
Walaupun Felli mengatakan bahwa ia tidak apa-apa setelah melihat suaminya dengan wanita lain bermesraan dengan wanita lain, namun jauh di dalam lubuk hatinya Felli tidak dapat menampik bahwa ada setitik rasa sakit di dalam hatinya ketika melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri suaminya dan wanita lain bermesraan.
“Felli, ayo kita pesan makanan,” ujar Ricky yang membuat Felli kembali tersadar dari lamunannya barusan.
“Oh, ayo.”
Maka mereka berdua pun memesan makan siang, nampak Felli tidak bersemangat ketika menunggu makan siang bahkan saat makan siang mereka tiba di meja pun Felli nampak seperti orang yang tak berselera makan. Ricky yang melihat itu hanya dapat menghela napasnya panjang, ia menggenggam tangan Felli dan hal tersebut membuat wanita itu terkejut.
“Aku tahu kalau saat ini kamu belum dapat menerima kalau suamimu ingin berpisah denganmu dan memilih wanita lain, namun hidup harus terus berjalan, hidup tidak akan menunggumu, kamu harus bangkit dan tunjukan pada mereka berdua bahwa kamu bukanlah wanta yang menyedihkan saat kamu ditinggalkan oleh suamimu yang memilih untuk bersama dengan wanita lain.”
*****
Sementara dalam perjalanan pulang menuju apartemen, Juan nampak tidak banyak bicara, ia teringat moment ketika Felli dan Ricky nampak begitu dekat hingga mereka bisa tertawa bersama ketika tiba di restoran itu. Sikap Juan yang diam itu rupanya membuat Setfani jengkel, wanita itu menanyakan apakah saat ini Juan sedang memikirkan Felli.
“Apakah saat ini kamu sedang memikirkan Felli?!”
“Apa? Kenapa kamu bisa menanyakan hal itu padaku?”
“Sudahlah Juan, kamu tidak perlu berdusta padaku, aku tahu bahwa saat ini kamu sedang memikirkan wanita itu!”
“Stefani hentikan membicarakan omong kosong seperti itu.”
“Apa katamu? Aku bicara omong kosong? Juan, semenjak kita pergi dari restoran itu sikapmu menjadi aneh, dan aku sangat yakin kalau saat ini kamu pasti sedang memikirkan Felli.”
“Stefani aku minta maaf.”
“Jadi aku benar, kan?”
“Baiklah, aku memang memikirkannya.”
“Apakah kamu tidak mencintaiku?”
“Kamu ini bicara apa? Tentu saja aku mencintaimu, kenapa kamu malah meragukan kalau aku mencintaimu?”
“Tentu saja semua ini karena sikapmu Juan, sikapmu yang membuatku mempertanyakan apakah kamu benar-benar mencintaiku atau tidak karena bahkan saat kalian sudah hendak bercerai pun, kamu masih saja memikirkan
wanita itu.”
“Stefani, aku minta maaf padamu, aku janji tidak akan melakukan hal ini lagi.”
*****
__ADS_1
Apa yang Ricky katakan itu memang benar, untuk apa juga Felli harus memikirkan kalau Juan dan Stefani sebentar lagi akan menikah, toh hidup juga harus berjalan dan mulai dari sekarang ia harus menatap masa depannya yang cerah tanpa bayang-bayang pria itu lagi.
“Kamu benar Ricky, terima kasih karena kamu sudah mau menasihatiku tadi.”
“Jangan berterima kasih padaku.”
“Aku juga minta maaf karena tadi moodku agak down karena mereka berdua.”
“Kamu juga tidak perlu meminta maaf padaku, apa yang kamu rasakan itu memang wajar kok.”
Felli nampak tersenyum pada pemuda itu, walaupun usia Ricky lebih muda darinya namun kadang Felli merasa bahwa Ricky itu jauh lebih dewasa darinya, kata-katanya itu membuat Felli tersadar bahwa ia tidak boleh
selamanya terjembab dalam masa lalu dan sudah saatnya ia melanjutkan hidup tanpa Juan.
“Jadi kita mau ke mana sekarang?” tanya Felli ketika mereka berdua sudah selesai makan siang.
“Aku tidak tahu,” jawab Ricky.
Felli melirik arloji yang ia kenakan, ia pun berinisiatif untuk pergi ke bioskop dengan Ricky karena kebetulan ada film yang ingin sekali ia tonton di sana.
“Bagaimana kalau kita pergi ke bioskop?”
“Boleh saja, ayo kita ke sana.”
*****
“Kalian kenapa tidak menelpon kalau mau datang ke sini?”
“Kenapa juga kami harus menelpon padahal kami tahu kalau kamu ada di sini?” ujar Olaf.
“Kamu ini.”
“Apakah kamu sudah makan siang?” tanya Minanti memeriksa dapur Tania untuk memastikan kalau anaknya ini sudah makan.
“Sudah, aku sudah makan siang, kok,” jawab Tania.
“Kalau begitu sepertinya kedatangan kita sangat tepat sekali,” ujar Minanti.
“Memangnya kenapa kalian datang ke sini?” tanya Tania heran.
“Karena Mama ingin memasakan makan malam untuk kita,” jawab Olaf.
__ADS_1
“Yang benar?”
“Iya sayang, Mama akan memasak makan malam untuk kita, Olaf sudah membawakan bahan-bahan makanan yang sudah kami beli sebelum datang ke sini,” ujar Minanti yang memperlihatkan bahan makanan yang sudah Minanti dan Olaf bawa sebelum datang ke apartemennya.
“Ya Tuhan, ini banyak sekali,” ujar Tania.
“Kalau terlalu banyak, kamu bisa simpan sisa bahan makanan itu di kulkas,” ujar Minanti yang kemudian sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.
Tania yang ingin membantu Minanti menyiapkan makan malam dihalangi oleh mamanya itu, Minanti mengatakan bahwa sebaiknya saat ini Tania duduk manis saja dan menunggu sebentar lagi hidangan makan malam akan
siap.
“Itu curang, kalau aku tidak diperbolehkan membantu Mama kenapa Olaf diizinkan?” tanya Tania menunjuk pria itu yang nampak membantu Minanti di dapur.
“Karena aku ingin membuktikan padamu kalau juga bisa memasak masakan yang lezat,” ujar Olaf penuh percaya diri.
*****
Hari sudah malam ketika Ricky dan Felli keluar dari gedung bioskop, Felli nampak bahagia sekali karena hari ini ia dan Ricky bisa menghabiskan waktu bersama. Ricky juga berhasil membuat Felli berpikir untuk tidak terjebak masa lalu dan menatap ke arah masa depan yang lebih cerah. Sebelumnya Felli juga sudah membelikan beberapa pakaian serta makanan untuk adik-adiknya Ricky, tentu saja Ricky jadi tidak enak pada Felli.
“Ini banyak sekali,” ujar Ricky.
“Sudahlah, kamu terima ini semua, ini kan untuk adik-adikmu,” ujar Felli yang tetap berkeras memberikan semua hadiah ini pada adik-adiknya Ricky.
“Kalau begitu terima kasih banyak,” ujar Ricky.
Kini Felli pun mengantarkan Ricky menuju rumah pemuda itu, setelah sampai di ujung gang tempat tinggal Ricky, pemuda itu membuka sabuk pengaman dan membawa semua belanjaan yang tadi Felli berikan untuk adik-adiknya.
“Terima kasih banyak atas hadiah yang kamu berikan untuk adik-adikku ini,” ujar Ricky.
“Tidak masalah.”
“Hati-hati di jalan, ya, kabari aku kalau kamu sudah sampai di rumah.”
“Baiklah.”
“Aku permisi dulu.”
Namun sebelum Ricky membuka pintu mobil dan hendak keluar dari dalam mobilnya, Felli menahan lengan Ricky hingga pemuda itu mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil.
“Terima kasih atas hari ini Ricky,” ujar Felli.
__ADS_1
“Tidak masalah, Felli, aku senang kalau hari ini kamu bahagia,” ujar Ricky tulus.