Berkah Cinta

Berkah Cinta
Pernikahan Datang Juga


__ADS_3

Hari pernikahan pun akhirnya tiba Tania dan Olaf sudah resmi menjadi pasangan suami-istri setelah mereka berdua saling bertukar janji dan disambut oleh tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang hadir di acara pernikahan ini, Minanti sendiri nampak tidak kuasa untuk membendung air matanya agar tidak tumpah melihat kedua anaknya kini resmi menikah. Setelah upacara pernikahan selesai kini acara akan dilanjutkan ke pesta pernikahan, masih ada sekitar 2 jam lagi sampai pesta pernikahan akan digelar, Stefani yang nampak tidak suka berlama-lama di dalam gedung itu nampak keluar dan kemudian ia mengeluarkan ponselnya seraya berjalan agak menjauh dari keramaian.


“Bagaimana? Apakah kalian semua sudah siap?”


“Semua sudah siap Nyonya.”


“Baguslah kalau semuanya sudah siap, aku tidak mau kalau semua berantakan, kalian harus berhasil kali ini!”


“Tentu saja Nyonya, anda tidak perlu khawatir.”


“Baguslah kalau begitu.”


TUT


Baru saja Stefani berbalik badan, ia dibuat terkejut dengan sosok Juan yang berdiri di belakanganya sambil menatapnya tajam.


“Kamu habis menelpon siapa?”


“Bukan siapa-siapa.”


“Kamu bahkan tidak mau jujur padahal sudah kupergoki?”


“Bukan urusanmu Juan!”


****


Stefani tentu saja merasa kesal karena Juan memergoki aksinya yang ingin membuat kekacauan di pesta pernikahan Olaf dan Tania, kini Stefani tidak dapat melakukan rencananya karena Juan mengancam bahwa dirinya


akan mempermalukan Stefani di depan tamu undangan yang hadir, maka Stefani pun terpaksa membatalkan rencananya itu.


“Mau sampai kapan kamu berbuat jahat?”


“Aku benci Tania, aku tidak mau dia menikah dengan Olaf!”


“Apakah kamu masih mencintai kakakku?”


“Iya! Aku memang mencintai kakakmu, kenapa memangnya, hm?”


“Sudah aku duga, akhirnya kamu mau mengatakan kejujurannya juga.”


“Aku benci kenapa Olaf mau menikah dengan Tania? Apa bagusnya wanita itu?”


“Tania adalah wanita yang kakakku cintai, dia sudah memilih Tania karena wanita itu memang adalah wanita yang baik dan pengertian, bukan seperti orang yang berdiri di depanku ini.”

__ADS_1


“Apa katamu? Jadi kamu ingin membanding-bandingkan diriku dan dirinya? Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu katakan tadi? Kamu katakan kalau wanita itu baik? Dia bahkan menjebak mantan suaminya sendiri agar


dipenjara dan itu yang kamu sebut dia wanita baik?”


“Ada apa ini ribut-ribut?” tanya Minanti yang menghampiri mereka yang membuat Stefani diam seketika.


*****


Minanti dari jauh melihat adanya cekcok antara Juan dan Stefani, karena penasaran ia pun berjalan menghampiri keduanya dan dari jarak yang dekat ini, ia dapat mendengar apa yang sedang mereka berdua perdebatkan.


Ketika mendengar Stefani menjelekkan anaknya, sontak saja Minanti marah karena tidak terima dengan ucapan Stefani ini.


“Ada apa ini ribut-ribut?”


“Mama?”


“Kamu bilang Tania apa tadi?” tanya Minanti pada Stefani tajam.


“Aku bilang kalau Tania bukan wanita baik-baik seperti yang dikatakan oleh Juan, mana ada wanita baik-baik yang memenjarakan suaminya sendiri?”


“Jaga ucapanmu Stefani, kamu jangan sok tahu soal Tania,” ujar Minanti yang tidak dapat menahan kekesalannya dengan ucapan Stefani barusan.


“Kenapa Mama membela dia? Kenapa semua orang membela wanita itu? Apakah dia menggunakan ilmu hitam untuk menarik semua orang mendukungnya?”


“Stefani jaga bicaramu!” seru Juan.


Selepas Stefani pergi, Juan meminta maaf pada Minanti atas apa yang Stefani katakan barusan, Minanti mengatakan bahwa sebaiknya Juan selalu mengawasi Stefani karena ia takut kalau wanita itu akan merencanakan hal buruk di hari bahagia ini.


“Aku sebenarnya sudah memergokinya tadi ketika dia hendak melakukan hal buruk.”


“Kalau begitu, kamu harus terus mengikutinya Juan, jangan sampai dia mendapatkan celah untuk membuat kekacauan hari ini.”


“Tentu saja Ma.”


*****


Maya mendatangi Ferdian di penjara, pria itu sudah mendapatkan vonis penjara selama 10 tahun atas kasus suap yang menjeratnya, Maya mengatakan bahwa hari ini adalah hari pernikahan Tania dan Olaf, nampak Ferdian hanya diam ketika mendengar ucapan Maya barusan.


“Nak, kamu masih sedih, ya?”


“Jadi hari ini mereka benar-benar sudah menikah?”


“Iya, hari ini mereka sudah menikah, Mama diundang untuk datang ke pesta pernikahan mereka.”

__ADS_1


“Begitu, ya? Kira-kira seperti apa Tania saat ini, ya? Sudah lama sekali sejak aku tidak bertemu dengannya.”


Maya tentu saja sedih mendengar ucapan Ferdian barusan, putranya ini ternyata masih begitu mencintai Tania dan sepertinya masih belum juga move on dari Tania padahal saat ini Tania sendiri sudah menikah dengan Olaf.


“Nak, hidup harus terus berjalan, Tania sudah bahagia dengan pria yang ia cintai, maka Mama harap kamu juga kelak akan menemukan orang yang kamu cintai untuk menggantikan Tania.”


“Entahlah Ma, aku tidak yakin dapat mencintai orang lain lagi.”


“Jangan pesimistis begitu, Nak, Mama yakin kamu pasti akan mendapatkan seseorang yang mencintaimu apa adanya.”


*****


Felli nampak ragu apakah ia harus datang ke acara pesta pernikahan Olaf dan Tania saat ini atau tidak, Olaf memang mengundangnya untuk datang dan Felli tentu saja merasa tidak enak kalau dia tidak datang apalagi hubungan antara mereka juga baik-baik saja, namun Felli ragu kalau dia datang ke sana pasti ia akan bertemu dengan Juan dan Stefani, ia ragu apakah dengan bertemu dengan Juan maka ia bisa gagal move on lagi dan menyakiti hati Ricky? Namun Felli tidak boleh seperti itu, dia sudah berniat untuk move on dari Juan dan membuka hatinya untuk Ricky, ia tidak mau mengecewakan pemuda itu.


“Ricky, kira-kira dia bisa datang bersamaku tidak, ya?”


Felli kemudian meraih ponselnya dan mencari kontak Ricky di sana, setelah menemukan kontak pemuda tersebut kini Felli pun menelpon Ricky.


“Halo?”


“Halo Ricky, kamu ada di mana?”


“Aku sedang di rumah, kenapa?”


“Benarkah? Aku pikir kamu sedang bekerja.”


“Adikku sedang sakit, aku minta izin dari bos untuk tidak masuk hari ini.”


“Ah begitu rupanya.”


“Kenapa kamu menelpon?”


“Tadinya aku ingin mengajakmu pergi, namun kalau adikmu sedang sakit tidak apa-apa kok.”


“Memangnya kamu ingin mengajakku pergi ke mana?”


“Tidak, bukan apa-apa, sudahlah semoga adikmu lekas sembuh, ya?”


TUT


Felli segera menutup sambungan teleponnya, kini dirinya bingung karena Ricky tidak bisa ia ajak untuk datang ke pesta pernikahan Olaf dan Tania, kini ia jadi bingung siapa yang harus ia ajak untuk pergi dengannya ke pesta pernikahan Olaf dan Tania, ya?


“Nak?” ujar Hilda yang masuk ke dalam kamar putrinya itu.

__ADS_1


“Iya Ma?”


“Kamu tidak pergi ke pesta pernikahan Olaf?”


__ADS_2