Berkah Cinta

Berkah Cinta
Datang Meminta Restu


__ADS_3

Tania mengatakan pada Ferdian bahwa sebaiknya mereka fokus saja pada masalah yan tengah mereka hadapi saat ini, Ferdian tentu saja merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Tania namun pria itu berusaha


untuk menutupi rasa kecewanya dengan tersenyum penuh kepalsuan pada Tania.


“Baiklah kalau begitu.”


“Aku tahu bahwa kamu mengerti bahwa aku juga mencintaimu, namun kita harus selesaikan masalah ini satu persatu dulu, ok?”


“Baiklah kalau begitu.”


Maka kini Tania dan Ferdian kembali menyantap makanan yang ada di hadapan mereka, setelah makan kini Ferdian mengatakan bahwa ia akan pulang saja, Tania mengantarkan Ferdian sampai ke tempat parkiran, sebelum


Ferdian pergi nampak pria itu melirik ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa saat ini tidak ada orang yang melihat mereka tengah berduaan.


“Ada apa denganmu? Apakah kamu sedang mencari sesuatu?”


Tiba-tiba saja Tania merasa pipinya dicium oleh Ferdian, pria itu nampak tersenyum tanpa dosa pada Tania sebelum akhirnya pria itu segera masuk ke dalam mobil, Ferdian menurunkan kaca jendela mobilnya dan


melambaikan tangan pada Tania yang masih berdiri di tempatnya.


“Aku pulang dulu, ya.”


“Hati-hati di jalan.”


Maka kemudian Ferdian pun melajukan kendaraannya pergi meninggalkan area rumah sakit sementara Tania masih nampak tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan oleh pria itu.


****


Sampai saat ini belum juga ada kabar baik tentang Jihan, Ester sudah sangat sedih dan khawatir kalau Jihan tidak akan selamat, ia bahkan sempat mengancam akan membuat Tania menderita kalau sampai Jihan kehilangan nyawa saat ini.


“Ester, hentikan itu!”


“Kenapa? Aku hanya memberikan dia peringatan terlebih dahulu!”


“Sudahlah Tania, kamu tidak perlu mendengarkan apa yang dia ucapkan.”


“Berani sekali kamu mengatakan itu!”

__ADS_1


Namun Handi meminta agar Tania pulang saja dari rumah sakit ini karena ia tidak ingin membuat seluruh rumah sakit gaduh akibat perbuatan Ester itu, selepas Tania pergi, kini Handi bicara dengan Ester, dia mengatakan pada Ester untuk tidak mengatakan hal-hal yan menyakitkan Tania, justru Ester merasa heran dengan tingkah Handi yang selalu saja membela gadis itu.


“Aku membelanya karena kamu sudah keterlaluan Ester, kamu membuat keributan di rumah sakit.”


“Bagus sekali Handi, kamu membela wanita yang sudah membuat anak kita masuk rumah sakit, kamu sangat luar biasa!”


“Ester, sudah aku katakan bahwa ini adalah rumah sakit, pelankan suaramu, jangan buat keributan di tempat ini.”


“Aku tidak peduli! Kalau sampai Jihan tidak selamat, maka aku tidak akan mengampuni wanita itu, tidak akan pernah sampai kapan pun!”


****


Sementara itu di rumah, Olaf masih saja memikirkan perihal kejadian yang menimpa Jihan, ia merasa bersalah pada wanita itu karena ada campur tangan dirinya yang mengakibatkan sampai Jihan terbaring di rumah


sakit saat ini. Rupanya Minanti merasakan bahwa sesuatu hal yang tidak beres terjadi pada putranya, kini Minanti menghampiri sang putra dan duduk di sebelahnya, Olaf nampak terkejut karena dirinya terlalu fokus memikirkan


tentang Jihan sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa saat ini ada Minanti yang sudah duduk di sebelahnya.


“Mama perhatikan sepertinya ada sesuatu yang tidak beres padamu, Nak.”


Olaf nampak menghela napasnya panjang, ia tidak langsung menanggapi ucapan Minanti tersebut, namun tentu saja sebagai seorang ibu, ia tahu bahwa sang putra sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.


“Sejujurnya iya, maksudku…. iya aku memang sedang memikirkan sesuatu.”


“Kamu bisa mengatakannya pada Mama kalau kamu mau, namun kalau pun kamu tidak mau mengatakannya pada Mama, maka Mama tidak akan memaksanya.”


Olaf nampak bimbang apakah ia harus bercerita pada sang mama atau tidak mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Jihan, namun Olaf yakin bahwa sang mama adalah orang yang dapat ia percayai saat ini.


“Baiklah, aku akan menceritakannya pada Mama.”


****


Handi baru saja pulang ke rumah dan disambut oleh Tania, wanita itu bertanya pada Handi mengenai kesehatan Jihan, Handi mengatakan bahwa saat ini Jihan belum juga siuman dan Ester masih saja meracau tidak jelas


dengan menuduh Tania sebagai dalang di balik kecelakaan yang menimpa Jihan.


“Dia benar-benar membuatku kesal.”

__ADS_1


“Sudahlah Om, aku tidak apa-apa kok.”


“Namun Om tahu bahwa kamu tidak akan mungkin melakukan hal tersebut, kan?”


“Om tahu sendiri Tante Ester itu seperti apa? Dia pasti akan menuduhku terus menerus walaupun aku menyangkalnya.”


“Itu dia, sepertinya hatinya memang sudah dipenuhi oleh kebencian yang luar biasa hingga dia tidak pernah dapat berhenti untuk membenci kamu.”


Tania tersenyum mendengar ucapan Handi yang memang benar kenyataannya begitu, namun apa boleh dikata memang sifat Ester seperti itu, saat ini Tania hendak membuatkan Handi teh hangat namun Handi menahan Tania untuk tetap ada di sini karena ada sesuatu yang hendak Handi katakan padanya.


“Tania, ada sesuatu yang Om ingin katakan padamu.”


Tania merasa bahwa raut wajah Handi terlihat begitu serius ketika mengatakan hal itu, mungkinkah saat ini Handi memang akan mengatakan hal yang serius padanya?


“Tania, bolehkah kamu jujur pada Om, sebenarnya kamu memiliki hubungan apa dengan Ferdian?”


****


Ferdian mendatangi rumah Handi untuk menjemput Tania saat ini, sebelumnya ia sudah membuat janji dengan wanita itu untuk makan siang bersama hari ini, Ferdian memang sudah membuat berita tentang kedekatannya


dengan Tania reda tentu saja berkat koneksi dan kekuatan yang dimiliki oleh keluarganya untuk membungkam semua media yang memberitakan mengenai kedekatannya dengan Tania. Namun pada hari ini ada sesuatu yang berbeda, Handi yang membukakan pintu untuknya, Ferdian tentu saja sama sekali tidak menyangka bahwa


Handi ada di rumah saat ini.


“Kebetulan kamu datang, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”


Ferdian kemudian mengikuti langkah kaki Handi menuju sofa yang ada di ruang tamu, mereka berdua pun duduk di sana, Ferdian nampak tidak dapat menahan rasa penasarannya apa yang sebenarnya diinginkan oleh Handi hingga mengundangnya masuk ke dalam rumah saat ini.


“Aku tahu bahwa kamu pasti bingung sebenarnya apa yang hendak aku bicarakan saat ini, bukan?”


“Sejujurnya iya, jadi sebenarnya ada masalah apa?”


“Ferdian, bolehkah kamu jujur padaku mengenai apa hubunganmu dengan Tania saat ini?”


“Baiklah kalau anda ingin aku mengatakan hal yang sejujurnya, aku dan Tania memiliki hubungan dan yang lebih penting lagi adalah aku mencintai dia.”


“Apakah kamu sadar dengan yang kamu ucapkan barusan?”

__ADS_1


“Iya, aku sangat sadar dengan yang aku katakan barusan, aku mencintai Tania, dan aku akan menikahinya.”


__ADS_2