Berkah Cinta

Berkah Cinta
Akhir Sang Penjahat


__ADS_3

Keesokan harinya giliran Stefani yang mengunjungi Felli di penjara, wanita itu nampak menebar senyum kemenangan karena saat ini Felli sudah mendekam di penjara dan sebentar lagi kasus ini akan naik ke persidangan.


“Sejujurnya aku tidak menyangka kalau kamu memilih untuk bertahan di tempat ini ketimbang menggunakan kuasa hukummu untuk membebaskanmu.”


“Karena aku ingin menebus kesalahanku pada Safira, tidak seperti kamu yang ingin terus menerus lari dari apa yang sudah kamu lakukan selama ini.”


Mendengar ucapan Felli barusan membuat Stefani naik pitam, bagaimana mungkin wanita ini berani sekali mengatakan hal tersebut di depannya dengan santainya.


“Apakah kamu sedang menyerangku saat ini?”


“Tidak, aku hanya mencoba mengetuk pintu hatimu saja, barang kali ada secercah keajaiban hingga akhirnya kamu mau mengakui kesalahanmu dan menyerahkan dirimu pada polisi.”


“Memangnya kesalahan apa yang sudah aku buat, hm? Aku bukan pembunuh sepertimu Felli.”


“Namun kamu ingin menyingkirkan Tania, kan?”


“Apa maksudmu?”


“Sudahlah Stefani, jangan jadi orang yang munafik, aku tahu bahwa rencanamu adalah menyingkirkan Tania agar kamu dapat memiliki Olaf.”


“Berani sekali kamu mengatakan itu!”


*****


Ucapan Felli itu masih saja terngiang di dalam benak Stefani, namun wanita itu berusaha untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Yang harus ia lakukan saat ini adalah fokus pada rencananya, satu persatu rencananya sudah berhasil ia selesaikan dengan baik mulai dari menyingkirkan Felli dan kini adalah hal yang paling ia tunggu-tunggu yaitu menjadikan Olaf miliknya.


“Olaf, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku,” seringai wanita itu.


Stefani kemudian meraih ponselnya yang ada di dalam tas kemudian menelpon seseorang, ia menginstruksikan pada orang yang ada di telepon itu untuk segera menjalankan rencana yang sudah mereka susun sebelumnya.


“Lihat saja nanti Tania, aku akan membuatmu lenyap selama-lamanya dari muka bumi ini.”


Stefani kemudian berjalan masuk menuju mobilnya, namun rupanya ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi dan orang tersebut adalah Ricky yang mendengar semua percakapan antara Stefani


dan seseorang lewat telepon itu. Stefani melajukan kendaraannya pergi dari kantor polisi sementara Ricky keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap mobil Stefani yang sudah pergi itu.

__ADS_1


“Jelas wanita itu tidak dapat dibiarkan, dia akan melakukan kejahatan lagi,” gumam Ricky.


Pemuda itu kemudian meraih ponsel yang ada di saku celananya dan mencoba menghubungi seseorang di kontak ponselnya, cukup lama hanya terdengar nada dering namun pada akhirnya teleponnya tersambung juga.


“Halo, ini aku, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu.”


*****


Stefani menunggu di depan kantor Tania dengan sabar, sementara orang suruhan Stefani sudah bersiap jika nanti wanita itu keluar dari kantor maka dia akan membuntuti mobil Tania dan menghadangnya, akhirnya Tania


keluar dari kantornya dan masuk ke dalam mobilnya, Stefani yang melihat itu dari dalam mobil nampak tersenyum jahat, sepertinya rencananya kali ini untuk dapat menyingkirkan Tania akan segera terlaksana. Mobil yang membawa Tania nampak melaju meninggalkan kantor menuju suatu tempat, sementara orang suruhan


Stefani mengikuti mobil itu dengan menggunakan sepeda motor.


“Lihat saja kamu Tania, sebentar lagi aku akan pastikan kamu tidak akan melihat dunia untuk selama-lamanya.”


Stefani kemudian melajukan mobilnya mengikuti perginya Tania sekaligus untuk memastikan kalau orang suruhannya melakukan sesuai dengan yang ia katakan, ketika mobil yang ditumpangi oleh Tania memasuki jalan yang sepi, di sinilah orang suruhan Stefani menghadang mobil tersebut.


“Ada apa ini?” tanya Tania pada sopirnya yang mendadak memberhentikan mobil.


Tania melihat bahwa di depan sana memang ada seseorang yang menggunakan helm menutupi wajahnya dan ia turun dari sepeda motornya dan berjalan menghampiri mobilnya, ia mengeluarkan sesuatu dari balik jaket yang ia


kenakan dan benda yang dikeluarkan olehnya itu adalah sebuah senjata api.


“Nyonya, sepertinya kita dalam bahaya.”


Orang itu berusaha membuka paksa pintu mobil Tania namun tentu saja hal tersebut tidak berhasil karena pintu mobil masih dalam dikunci dari dalam.


“Buka pintunya!”


Stefani menyeringai semakin lebar karena sebentar lagi rencananya untuk membuat Tania pergi dari dunia ini selama-lamanya akan segera berhasil, namun tanpa diduga tiba-tiba saja polisi datang ke lokasi TKP dan


langsung dapat mengamankan orang suruhannya yang hendak menembak Tania.


“Jangan bergerak!”

__ADS_1


“Lepaskan aku!”


Namun tentu saja polisi tidak bergeming dan berhasil menangkap pelaku yang hendak mengancam Tania, Stefani tentu saja heran bagaimana mungkin polisi bisa tahu semua ini? Apakah Tania sempat menelpon


polisi untuk meminta bantuan?


“Aku harus pergi dari sini sebelum mereka juga menangkapku,” gumam Stefani yang panik dan hendak melarikan diri dari lokasi TKP namun sayangnya mobilnya sudah dikepung oleh polisi dari berbagai arah.


“Silakan anda keluar dari dalam mobil anda dengan tangan di atas,” ujar seorang polisi pada Stefani.


“Sudah aku duga akan jadi seperti ini,” geram Stefani.


Namun alih-alih menuruti apa yang dikatakan oleh polisi tadi, Stefani justru menabrakkan kendaraannya ke arah polisi supaya ia dapat melarikan diri, Stefani melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan peringatan dari polisi yang memintanya untuk berhenti, namun dikarenakan mobil yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan tinggi maka mobil tersebut malah menjadi oleng dan kemudian tidak dapat dikendalikan dengan baik, sementara di arah yang berlawanan sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi


dan mobil Stefani pun oleng ke jalur sebelah kanan hingga akhirnya kecelakaan pun tak dapat dihindarkan.


“AAAAAA.”


BRAK


*****


Tania selamat dari rencana jahat Stefani berkat Ricky, andai saja Ricky tidak menelponnya tadi maka sudah pasti Tania akan terperangkap dalam jebakan yang sudah dibuat oleh Stefani itu. Tania berterima kasih pada Ricky yang sudah mau membantunya, namun ia terkejut ketika mendapatkan kabar bahwa saat ini kondisi Stefani sudah tidak bernyawa setelah kecelakaan tragis yang menimpanya ketika mobilnya sedang dikejar oleh polisi karena Stefani berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap. Tania dan Ricky segera pergi ke rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi jenazah Stefani, di rumah sakit itu sudah ada Juan dan Olaf.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Olaf yang tadi juga sudah sempat Tania kabari bahwa Stefani hendak melakukan kejahatan padanya dan Olaf juga yang memanggil polisi agar menangkap Stefani tepat saat wanita itu hendak


melakukan kejahatan.


“Aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat saat ini, namun apakah benar Stefani sudah tidak ada?”


“Iya, dia sudah meninggal dunia akibat kecelakaan itu,” jawab Juan.


Tania tentu saja merasa sedih karena Stefani harus pergi dengan cara yang tragis, namun di sisi yang lain semua orang lega karena dengan begini semua teror kejahatan dari Stefani akan berakhir dan mereka bisa


membuka lembaran hidup yang baru.

__ADS_1


“Semoga ini semua adalah awal dari segalanya,” ujar Olaf.


__ADS_2