
Tania tidak langsung menjawab pertanyaan yang Ferdian ajukan, ia menatap Ferdian kemudian Jihan sebelum akhirnya ia pun menjawab pertanyaan yang tadi Ferdian ajukan kepadanya.
“Iya, apa yang dia katakan itu benar.”
Ferdian kini terkejut bukan main dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui, Jihan merasa puas karena Tania mau mengakui hal itu, ia pun meminta pada Tania untuk tidak lagi berhubungan dengan Ferdian.
“Baguslah kalau kamu mau mengakuinya, aku harap kamu tidak akan lagi berhubungan dengan suamiku.”
“Bukan aku yang mendekati suamimu, namun sebaliknya.”
“Kamu ini memang penggoda Tania, dari dulu aku sudah tidak percaya padamu.”
“Jihan hentikan, kamu hanya akan memperlakukan dirimu sendiri saat ini.”
“Aku tidak peduli akan hal itu, wanita ini sudah keterlaluan!”
“Jihan! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga.”
“Apa maksudmu? Kenapa kamu malah mengusirku, Ferdian?”
“Aku bilang pergi sekarang juga!”
Namun Jihan tidak mau pergi seperti apa yang Ferdian suruh, maka Ferdian pun yang menarik Tania pergi dari sana, Jihan merasa kesal dengan Ferdan yang malah menarik Tania bukannya dirinya.
“Ferdian, kamu sudah keliru!” seru Jihan.
****
Ferdian membawa Tania pulang ke rumahnya, namun sepanjang perjalanan tidak banyak percakapan yang terjadi di antara mereka berdua, lebih banyak kebisuan yang terjadi di antara mereka berdua hingga akhirnya Ferdian pun angkat bicara dan bertanya pada Tania.
“Tania, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”
“Apa yang ingin kamu tanyakan memangnya?”
“Kenapa kamu tidak mengatakan semua ini sejak awal?”
“Maksudmu aku dan Jihan itu sepupu?”
“Kurang lebih seperti itu.”
“Bukankah kamu tidak menanyakan itu sejak awal?”
Ferdian jadi terpikir bahwa memang ada benarnya juga ucapan Tania saat ini, ia juga tidak bertanya lebih jauh perihal kehidupan pribadi Tania, kini Ferdian menepikan kendaraannya dan menatap Tania.
“Tania, aku tidak peduli apakah kamu sepupu Jihan atau tidak, maukah kamu tetap menemuiku setelah ini?”
“Apakah kamu tidak takut dengan Jihan?”
“Takut? Aku sama sekali tidak takut dengan Jihan.”
Ferdian kemudian menggenggam tangan Tania dan menatapnya dalam, Tania menatap pria ini yang sepertinya memang sudah benar-benar jatuh dalam pesonanya hingga ia tetap mau berhubungan dengannya padahal hubungan mereka sudah diketahui oleh Jihan.
“Aku mohon jangan tinggalkan aku.”
__ADS_1
Tania mengulas senyum pada Ferdian, ia menggenggam tangan Ferdian dan mengatakan bahwa selama Ferdian masih mau bertemu dengannya maka ia tidak akan keberatan bertemu dengannya.
“Apakah kamu serius?”
“Tentu saja aku serius.”
“Terima kasih banyak, Tania.”
****
Jihan pergi menemui Ester dan ia menceritakan apa yang barusan terjadi padanya, Ester nampak terkejut bukan main saat Jihan mengatakan bahwa rupanya orang yang disukai oleh suaminya itu adalah Tania.
“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, Nak?”
“Mana aku tahu, Ma, namun yang jelas hal ini membuatku begitu kesal.”
“Tania, wanita itu harus diberikan pelajaran.”
“Aku juga berpikir begitu.”
“Kamu tenang saja Nak, Mama akan memberikan pelajaran pada wanita itu.”
“Aku harap Mama melakukannya dengan benar kali ini.”
“Kamu ini berisik sekali, tentu saja Mama akan melakukannya dengan benar, apa pun yang terjadi Mama tidak akan membiarkan Tania menang kali ini.”
Jihan pun kemudian pamit untuk pulang ke rumah, setelah Jihan pamit pulang ke rumah kini Ester menelpon orang suruhannya, ia menyuruh orang suruhannya untuk melakukan sesuatu hal yang buruk pada Tania.
“Kami mengerti, Nyonya.”
“Baguslah kalau begitu.”
TUT
Ester menutup sambungan teleponnya denan seringai jahatnya, ia tidak akan membiarkan Tania menang, dahulu memang dia bisa selamat dari rencananya namun kali ini Ester akan pastikan bahwa semua akan berjalan seperti yang ia rencanakan dan Tania tidak akan dapat berkutik.
“Kamu akan rasakan sendiri apa yang sudah kamu tanam, Tania.”
****
Ferdian menurunkan Tania di depan rumah Handi, Tania berterima kasih pada Ferdian yang sudah mau mengantarkannya pulang dan Ferdian mengatakan bahwa hal ini bukanlah sebuah masalah yang besar.
“Kamu pergilah.”
“Aku akan pergi kalau kamu sudah masuk ke dalam rumah.”
“Baiklah.”
Tania pun berjalan masuk ke dalam rumah, namun ketika ia membuka pintu rumah alangkah terkejutnya ia menemukan seisi rumah sudah berantakan padahal sebelumnya rumah ini baik-baik saja.
“Ya Tuhan, apa yang tejadi?”
Tiba-tiba saja dua orang dari belakang membekap Tania hingga ia kehilangan kesadaran, kini Tania dibawa pergi dari rumah itu, namun rupanya Ferdian yang belum beranjak dari depan rumah Handi melihat kejadian itu, ia turun dari mobilnya dan menyuruh orang-orang itu melepaskan Tania.
__ADS_1
“Hentikan!”
“Siapa kamu?”
“Kalau kalian masih nekat membawa wanita ini, maka aku akan laporkan ini pada polisi!”
“Kamu pikir kami takut?”
“Baiklah, kalian tidak memberikanku pilihan,” ujar Ferdian yang hendak menelpon polisi namun ponselnya direbut dan dibuang begitu saja oleh orang yang hendak menculik Tania.
“Kurang ajar!”
Maka terjadilah perkelahian antara Ferdian dan orang yang hendak menculik Tania, karena mereka ada banyak dan Ferdian sendiri maka dengan mudah mereka melumpuhkan Ferdian.
“Tidak, kalian tidak dapat membawa Tania!”
*****
Di rumah, Minanti nampak tidak tenang, perasaannya mengatakan bahwa saat ini sedang terjadi sesuatu yang buruk pada Tania, tidak lama kemudian akhirnya ia mendapatkan telepon dari seseorang dan Minanti langsung menjawab telepon tersebut.
“Halo, ada apa?”
Ekspresi wajah Minanti seketika berubah ketika mendengar berita yang disampaikan oleh orang ini, Minanti pun meminta agar mereka segera membebaskan Tania bagaimanapun caranya.
“Kalian harus pastikan kalau Tania selamat.”
TUT
Minanti kemudian menutup sambungan teleponnya, tidak lama kemudian Bram menghampiri istrinya, ia bertanya pada Minanti apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
“Tania diculik oleh gerombolan orang tak dikenal.”
“Apa? Bagaimana bisa itu terjadi? Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”
“Aku sudah menyuruh orang suruhanku untuk mengetahui di mana lokasi mereka menyekap Tania, aku juga sudah meminta agar mereka menyelamatkan Tania dalam kondisi hidup.”
“Semoga saja semua ini berhasil.”
“Amiin, aku pun berharap begitu.”
Rupanya sejak tadi Felli menguping pembicaraan antara Minanti dan Bram, ia pun kemudian pergi ke kamarnya dan meraih ponselnya, ia mencari kontak suaminya untuk memberitahu kabar ini.
“Halo?”
“Halo, aku punya kabar baru untukmu.”
“Apa lagi kali ini?”
“Apakah kamu sudah dengar kalau Tania sedang diculik saat ini?”
“Diculik?!”
“Iya dan saat ini mama dan papa sedang berusaha untuk menyelamatkannya.”
__ADS_1