Berkah Cinta

Berkah Cinta
Perawat Gadungan


__ADS_3

Felli masih saja menuduh Juan melakukan kejahatan pada Ricky namun Juan menampik semua itu hingga akhirnya mamanya Felli pun menanyakan sesuatu pada menantunya ini.


“Juan, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu.”


“Apa itu?”


“Apakah pemuda ini adalah sebab rumah tangga kalian retak?”


Juan melirik ke arah Ricky yang juga menatapnya, sementara itu Felli menampik pertanyaan yang barusan diajukan oleh sang mama tersebut.


“Diam Felli, Mama sama sekali tidak mengajakmu bicara.”


“Namun pertanyaan Mama menyudutkanku seolah-olah aku ini memang memiliki hubungan dengan Ricky padahal kami hanya teman biasa.”


“Aku tak tahu, dia selalu menampik ketika aku tanya memiliki hubungan dengan pemuda ini atau tidak.”


“Bukankah kamu juga selingkuh dengan Stefani?”


“Diam!”


Felli pun diam ketika sang mama menyuruhnya diam, kini sang mama kemudian berjalan menghampiri Ricky yang masih terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.


“Katakan padaku yang sejujurnya kali ini, kamu dan Felli apakah kalian memiliki hubungan khusus?”


“Ma!”


“Diam Felli, Mama sama sekali tidak mengajakmu bicara!”


“Aku ….”


“Jawab pertanyaanku dengan jujur kali ini.”


“Aku menyukai Felli.”


“APA?!”


****


Jawaban Ricky itu membuat Juan dan mamanya terkejut bukan main, mereka kemudian pergi begitu saja selepas Ricky mengatakan kalau ia menyukai Felli, selepas kepergian mereka berdua dan hanya dirinya serta Ricky


saja di dalam sini, Felli pun bertanya pada Ricky apa maksud pemuda itu mengatakan kalau ia menyukainya?


“Ricky, apa maksudmu mengatakan hal itu barusan?”


“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”

__ADS_1


“Tidak, kamu pasti berbohong, kan?”


“Tidak, aku tidak berbohong, Felli.”


Felli nampak gusar saat ini, ia tak menyangka kalau pemuda itu memiliki perasaan padanya, sejujurnya Felli tidak tahu harus bahagia atau sebaliknya ketika Ricky jujur tentang perasaannya.


“Apakah kamu memiliki perasaan yang sama padaku?”


“Ricky aku ….”


“Bisakah kamu kali ini jujur padaku seperti aku yang jujur padamu?”


“Namun bagaimana bisa? Maksudku… kenapa kamu menyukaiku?”


“Entahlah, perasaan itu tiba-tiba saja, aku sudah mencoba menampik perasaan ini namun aku tak bisa mengingkarinya Felli, aku menyukaimu.”


“Namun Ricky ….”


“Aku tidak memintamu untuk membalas perasaanku, aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di dalam benakku saja, kamu tak perlu merasa terbebani dengan ucapanku tadi.”


Setelah itu tidak ada lagi percakapan yang terjadi di antara mereka, Felli memutuskan untuk pergi ke luar sebentar untuk menghirup udara segar, Felli benar-benar tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir menjadi seperti ini.


****


Sementara itu di tempat yang lain, Tania sedang menaburkan bunga di atas makam kedua orang tuanya dan Handi bersama dengan Minanti, tadi Tania mengatakan bahwa ia ingin sekali mengunjungi makam kedua orang tuanya dan Handi dan Minanti pun mengatakan bahwa ia ingin juga ikut bersama Tania ke pemakaman, jadilah saat ini mereka tengah berdoa setelah menaburkan bunga di atas pusara kedua orang tua Tania dan Handi.


Air mata Tania selalu saja tidak dapat dikontrol ketika ia berada di pemakaman, rasa sesak dan sedih selalu saja menghimpit dadanya, ia benar-benar masih merasa kehilangan kedua orang tuanya yang pergi begitu cepat.


“Maafkan aku yang selalu saja bersedih kalau datang ke sini, aku minta maaf.”


Minanti mengusap punggung Tania untuk meredakan tangis wanita itu, untuk beberapa saat Tania nampak mengeluarkan air matanya hingga akhirnya ia pun dapat kembali menguasai dirinya dan mengusap air matanya yang sebelumnya jatuh.


“Bima, ini aku, aku juga minta maaf karena sepanjang kamu hidup, aku belum sempat mengatakan kebenaran mengenai Tania.”


Minanti juga merasa bersalah karena selama Bima hidup, ia tidak pernah menceritakan kebenaran mengenai Tania dan pada Hanum, Minanti juga merasa bersalah karena ia telah menjadi orang yang jahat dengan menjebak


Bima pada malam itu hingga dirinya mengandung anak Bima.


“Hanum, aku juga minta maaf padamu.”


*****


Juan bicara pada Olaf bahwa Ricky mengakui bahwa ia menyukai Felli, awalnya Olaf tidak percaya dengan apa yang adiknya itu bicarakan namun ketika Juan memutar rekaman pembicaraan mereka di rumah sakit tadi kini Olaf pun jadi bingung apakah ia harus percaya dengan bukti yang diberikan oleh adiknya ini atau tidak.


“Bagaimana bisa aku percaya dengan rekaman ini?”

__ADS_1


“Kak, kamu masih tak mempercayaiku padahal aku sudah menyodorkan bukti padamu?”


“Maaf Juan, namun untuk itu aku harus memastikannya sendiri.”


“Silakan, kalau memang Kakak ingin buktikan sendiri.”


“Kamu bisa keluar dari ruangan kerjaku.”


Juan pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kerja Olaf dan meninggalkan pria itu yang nampak masih memikirkan apa yang barusan Juan katakan, Olaf menghela napasnya panjang dan ia bertekad akan mengunjungi rumah sakit nanti selepas ia pulang bekerja.


“Aku harus tanyakan langsung pada pemuda itu.”


Olaf pun kemudian fokus pada pekerjaan yang tadi sempat terbengkalai akibat kedatangan Juan dengan membawa bukti bahwa Ricky menyukai Felli, namun di saat ia sedang bekerja itu, ponsel yang ia letakan di atas meja


berdering, Olaf segera menjawab telepon itu tanpa melihat siapa orang yang menelponnya saat ini.


*****


Felli baru saja izin keluar untuk membeli makanan di kantin rumah sakit dan kini hanya ada Ricky seorang saja di dalam ruangan inap ini, Ricky sedang berbaring sambil memainkan ponselnya ketika seorang perawat masuk ke dalam ruangan inapnya.


“Selamat malam, saya datang untuk memeriksa kesehatan anda.”


Ricky mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan menatap perawat itu, perawat itu nampak begitu mencurigakan karena ia menutupi wajahnya dengan masker tidak seperti perawat lainnya yang tidak mengenakan


masker ketika berkunjung ke ruangan inap pasien.


“Maaf, bukannya saya tidak percaya pada anda, namun kenapa anda mengenakan masker?”


“Saya sedang sakit, sesuai protokol kesehatan saya harus mengenakan masker ketika berada di rumah sakit karena kalau saya tidak mengenakan masker maka saya dapat menularkan penyakit pada orang lain.”


“Benarkah?”


“Iya, saya periksa dulu ya.”


Awalnya Ricky sama sekali tidak menaruh curiga berlebihan karena alasan perawat ini logis, namun yang membuat Ricky jadi heran dan waspada adalah kenapa perawat itu menyiapkan sebuah jarum suntik saat ini.


“Kenapa ada jarum suntik di sana?”


Namun perawat itu tidak menjawabnya dan ia malah hendak menyuntikan jarum itu kepada Ricky tentu saja Ricky menghindar dan mengatakan bahwa ia adalah perawat gadungan.


“Kamu pasti adalah perawat gadungan yang ingin mencelakaiku, kan?”


“Kamu tidak perlu banyak bicara!”


Ricky berusaha melarikan diri namun perawat itu menahan lengannya dan parahnya lagi ia nyaris saja menyuntik Ricky kalau saja Felli tidak masuk ke dalam ruangan dan terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan?”


__ADS_2