
Stefani bersorak bahagia di dalam hatinya karena Hilda akhirnya mau bekerja sama dengannya, Stefani tentu saja memiliki maksud lain kenapa ia ingin membantu Hilda dalam memisahkan Felli dan Ricky, semua itu karena dirinya masih dendam pada Felli yang mana Juan masih saja merindukan mantan istrinya itu. Walaupun ia tidak mencintai Juan, namun Stefani tidak akan membiarkan pria itu memiliki wanita lain apalagi kembali pada Felli yang sekarang berstatus sebagai mantan istrinya.
“Kamu lihat saja nanti Felli, aku akan pastikan kamu akan menderita karena kehilangan Ricky.”
Stefani mendapatkan telepon dari seseorang dan ia langsung menjawab panggilan tersebut, selepas menerima panggilan tersebut nampak raut wajahnya berubah drastis, ia mengepalkan tangannya dan memukul stir
mobil dengan keras.
“Awas saja kalian, aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja.”
Stefani kemudian melajukan kendaraannya meninggalkan tempat di mana ia dan Hilda tadi bertemu, Stefani pergi menuju kantor Juan karena ia mendapatkan laporan bahwa suaminya itu telah melaporkannya pada polisi atas tindakan kriminal, kalau Stefani tidak cepat membuat Juan mencabut laporannya maka ia dapat segera dipanggil lagi oleh polisi dan mungkin saja dirinya akan ditangkap.
“Aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini Juan, tidak akan pernah!”
*****
Olaf bertanya pada Juan mengenai langkah yang dilakukan oleh adiknya itu yang berani melaporkan Stefani kepada polisi padahal mereka tahu sendiri bahwa wanita itu dapat melakukan apa pun tanpa berpikir panjang.
“Aku tahu, namun aku tidak dapat membiarkannya berkeliaran begitu saja di luar sana, itu terlalu berbahaya.”
“Dia mengincar nyawa Felli, apakah kamu yakin akan melakukan ini?”
“Bukan hanya Felli, namun dirimu dan Tania juga, wanita itu terlalu berbahaya kalau dibiarkan berkeliaran bebas.”
Saat Olaf dan Juan tengah berdiskusi mengenai apa yang Juan sudah lakukan pada Stefani, wanita yang sejak tadi menjadi objek pembicaraan mereka muncul dengan raut wajah penuh amarah.
“Apakah kamu tidak memiliki sopan santun?” tanya Juan dingin.
“Berani sekali kamu melaporkanku pada polisi!” seru Stefani.
“Memangnya kenapa aku tidak berani melaporkanmu pada polisi? Kamu sudah melakukan tindakan kriminal yang berbahaya, orang sepertimu memang layak mendekam di balik jeruji besi.”
“Jadi kamu berani menantangku?!”
“Kenapa aku harus takut?”
__ADS_1
“Baiklah, kamu sepertinya membuatku tidak memiliki pilihan Juan, aku akan melakukan sesuatu hal yang buruk pada Felli sekarang juga!”
“Apakah kamu sedang mencoba mengancamku?”
“Tidak, aku sedang tidak mengancammu, aku serius, kalau kamu tidak mencabut laporanmu jangan salahkan aku kalau Felli hanya tinggal nama saja dan sampai kiamat pun dia tidak akan pernah ditemukan!”
*****
Olaf meminta agar Juan mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Stefani, mereka jelas tidak dapat gegabah seperti ini dalam menghadapi Stefani yang sudah kehilangan akal sehatnya, namun Juan tetap tidak mau mengalah ia justru meminta agar polisi segera menangkap Stefani karena wanita itu membahayakan orang lain.
“Aku berharap semoga saja Felli baik-baik saja.”
“Kamu tenang saja Kak, sebelum wanita iblis itu melakukan siasat jahatnya, aku yakin dia pasti sudah ditangkap oleh polisi.”
“Semoga saja begitu.”
Namun tidak lama kemudian Stefani mengirimkan sebuah foto pada Juan yang mana foto tersebut adalah sebuah bahan peledak rakitan yang siap diledakan, Juan nampak geram melihat foto tersebut dan tidak lama kemudian Stefani kembali mengirimkan sebuah foto yang mana foto itu memperlihatkan mobil Felli yang bagian bawahnya sudah dipasangi wanita itu dengan bahan peledak rakitan tersebut.
“Apa-apaan dia ini?!”
Juan segera mencoba menelpon Stefani dan wanita itu segera menjawab telepon dari Juan ini.
“Bukankah kamu sudah tahu apa yang aku lakukan?”
“Kamu sudah tidak waras Stefani! Jangan sakiti orang yang tidak bersalah seperti Felli!”
“Bukankah aku bilang bahwa aku tidak memiliki pilihan lain? Kamu sendiri yang menantangku melakukan semua ini, kamu tahu bahwa aku dapat melakukan apa pun, bukan?”
“Kamu memang sudah tidak waras, Stefani!”
“Iya! Aku memang sudah tidak waras, maka jangan salahkan aku kalau Felli hanya tinggal nama saja, hahaha!”
TUT
*****
__ADS_1
Felli mengemudikan kendaraannya tanpa merasa curiga sedikit pun bahwa ada bahan peledak yang ditaruh di bagian bawah mobil itu sampai ketika ia berada di tengah perjalanan menuju café Nanda, ponselnya berdering, ia melihat sekilas siapa orang yang menelponnya itu nampak ada nama Stefani di sana. Felli memutuskan untuk mengabaikan panggilan dari Stefani karena ia sudah mengira apa yang akan dikatakan oleh wanita itu padanya. Namun rupanya Stefani kembali menelponnya hingga membuat Felli menjadi jengah dan mau tidak mau ia pun akhirnya menjawab telepon dari wanita itu.
“Mau apa kamu menelponku terus?”
“Apakah kamu sudah siap untuk mati?”
“Apa maksudmu?”
“Kamu rupanya tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah di dalam mobilmu, ya?”
“Mobilku? Mobilku baik-baik saja, remnya berfungsi dengan baik.”
“Tentu saja bukan remnya, tapi sesuatu dengan daya ledak tinggi aku taruh di dalam kendaraanmu.”
Sontak saja Felli yang mendengar itu menjadi panik, ia menepikan kendaraannya dan buru-buru keluar dari kendaraannya dan benar saja tidak lama setelah ia keluar mobilnya meledak dengan dahsyat dan membuat kemacetan panjang.
*****
Juan nampak terkejut ketika membaca berita di portal berita online mengenai ledakan mobil Felli, namun untungnya saja Felli dapat selamat dalam ledakan itu, Juan menjadi geram bukan main pada istrinya itu. Stefani memang sudah kehilangan akal sehatnya, dia berusaha melakukan apa pun agar tujuannya dapat segera tercapai.
“Stefani, kamu memang benar-benar sedang mengujiku sepertinya.”
Juan melirik ke arah ponselnya tertera nama Stefani di sana, dengan segera ia menjawab telepon dari Stefani, di ujung sana wanita itu nampak tertawa terbahak-bahak dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah main-main dengan apa yang ia lakukan.
“Apa yang kamu inginkan sekarang?”
“Apa yang aku inginkan? Cabut laporanmu sekarang juga, maka aku tidak akan melanjutkan aksiku ini.”
“Baiklah, namun setelah ini kamu jangan ganggu Felli lagi.”
“Tentu saja, itu pun kalau kamu menepati janjimu.”
“Aku akan segera mencabut laporanku pada polisi!”
TUT
__ADS_1
Sementara itu di tempat yang lain Stefani nampak tertawa bahagia karena rencananya untuk menggertak Juan berhasil, wanita itu tengah berada di dalam mobilnya menikmati pemandangan mobil Felli yang tebakar hebat akibat bahan peledak yang ia taruh di bawah mobil tersebut.
“Felli, kamu beruntung karena aku sempat memperingatkanmu, aku masih berbaik hati saat ini, namun entah lain kali, apakah aku bisa berbaik hati seperti hari ini? Semua itu tentu saja tergantung pada Juan yang konyol itu,” seringainya.