
Olaf memuji gaun yang akan dikenakan oleh Tania di hari pernikahan mereka, Tania berusaha tersenyum pada Olaf saat mendapatkan pujian seperti itu, andai saja saat ini situasinya dalam keadaan normal tentu saja ia akan berbunga-bunga dipuji oleh kekasihnya namun saat ini pikirannya tengah tertuju pada perusahaan yang harus diselamatkan olehnya. Kini giliran Olaf yang mengenakan stelan jas dengan warna senada dengan gaun yang dikenakan oleh Tania.
“Bagaimana menurutmu?”
“Kamu tampan mengenakan pakaian itu.”
“Benarkah?”
“Iya Olaf, aku serius, kamu tampan sekali dengan pakaian ini.”
“Aku sudah tidak sabar ketika kita mengenakan pakaian ini di hari pernikahan.”
“Aku pun demikian.”
Setelah selesai mencoba pakaian yang akan mereka kenakan di hari pernikahan, Olaf juga membawa Tania ke gedung yang akan menjadi tempat di mana pesta pernikahan akan digelar.
“Bagaimana menurutmu?”
“Bagus kok.”
Olaf menceritakan bagaimana ia ingin mendekorasi tempat ini, Tania nampak tidak fokus mendengarkan apa yang Olaf bicarakan dan pria itu pun menyadarinya.
“Tania, pasti kamu masih memikirkan hal itu, kan?”
“Apa?”
“Sudahlah, kamu tidak perlu berbohong padaku.”
*****
Stefani dan Juan tengah makan siang di luar, Stefani yang tadi mengajak pria ini untuk makan di luar dan Juan sama sekali tidak menolak ajakannya, namun hal yang membuat Stefani jengkel adalah Juan masih saja tidak
seperti dulu, Juan masih saja diam dan seperti enggan menanggapi percakapannya.
“Juan.”
“Iya, ada apa?”
“Sebenarnya kamu serius akan menikahiku tidak, sih?”
“Tentu saja aku serius, kenapa kamu bertanya hal yang sama berulang-ulang begitu?”
“Aku bertanya begitu karena sikapmu ini yang berubah.”
“Walaupun sikapku berubah, namun tidak akan mengubah apa pun, aku tetap akan menikah denganmu.”
__ADS_1
“Apa katamu? Jadi kamu tidak mencintaiku begitu?!”
“Stefani bisakah kita tidak perlu membesar-besarkan masalah ini?”
“Membesar-besarkan masalah katamu? Aku tidak membesar-besarkan masalah, namun sikapmu yang berubah ini yang justru membuatku ragu apakah kamu memang benar-benar mencintaiku dan akan menikahiku.”
“Aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat padamu Stefani, bisakah kamu percaya?”
“Lalu kapan kamu akan menikahiku?”
“Secepatnya setelah proses perceraianku dan Felli selesai.”
“Lalu kapan itu?”
“Astaga Stefani, aku kan sudah bilang padamu bahwa nanti setelah proses perceraianku dengan Felli selesai.”
Stefani menghela napasnya kesal, Juan yang melihat itu kemudan meraih tangan Stefani dan menggenggamnya lembut, ia mengusap tangan itu dan mengatakan pada Stefani untuk tidak perlu khawatir karena ia akan menikahi
Stefani apa pun yang terjadi.
*****
Selepas mereka pergi dari butik, kini Olaf mengajak Tania untuk makan siang di sebuah restoran yang tidak jauh dari butik tersebut, Tania sama sekali tidak menolak dan mengikuti saja apa yang Olaf inginkan. Kini mereka sudah memesan makan siang dan tinggal menunggu sampai menu makan siang yang sudah mereka pesan datang ke meja mereka.
“Tania, kamu masih memikirkan soal perusahaan, ya?”
“Bukankah aku sudah mengatakannya padamu bahwa kamu tidak perlu khawatir kalau ingin memecat mereka semua?”
“Entahlah Olaf, aku merasa ragu kalau harus melakukan itu, mereka semua memang membuat perusahaan rusak dari dalam, namun mereka memiliki kekuatan yang besar dan pastinya tidak mudah mendepak mereka dari perusahaan.”
“Tania, kamu adalah Dirtektur Utamanya di perusahaan itu, kamu berhak mendepak siapa pun yang dianggap tidak berkompeten dalam perusahaan itu.”
“Mudah memang dalam bicara, namun praktiknya? Sulit Olaf,” ujar Tania.
“Begini saja, aku akan menawarkan sesuatu padamu,” ujar Olaf.
“Sesuatu?”
Obrolan mereka sempat terhenti ketika pelayan datang dan membawakan menu makan siang yang mereka pesan tadi, selepas pelayan pergi dari meja mereka kini Tania mendesak agar Olaf mengatakannya.
“Apa itu?”
“Sudahlah, nanti juga kamu akan tahu, ayo kita makan makan siangnya,” ujar pria itu.
*****
__ADS_1
Azka mendorong agar Felli dapat melupakan Juan karena saat ini sidang putusan pengadilan sudah mengatakan bahwa mereka sudah resmi bercerai, namun bagi Felli rasanya masih sulit membuang semua kenanagan dengan
Juan, apalagi wanita itu begitu mencintai Juan, sudah banyak sekali hal yang sudah mereka lalui bersama.
“Kamu bilang pada Ricky bahwa kamu akan melupakan Juan dan menatap masa depan, namun setelah Juan datang padamu dan mengajak rujuk kamu menolak dengan alasan wanita itu mengandung anaknya, dan kini kamu sulit untuk membuang semua kenangan dengan mantan suamimu, sejujurnya aku bingung padamu, Kak.”
“Azka tolong jangan memaksaku.”
“Aku tidak memaksamu, aku hanya bingung saja dengan semua ucapanmu, semua ucapanmu itu sangat bertolak belakang dengan apa yang kamu inginkan. Namun kalau pun kamu memilih kembali pada mantan suamimu, itu
sama saja sia-sia, pengadilan sudah memutuskan kalian bercerai maka kalian harus menikah lagi untuk rujuk, kan?”
“Aku tidak berniat rujuk dengannya.”
“Kalau begitu kamu harus melangkah maju ke depan, lupakan semua masa lalu dengannya, Kak.”
“Azka aku ….”
“Aku yakin kalau Ricky akan membantumu melupakan Juan.”
“Kenapa kamu singgung nama pemuda itu, sih?”
“Sebab dia menyukaimu, aku yakin kalau dia pasti akan membantumu melupakan mantan suamimu itu.”
*****
Juan lagi-lagi mengajak Stefani ke rumah dan ia ingin mengatakan sesuatu di hadapan semua anggota keluarganya, Stefani nampak begitu bahagia ketika masuk ke dalam rumah itu, ia bahkan menggandeng lengan Juan begitu mesra. Minanti, Bram dan Olaf yang sudah menunggu di ruang tengah nampak menatap ke arah mereka berdua, mereka ingin tahu apa yang ingin dikatakan oleh Juan pada mereka saat ini.
“Baiklah, sebenarnya aku mengumpulkan kalian di sini karena ada sesuatu hal yang ingin aku katakan yaitu aku akan menikah dengan Stefani dua pekan lagi.”
“Apa katamu?” tanya Olaf heran.
“Iya, aku akan menikah dengan Stefani dua pekan lagi, kami sudah menyiapkan semuanya, kami tidak ingin pesta pernikahan yang mewah jadi tidak mengundang banyak tamu untuk datang.”
Minanti dan Bram sama sekali tidak berkomentar apa-apa, namun Minanti kemudian pergi dari ruang tengah menyisakan Olaf dan Bram saja di sana, Olaf dan Bram juga tidak berkomentar apa-apa mengenai apa yang barusan dikatakan oleh Juan.
“Itu saja yang ingin aku sampaikan, aku harap Kak Olaf, Papa dan Mama dapat merestui pernikahan kami.”
“Apakah kamu yakin akan menikah dengan Stefani?” tanya Bram.
“Iya Pa, aku yakin aku akan menikah dengannya,” jawab Juan.
“Kalau begitu jangan menyesalinya nanti.”
“Aku tidak akan menyesalinya, Pa.”
__ADS_1
“Juan, apa pun keputusanmu aku akan mendukungnya, aku harap ini adalah hal yang memang kamu inginkan dan bukan sebuah paksaan,” ujar Olaf melirik tajam ke arah Stefani yang nampak tidak peduli akan ucapannya barusan.