Berkah Cinta

Berkah Cinta
Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

Saat ini Felli masih mengurung dirinya di dalam kamar dan tidak keluar kamar sejak tadi, tidak lama kemudian seseorang kembali masuk ke dalam kamarnya dan kali ini sosok mamanya kembali masuk ke sana.


“Felli, ayo turun ke bawah, kita makan malam bersama.”


“Aku tidak lapar, Ma.”


“Jangan seperti ini, pokoknya kamu harus makan sekarang.”


“Tapi aku sudah mengatakan bahwa aku tidak lapar.”


“Pokoknya kamu harus turun ke bawah sekarang.”


Setelah mengatakan itu sang mama kemudian keluar dari dalam kamarnya, Felli masih tidak beranjak dari posisinya saat ini hingga beberapa menit kemudian akhirnya ia pun turun dari tempat tidur dan berjalan


keluar dari kamarnya walaupun ia nampak sama sekali tidak bersemangat untuk ikut makan malam bersama keluarganya.


“Duduklah,” ujar sang mama ketika melihat saat ini Felli sudah tiba di ruang makan.


Maka tanpa banyak bicara Felli mengikuti apa yang sang mama perintahkan barusan, ia duduk di kursinya dan kemudian sang mama mengambilkan beberapa lauk untuknya dan ditaruh di atas piringnya.


“Pokoknya kamu harus makan yang banyak malam ini,” ujar sang mama.


****


Ricky nampak tengah berdiri di depan rumah Felli, ia tadi memaksa Nanda untuk mengatakan di mana rumah Felli tinggal namun kini ia malah ragu apakah ia harus masuk ke dalam atau tidak mengingat keluarga wanita itu pasti tidak akan menyukai kehadirannya saat ini, namun di sisi yang lain ia benar-benar ingin mengetahui bagaimana kondisi Felli saat ini, apakah wanita itu baik-baik saja atau tidak.


“Siapa kamu?” tanya satpam yang berjaga di depan rumah.


“Apa? Saya…temannya Felli,” jawab Ricky kikuk.


Satpam itu nampak menatap Ricky tak percaya, apakah benar pemuda ini adalah temannya Felli? Ricky tentu saja merasa tidak nyaman diperhatikan dan dicurigai seperti orang jahat begini, ia pun meyakinkan pada satpam itu bahwa dirinya bukanlah orang jahat.


“Saya bukan orang jahat, Pak.”


“Namun sebelumnya saya tidak pernah meljhat kamu datang ke sini, wajar saja kalau saya merasa curiga padamu, kan?”


“Tapi saya memang bukan orang jahat, kalau anda tidak percaya anda bisa tanya langsung pada Felli.”


“Kalau begitu saya akan tanyakan pada beliau

__ADS_1


sebentar.”


Satpam itu kemudian pergi meninggalkan Ricky yang masih dibiarkan sendirian di depan pagar rumah, tidak lama kemudian satpam itu kembali ke arahnya.


“Bagaimana?”


*****


Felli yang sedang termenung di dalam kamarnya sendirian tiba-tiba terkejut ketika melihat ponselnya berdering, ia meraih benda itu dan ada nama satpamnya di sana, ia nampak penasaran kenapa satpamnya menelpon malam-malam seperti ini dan dia pun segera menjawab telepon tersebut.


“Halo?”


“Maaf Nona Felli kalau saya mengganggu waktunya.”


“Tidak apa, ada apa menelpon?”


“Anu… di depan pagar ada seseorang yang mengaku sebagai teman Nona.”


“Temanku? Seperti apa dia?”


“Dia adalah pria muda, dia mengatakan kalau dia adalah teman anda.”


TUT


Felli segera keluar dari kamarnya dan berjalan keluar rumah untuk mencari tahu siapa orang yang dimaksud oleh satpamnya barusan, kalau dari yang satpam itu katakan sepertinya pemuda yang dimaksud olehnya adalah Ricky, namun tentu saja Felli harus mengecek sendiri apakah pemuda yang dimaksud oleh satpamnya itu benar-benar Ricky atau bukan. Dan akhirnya Felli pun tiba di depan pagar dan ia melihat ada sosok Ricky di sana, Ricky sendiri


nampak terkejut ketika melihat Felli keluar rumah dan kini ia  berdir di sisi dalam pagar rumah.


“Dia memang temanku, Pak,” ujar Felli.


“Oh rupanya dia benar-benar teman Nona, aku pikir dia ini penipu,” ujar satpam itu.


“Bisa tolong tinggalkan kami sendirian?” tanya Felli pada satpamnya itu.


“Baik Nona.”


*****


Felli akhirnya mengajak Ricky untuk jalan-jalan sebentar di sekitaran rumah tinggalnya, selama beberapa menit berlalu mereka sama sekali tidak melakukan pembicaraan hingga akhirnya Felli pun bertanya pada Ricky mengenai apa maksud dan tujuan pemuda ini datang ke rumahnya malam-malam begini.

__ADS_1


“Jadi kenapa kamu datang ke rumahku malam-malam begini?”


“Aku dengar dari bos, kamu sedang memiliki masalah, jadinya aku datang ke sini untuk memastikan kalau kamu baik-baik saja.”


“Nanda bicara apa saja padamu?”


“Dia hanya mengatakan bahwa kamu sedang ada masalah, maka dari itu aku datang ke sini untuk menjengukmu.”


“Benarkah dia tidak mengatakan apa pun selain itu?”


“Tidak, kok.”


Felli nampak menghela napasnya panjang, ia kemudian mengajak Ricky untuk duduk di salah satu kursi yang ada di taman saat ini, mereka berdua pun duduk bersisian di kursi itu sambil menatap lurus ke depan, tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka untuk beberapa saat hingga akhirnya Felli pun buka suara lagi.


“Ricky, apakah menurutmu aku bisa melupakan Juan?”


Ricky sama sekali tidak menanggapi ucapan Felli barusan namun ia merasa kalau hatinya begitu sakit saat ini seolah ini adalah sebuah pertanda bahwa dirinya dan Felli tidak akan pernah memiliki masa depan.


“Apakah menurutmu keputusanku untuk berpisah dari Juan adalah sesuatu hal yang benar?”


*****


Keesokan paginya, Stefani menggedor pintu apartemen Juan karena ia sejak tadi tidak dapat menghubungi pria itu sejak tadi, namun sudah 15 menit ia berdiri di depan pintu kamar apartemen Juan, tidak ada tanda-tanda bahwa pria itu akan membukakan pintu untuknya.


“Ke mana dia pergi? Kenapa tidak membukakan pintu untukku?”


Stefani juga berusaha untuk menghubungi Juan, namun ponsel pria itu tidak aktif hingga membuatnya berang, ia jadi bingung harus pergi ke mana untuk mencari pria itu.


“Ya Tuhan, Juan, kamu sebenarnya ke mana, sih?!”


Namun sebelum Stefani pergi ke luar untuk mencari Juan, ia perlu memastikan kalau Juan saat ini ada di dalam kamar apartemennya, Stefani kemudian menelpon pengelola apartemen agar mereka memberikan izin untuknya membuka akses pintu masuk ke dalam kamar apartemen Juan, tidak lama kemudian pengelola dan satpam datang ke sana setelah Stefani menelpon dan memberikan keluhannya.


“Ada apa ini?”


“Saya sudah mencoba menghubungi nomor ponsel penghuni apartemen ini namun tidak ada jawaban, saya sudah berdiri di sini selama 15 menit dan menekan bel berkali-kali namun tidak juga ada jawaban dari dalam, saya takut kalau sesuatu hal yang buruk terjadi di dalam.”


Maka kemudian pengelola apartemen dengan dibantu oleh satpam membuka pintu kamar apartemen dan mereka pun masuk ke dalam apartemen itu dan menemukan Juan tergeletak di atas lantai tak sadarkan diri, Felli yang


melihat itu nampak terkejut dan panik, ia segera berlari menghampiri Juan yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai.

__ADS_1


“Juan, bangun! Aku mohon bangun, Juan!”


__ADS_2