Berkah Cinta

Berkah Cinta
Datang Sendiri


__ADS_3

Juan tentu saja tidak akan percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Stefani karena baginya Stefani adalah seorang pembual besar yang kata-katanya tidak dapat dipertanggung jawabkan, namun Stefani mengatakan bahwa ia serius dengan ucapannya.


“Cukup!”


“Kenapa? Kamu takut kalau yang aku katakan semua itu benar?”


“Aku tidak dapat untuk kamu tipu Stefani.”


“Terserah saja, aku sudah menyodorkan buktinya padamu perihal kamu percaya atau tidak, itu sama sekali bukan urusanku.”


Setelah mengatakan itu Stefani pergi ke kamar mandi, sementara itu Juan duduk di tepian tempat tidur seraya memandangi bukti yang diberikan oleh Stefani padanya itu, apakah yang dikatakan oleh Stefani barusan


nyata benar adanya? Kalau memang apa yang Stefani katakan itu benar, maka ia harus bertanya terlebih dahulu pada Felli, ia tidak boleh menelan mentah-mentah yang dikatakan oleh Stefani barusan.


“Kamu harus berpikir rasional Juan, jangan termakan omong kosong wanita itu.”


Namun ternyata dari balik pintu kamar mandi, Stefani menyeringai, ia tahu bahwa Juan pasti mulai termakan apa yang ia katakan barusan.


*****


Keesokan paginya, Juan berniat bertemu dengan Felli untuk menanyakan perihal apa yang dikatakan oleh Stefani semalam padanya, namun rupanya gelagat mencurigakan Juan itu sudah terlanjur terdeteksi oleh Stefani,


wanita itu bertanya pada Juan apakah pagi ini ia berniat untuk bertanya pada Felli perihal apa yang dikatakan olehnya semalam.


“Kenapa kamu menanyakan itu?”


“Sudahlah Juan, kamu pasti penasaran dengan kebenarannya, kan?”


“Baiklah, aku akui bahwa aku memang penasaran dan aku ingin mencari kebenaran atas ucapanmu semalam.”


“Baiklah, temui Felli, beberkan semua bukti yang aku berikan ini agar wanita itu tidak dapat berkelit.”


“Baiklah, namun kalau sampai kamu terbukti berbohong maka aku akan menceraikanmu!”


“Terserah, aku sama sekali tidak takut karena apa yang aku katakan memang benar adanya.”

__ADS_1


Kepercayaan diri Stefani tersebut membuat Juan agak ragu kalau istrinya ini berbohong, namun Stefani adalah manipulator yang ulung dan ia tidak boleh begitu saja terperangkap dalam jebakannya kali ini.


“Baiklah aku pergi dulu.”


“Hati-hati di jalan, suamiku.”


Juan sama sekali tidak menanggapi apa yang Stefani katakan barusan, ia justru segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraan tersebut meninggalkan rumah, sementara Minanti yang memperhatikan mereka berdua dari dalam rumah nampak begitu penasaran sebenarnya apa yang tengah terjadi saat ini.


*****


Juan benar-benar mendatangi rumah Felli saat ini, ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelpon wanita yang kini statusnya sebagai mantan istrinya tersebut, namun ketika ia mencoba menghubungi nomor Felli


justru nomor Felli tidak aktif, ia mencoba beberapa kali dan hasilnya pun sama saja hingga membuat Juan mengerutkan keningnya heran, apakah ada sesuatu hal yang terjadi pada Felli saat ini?


“Sebenarnya apa yang tengah terjadi padanya? Kenapa dia tidak mau menjawab panggilan dariku, ya?”


Juan pun memutuskan untuk turun dari kendaraannya dan berjalan memasuki pekarangan rumah keluarga Felli, ia menekan bel dan tidak lama kemudian asisten rumah tangga membukakan pintu untuknya.


“Apakah Felli ada?”


“Nona Felli sedang pergi Tuan.”


Belum sempat asisten rumah tangga itu menjawab pertanyaan dari Juan, Hilda muncul dari dalam rumah dan menyambut mantan menantunya itu dengan baik.


“Juan, apa yang membawamu datang ke sini?”


“Aku mencari Felli, namun Bibi bilang dia sedang pergi.”


“Benar, Felli memang sedang pergi, masuklah dulu, kita sudah lama tidak mengobrol.”


“Maaf, namun aku masih ada urusan, mungkin nanti sore aku akan kembali lagi ke sini.”


“Baiklah, nanti sore aku akan pastikan kalau Felli ada di rumah agar kamu dapat menemuinya.”


*****

__ADS_1


Felli merasa gusar karena sampai saat ini dirinya tidak menemukan keberadaan Ricky, namun saat ini ketika dirinya sedang gusar dan kalut, ia teringat sejak tadi ia tidak melihat ponselnya, siapa tahu ada berita terbaru, ketika ia meraih ponsel itu terdapat banyak panggilan tak terjawab dari Juan, sontak Felli merasa heran kenapa Juan sampai menelponnya banyak sekali seperti tadi? Apakah ada masalah dengannya? Baru saja Felli hendak menelpon Juan balik, sebuah pesan masuk, pesan berupa foto itu rupanya membuat Felli penasaran dan ketika ia membuka pesan foto itu, ia seketika menutup mulutnya tak percaya dengan yang dikirimkan oleh nomor tersebut.


“Tidak mungkin, siapa yang berani melakukan ini?”


Felli mencoba menelpon kembali nomor itu, namun sayangnya nomor tersebut sudah tidak aktif lagi, Felli mendengus kesal karena ia tidak dapat menghubungi orang yang memberikan foto itu padanya.


“Siapa sebenarnya dia? Kenapa dia mengirimiku foto seperti itu?!”


Namun kini Felli teringat bahwa tadi Juan menelponnya, mungkin saja ada sesuatu yang penting sampai-sampai dia menelponnya berulang kali, ketika Felli mencoba menghubungi Juan, justru pria itu tidak menjawab panggilan darinya.


“Aneh sekali, kenapa dia malah tidak menjawab panggilan dariku, ya?”


*****


Sore harinya sepulang Juan bekerja, pria itu kembali mendatangi rumah Felli untuk bertemu dengan mantan istrinya, setelah Felli pulang ke rumah tadi, Hilda langsung memberitahu bahwa tadi pagi ketika putrinya sedang pergi, Juan datang ke rumah dan dia mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin dia katakan padanya. Namun ketika Felli bertanya lebih lanjut perihal apa yang ingin dikatakan oleh Juan, Hilda mengatakan bahwa


dirinya sendiri tidak tahu tentang itu, namun yang jelas sore ini Juan akan kembali datang ke rumah untuk menemui Felli dan oleh sebab itu maka Hilda melarang putrinya untuk pergi mencari Ricky.


“Lihat Juan sudah datang,” ujar Hilda.


Felli sendiri nampak tidak bersemangat ketika mantan suaminya itu datang ke rumah, Hilda menyambut Juan di depan pintu dan mempersilakan mantan menantunya itu untuk masuk ke dalam, kini mereka semua sudah duduk di


ruang tengah.


“Jadi Juan, ada apa ini? Apa yang hendak kamu bicarakan dengan Felli?” tanya Hilda.


“Maaf, namun bolehkah aku bicara hanya berdua dengan Felli?”


Hilda nampak menghela napasnya sebelum pergi meninggalkan ruang tengah dan memberikan waktu untuk mereka berdua untuk bicara secara empat mata, selepas Hilda pergi barulah Felli angkat bicara, ia bertanya


kenapa Juan mau menemuinya saat ini.


“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu, dan aku harap itu tidak benar.”


“Apa sih yang sebenarnya ingin kamu tanyakan padaku?”

__ADS_1


Juan kemudian memberikan sebuah bukti yang diberikan oleh Stefani semalam padanya, Felli sendiri nampak terkejut ketika melihat bukti itu, bukti ketika ia melakukan kejahatan di masa lalu pada wanita yang dicurigai dekat dengan Juan.


“Stefani memberikanku ini semalam, apakah ini semua benar?”


__ADS_2