Berkah Cinta

Berkah Cinta
Kamu Akan Terkejut


__ADS_3

Awalnya Minanti merasa heran ketika ada sebuah nomor asing yang tidak dikenalnya muncul di layar ponselnya, Minanti awalnya tidak mau menjawab panggilan nomor asing ini namun karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi maka Minanti pun menjawab telepon dari nomor asing ini.


“Halo siapa ini?”


“Kami dari rumah sakit jiwa, ingin memberitahu bahwa saat ini pasien yang bernama Ester melarikan diri.”


“Apa katamu? Bagaimana bisa dia kabur dari sana?”


“Sepertinya ada seseorang yang membantunya untuk kabur dari sana, saya sejak tadi berusaha mencoba menghubungi nomor Nyonya Tania namun ponsel beliau tidak dapat dihubungi maka saya menghubungi nomor ini.”


“Begitu ya? Terima kasih atas informasi yang kamu berikan ini.”


TUT


Minanti nampak menghela napasnya berat, Ester kembali kabur dari rumah sakit jiwa dan ini sangat berbahaya, ia memiliki firasat bahwa Ester akan mengincar nyawa Tania, maka dari itu Minanti harus memberitahu Tania mengenai hal ini.


*****


Tania yang sedang sibuk dengan pekerjaannya tadi sampai lupa untuk mengubah mode hening ponselnya ke mode suara, dan saat itulah ponselnya berdering dan ada nama Minanti di sana, Minanti memberikan kabar bahwa saat ini Ester melarikan diri dari rumah sakit jiwa, Tania tentu saja terkejut bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi padahal ia baru saja dari rumah sakit jiwa itu?


“Terima kasih, Ma.”


Tania segera menutup sambungan teleponnya, ia tentu saja tidak dapat membiarkan ini terjadi, ia harus segera memerintahkan orang suruhannya mencari keberadaan Ester dan mencari tahu siapa orang yang telah membantu Ester melarikan diri dari rumah sakit jiwa itu.


“Bagaimana bisa dia melarikan diri kalau tidak ada bantuan orang dalam?”


Tania kemudian menelpon orang suruhannya untuk mencari tahu di mana Ester dan orang yang membantu wanita itu melarikan diri, sementara setelahnya Tania kini menjadi makin tidak fokus bekerja karena masalah itu.


“Kepalaku rasanya mau pecah, kenapa semua masalah ini datang secara bersamaan?”


Tania memutuskan untuk meregangkan dirinya terlebih dahulu agar dia lebih rileks dan menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, pokoknya ia harus segera menyelesaikan semua masalah ini sebelum hari


pernikahannya dengan Olaf ditentukan.


“Kamu pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini Tania, aku yakin kalau kamu pasti bisa.”


****


Olaf sudah mendapatkan kabar dari Minanti mengenai Ester yang kabur dari rumah sakit jiwa dan ia jadi menduga bahwa mungkin saja Stefani telah membantu Ester kabur dari rumah sakit jiwa, walaupun Olaf tidak yakin sepenuhnya dengan dugaan ini namun Stefani adalah orang yang paling kuat untuk ia curigai saat ini karena wanita itu memiliki niat jahat padanya dan Tania.


“Wanita itu, aku yakin dia pasti dalangnya,” gumam Olaf.

__ADS_1


Olaf pun memerintahkan orang suruhannya mengawasi pergerakan Stefani, ia meminta agar semua hal yang dilakukan oleh Stefani segera dilaporkan padanya.


“Kali ini kamu tidak akan bisa lolos Stefani, aku akan membongkar semua kedokmu selama ini.”


Kini pria itu berusaha mencoba menghubungi Tania namun ponsel wanita itu tidak aktif, Olaf sudah mencoba menelponnya lagi namun tetap saja tidak ada jawaban dari Tania.


“Kira-kira apakah dia baik-baik saja, ya?”


Kebetulan saat ini sudah masuk jam istirahat makan siang, Olaf kemudian keluar dari ruangan kerjanya dan menanyakan apakah ia ada jadwal setelah istirahat makan siang pada sekretarisnya.


“Tidak ada agenda khusus untuk hari ini, Tuan.”


“Baguslah kalau begitu, kalau ada sesuatu yang mendesak kamu tolong telepon sekretarisnya Juan suruh dia yang mewakiliku, kamu mengerti?”


“Saya mengerti Tuan.”


Kemudian Olaf pun pergi meninggalkan kantornya dengan gelisah, ia takut kalau saat ini Ester sudah berkeliaran di sekitaran Tania dan wanita itu berencana melakukan serangan tak terduga padanya.


*****


Sementara itu saat ini Stefani tengah berada di sebuah café karena ia sudah janjian untuk bertemu dengan seseorang di sini, tidak lama kemudian akhirnya orang yang ditunggunya itu pun datang juga.


“Maaf sudah membuat anda menunggu.”


Maka orang itu pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Stefani, wanita itu nampak tidak mau terlalu banyak berbasa-basi dengan pria ini, ia meminta agar pria ini segera memberitahu semuanya yang ia tahu.


“Kamu adalah orang kepercayaan Felli selama dia menikah dengan Juan, bukan?”


“Iya Nona itu benar.”


“Kalau begitu apakah yang kamu katakan padaku di telepon saat itu benar?”


“Tentu saja apa yang saya katakan itu benar, Nona, saya tidak mengarang cerita.”


“Bagaimana aku bisa yakin kalau kamu memang tidak


sedang mengarang cerita?”


“Saya memiliki bukti kalau Nyonya Felli memang ingin menjadikan Tuan Juan sebagai Direktur Utama perusahaan.”


“Benarkah?”

__ADS_1


“Ini buktinya.”


Pria itu memberikan transkrip pembicaraan dan juga beberapa dokumen penunjang yang memperkuat alibinya bahwa Felli memang sengaja ingin menjatuhkan Olaf dari posisinya dan menjadikan Juan sebagai Direktur Utama perusahaan.


“Saya bersumpah bahwa saya disuruh melakukan semua ini dengan imbalan saya akan mendapatkan 500 ribu dolar.”


“Lalu kenapa dia tidak jadi melakukan itu? Padahal katamu rencana kalian sudah setengah jalan?”


“Sayangnya tiba-tiba saja ada prahara rumah tangga yang membuat Nyonya Felli jadi tidak fokus pada rencana yang sudah kami susun selama ini.”


****


Stefani nampak terkejut ketika Olaf sudah berada di depannya ketika ia baru saja hendak pergi dari café ini, Olaf nampak sedang menatapnya tajam namun Stefani nampak begitu tenang menghadapi kemarahan pria ini.


“Ada apa sayang?”


“Jangan panggil aku sayang! Aku tahu bahwa kamu adalah dalang dari semua ini!”


“Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Olaf.”


“Jangan pura-pura tidak tahu Stefani, kamu yang membantu mamanya Jihan kabur dari rumah sakit, kan?”


“Sepertinya kamu sedang sakit, ya? Aku saja tidak tahu menahu soal mamanya Jihan yang ada di rumah sakit jiwa.”


“Jangan berkelit!”


“Olaf, kalau kamu memang menuduhku sebagai tersangkanya kamu harus memiliki bukti kalau memang aku yang membantu wanita itu kabur dari rumah sakit jiwa.”


“Aku akan mendapatkan bukti itu dan aku pastikan kamu tidak akan lolos!”


“Ngomong-ngomong karena kamu sudah ada di sini, kebetulan sekali ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”


“Aku sama sekali tidak tertarik melakukan pembicaraan omong kosong denganmu!”


“Benarkah? Namun aku yakin kalau kamu seharusnya mengetahui hal ini.”


“Memangnya apa yang hendak kamu katakan padaku?” tanya Olaf yang penasaran juga akhirnya.


“Apakah kamu yakin kalau Felli itu adalah orang yang baik?”


“Tentu saja! Dia adalah adik ipar yang baik, apakah kamu ingin mencoba memfitnah dia?!”

__ADS_1


“Olaf, aku yakin seribu persen setelah kamu melihat dokumen ini, maka kamu akan membenci dia seumur hidupmu,” ujar Stefani memperlihatkan dokumen yang ada di tangannya pada Olaf dengan seringai jahatnya.


__ADS_2