
Minanti meminta maaf pada Hilda atas apa yang terjadi pada putrinya, untungnya saja wanita itu mengatakan bahwa ini bukanlah kesalahan Minanti dan Minanti tidak perlu meminta maaf padanya, akhirnya dokter yang menangani Felli keluar dari dalam ruang IGD dan mengatakan bahwa saat ini kondisi Felli sudah berangsur normal dan luka yang ada di tubuhnya sudah dokter atasi, semua orang lega mendengarnya dan saat ini Felli sudah dipindahkan ke ruangan inap biasa, Minanti yang ikut ke ruangan inap itu meminta maaf pada Felli yang terbaring di atas tempat tidur, Felli yang sudah siuman mengatakan pada Minanti bahwa wanita itu tidak perlu meminta maaf padanya.
“Mama tidak perlu meminta maaf padaku.”
“Felli benar, ini semua bukan salahmu, kamu tidak perlu meminta maaf padanya,” ujar Hilda.
“Namun aku merasa bersalah padanya, Hilda, aku menyesal,” isak Minanti.
Bram dan Tania memeluk Minanti dan berusaha menenangkan Minanti yang nampak sedih saat ini, sementara itu Olaf hanya diam dan memperhatikan apa yang Bram dan Tania lakukan saat ini.
****
Acara pesta pernikahan Juan dan Stefani tidak berjalan seperti yang wanita itu inginkan, Bram dan Minanti menolak hadir di acara itu pun dengan Olaf yang tidak hadir, kedua orang tua Stefani nampak bertanya pada Juan kenapa kedua orang tua dan kakaknya tidak datang ke sini, Juan sendiri tidak dapat menjawab pertanyaan dari mertuanya itu.
“Ma, sudahlah,” ujar Stefani.
“Apakah yang Minanti katakan itu benar?” tanya sang mama.
“Ma, ini banyak orang, bisakah tidak perlu bertanya seperti itu?” kesal Stefani karena mamanya malah menanyakan hal seperti itu ketika banyak orang yang mangantre memberikan salam atas pernikahan mereka.
“Mama hanya ingin tahu saja Stefani, apakah semua itu benar?”
“Ya Tuhan, Ma! Bisakah Mama diam!” seru Stefani kesal hingga membuat perhatian tamu undangan yang hadir di acara pernikahan mereka saat ini.
“Mama bertanya baik-baik, namun kamu tidak perlu sampai berteriak seperti itu.”
“Aku berteriak karena Mama sudah keterlaluan! Kenapa sih Mama tidak juga mengerti kalau saat ini adalah hari bahagiaku?!” seru Stefani yang sudah tidak peduli akan banyaknya mata yang saat ini menatap ke arahnya.
*****
Selepas acara pesta pernikahan yang kacau balau dan Stefani menanggung rasa malu yang besar akibat pesta pernikahan yang tidak sesuai rencana, ia juga dihadapkan pada berita viral di media sosial perkara kehebohan di acara pernikahannya yang membuat dirinya kesal.
__ADS_1
“Mama itu benar-benar! Sudah aku katakan jangan mengundang banyak mata ke arah kita, namun tetap saja dia ingin mempermalukanku di depan banyak orang,” keluh Stefani.
Namun Juan sama sekali tidak menanggapi ucapan Stefani itu dan rupanya hal tersebut malah membuat Stefani kesal, ia membentak Juan yang nampak tidak fokus padanya dan malah terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu yang lain.
“Juan, apakah kamu mendengarkanku?!” seru Stefani.
“Stefani, kedua telingaku masih berfungsi dengan baik, kamu tidak perlu berteriak seperti itu, aku tidak tuli!” seru Juan yang kesal karena Stefani malah berteriak padanya.
“Aku berteriak padamu karena kamu tidak mendengarkanku! Andai saja kamu mendengarkanku, maka aku tidak mungkin akan berteriak padamu!” seru Stefani yang tidak terima ketika Juan balas berteriak padanya.
“Stefani apakah yang Mama katakan itu benar? Kamu yang menculik Felli?!”
“Ya Tuhan Juan, jadi kamu ikut-ikutan menuduhku?! Kamu tidak percaya padaku?!” seru Stefani kesal.
“Iya! Aku memang tidak percaya padamu, dan sekarang juga kamu katakan yang sebenarnya!” seru Juan kesal.
*****
Stefani yang berantakan karena mereka semua tidak hadir di acara pernikahan itu.
“Media pasti akan memberitakan hal ini keesokan pagi,” ujar Bram.
“Jangankan besok pagi, berita di media sosial sudah ramai dengan pernikahan Juan dan Stefani yang tidak berjalan baik,” ujar Olaf.
“Biarkan saja mereka, Mama tidak peduli, Mama mau istirahat,” ujar Minanti yang kemudian pergi ke kamar diikuti oleh Bram.
Olaf hendak menuju kamarnya namun ia terkejut ketika melihat Juan dan Stefani masuk ke dalam rumah dengan membawa koper mereka, padahal seharusnya mereka tengah menikmati bulan madu di hotel itu kenapa mereka malah ada di sini?
“Tidak seharusnya kalian kembali ke sini, kenapa sudah datang?” tanya Olaf heran.
“Aku tidak mau berlama-lama tinggal di hotel, aku ingin pulang,” ujar Juan.
__ADS_1
“Aku juga tidak ingin berlama-lama bulan madu di hotel karena bulan madu di rumah ini jauh lebih menyenangkan, bukan begitu sayang,” goda Stefani pada suaminya.
Juan sendiri nampak tidak nyaman dengan godaan Stefani barusan, pria itu kemudian melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sementara Stefani berdecak kesal dan mengikuti langkah kaki Juan yang sudah terlebih
dahulu ke kamarnya.
****
Ricky sudah mendapatkan kabar dari Azka bahwa saat ini Felli sudah ditemukan namun wanita itu sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit, Ricky sudah meminta izin pada Nanda untuk pulang lebih awal karena ia ingin sekali menjenguk Felli di rumah sakit, dan untungnya saja Nanda mengizinkannya untuk pulang lebih awal saat ini. Kini Ricky dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia sudah membawakan Felli beberapa buah tangan dan ia harap kedatangannya tidak mendapatkan penolakan dari keluarga wanita itu. Ketika Ricky sudah tiba di rumah sakit, pria itu pergi ke pusat informasi dan menanyakan perihal ruangan inap Felli ada di lantai berapa.
“Ruangannya ada di lantai 3 kamar 315.”
“Terima kasih.”
Maka setelah tahu di mana Felli dirawat saat ini, Ricky langsung pergi menuju ruangan inap Felli yang ada di lantai 3, namun ketika ia sudah sampai di lantai 3 dan juga di depan ruangan inap Felli, ia malah nampak ragu apakah ia harus masuk ke dalam atau tidak karena saat ini ada kedua orang tua Felli yang tengah menjaga wanita itu di sana.
“Kamu tidak mau masuk ke dalam?”
Ricky terkejut ketika mendengar suara seseorang dari belakangnya dan ketika ia berbalik badan nampak sosok Azka di sana.
“Aku… di dalam ada orang tua kalian.”
“Lantas?”
“Aku tidak enak saja.”
“Apakah kamu takut bertemu dengan kedua orang tua kami?”
“Aku bukannya takut hanya saja aku merasa tidak enak saja.”
“Alasan, ayo masuk ke dalam.”
__ADS_1