
Tania tiba di perusahaan dan melihat ada beberapa orang yang membentangkan poster, mereka adalah warga yang berdemo akibat rumah dan tanah mereka digusur oleh perusahaan Tania dalam pembuatan kawasan hunian terpadu yang sedang perusahaan kembangkan. Tania tiba di sana dengan pengawalan yang ketat, Tania bertanya pada sekretarisnya kenapa para warga ini bisa mendatangi perusahaannya dan apakah ada masalah dengan pembebasan lahan terhadap proyek yang saat ini tengah mereka garap.
“Saya pun juga tidak tahu Nyonya, namun mereka mengatakan bahwa uang ganti rugi yang mereka terima tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah kita sepakati bersama dulu.”
“Bagaimana bisa itu terjadi?”
“Saya pun tidak tahu Nyonya.”
“Kita harus segera adakan rapat saat ini.”
Maka Tania pun segera mengadakan rapat dengan seluruh direktur dan dewan direksi perusahaan untuk membahas masalah yang tengah membelit perusahaannya, Tania meminta penjelasan dari direktur keuangan
perusahaan tentang pembayaran ganti rugi terhadap warga yang terdampak pada proyek yang sedang mereka kerjakan, namun direktur keuangan itu mengatakan bahwa ia sudah melakukan seperti yang Tania perintahkan.
*****
Berita bahwa perusahaan Tania didemo oleh warga menjadi pemberitaan di media massa, beberapa media baik itu elektornik maupun online memberitakan perihal apa yang menyebabkan demo itu. Olaf yang mendengar
kabar bahwa saat ini perusahaan Tania sedang didemo oleh warga pun jadi khawatir, karena hal tersebut dapat saja mempengaruhi saham perusahaan Tania, ia mencoba menghubungi Tania, namun wanita itu tidak menjawab telepon darinya, mungkin saja saat ini Tania sedang memimpin rapat dengan seluruh bawahannya. Ketika Olaf baru saja meletakan kembali ponselnya di tempat semula, ponsel tersebut berdering, Olaf melihat siapa orang yang menelponnya dan rupanya yang menelponnya saat ini adalah Minanti, dengan segera Olaf menjawab telepon dari
sang mama.
“Ada apa, Ma?”
“Apakah kamu sudah melihat berita soal perusahaan Tania yang sedang didemo oleh beberapa warga?”
“Iya, aku sudah melihat berita itu, aku sudah berusaha mencoba menghubungi Tania namun dia tidak menjawab telepon dariku, mungkin saja saat ini dia sedang sibuk.”
“Semoga saja perusahaannya baik-baik saja.”
“Mama tenang saja, aku yakin perusahaan Tania pasti akan baik-baik saja.”
“Baiklah, maaf kalau Mama sudah mengganggu waktumu.”
“Tidak masalah Ma.”
*****
Orang misterius itu kemudian berpapasan dengan seorang perawat yang sepertinya hendak menuju ruangan inap salah satu pasien yang ada di rumah sakit jiwa ini, orang itu kemudian menarik perawat itu menuju sebuah
gudang dan mengunci pintu gudang itu.
__ADS_1
“Siapa kamu?”
BUGH
Orang itu kemudian keluar dari dalam pintu gudang dengan menggunakan baju perawat rumah sakit, setelah ia keluar dari dalam gudang itu, tidak lupa ia sengaja mengunci pintu gudang itu agar tidak ada satu pun orang yang tahu sebenarnya apa yang terjadi saat ini. Perawat gadungan itu kemudian pergi menuju ruangan inap Ester, namun ketika ia tiba di ruangan inap Ester, ia tidak menemukan keberadaan wanita itu.
“Di mana dia?”
Perawat gadungan itu kemudian mencari Ester di seluruh penjuru rumah sakit hingga akhirnya ia menemukan wanita itu tengah duduk di sebuah kursi yang ada di taman rumah sakit.
“Rupanya anda di sini.”
Ester nampak bergeming, ia sama sekali tidak menanggapi apa yang perawat gadungan ini katakan barusan.
“Mari ikut saya sebentar.”
“Aku tidak mau!”
“Ikut saya sebentar saja, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kamu.”
“Sudah aku katakan bahwa aku tidak mau!”
“Apakah kamu ingin menghancurkan Tania?”
*****
Felli masih setia berada di café Nanda itu sambil menyesap minuman yang ia pesan tadi, saat ini café ini sedang tidak ramai pengunjung dan Ricky dapat duduk menemani Felli.
“Apa yang tadi kamu bicarakan dengan bos?”
Felli nampak mengerutkan keningnya heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ricky, nampak Ricky penasaran dengan yang tadi Felli dan Nanda bicarakan namun Felli tidak mau mengatakan apa yang tadi ia dan
Nanda bicarakan pada pemuda ini.
“Itu urusan wanita, kamu tidak perlu tahu.”
“Begitu rupanya, baiklah.”
Felli memperhatikan Ricky, kalau Felli perhatikan memang pemuda itu memiliki wajah yang tampan dan rupawan, Felli juga tidak menampik bahwa ada getaran dalam dirinya ketika mereka ada dalam jarak sedekat ini, ia juga selalu gugup kalau secara sengaja maupun tidak, kulit mereka saling bersentuhan sama lain, namun Felli sendiri belum dapat yakin bahwa ia menyukai pemuda ini.
“Kenapa menatapku seperti itu?”
__ADS_1
“Apa? Tidak kok,” kilah Felli.
“Apakah ada sesuatu yang salah di wajahku?”
“Tidak ada, hanya saja kamu adalah pemuda yang tampan.”
“Apakah baru saja kamu memujiku?”
“Terserah kamu menganggapnya itu adalah pujian atau apa.”
“Aku akan menanggap itu sebagai pujian darimu, terima kasih karena kamu sudah memujiku tampan.”
“Ricky… bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”
“Apa itu?”
“Apakah menurutmu aku bisa melupakan Juan dan memulai kembali hidupku tanpa dia?”
*****
Ini baru pertama kalinya Tania selama ia memimpin perusahaan mendapatkan demo dari warga, tentu saja ia terkejut dan panik serta merespon agak berlebihan ketika mendapati protes dari warga yang merasa dirugikan akibat proyek yang sedang digarap oleh perusahaannya. Ia sudah mendapatkan kritik dari beberapa anggota direksi perusahaan bahwa sikap Tania agak berlebihan dalam merespon demo yang dilakukan oleh warga, mereka
menganggap bahwa demo seperti itu merupakan hal yang lumrah dalam pembangunan sebuah proyek. Tania saat ini sedang berada di dalam ruangan kerjanya, ia sudah memerintahkan orang suruhannya untuk mengecek apakah ada sesuatu yang salah dalam proses transfer uang dari perusahaan terhadap warga, namun yang terjadi
kemudian malah membuat Tania terkejut bahwa saat ini ia mendapati proyek yang tengah perusahaannya garap ternyata rawan bermasalah dengan hukum.
“Kenapa kamu baru memberitahuku kalau proyek ini bermasalah?”
“Saya minta maaf Nyonya, namun saya akan berusaha membereskannya.”
“Baiklah, lakukan apa pun untuk dapat membereskan masalah ini.”
TUT
Semua masalah ini membuat kepala Tania menjadi pusing, di tengah ia sedang pusing memikirkan bagaimana nasib proyek yang sedang digarap oleh perusahaannya, ponselnya berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk di sana, Tania meraih ponsel tersebut dan tertera nama Minanti di sana, ia pun segera menjawab telepon dari sang mama tersebut.
“Halo.”
“Tania, maaf kalau Mama mengganggu waktumu.”
“Sama sekali tidak, ada apa Mama menelponku?”
__ADS_1
“Apakah kamu sudah tahu kalau Ester melarikan diri dari rumah sakit jiwa?”
“Apa?!”