Berkah Cinta

Berkah Cinta
Kejutan Untuk Anakku


__ADS_3

Siapakah sosok yang bersama dengan Minanti itu? Tentu saja sosok itu adalah Tania yang baru saja kembali dari Seoul setelah hampir satu bulan lamanya ia berada di kota itu untuk pemulihan pasca operasi maka Tania sudah siap untuk kembali ke Indonesia saat ini. Minanti sengaja mengajak Tania bekerja sama untuk merahasiakan perihal kepulangannya ke Indonesia, dan Tania nampak sangat setuju dengan keinginan Minanti itu.


“Tante sangat senang sekali kamu telah kembali ke Indonesia dengan selamat.”


“Aku pun demikian Tante, aku juga senang dapat kembali ke Indonesia, apakah Tante masih merahasiakan perihal kepulanganku ke Indonesia pada semua orang?”


“Tentu saja sayang, Tante tidak mungkin melakukan itu.”


“Baguslah kalau begitu.”


“Sepertinya kamu butuh istirahat setelah perjalanan jauh dan melelahkan.”


“Tante benar.”


“Kalau begitu mari kita masuk ke dalam mobil.”


Minanti mengajak Tania masuk ke dalam mobil, namun tentu saja tujuan mereka bukanlah rumah Handi atau rumahnya melainkan sebuah hotel, Tania nampak heran kenapa justru Minanti membawanya ke hotel.


“Tante, kenapa membawaku ke sini?”


“Kamu lupa sayang? Tante ingin semua terkejut saat tahu kamu sudah kembali ke Indonesia, kalau kamu pulang sekarang juga maka bukan kejutan dong.”


****


Keesokan harinya, di rumah Minanti mengatakan bahwa akan ada tamu spesial yang akan datang ke sini, semua orang nampak heran dengan ucapan Minanti tersebut, tentu saja mereka bertanya-tanya gerangan siapa yang


hendak Minanti undang ke rumah ini?


“Minanti, kamu tidak akan mengundang orang yang aneh datang ke rumah ini bukan?”


“Apakah Mama akan mengundang Stefani?”


“Stefani? Kenapa dengan wanita itu?” tanya Juan heran.


“Tentu saja bukan Stefani, dan kalian pasti akan terkejut ketika melihat wajahnya.”


“Siapa dia?” tanya Olaf heran.


“Sebentar lagi dia akan datang, kalian bisa lihat sendiri siapa orang yang datang itu,” ujar Minanti.


Maka memang benar apa yang Minanti katakan bahwa tidak lama kemudian akhirnya ada seseorang yang datang untuk menemui mereka, Minanti menyambut orang itu di depan pintu sementara yang lainnya nampak begitu


penasaran sebenarnya siapa orang yang Minanti ajak datang ke sini.


“Akhirnya kamu datang juga.”


Semua orang nampak begitu penasaran hingga akhirnya Minanti pun membawa sosok yang memang sudah sejak kemarin ia ingin perkenalkan pada keluarganya, semua orang di sana nampak begitu terkejut ketika melihat sosok yang dibawa oleh Minanti masuk ini.


“Apakah kamu Tania?” tanya Bram.

__ADS_1


“Benar Tuan, saya Tania,” jawab Tania.


Sementara itu nampak Olaf menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Tania begitu berbeda wajahnya dengan yang terakhir kali mereka berjumpa.


****


Makan siang di rumah ini, didominasi oleh obrolan Minanti, wanita itu nampak bersemangat menceritakan bagaimana proses hingga Tania bisa memiliki wajah ini dan operasi yang dilakukan mereka di Seoul berhasil, namun rupanya Olaf sama sekali tidak tertarik dengan semua hal yang dijelaskan oleh Minanti itu, ia malah terfokus pada sosok Tania yang wajahnya terlihat makin cantik saja.


“Olaf, kamu melihat apa?” tegur Minanti hingga membuat Olaf terkejut karena aksinya memperhatikan Tania ketahuan juga.


Tania yang mendengar pertanyaan Minanti itu pun sontak melihat ke arah Olaf, bukannya ia tak menyadari bahwa sejak tadi Olaf sering curi-curi pandang ke arahnya, tentu saja Tania merasa risih namun pada akhirnya ia berusaha mengacuhkan itu semua, namun rupanya Minanti itu peka hingga ia menyadari bahwa Olaf memperhatikan Tania sejak tadi.


“Bukan apa-apa.”


“Benarkah?”


“Iya Ma, aku tidak memperhatikan apa-apa.”


Maka kemudian makan siang pun berlanjut, setelah makan siang selesai, Tania berpamitan pulang pada semua orang, Olaf mengantarkan Tania hingga depan gerbang padahal Tania sudah mengatakan bahwa Olaf tidak perlu melakukan hal ini.


“Kamu tidak perlu sampai melakukan ini semua padaku.”


“Melakukan apa? Aku hanya mengantarkan kamu sampai pintu gerbang, itu saja.”


“Iya memang, hanya saja….”


“Apakah kamu merasa tidak nyaman?”


****


“Siapa sebenarnya wanita itu?”


Namun rupanya di sisi lain, ada Jihan yang duduk di dalam mobilnya dan memperhatikan kedekatan antara Olaf dan seorang wanita yang ia tidak tahu siapa dia karena posisi wanita itu membelakanginya.


“Siapa wanita itu? Kenapa Olaf begitu dekat dengannya?”


Tania mengatakan bahwa ia akan pulang dengan menggunakan taksi online saja hingga Olaf tidak perlu repot-repot mengantarnya pulang.


“Benar kamu sudah memesan taksi online?”


“Iya, kamu lihat itu dia sudah datang.”


“Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan.”


“Terima kasih.”


Maka setelah Tania masuk ke dalam taksi online itu, Stefani dan Jihan kompak keluar dari mobil mereka masing-masing dan berjalan menuju Olaf, pria itu nampak terkejut ketika melihat Stefani dan Jihan datang dari arah yang berlawanan.


“Siapa dia?” tanya mereka kompak.

__ADS_1


Jihan dan Stefani nampak saling memandangi satu sama lain, mereka nampak heran kenapa bisa menanyakan hal yang sama pada Olaf?


“Kamu ini siapa?”


“Kamu sendiri ini siapa?”


****


Tania tiba di rumah Handi, ia turun dari taksi online dan berjalan memasuki pekarangan rumah itu, ia mengetuk pintu rumah Handi, tidak lama kemudian seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuknya dan asisten rumah tangga itu nampak tidak mengenali Tania.


“Maaf, cari siapa?”


“Apakah Bibi tidak mengenaliku?”


“Menganli? Memangnya anda siapa?”


“Aku ini Tania, masa Bibi tidak mengenaliku?”


“Nona Tania? Ya ampun, penampilan dan wajah Nona Tania buat Bibi pangling.”


“Benarkah?”


“Iya Nona, Bibi sampai bingung ini siapa.”


“Apakah Om Handi ada di dalam?”


“Beliau ada di dalam, apakah perlu Bibi panggilkan?”


“Tidak perlu, biar aku masuk sendiri dan memberikan kejutan padanya.”


“Baiklah kalau begitu, silakan masuk.”


Rupanya Handi baru saja keluar dari ruangan kerjanya dan terkejut ketika melihat sosok wanita yang baru saja masuk ke dalam rumah ini, Tania nampak tersenyum padanya, awalnya Handi tidak mengenali Tania, namun


pada akhirnya ia yakin bahwa wanita ini adalah keponakannya.


“Tania? Apakah itu kamu?”


“Om Handi.”


Tania dan Handi saling berpelukan melepas rasa rindu yang memuncak karena sudah lama sekali mereka tidak berjumpa, ketika Handi dan Tania sedang berbincang hangat, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


“Tunggu sebentar, ya.”


Tidak lama kemudian Handi pergi untuk melihat siapa orang yang datang ke sini, dan rupanya ketika ia membuka pintu orang yang datang saat ini adalah Jihan.


“Jihan?”


“Papa.”

__ADS_1


“Kebetulan sekali kamu ada di sini, ada sesuatu yang ingin Papa tunjukan padamu.”


“Menunjukan? Menunjukan apa?”


__ADS_2