Berkah Cinta

Berkah Cinta
Ketika Mereka Semakin Dekat


__ADS_3

Olaf tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya ketika dirinya saat ini akan makan malam lagi dengan Tania, ia sudah janjian dengan Tania untuk makan malam di sebuah restoran. Tadinya Olaf ingin menjemput Tania di rumah, namun Tania mengatakan bahwa ia dapat pergi sendiri ke restoran itu, maka mereka berdua pun sepakat untuk janjian di restoran ini. Olaf menunggu kedatangan Tania dengan gugup, ia pun melirik terus ke arah pintu masuk restoran berharap bahwa saat ini Tania bisa segera datang, dan akhirnya yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga, Tania akhirnya datang dan wanita itu nampak sedang mencari di mana keberadaan Olaf. Olaf melambaikan tangan pada Tania hingga wanita itu akhirnya dapat mengenali Olaf dan pergi menuju tempat di mana Olaf duduk saat ini.


“Apakah kamu sudah lama sampai?”


“Belum kok.”


“Begitu ya.”


“Silakan duduk.”


Tania pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Olaf, mereka berdua kemudian memesan menu makan malam pada pelayan yang datang menghampiri meja mereka untuk menanyakan pesanan apa yang akan mereka pesan.


Setelah pelayan itu mencatat pesanan mereka dan pergi dari meja, barulah Tania buka suara dengan bertanya kenapa Olaf memintanya untuk datang ke restoran ini.


“Kenapa kamu ingin mengajakku ke sini?”


“Apakah kamu tidak suka kalau aku ajak ke sini?”


****


Makan malam dengan Olaf berlangsung dengan kaku, Tania dan Olaf sama-sama seperti canggung dan bayangan makan malam hangat dan penuh keceriaan dalam benak Olaf tidak terjadi saat ini. Akhirnya mereka pun selesai


menyantap hidangan makan malam, Olaf mengatakan bahwa ia akan membayar semua tagihan ini dan mengantarkan Tania pulang ke rumah.


“Aku akan bayar dulu dan kemudian mengantarkanmu ke


rumah.”


Olaf meminta pelayan datang dan ia mengeluarkan kartu kreditnya pada pelayan itu, tidak lama kemudian pelayan kembali datang dan menyerahkan kartu miliknya itu, setelahnya Olaf dan Tania pun pergi meninggalkan restoran itu.


“Tania, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Olaf setelah mereka terdiam cukup lama dan saat ini mereka tengah berada di depan mobil Olaf.


“Iya, apa yang hendak kamu tanyakan?” tanya Tania penasaran.


Olaf nampak bingung harus menanyakan ini pada Tania atau tidak, namun sejujurnya Olaf sangat penasaran sekali apa sebenarnya hubungan antara Tania dan Ferdian. Tania sendiri nampak menunggu apa sebenarnya yang hendak Olaf katakan padanya, karena sejak bermenit-menit lalu, pria ini tidak kunjung juga mengatakan apa yang hendak ia katakan ini.


“Kamu ingin bertanya soal apa?”


“Apa? Oh, anu ….”


“Katakan saja, memangnya ada apa?”


“Aku ….”

__ADS_1


“Iya? Ada apa?”


****


Ferdian mendatangi rumah kedua orang tuanya, Ferdian mengatakan bahwa ia sudah mantap untuk mengakhiri biduk rumah tangganya dengan Jihan karena memang sejak awal ia tidka pernah mencintai Jihan, kedua orang tua Ferdian nampak sudah kehabisan kata-kata dengan tingkah putra mereka ini.


“Ferdian, kamu tahu apa dampak dari yang kamu lakukan ini?”


“Aku tahu, dan aku siap bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan ini.”


“Masalahnya sekarang adalah posisi perusahaan kita sedang tidak baik, dan kita membutuhkan sokongan dana yang besar untuk tetap bertahan di masa sulit seperti ini.”


“Kita bisa mencari investor lain bukan?”


“Kamu pikir investor akan mau berinvestasi di perusahaan yang memiliki rekam jejak tidak baik? Mereka pasti akan berpikir ratusan kali sampai mau berinvestasi di perusahaan kita.”


“Kalau begitu serahkan saja semua pada Tuhan.”


“Ferdian, kamu ini benar-benar, ya!”


“Sudahlah, aku lelah sekali saat ini, aku sudah mengambil keputusan bahwa aku ingin mengakhiri rumah tanggaku dengan Jihan, aku tidak akan mau lagi mendengarkan kata-kata kalian, aku akan memilih jalanku sendiri.”


“Ferdian, jangan sampai kamu akan menyesali perbuatanmu ini, Nak.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Ferdian kemudian pergi dari rumah kedua orang tuanya, Ferdian masuk ke dalam mobil dan mencengkram kuat stir mobilnya.


“Jihan, kalau kamu ingin menghancurkanku maka aku tidak akan hancur sendirian.”


****


Olaf dan Tania akhirnya telah tiba di depan rumah Handi, Tania berterima kasih pada Olaf karena sudah mengajaknya makan malam, Tania sedang melepas sabuk pengamannya dan Olaf memperhatikannya hingga membuat Tania heran kenapa Olaf malah menatapnya seperti ini.


“Apakah ada sesuatu yang aneh?”


Olaf tersentak dan kemudian ia mengatakan bahwa tidak ada masalah apa pun, Tania hendak turun dari dalam mobilnya, namun Olaf menahan tangan Tania, Tania nampak heran apa sebenarnya yang ingin Olaf katakan


padanya.


“Sejujurnya, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”


“Sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan padaku?”


“Sejujurnya, aku penasaran apa hubunganmu dengan suaminya Jihan.”

__ADS_1


Tania nampak terkejut ketika Olaf menanyakan hal ini padanya, namun kemudian Tania berusaha untuk sebisa mungkin menyembunyikan raut wajah terkejutnya namun Olaf tentu saja sudah terlanjur melihat ekspresi terkejut Tania barusan.


“Kenapa kamu menanyakan hal tersebut?”


“Karena aku perhatikan sepertinya kalian sangat dekat.”


“Kalau pun kami dekat, belum tentu ada sesuatu yang spesial bukan?”


“Benarkah? Benarkah tidak ada sesuatu yang spesial di antara kalian berdua?”


“Olaf, sebenarnya kenapa kamu menanyakan hal ini padaku?”


“Baiklah, sebab aku mencintaimu Tania.”


****


Tania saat ini sedang bertemu dengan Ferdian, pria itu mengajak Tania bertemu sebagai penebusan karena semalam ia tidak dapat bertemu dengan wanita ini, ketika Ferdian sibuk menceritakan apa yang terjadi kemarin


padanya, Tania justru nampak tidak mendengarkan apa yang Ferdian ceritakan karena ia terfokus pada apa yang semalam Olaf katakan padanya.


“Tania?”


Tania tersentak ketika namanya dipanggil dan bahunya dipegang oleh Ferdian, ia menatap Ferdian dengan rasa terkejut yang tinggi, Ferdian pun nampak heran dengan respon yang diberikan oleh Tania ini.


“Kamu sepertinya barusan tengah memikirkan sesuatu, ya?”


“Apa? Oh, bukan apa-apa kok.”


“Benarkah? Apakah masalah itu merupakan sebuah masalah yang cukup serius?”


“Sudah aku katakan bahwa aku baik-baik saja, kamu tak perlu mengkhawatirkanku.”


“Tania …..”


“Ferdian, percayalah, aku baik-baik saja.”


Ferdian pun menghembuskan napasnya panjang, karena Tania mengatakan bahwa ia baik-baik saja maka Ferdian pun terpaksa menganggukan kepalanya walaupun sejujurnya ia merasa tidak puas dengan jawaban yang Tania


berikan saat ini.


“Baiklah kalau memang kamu mengatakan itu.”


Tania nampak tersenyum pada Ferdian, ia menggenggam tangan Ferdian dan membuat pria itu menatapnya, perlahan namun pasti Tania mencondongkan tubuhnya hingga akhirnya wajahnya dan wajah Ferdian sudah sangat

__ADS_1


dekat sekali saat ini, namun rupanya ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari jauh dan orang itu nampak memalingkan wajahnya saat sesuatu yang tidak ingin ia lihat justru terjadi di depan kedua mata kepalanya sendiri.


__ADS_2