Berkah Cinta

Berkah Cinta
Bertemu Kembali


__ADS_3

Rupanya pemandangan ketika Tania melarikan diri dari dapur itu tertangkap oleh mata Olaf, pria itu nampak penasaran sebenarnya apa yang saat ini terjadi pada Tania, ia permisi dulu pada semua orang yang ada di


sana untuk pergi ke dapur, di sana ia menemukan salah seorang asisten rumah tangga yang tengah memasak.


“Tuan Olaf, apakah ada sesuatu yang dapat saya bantu?”


“Tidak, aku hanya ingin tahu apa yang terjadi pada Tania tadi?”


“Tania? Saya sendiri juga tidak tahu Tuan.”


“Benarkah?”


Rupanya Stefani mengikuti Olaf ke dapur, wanita itu bertanya pada Olaf apa asalan pria ini datang ke dapur dan Olaf mengatakan apa alasan kenapa dia datang ke dapur ini.


“Sepertinya kamu mencemaskan gadis itu, ya?”


“Bicara apa kamu ini?”


“Sudahlah Olaf, kamu tidak perlu menipuku, kamu tahu bahwa kamu tidak bakat dalam menyembunyikan sesuatu dariku.”


“Sudahlah, lebih baik saat ini kita kembali ke ruangan keluarga.”


Maka Olaf pun membawa Stefani kembali ke ruang keluarga, ketika mereka berdua kembali dari dapur, Minanti bertanya pada mereka mengenai apa saja yang kedua orang itu lakukan di dapur.


“Kenapa kalian berdua pergi ke dapur? Apakah ada sesuatu yang terjadi di sana?”


“Tidak ada apa-apa kok, Tante.”


*****


Di dalam kamarnya Tania masih saja terngiang-ngiang dengan tawa lepas Olaf, entah kenapa ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya saat ini, namun Tania berusaha menepis perasaan aneh yang baru saja menyelinap


masuk ke dalam hatinya ini, ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak mungkin menyukai Olaf.


“Tidak, jelas itu tidak mungkin.”


Tania menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tidur, namun ia sudah berusaha memejamkan mata dan mengubah posisi tidur, hasilnya pun sama ia tidak bisa memejamkan kedua matanya dan terlena ke alam


mimpi. Tania turun dari tempat tidurnya dan berniat untuk pergi ke luar kamar untuk mencari udara segar, siapa tahu dengan begitu ia dapat mengantuk dan pergi tidur, namun ketika ia keluar dari kamar dan rumah yang dikhususkan untuk para pegawai di rumah ini, ia melihat dari kejauhan ada sosok Stefani yang sepertinya tengah berpamitan pada seluruh anggota keluarga, dan lagi-lagi ia menyaksikan Olaf dan Stefani berpelukan, Olaf nampak tidak menolak ketika mereka berdua berpelukan dan Tania buru-buru memalingkan wajahnya untuk tidak melihat

__ADS_1


kejadian itu.


“Hati-hati di jalan,” pesan Minanti.


“Tentu saja Tante, selamat malam semua,” ujar Stefani ketika wanita itu masuk ke dalam mobilnya dan memacu kendaraannya itu pergi dari rumah ini.


*****


Ester mendatangi Handi di ruangan kerjanya, Handi nampak mengacuhkan Ester, namun tentu saja Ester tidak terima karena kehadirannya malah disambut dingin oleh pria ini.


“Handi, apakah kamu tidak ingin menyambutku?”


“Untuk apa aku harus menyambutmu? Kalau tidak ada sesuatu yang penting hendak kamu bicarakan denganku, ada baiknya kamu keluar saja dari ruangan ini.”


Ester tentu saja terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Handi, pria ini sepertinya benar-benar menguji kesabarannya, namun Ester datang ke sini karena sebuah alasan yang kuat apalagi kalau bukan demi Jihan, putri tercintanya.


“Aku datang ke sini untuk memintamu datang akhir pekan ini ke acara makan malam dengan keluarga calon besan kita.”


“Bukankah kamu bisa pergi sendiri ke rumah mereka?”


“Ini adalah pertemuan dua keluarga, bagaimana bisa kamu tidak mau datang? Kamu itu papanya Jihan, jangan membuat anakmu itu sedih karena papanya tidak hadir dalam acara makan malam yang penting itu.”


“Sibuk katamu? Apakah kamu tidak bisa meluangkan waktumu walau hanya sebentar ini semua demi anakmu lho.”


“Ester, sudah aku katakan tadi bahwa aku tidak akan janji apa pun padamu, kalau kamu masih saja memaksa maka aku akan memanggil satpam untuk menyeretmu keluar dari ruangan ini.”


“Lalu apa yang kamu inginkan sekarang? Apakah kamu ingin kita bercerai?!”


*****


Semenjak kejadian kemarin, Tania menjadi menghindari Olaf, sebisa mungkin ia tidak berpapasan atau bertemu dengan pria itu apalagi tadi ia sempat bertemu dengan salah seorang asisten rumah tangga juga di rumah ini yang mengatakan padanya bahwa Olaf mencarinya kemarin malam.


“Tania.”


Namun rupanya usaha Tania tidak berhasil, Olaf berhasil menemukan dirinya yang tengah menyapu halaman belakang rumah, Tania menghembuskan napasnya panjang sebelum berbalik badan menghadap pria ini.


“Iya Tuan?”


“Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tidak bicara terlalu formal padaku?”

__ADS_1


“Maaf namun saya tidak bisa melakukan ini.”


“Apa? Kenapa kamu mengatakan bahwa kamu tidak bisa? Jelas sekali sebelumnya kamu sudah menyanggupi kalau kamu akan bicara tidak formal padaku?”


“Sekarang apa yang Tuan inginkan dariku?”


“Semalam aku melihatmu pergi dengan agak tergesa-gesa dari dapur, sebenarnya ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?’


“Tidak terjadi apa pun Tuan.”


“Benarkah? Kamu sedang tidak mencoba untuk menipuku bukan?”


“Sama sekali tidak, aku mengatakan yang sejujurnya.”


Olaf nampak menghela napasnya berat, ia berusaha meyakini apa yang diucapkan oleh Tania walaupun ia sendiri tidak yakin dengan apa yang diucapkan oleh gadis ini.


*****


Akhirnya Handi menemukan titik terang, ia berhasil menemukan di mana keberadaan Tania berkat usaha orang-orang suruhannya, sepulang bekerja Handi langsung pergi menuju tempat di mana Tania berada, rupanya saat ini Tania berada di sebuah rumah mewah yang tidak asing baginya, ini adalah salah satu rumah pengusaha ternama di Indonesia yang juga merupakan rekan bisnisnya.


“Tania tinggal di rumah ini?” lirih Handi.


Handi pun turun dari mobil dan menghampiri satpam yang berjaga di depan pintu pagar, Handi mengatakan bahwa saat ini ia ingin bertemu dengan Tania, ketika satpam mempersilakan Handi untuk masuk, Handi menolak dan


mengatakan pada satpam itu untuk membuat Tania menemuinya di luar sini.


“Baik Tuan.”


Maka satpam itu bergegas pergi ke dalam rumah dan Handi menunggu di luar pagar, ia nampak gelisah menunggu Tania keluar dan tidak lama kemudian akhirnya yang ia tunggu-tunggu keluar juga, Tania muncul dari dalam rumah dan gadis itu nampak terkejut ketika melihat sosok Handi ada di sini.


“Om Handi?”


“Tania, syukurlah kalau kamu ada di sini.”


“Bagaimana Om Handi bisa tahu kalau aku ada di sini?”


“Itu bukanlah sebuah masalah besar, apakah kamu baik-baik saja selama di sini? Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik?”


“Tentu saja Om, mereka memperlakukanku dengan baik, Om tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu.”

__ADS_1


__ADS_2