Berkah Cinta

Berkah Cinta
Emosi yang Meluap


__ADS_3

Nanda dan Felli tengah berbincang di café milik Nanda sembari mereka menatap Ricky yang sedang melayani pelanggan yang datang ke café ini, Nanda dan Felli terlibat dalam obrolan serius mengenai nasib rumah tangganya


dengan Juan yang saat ini tengah dalam berada di ujung tanduk. Nanda sejujurnya penasaran dengan Felli, menurutnya sikap Felli yang perhatian pada Ricky agak sedikit berlebihan hingga membuat orang awam akan menganggap kalau Felli menyukai pemuda itu.


“Kamu suka padanya, kan?”


“Kamu ini bicara apa, sih? Berapa kali aku harus katakan kalau aku tidak menyukainya.”


“Benarkah?”


“Astaga Nanda, aku mengatakan yang sejujurnya.”


Kini mereka berdua menatap Ricky yang masih melayani pelanggan hingga pemuda tersebut yang merasa diperhatikan oleh Felli dan Nanda menatap ke arah mereka, sontak saja Felli dan Nanda mengalihkan pandangan ke arah yang lain.


“Dia tampan, bukan?”


“Jangan bilang justru kamu yang menyukainya.”


“Kalau aku belum memiliki suami maka sudah pasti aku tidak akan menolak kalau ada pemuda tampan yang melamarku.”


“Dasar kamu ini.”


*****


Juan akhirnya mendapatkan beberapa bukti kedekatan Felli dengan Ricky, ia sengaja mengirimkan beberapa foto itu pada Olaf sebagai barang bukti bahwa ia tidak bicara sembarangan soal Felli yang berselingkuh dengan pemuda tersebut.


“Lihat saja Felli, kamu pikir bisa selamanya akan menang dariku? Kita lihat saja nanti.”


Setelah mengirimkan foto itu pada Olaf, kini Juan membuka laci meja kerjanya dan menemukan sebuah foto yang sudah ia simpan di sana beberapa hari yang lalu, biasanya foto itu ia letakan di atas meja kerjanya. Perlahan Juan mengambil foto tersebut, foto yang menampakan pose dirinya dan Felli ketika mereka melakukan foto pra pernikahan, mereka berdua nampak tersenyum ke arah kamera dan membuat Juan jadi teringat masa-masa dulu


ketika ia pikir ia sudah dapat melupakan nama Stefani dalam benaknya.


“Maafkan aku Felli, ternyata aku salah,” lirih Juan yang kemudian mengembalikan foto itu ke dalam laci meja kerjanya.


Bertepatan dengan hal tersebut, ponsel Juan berdering dan tertera nama Olaf di sana, dengan segera ia menjawab panggilan telepon dari kakaknya tersebut.


“Kenapa, Kak?”


“Apa maksudmu mengirimkan foto itu padaku?”


“Kamu ingin bukti? Itu sudah aku kirim bukti bahwa aku tidak bicara sembarangan.”

__ADS_1


“Namun itu hanya foto.”


“Jadi kamu ingin yang lebih dari foto? Tidak masalah, aku memiliki yang lain, aku akan buktikan kalau Felli memang berselingkuh di belakangku.”


TUT


*****


Olaf tiba di sebuah café yang alamatnya diberikan oleh orang suruhannya, dari informasi yang ia dapatkan dari orang suruhannya Felli berada di café ini dan wanita itu memang setiap hari berada di café ini sejak pagi hari hingga café ini tutup.


“Apakah benar ini alamatnya? Namun kalau dilihat, memang benar.”


Olaf pun turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah cafe yang ramai pengunjung pada malam hari ini, ketika ia masuk ke dalam café itu, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari di mana keberadaan Felli dan rupanya ia menemukan adik iparnya itu tengah duduk di salah satu sudut café, Olaf segera mencari tempat yang kosong agar dapat memantau Felli tanpa diketahui oleh wanita itu dan untungnya saja masih ada tempat kosong di café itu dan posisinya sangat strategis hingga ia dapat melihat gerak-gerik Felli secara langsung dari sini.


“Anda mau pesan apa, Tuan?” tanya seorang pelayan menghampiri meja Olaf ketika pria itu tengah mengamati Felli.


“Berikan menu yang paling enak di tempat ini,” jawab Olaf.


“Baiklah Tuan.”


Tidak lama kemudian pelayan kembali dan membawakan makanan dan minuman yang dipesan oleh Olaf, pria itu masih tetap berada di tempatnya hingga café sudah sepi karena memang tidak lama lagi tempat ini akan ditutup.


“Permisi Tuan, sebentar lagi tempat ini akan ditutup.”


*****


yang wajahnya mirip seperti  difoto yang dikirimkan oleh Juan tadi siang muncul dan menghampiri mereka berdua.


Setelahnya Felli dan pemuda itu keluar dari café dan masuk ke dalam mobil wanita tersebut.


“Baiklah, mereka akan pergi ke mana sekarang.”


Olaf terus mengikuti mobil Felli dari jarak yang aman hingga mobil itu berhenti di sebuah mulut gang dan pemuda itu turun dari mobil Felli, setelahnya mobil itu melaju pulang menuju rumah. Ketika Felli turun dari mobil, ia terkejut karena mobil Olaf juga baru saja sampai dan diparkir di sebelah mobilnya.


“Kamu pulang larut malam sekali.”


“Kamu juga baru pulang? Dari mana saja?”


“Aku habis pergi ke rumah temanku.”


“Benarkah?”

__ADS_1


“Iya, tentu saja, sepertinya mimik wajahmu sedang meragukan ucapanku barusan?”


“Sepertinya kamu terlalu mudah berprasangka buruk pada orang lain.”


“Maafkan aku, aku mau masuk dulu, selamat malam.”


*****


Kini Olaf dan Juan sudah berdiri di depan sebuah rumah kontrakan yang dihuni oleh Ricky, dari penyelidikan orang suruhan mereka, di rumah inilah Ricky tinggal bersama dengan adik-adiknya. Setelah mereka mengetuk pintu rumah, tidak lama seseorang membukakan pintu untuk mereka, seorang gadis yang berusia sekitar 16 tahun nampak terkejut ketika melihat dua pria asing berdiri di depan pintu rumah kontrakan mereka.


“Apakah benar ini tempat tinggal orang yang bernama Ricky?” tanya Juan.


“Iya, kalian ini siapa, ya?”


“Di mana dia sekarang?” tanya Juan emosi.


“Juan, tenanglah,” ujar Olaf.


“Bagaimana bisa aku tenang Kak, aku harus menghajar pemuda itu!”


“Dia sedang tidak ada di rumah, dia sedang bekerja.”


“Bekerja?”


“Aku tahu di mana tempat kerjanya.”


“Kalau begitu kita ke sana sekarang.”


Dalam perjalanan menuju café, Olaf meminta agar Juan tidak melakukan sesuatu yang justru akan mempermalukan dirinya sendiri apalagi tempat yang mereka akan datangi adalah sebuah café yang ramai pengunjung.


“Ingat Juan, kendalikan emosimu, kita belum tahu kebenarannya.”


“Namun kamu kemarin sudah melihat dengan kedua mata kepalamu sendiri bahwa mereka pulang bersama, kan?”


“Iya, namun kita belum mendengar penjelasan dari pemuda itu, jangan terlalu mudah menyimpulkan sesuatu dengan emosi Juan.”


Akhirnya mereka pun tiba di café, Juan langsung turun dari mobil Olaf dan masuk ke dalam café itu, ia langsung bertanya di mana Ricky berada.


“Katakan padaku di mana orang yang bernama Ricky!” seru Juan pada seorang kasir yang tengah berjaga.


“Maaf, namun anda siapa? Dan ada keperluan apa anda mencari dia?”

__ADS_1


“Mau apa anda datang ke sini?”


__ADS_2