
Ester benar-benar tidak habis pikir kalau rupanya penjara telah membuat pikiran Jihan berubah, anaknya itu malah memberikan berbagai nasihat dan malah membuatnya kesal, Ester tidak bisa diam saja, ia harus segera menyingkirkan Galang bagaimanapun caranya. Ketika wanita itu baru saja keluar dari kantor polisi, Ester menerima sebuah telepon dari orang suruhannya yang mana mereka mengatakan saat ini sudah menemukan di mana Galang
berada.
“Lakukan sekarang juga, namun pastikan kalau saat ini kalian tidak akan gagal.”
TUT
Ester kemudian menutup sambungan teleponnya dan bergegas masuk ke dalam mobilnya, ia berharap bahwa saat ini rencananya dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikit pun.
“Aku terpaksa harus melakukan ini karena kamu yang memaksaku.”
Ester pun melajukan kendaraannya menuju lokasi di mana orang suruhannya akan menghabisi nyawa Galang, namun anehnya saat ia tiba di lokasi kejadian, tidak ada satu pun tanda-tanda bahwa Galang sudah berhasil
disingkirkan.
“Mereka pergi kemana sebenarnya?!”
Ester pun mencoba menelpon orang suruhannya untuk mencari tahu keberadaan mereka, namun sampai saat ini tidak ada juga jawaban dari orang suruhannya itu.
“Kenapa mereka tidak menjawab telepon dariku?!”
****
Saat ini Tania dan Minanti sedang dalam perjalanan menuju dokter kandungan, Tania sudah mulai lebih tenang dan dapat menerima kalau dirinya saat ini tengah mengandung anaknya Ferdian semua berkat Minanti yang terus menerus mendukungnya dan memberikan kata-kata bijak agar Tania dapat melalui semua ini.
“Saya minta maaf karena sudah mengecewakan Nyonya.”
“Kamu ini bicara apa? Kamu sama sekali tidak mengecewakanku, semua sudah terjad, jadi untuk apa pula kita harus mengungkitnya lagi?”
“Namun bagaimana dengan Olaf?”
“Kenapa dengan dia?”
“Tidak… hanya saja… aku merasa bersalah padanya.”
“Tania… kamu menyukai anakku, ya?”
“Nyonya… saya ….”
“Kamu bisa jujur padaku, Nak.”
Tania menundukan kepalanya, ia pun mengaku bahwa sebenarnya ia menyukai Olaf, ia meminta maaf pada Minanti karena sudah lancang menyukai putranya, namun reaksi Minanti diluar dugaannya.
“Kenapa kamu harus meminta maaf padaku?”
“Apa?”
“Kamu mencintai siapa itu hak kamu.”
“Nyonya ….”
“Aku tahu bahwa saat ini kamu tengah mengalami kemelut dengan Ferdian, namun aku akan membantu kamu keluar dari kemelut ini, aku janji.”
__ADS_1
“Terima kasih banyak, Nyonya.”
Ketika mereka melalui sebuah jalan, Tania secara tidak sengaja melihat seorang pria tengah dipukuli beramai-ramai oleh segerombolan orang, Tania meminta sopir Minanti untuk berhenti.
“Tania, kenapa?”
“Kita harus menolong orang itu Nyonya.”
****
Orang itu sudah siuman dan berterima kasih pada Tania dan Minanti karena mereka berdua sudah menyelamatkan nyawanya, Tania dan Minanti nampak lega karena pria ini sudah siuman. Tania pun memberanikan diri untuk bertanya ada masalah apa antara pria ini dengan orang-orang yang tadi memukulinya itu.
“Saya tidak tahu siapa mereka.”
“Apa?”
“Saya bersumpah tidak tahu siapa mereka, saat saya tengah menunggu order, tiba-tiba saja mereka datang menghampiri saya dan langsung memukul saya.”
Tania dan Minanti nampak saling berpandangan untuk beberapa saat, mereka berdua nampak iba dengan pria ini, Minanti mengatakan bahwa pria ini tidak perlu memikirkan soal biaya pengobatan karena Minanti sudah menganggung semuanya.
“Saya jadi merasa tidak enak pada Nyonya.”
“Kamu tidak perlu merasa tidak enak padaku, aku ikhlas membantumu.”
“Terima kasih banyak, Nyonya.”
“Tidak masalah, Tania ayo kita pergi menemui doktermu.”
“Baik Nyonya.”
“Maaf, ada apa, ya?” tanya pria itu ketika melihat reaksi Tania.
“Kamu kenal orang ini?” tanya Tania memperlihatkan foto orang itu.
“Iya… dia mantan kekasih saya, apakah anda mengenalnya?”
****
Tania meminta orang yang tidak lain adalah Galang ini untuk menunggunya sampai ia selesai konsultasi dengan dokter kandungan, Galang menunggu di taman rumah sakit dengan perasaan bingung, kenapa Tania ingin
bertemu dengannya saat ini. Tidak lama kemudian akhirnya wanita itu muncul dan segera menghampirinya.
“Maaf sudah membuat kamu menunggu.”
“Tidak masalah, sebenarnya kenapa anda ingin berbicara dengan saya? Dan apakah anda kenal dengan mantan kekasih saya?”
“Namamu Galang, ya?”
“Iya, kenapa memangnya?”
“Sebenarnya mantan kekasihmu itu adalah sepupuku.”
Galang nampak terkejut dengan apa yang barusan Tania katakan, Tania tahu bahwa Galang pasti terkejut dengan fakta ini, Galang nampak ingin menanyakan sesuatu pada Tania namun sepertinya ia urung menanyakan hal
__ADS_1
tersebut padanya.
“Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku?”
“Apa? Tidak ada kok.”
“Jangan berdusta, aku tahu kalau ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku.”
“Aku… tidak menyangka kalau bisa bertemu denganmu saat ini.”
“Aku pun demikian, kamu dan Jihan berarti sudah putus?”
“Iya, kami sudah putus, semua karena ulah mamanya yang tidak setuju dengan hubungan kami.”
“Mamanya?”
“Iya, dia menggunakan mantan kekasihku untuk membuat kesalah pahaman di antara kami hingga akhirnya Jihan meyakini bahwa aku pergi begitu saja meninggalkannya, padahal kenyataannya bukan seperti itu.”
*****
Ferdian mendatangi apartemen Tania pada sore ini, ketika ia tiba di apartemen, ia tidak dapat menemukan keberadaan Tania, ia sudah mencari wanita itu di setiap ruangan yang ada di apartemen ini, namun ia
tidak dapat menemukan di mana Tania berada.
“Dia ada di mana sekarang.”
Baru saja Ferdian hendak menelpon Tania, wanita itu muncul di pintu, Tania nampak sama sekali tidak terkejut ketika mendapati Ferdian sudah berada di dalam apartemennya.
“Kamu dari mana saja?”
“Pergi ke dokter kandungan.”
“Apakah anak kita baik-baik saja?”
“Iya, dia baik-baik saja.”
“Syukurlah kalau begitu, kamu pergi ke rumah sakit dengan siapa? Kenapa kamu tidak menelponku kalau kamu ingin pergi ke rumah sakit?”
“Aku tidak mau bergantung padamu, aku pergi dengan Nyonya Minanti.”
“Tania, boleh aku tanya sesuatu padamu?”
“Apakah kamu ingin menanyakan apakah aku menyukai Olaf atau bukan?”
“Tidak, bukan masalah itu.”
“Lantas? Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?”
“Sejujurnya, aku sudah ingin menanyakan hal ini sejak lama, hanya saja… aku tidak enak padamu.”
“Bisakah kamu tidak perlu berbelit-belit dan katakan saja apakah yang ingin kamu tanyakan padaku?”
“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Nyonya Minanti? Aku perhatikan kalian dekat sekali.”
__ADS_1
Tania tidak langsung menjawab pertanyaan yang Ferdian ajukan barusan dan hal tersebut membuat Ferdian bertanya-tanya, kenapa Tania tidak langsung menjawab pertanyaannya.
“Tania, apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?”