Berkah Cinta

Berkah Cinta
Menghamili Wanita Lain


__ADS_3

Sementara itu Ricky yang sedang membuang sampah di tempat sampah belakang café mendapatkan sebuah serangan mendadak dari orang tidak dikenal, orang itu hendak menyerang Ricky dengan sebuah senjata tajam


namun untung saja Ricky berhasil menghindar dan membuat senjata tajam yang digunakan orang itu untuk menyerangnya terlempar.


“Siapa yang menyuruhmu melakukan ini padaku?”


“Lepaskan aku!”


“Aku tanya siapa yang menyuruhmu melakukan ini padaku!”


“Aaaa.”


“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mengatakan siapa yang menyuruhmu!”


Orang itu kesakitan karena tangannya dipelintir oleh Ricky namun ia melihat adanya celah untuk lolos, ia menendang bagian tengah Ricky hingga membuat pemuda itu memekik kesakitan, orang itu meraih senjata


tajamnya yang sempat dibuang oleh Ricky dan kini ia kembali hendak menyerang Ricky namun untung saja salah seorang pegawai café memergoki aksinya yang hendak menyerang Ricky itu.


“Hei!”


Orang itu pun panik dan melarikan diri karena aksinya diketahui oleh orang lain, kini setelah orang itu pergi, pegawai café yang juga merupakan teman Ricky menanyakan apakah Ricky baik-baik saja atau tidak.


“Ricky, kamu baik-baik saja?”


****


Olaf mencari-cari di mana keberadaan Minanti namun sejak tadi ia tidak menemukan sosok sang mama di rumah ini, hingga akhirnya ia pun bertemu dengan sang papa yang tengah menikmati udara di taman belakang rumah.


“Pa, apakah melihat mama?”


“Mamamu sedang pergi sekarang.”


“Apakah dia menemui Tania?”


“Mungkin.”


“Bagaimana menurut Papa?” tanya Olaf seraya menghampiri Bram.


“Maksudmu?”


“Soal mama, maksudku… mama akhirnya mau mengakui bahwa Tania adalah anaknya.”


“Sejujurnya Papa sama sekali tidak mempermasalahkan itu Olaf, Papa justru bahagia karena akhirnya dia mau jujur pada kita semua mengenai masa lalunya.”


“Apakah Papa akan menceraikan mama setelah ini?”


“Kenapa kamu menanyakan itu?”


“Tidak… hanya saja aku takut kalau Papa memiliki pikiran seperti itu, bagaimanapun juga mama sudah menipu Papa selama puluhan tahun.”


“Papa tidak ada niat untuk bercerai dengan mama.”


“Lalu soal hubunganku dengan Tania?”


“Papa juga sama sekali tidak mempermasalahkan itu.”


“Benarkah?”


“Iya Olaf, namun kalau kamu memang serius dengan Tania, Papa mohon jaga dia baik-baik.”


“Tentu saja Pa, aku pasti akan menjaga dia baik-baik.”


Olaf pun berpamitan pada Bram untuk menyusul Minanti ke apartemen Tania, ia kemudian berganti pakaian dan mengambil kunci mobilnya, ketika ia menuruni anak tangga, ia secara tidak sengaja berpapasan dengan Juan.

__ADS_1


“Kamu mau pergi ke mana?”


“Menemui mama.”


*****


Felli datang ke café setelah mendengar bahwa Ricky nyaris celaka akibat perbuatan seseorang yang tak dikenal, Felli yakin kalau dalang di balik semua ini adalah Juan.


“Ricky, kamu baik-baik saja, kan?”


“Iya, aku baik-baik saja.”


“Syukurlah kalau begitu.”


“Kalau kamu merasa butuh istirahat, kamu bisa pulang.”


“Tidak, aku baik-baik saja.”


“Tapi ….”


“Aku baik-baik saja, sungguh.”


Karena Ricky berkeras bahwa dirinya baik-baik saja, maka mau tak mau Felli pun percaya pada pemuda itu, ia pun mendatangi kantor Nanda untuk membicarakan soal masalah ini.


“Nanda.”


“Felli?”


“Aku ingin bicara denganmu.”


“Apakah ini mengenai Ricky?”


“Iya, apakah kamu tidak bisa menyuruhnya untuk pulang saja? Aku yakin bahwa dia butuh istirahat saat ini apalagi setelah hal buruk yang nyaris menimpanya tadi.”


“Ya Tuhan, aku tidak percaya kalau tadi dia nyari saja celaka.”


“Apakah menurutmu dalang di balik semua ini adalah suamimu?”


“Tentu saja dia! Sebelumnya dia sudah pernah mendatangi Ricky dan memberikan ancaman padanya, kini pasti dia sudah mulai melakukan rencananya.”


“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?”


“Tentu saja aku tidak akan membiarkan dia melakukan sesuatu hal yang buruk pada Ricky, aku akan menjaganya.”


*****


Walaupun masih ada rasa canggung di antara mereka berdua, namun perlahan Minanti dan Tania berusaha untuk menembus batas-batas itu, mereka berusaha untuk akrab lagi seperti dulu namun kini ada yang berbeda, Tania kini mengetahui fakta bahwa Minanti adalah ibu kandungnya. Saat mereka berdua tengah mengobrol, seseorang datang dan menekan bel pintu. Tania segera pergi menuju pintu untuk melihat siapa yang datang saat ini, dan rupanya orang yang datang saat ini adalah Olaf, maka ia pun segera membukakan pintu untuk pria itu.


“Olaf?”


“Hai, apa kabarmu?”


“Bukankah semalam kita baru saja bertemu?”


“Namun semalam kita tidak mengobrol banyak.”


“Silakan masuk, mamamu ada di dalam.”


Maka Olaf pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen Tania, di dalam memang sudah ada Minanti, kini Olaf pun duduk di sofa yang tidak jauh dari Minanti.


“Aku mencari Mama di rumah, rupanya Mama ada di sini.”


“Maaf Mama tidak memberitahumu kalau tadi mau ke sini.”

__ADS_1


“Tidak masalah, bagaimana hubungan Mama dengan Tania? Apakah sudah membaik?”


“Apa?”


“Tania… walaupun berat untuk menerimanya, aku harap kamu dapat menerima kenyataan kalau beliau ini adalah orang tua kandungmu,” ujar Olaf pada Tania.


“Tentu saja Olaf, aku akan berusaha menerima semua ini,” ujar Tania.


****


Sementara itu Juan mendatangi Bram yang sedang duduk santai di taman belakang rumah, ia tidak akan menahan dirinya lagi untuk mengatakan bahwa Stefani sedang mengandung anaknya dan keputusannya untuk berpisah dengan Felli.


“Pa.”


“Ada apa, Juan?”


“Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Papa.”


“Soal apa?”


“Ini menyangkut tentang Stefani.”


“Apa maksudmu? Stefani? Memangnya ada apa dengan wanita itu?”


“Aku… aku ….”


“Katakan saja ada apa dengan wanita itu.”


“Saat ini dia sedang mengandung anakku.”


Sontak saja Bram terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Juan, ia segera berdiri dan memandang wajah anaknya itu dengan raut wajah tak percaya.


“Juan, apa yang sedang kamu bicarakan ini?”


“Aku minta maaf Pa.”


“Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu?”


“Aku minta maaf.”


“Ya Tuhan Juan, kalau sampai mamamu tahu apa yang sudah kamu lakukan dengan wanita itu dia pasti akan pingsan dan sedih!”


“Bagaimanapun juga aku harus bertanggung jawab pada Stefani, aku tidak bisa membiarkan anak kami lahir tanpa figur seorang ayah.”


“Lalu bagaimana dengan Felli?”


“Aku dan dia akan berpisah.”


“APA?!”


Sontak saja Bram dan Juan menatap ke arah sumber suara, nampak Felli berdiri tidak jauh dari mereka dan kini wanita itu berjalan cepat menghampiri suaminya.


“Katakan padaku sekali lagi.”


“Aku ingin kita bercerai.”


“Bukan yang itu.”


“Soal Stefani yang hamil anakku?”


PLAK


“Kamu memang kurang ajar Juan! Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku!” seru Felli.

__ADS_1


“Aku tidak bisa membiarkan anakku lahir ke dunia ini tanpa seorang ayah.”


__ADS_2