Berkah Cinta

Berkah Cinta
Mengawasi Dari Jauh


__ADS_3

Setelah melalui pemikiran yang panjang atas permintaan Juan waktu itu yang mengajaknya untuk kembali rujuk bersama akhirnya Felli sudah mengambil sebuah keputusan yang tentu saja tidak mudah dan hari ini di depan Juan dan Stefani akhirnya Felli mengatakan bahwa ia menolak untuk rujuk kembali dengan Juan dan menginginkan agar perceraian ini tetap berlangsung.


“Apakah kamu serius?”


“Iya, aku serius, ini adalah keputusanku dan aku harap kamu menghormatinya.”


Juan nampak tertunduk ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Felli barusan, namun sikap berbeda ditunjukan oleh Stefani, wanita itu nampak begitu sumringah karena kekhawatirannya kalau Juan dan Felli


akan rujuk kembali tidak akan terjadi selamanya.


“Baguslah kalau kamu dan Juan tidak akan rujuk karena hal itu akan sia-sia saja, Juan hanya mencintaiku seorang,” ujarnya dengan penuh percaya diri.


“Kalau begitu aku permisi dulu,” ujar Felli yang kemudian pergi dari ruangan inap Juan meninggalkan Stefani dan Juan yang masih berada di dalam ruangan inap tersebut.


*****


Selepas Felli pergi dari ruangan inapnya, Juan masih saja terdiam dan nampak tidak bersemangat walaupun Stefani sudah berusaha mengajaknya bicara dan mengalihkan kesedihannya akibat Felli yang menolak untuk


rujuk kembali.


“Juan, kenapa sih kamu seperti ini? Bukankah kamu bilang kalau kamu hanya mencintaiku? Lalu kenapa kamu seperti begitu sedih ketika Felli menolak untuk rujuk denganmu?”


“Tidak, hanya saja…aku….”


“Pokoknya mulai sekarang kamu harus melupakan wanita itu, penolakan Felli barusan adalah sebuah bukti bahwa dia ingin memulai hidup baru dengan Ricky dan melupakan kenangan pahit selama berumah tangga denganmu.”


Juan hanya diam saja setelah mendengar ucapan Stefani barusan, sepertinya apa yang wanita itu katakan ada benarnya, kalau Felli ingin memulai lembaran hidup baru dengan Ricky, maka ia pun juga harus kembali memulai lembaran hidupnya dengan orang lain yang tidak lain adalah Stefani.


“Tenang saja Juan, aku pastikan kalau hidupmu akan bahagia setelah menikah denganku, apalagi tidak lama lagi kita akan segera memiliki anak,” ujar Stefani yang kemudian meraih tangan Juan dan menaruhnya di atas perutnya.


Seketika Juan menoleh ke arah wanita itu, walaupun sulit namun sepertinya memang inilah takdir yang harus ia hadapi saat ini.


*****


Minanti yang baru saja kembali ke ruangan inap Juan nampak terkejut ketika melihat Stefani ada di sana, ia pun menarik Stefani untuk keluar dari ruangan inap putranya.


“Mau apa lagi kamu ke sini? Pergi dari ruangan inap ini!”


“Tante tidak bisa mengusirku.”


“Kenapa aku tidak bisa mengusirku? Kamu pasti ingin membuat masalah lagi di sini, kan?”

__ADS_1


“Ma, aku dan Felli tidak akan kembali.”


Perkataan Juan barusan membuat Minanti menatap serius ke arah putranya, Minanti kemudian berjalan menghampiri Juan dan menanyakan apa maksud ucapannya barusan.


“Nak, apa yang kamu katakan barusan? Kenapa kamu mengatakan bahwa kamu dan Felli tidak akan kembali?”


“Felli sudah menolakku, dia menolak rujuk denganku.”


Minanti nampak terkejut dan sedih dengan ucapan Juan barusan, ia benar-benar tidak menyangka kalau Felli akan menolak rujuk dengan Juan saat ini padahal ia yakin bahwa wanita itu masih sangat mencintai anaknya.


“Anda dengar sendiri, kan? Felli sudah menolak rujuk dengan Juan, jadi tidak ada alasan dia tidak mau menikah denganku,” ujar Stefani yang nampak bangga bahwa dirinyalah yang akan menjadi pemenang dalam


memperebutkan Juan.


Minanti tidak menanggpi ucapan Stefani barusan dan wanita itu lebih memilih untuk pergi keluar ruangan inap Juan, sementara itu Juan sendiri nampak tidak mengatakan apa pun dan mengalihkan pandangan ke luar jendela ruangan inapnya.


*****


Minanti berusaha menghubungi Felli sejak tadi namun wanita itu tidak mau menjawab teleponnya, tentu saja Minanti jadi khawatir, kini ia pun menelpon Olaf dan meminta putranya itu untuk menelpon Felli karena


saat ini Minanti tidak dapat menelpon menantunya itu.


“Halo sayang, Mama boleh minta tolong padamu?”


“Bisakah kamu coba hubungi Felli sekarang juga? Mama sudah mencoba menelponnya lewat ponsel Mama namun dia tidak mau menjawab panggilan Mama, mungkin kalau kamu yang menelpon dia mau menjawab panggilanmu.”


“Memangnya ada apa ini, Ma? Kenapa Mama ingin menelpon Felli? Sepertinya ada masalah yang serius, ya?”


“Nak, Felli menolak rujuk dengan Juan.”


“Apa?! Apakah Mama serius?”


“Iya Nak, Juan sendiri yang mengatakan itu pada Mama, maka dari itu Mama harus bicara dengannya untuk bertanya kenapa dia menolak untuk rujuk dengan Juan.”


“Baiklah, aku akan mencoba menelponnya. Kalau aku sudah berhasil menelponnya maka aku akan segera menghubungi Mama.”


“Terima kasih, Nak.”


TUT


Akhirnya sambungan telepon pun terputus, sementara itu rupanya sejak tadi Stefani secara sengaja menguping pembicaraan antara Minanti dan Olaf, sepertinya mereka berdua masih ingin berusaha membuat Felli mau rujuk

__ADS_1


dengan Juan.


“Kenapa sih mereka ini sangat sulit menerima kenyataan?” geram Stefani.


*****


Setelah mencoba berulang kali menelpon Felli akhirnya Olaf berhasil menghubungi wanita itu, ia langsung menanyakan ada di mana Felli saat ini karena ada sesuatu hal yang perlu ia bicarakan dengannya saat ini.


“Kenapa kamu ingin bertemu denganku?”


“Katakan saja kamu ada di mana, aku akan menghampirimu ke sana.”


“Aku tidak bisa mengatakannya.”


“Felli, aku mohon sebentar saja, aku ingin bicara denganmu.”


“Baiklah, aku tunggu kamu di café tempat Ricky bekerja.”


“Aku akan segera ke sana.”


TUT


Setelah tahu di mana Felli berada kini Olaf pergi menuju café tempat Ricky bekerja, tidak butuh waktu yang lama sampai pria itu tiba di café tersebut. Olaf langsung menemukan sosok Felli yang tengah duduk seorang diri di salah satu meja yang dekat dengan jendela.


“Felli.”


“Bisakah kamu cepat katakan apa yang ingin kamu katakan padaku.”


“Baiklah, kita langsung masuk pada intinya saja, aku dengar dari mama kalau kamu menolak rujuk dengan adikku, apakah itu benar?”


“Itu benar, aku menolak rujuk dengannya.”


“Tapi kenapa Felli? Bukankah kamu begitu mencintai adikku? Bahkan kamu bisa melakukan apa pun untuk membuat adikku bahagia? Kenapa kamu sekarang malah ingin berpisah dengannya di saat dia sudah sadar bahwa


Stefani bukanlah wanita baik-baik?”


“Maafkan aku Olaf, namun aku tidak bisa kembali pada adikmu, bukan karena aku tidak mencintainya hanya saja….”


“Hanya saja apa?”


“Aku tidak bisa membiarkan anak yang ada di dalam perut Stefani lahir dalam kondisi tidak memiliki seorang ayah.”

__ADS_1


Olaf tertegun mendengar ucapan Felli barusan, wanita itu kemudian nampak tidak kuasa membendung air matanya agar tidak tumpah, sementara dari sisi yang lain Ricky memperhatikan mereka berdua.


__ADS_2