Berkah Cinta

Berkah Cinta
Selalu Mengelak


__ADS_3

Sementara itu di apartemen Tania sedang bersama dengan Olaf, tadi pria itu memaksa untuk mengantarkan Tania sampai ke apartemennya padahal Tania sudah mengatakan bahwa Olaf tidak perlu melakukan hal tersebut namun tentu saja Olaf berkeras bahwa ia ingin melakukan hal tersebut.


“Tadi katanya Mama mau datang, kok sampai sekarang dia belum juga tiba, ya?” ujar Tania.


“Benarkah? Apakah kamu sudah mencoba menelponnya?”


“Belum sih.”


“Kalau begitu coba telepon saja.”


Baru saja Tania meraih ponselnya terdengar suara petir yang menggelegar hingga ia mengurungkan niatnya tersebut untuk menelpon Minanti, kini Olaf dan Tania hanya dapat menanti sampai Minanti datang dan tidak


lama kemudian akhirnya mereka mendengar suara bel di pintu berbunyi.


“Biar aku saja.”


Olaf pun pergi ke pintu untuk melihat siapa yang datang saat ini, ia nampak agak terkejut ketika melihat sang mama datang tidak sendiri ke apartemen Tania saat ini.


“Siapa yang datang? Kenapa kamu tidak membukakan pintu?” tanya Tania.


*****


Minanti kemudian masuk ke dalam apartemen itu, ia mengatakan tadi agak terlambat karena bertemu dengan pemuda ini di jalan hujan-hujanan, Tania dan Olaf melihat pemuda itu memang mengenakan pakaian yang basah, namun Minanti bilang bahwa ia sudah meminta sopirnya untuk membawakan pakaian kering nanti agar pemuda ini tidak kedinginan dan jatuh sakit.


“Di mana rumahmu?” tanya Tania.


Ricky kemudian menjawab pertanyaan Tania barusan, Tania dan Olaf nampak terkejut ketika mendengar jawaban Ricky karena alamat itu masih cukup jauh dari apartemen ini lagi pula di luar hujan turun dengan cukup deras.


“Apakah kamu tidak memiliki payung atau jas hujan? Kenapa membiarkan dirimu basah-basahan begitu? Bagaimana kalau kamu sakit dan tidak dapat bekerja?” tanya Olaf.


“Aku tidak punya payung namun aku harus segera pulang karena adik-adikku pasti sudah menungguku di rumah.”


Tidak lama kemudian sopir Minanti menelpon bahwa ia sudah melakukan seperti yang disuruh oleh wanita tersebut, Minanti hendak mengambil pakaian yang dibawakan oleh sopirnya tersebut namun Olaf mengatakan biar dirinya saja yang turun ke bawah.


“Terima kasih, Nak.”


Olaf pun kemudian bergegas pergi ke lantai bawah untuk menemui sopir mamanya sementara Ricky tetap berada di dalam apartemen Tania bersama dengan Minanti dan Tania.


*****


Setelah berganti pakaian, kini Ricky keluar dari dalam kamar, ia merasa tidak enak pada Minanti dan yang lainnya karena sudah bersikap baik padanya dengan meminjamkan pakaian ini padanya.


“Terima kasih karena kalian sudah baik padaku, aku permisi dulu.”

__ADS_1


“Tunggu, hujan masih turun di luar,” ujar Minanti.


“Namun saya tidak bisa meninggalkan adik-adik saya di rumah,” ujar Ricky.


“Aku akan mengantarkanmu,” ujar Olaf.


“Tidak perlu,” tolak Ricky.


“Aku memaksa, ikut denganku,” ujar Olaf dingin.


Tania kemudian membawa Olaf masuk ke dalam kamarnya untuk bicara sebentar, setelah mereka berdua masuk ke dalam kamar dan Tania menutup pintunya kini Tania bertanya pada Olaf mengenai rencana apa yang sedang


kekasihnya ini rencanakan pada Ricky.


“Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan ini.”


“Kamu tidak akan melakukan hal yang buruk pada Ricky, kan?”


“Tentu saja tidak, aku hanya ingin mengantarkannya pulang ke rumah, kamu pikir aku akan membiarkannya jalan kaki di tengah hujan badai begini?”


“Syukurlah kalau begitu, aku tahu bahwa kamu masih membenci Ricky karena pemuda itu hadir dalam rumah tangga Juan dan Felli, namun aku tidak mau sampai kebencian membuatmu sampai gelap mata hingga melakukan


hal-hal yang melampaui batas.”


“Aku mengerti kekhawatiranmu Tania, aku janji padamu tidak akan melakukan hal yang buruk pada pemuda itu.”


*****


“Aku minta maaf padamu.”


“Apa?”


“Aku minta maaf atas sikapku tempo hari padamu.”


“Soal itu aku sudah tidak memikirkannya lagi, aku sudah memaafkanmu.”


“Bagaimana hubunganmu dengan Felli?”


“Baik, kenapa memangnya?”


“Apakah kalian sudah menjalin hubungan yang serius saat ini?”


“Belum.”

__ADS_1


“Benarkah?”


“Iya, sepertinya Felli lebih memilih untuk kembali pada suaminya dari pada membuka hatinya untuk orang lain.”


Olaf nampak mengerutkan keningnya heran saat mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Ricky barusan, apakah benar kalau Felli dan Juan akan rujuk kembali? Kenapa adiknya itu tidak bicara apa-apa mengenai hal


tersebut?


“Kamu yakin kalau mereka akan rujuk kembali?”


“Felli yang mengatakannya sendiri padaku.”


Tidak terasa akhirnya Olaf dan Ricky tiba di mulut gang tempat pemuda tersebut tinggal, Ricky berterima kasih pada Olaf karena sudah mau mengantarkannya pulang.


“Tidak masalah, bawa payungnya juga, jangan sampai kamu kehujanan lagi,” ujar Olaf.


“Terima kasih, hati-hati mengemudi,” ujar Ricky yang kemudian turun dari dalam mobil Olaf dan berjalan masuk menuju gang kecil tersebut.


*****


Keesokan harinya ketika sarapan pagi, hanya ada Olaf dan Minanti saja di meja makan karena Bram semalam menunggui Juan di rumah sakit, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Olaf untuk bicara dengan Minanti perihal apa yang dikatakan oleh Ricky semalam padanya.


“Ma.”


“Ada apa, Nak?”


“Semalam Ricky mengatakan sesuatu padaku.”


“Apa yang dikatakan pemuda itu padamu?”


“Dia bilang kalau Felli dan Juan akan rujuk kembali.”


“Benarkah?”


“Iya, dia mengatakan seperti itu semalam, entah apa yang dia katakan itu benar atau tidak.”


“Mama tidak mau terlalu ikut campur untuk masalah rumah tangga Juan, kalau memang keputusannya untuk berpisah dengan Felli itu sudah bulat, maka kita bisa apa?”


“Namun Stefani, Ma, aku tidak suka kalau dia jadi adik iparku, belum lagi nanti dia pasti akan membuat masalah dengan Tania setelah kami menikah,” ujar Olaf yang nampak kesal ketika memikirkan Stefani yang akan jadi adik iparnya.


“Mama mengerti kalau kamu kesal dengan wanita itu, Mama pun juga kesal dengannya, namun kita bisa apa kalau memang Stefani merupakan orang yang Juan pilih?”


Olaf menghembuskan napasnya berat, ia berusaha untuk tidak merusak acara sarapan mereka pagi ini, ia pun mengalihkan pembicaraan dengan sang mama ini.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, apakah Juan sudah mengatakan apa yang terjadi sebelum ia tak sadarkan diri?”


“Soal itu dia belum bilang apa-apa pada Mama, setiap kali Mama tanya, dia seperti mengelak terus,” jawab Minanti.


__ADS_2