan super ketat, Ester pun berhasil masuk ke
dalam mobilnya. Di dalam mobil, ia tidak dapat lagi menyembunyikan kekesalannya dengan berita yang sudah membuat namanya buruk di media.
“Aku akan mencari tahu siapa orang yang paling bertanggung jawab atas semua ini, aku tidak akan mengampuninya.”
****
Sementara itu di sisi yang lain, nampak Tania sedang bertemu dengan Minanti di sebuah restoran, mereka membahas mengenai apa yang terjadi pada Ester saat ini, Minanti menanyakan bagaimana pendapat Tania dengan
berita yang muncul di internet itu.
“Sepertinya berita itu akan menjadi masalah serius bagi karirnya.”
“Kamu benar, para dewan direksi dan pemegang saham tentu saja tidak akan membiarkan masalah ini terus berlanjut, mereka pasti akan mengadakan rapat darurat.”
“Dan apakah saat itu adalah kesempatan yang tepat untuk kita menggulingkannya?”
“Sepertinya tidak, menurut data yang aku dapatkan, Ester memiliki saham yang besar di perusahaan itu, ditambah lagi dia memiliki banyak loyalis yang akan mendukungnya.”
“Namun kalau suara mayoritas tidak berada di pihaknya, apakah mungkin dia masih memiliki kekuatan?”
“Dia adalah wanita yang licik, dia bisa melakukan manipulasi apa pun untuk mempertahankan posisinya sebagai pimpinan tertinggi perusahaan, maka kita perlu cara lain untuk membuantnya terjungkal dari posisinya dan ia tidak akan pernah dapat lagi mencapai posisi yang ia inginkan.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?”
Belum sempat Minanti memberitahu Tania apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, Minanti mendapatkan telepon saat ini, ia pun meminta waktu pada Tania untuk menjawab telepon dari seseorang ini, Minanti nampak pergi sebentar dan Tania menunggu di meja sampai akhirnya Minanti kembali.
__ADS_1
“Ada apa Nyonya?”
“Rupanya wanita itu mendatangi rumahku.”