Berkah Cinta

Berkah Cinta
Kami Bertengkar


__ADS_3

Tania yang secara tidak sengaja bertemu dengan Galang ketika ia baru saja membesuk Jihan di penjara kini mengajak pria itu untuk ikut dengannya ke sebuah café yang letaknya tidak jauh dari penjara. Tania dan Galang sudah memesan minuman untuk menemani mereka mengobrol saat ini.


“Galang, boleh aku bertanya sesuatu padamu?”


“Apa itu?”


Namun belum sempat Tania bertanya sesuatu pada Galang, seorang pelayan datang dan memberikan pesanan mereka, setelah pelayan itu pergi barulah Tania kembali melanjutkan pertanyaannya yang tadi sempat terhenti


karena kedatangan pelayan tersebut.


“Apakah kamu sering berkunjung ke penjara?”


“Iya, aku sering ke sini untuk menjenguk Jihan, memangnya ada apa?”


“Apakah sikap Jihan sudah berubah semenjak dia berada di penjara?”


“Iya, sikapnya memang sudah berubah, dia sudah mengakui semua kesalahannya dan dia bertekad menjadi orang baik setelah ia dibebaskan dari penjara, namun kenapa kamu menanyakan hal tersebut?”


“Apakah kamu sudah tahu kalau mamanya Jihan kabur dari rumah sakit jiwa?”


“Iya, aku sudah dengar soal itu memangnya kenapa?”


“Aku hanya ingin bertanya pada Jihan, apakah dia tahu sesuatu tentang mamanya atau tidak namun dia mengatakan tidak tahu apa pun soal itu.”


****


Tania menatap satu persatu bukti yang dikirimkan oleh orang suruhannya padanya, bukti itu memperlihatkan kalau Ferdian tengah berusaha menyuap salah satu oknum dari Kejaksaan agar mereka tidak mengusut kasus ini dan dengan begitu dia bisa terbebas dari dakwaan melakukan suap.


“Ferdian, kita akan lihat saja nanti apa yang akan terjadi padamu.”


Tidak lama kemudian Ferdian sampai di rumah dan Tania menyembunyikan bukti itu dari Ferdian, ia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa pun dan sibuk dengan majalah yang ia baca.


“Tumben kamu sudah pulang jam segini.”


“Kenapa memangnya? Salah kalau aku pulang jam segini?”


“Tidak, hanya saja biasanya kamu selalu sibuk karena proyek itu.”


Ferdian tersenyum pada Tania dan kemudian ia pun duduk di sebelah Tania, ia mengatakan pada Tania bahwa ia yakin kalau dirinya akan memenangkan lelang tersebut dan perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang


besar dari proyek itu.


“Apakah kamu yakin? Aku dengar Kejaksaan tengah mengusut kasus dugaan suap yang melibatkanmu dan Gubernur.”


“Itu semua sudah aku atur, Kejaksaan tidak akan ikut campur terlalu dalam soal kasus ini.”

__ADS_1


“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Apakah kamu juga menyuap Kejaksaan?”


“Sudahlah, bisakah kita bicarakan hal lainnya?”


“Lebih baik kamu mandi dulu dan segera ganti pakaian.”


****


Juan baru saja tiba di rumah dan ia disambut oleh Minanti, sang mama tentu saja merasa heran karena Juan baru saja pulang padahal hari sudah sangat larut, Olaf saja sudah pulang beberapa jam yang lalu.


“Kamu dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang?”


“Mama kenapa belum tidur?” tanya Juan yang heran jam segini Minanti masih terbangun.


“Mama terbangun karena haus dan hendak ke dapur, namun saat Mama hendak ke dapur, Mama mendengar suara pintu terbuka dan rupanya itu kamu.”


“Begitu rupanya.”


“Kamu belum menjawab pertanyaan Mama, kamu dari mana saja kenapa baru pulang?”


“Aku habis bertemu dengan temanku, dia mengajakku makan malam bersama dan kami mengobrol hingga tidak terasa waktu sudah sangat malam.”


“Baiklah kalau begitu, masuklah ke kamarmu dan segera istirahat.”


“Selamat malam.”


Juan pun naik ke lantai dua menuju kamarnya berada, ketika ia masuk ke dalam kamar rupanya Felli belum tidur dan ia tengah menatap suaminya itu dengan tatapan penuh kecurigaan.


“Katakan yang sejujurnya padaku, kamu baru bertemu dengan Stefani bukan?”


“Kamu ini bicara apa, sih? Kenapa kamu selalu mengungkit tentang Stefani?”


“Sudahlah Juan, katakan saja yang sebenarnya kalau kamu pasti tadi menghabiskan waktu dengan wanita itu!”


****


Hari ini adalah hari libur, Ferdian hendak mengajak Tania berwisata namun Tania menolak ide Ferdian tersebut karena ia hendak bertemu dengan Minanti saat ini. Ferdian nampak mengerutkan keningnya heran kenapa Tania ingin bertemu dengan Minanti namun Tania yang ditanyai oleh Ferdian tidak menanggapi pertanyaan tersebut.


“Tania, sebenarnya apa hubunganmu dengan Nyonya Minanti?”


“Kenapa kamu menanyakan hal itu lagi?”


“Karena kamu tidak terus terang perihal hubunganmu dan Nyonya Minanti yang sebenarnya.”


“Ferdian, jangan ikut campur urusan pribadiku, urus saja masalahmu sendiri.”

__ADS_1


Tania pun segera pergi meninggalkan Ferdian seorang diri di rumah itu, sementara selepas kepergian Tania, Ferdian jadi penasaran sebenarnya ada hubungan apa antara Tania dan Minanti, kenapa Tania terus saja


mengelak ketika dirinya bertanya perihal Minanti padanya.


“Tania, sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?”


Ferdian yang penasaran akhirnya mengikuti perginya Tania, ia tentu saja melajukan mobilnya agak jauh dari mobil Tania agar tidak membuat wanita itu curiga, rupanya saat ini mobil yang ditumpangi oleh Tania berhenti di sebuah restoran mewah dan Tania nampak turun dari mobilnya itu kemudian masuk ke dalam restoran.


“Jadi mereka janjian bertemu di restoran ini,” ujar Ferdian seraya mengamati Tania.


****


Akhir pekan ini Juan sudah pergi entah ke mana sejak pagi setelah ia bertengkar hebat dengan Felli semalam, Olaf yang tidak sengaja mendengar pertengkaran Juan dan Felli tadi malam sebenarnya ingin masuk ke dalam kamar mereka dan bertanya apa yang membuat mereka ribut malam-malam begitu, namun ia urungkan niatnya dan ia berniat bertanya pada pagi ini. Namun rupanya Juan sudah pergi entah ke mana dan Felli sendiri sepertinya masih


mengurung dirinya di dalam kamar.


“Selamat pagi.”


“Selamat pagi.”


Olaf kemudian bertanya pada Bram mengenai keberadaan Minanti, Bram mengatakan bahwa Minanti saat ini sedang pergi ke suatu tempat, Olaf nampak heran ke mana Mamanya pergi di waktu akhir pekan seperti ini.


“Dia tidak memberitahu Papa mau pergi ke mana.”


“Begitu rupanya.”


“Apakah kamu melihat Juan? Sejak tadi Papa tidak melihat keberadaannya.”


“Juan sudah pergi sejak tadi pagi-pagi sekali, entah ia pergi ke mana.”


“Apakah dia ribut lagi dengan istrinya?”


“Aku tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka.”


Tidak lama kemudian nampak Felli menuruni anak tangga dengan membawa koper besarnya, Bram dan Olaf nampak heran dengan yang dilakukan oleh Felli tersebut.


“Felli, kamu mau pergi ke mana?” tanya Bram.


“Aku mau pergi ke rumah orang tuaku, Pa.”


“Apa? Orang tuamu? Apakah saat ini kamu dan Juan sedang bertengkar?”


“Begitulah, aku butuh waktu untuk menenangkan diriku.”


“Baiklah kalau begitu, namun Papa harap kalian dapat segera menyelesaikan masalah ini dan jangan sampai masalah ini berlarut-larut, ya?”

__ADS_1


__ADS_2