Berkah Cinta

Berkah Cinta
Kejadian Tak Terduga Ketika Berkunjung


__ADS_3

Minanti masuk ke dalam ruangan inap Juan setelah ia mendengar suara ribut dari dalam ruangan inap tersebut, dan nampaklah Juan dan Stefani yang tengah bertengkar entah karena masalah apa.


“Ada apa ini ribut-ribut?”


“Aku tidak akan membiarkan mereka bersatu kembali! Tidak akan pernah!” seru Stefani.


“Kamu ini bicara apa, hah?!”


“Tante, apakah Tante tahu yang Juan katakan padaku barusan? Dia bilang bahwa dia ingin kembali pada Felli!”


“Apakah yang dikatakan oleh wanita ini benar, Nak?”


“Kalau aku dapat mengulang waktu, aku ingin kembali padanya.”


“Nah, Tante dengar sendiri apa yang dia katakan barusan, kan? Dia ingin mencampakanku dan anak yang ada di dalam perutku ini.”


“Stefani, aku mengizinkanmu masuk ke dalam ruangan inap Juan dengan syarat kamu tidak membuat keributan, namun kalau caranya seperti ini maka sepertinya aku harus memanggil kembali satpam agar kamu dibawa


keluar dari sini.”


“Apa?! Aku tidak bersalah Tante, Juan yang bersalah! Dia ingin mencampakanku dan anakku!”


****


Karena kegaduhan yang dibuat oleh Stefani barusan akhirnya membuat Minanti memanggil satpam untuk mengusir wanita ini dari dalam ruangan inap putranya, tentu saja Stefani tidak terima dengan apa yang Minanti lakukan ini, ia meronta dan meminta untuk satpam itu melepaskan dirinya.


“Lepaskan aku!”


Namun satpam tersebut tidak bergeming dan terus membawa Stefani keluar dari ruangan inap Juan, selepas Stefani dibawa pergi oleh satpam kini Minanti berjalan mendekati putranya yang masih diam saat ini.


“Juan.”


“Iya, Ma?”


“Apakah kamu serius dengan apa yang kamu katakan tadi? Kamu ingin kembali pada Felli?”

__ADS_1


“Iya Ma, sejujurnya andai waktu dapat aku putar kembali, aku ingin kembali padanya, aku yang tidak tahu semua pengorbanan yang ia lakukan dan dengan mudahnya aku meninggalkannya, aku merasa seperti orang jahat, Ma.”


Minanti memeluk tubuh putranya itu, Juan menangis terisak dalam pelukan Minanti, mereka berpelukan seperti itu untuk beberapa saat hingga akhirnya Juan pun melerai pelukannya setelah ia merasa bahwa dirinya sudah jauh lebih baik.


“Bagaimana perasaanmu sekarang, Nak?”


“Sudah jauh lebih baik, Ma, terima kasih.”


“Kalau soal kamu yang ingin kembali pada Felli, Mama tidak bisa membantumu, kamu sendiri yang harus berbicara pada dia.”


*****


Ricky mengajak Felli untuk bertemu pada siang ini di café tempatnya bekerja, ia sudah meminta izin pada Nanda untuk bicara sebentar dengan Felli dan bosnya itu sudah memberikannya izin. Felli menyanggupi ajakan pemuda itu untuk bertemu dan kini ia sudah ada di café tempat Ricky bekerja, namun ia tidak menemukan di mana pemuda itu berada.


“Kamu pasti mencari Ricky, ya?” ujar Nanda yang menghampirinya setelah Felli nampak bingung karena tidak dapat menemukan Ricky di sini.


“Iya, di mana dia?” tanya Felli.


“Dia ada di belakang, pergilah temui dia,” jawab Nanda.


menantinya datang. Ketika melihat Felli datang, pemuda itu langsung berdiri dan menghampiri Felli.


“Apa yang kamu ingin bicarakan padaku?”


“Duduklah dulu.”


Maka mereka berdua pun duduk di kursi itu, Ricky nampak bingung harus memulai pembicaraan dari mana dengan Felli sementara Felli sendiri menunggu apa yang sebenarnya ingin pemuda ini katakan padanya.


“Apakah tidak ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?” tanya Felli akhirnya.


“Tentu saja ada hanya saja….”


Belum sempat Ricky menyelesaikan ucapannya, ponsel Felli berdering, ia segera meraih ponsel tersebut dan melihat ada sebuah nama yang tertera di layar ponselnya.


*****

__ADS_1


Felli mendatangi Juan di rumah sakit setelah pria itu tadi menelponnya dan mengajaknya untuk bertemu saat ini, Felli pada mulanya bimbang apakah ia harus menemui Juan atau tidak, namun pada akhirnya Felli memutuskan untuk menemui pria itu karena ia penasaran apa yang hendak Juan katakan padanya. Kini Felli sudah kembali ada di rumah sakit dan tengah berjalan menuju ruangan inap Juan, ketika sudah tiba di depan ruangan inap Juan, Felli nampak terdiam beberapa saat untuk mengumpulkan keberaniannya. Dan setelah itu, ia pun kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan inap Juan yang mana di dalam ruangan itu hanya ada pria itu sendirian saja.


“Akhirnya kamu datang juga.”


“Apa yang ingin kamu katakan padaku?”


“Kemarilah, mendekatlah.”


Felli kemudian berjalan menghampiri tempat tidur Juan dan alangkah terkejutnya ia ketika ia sudah dekat dengan tempat tidur Juan, dirinya dipeluk oleh pria itu. Untuk beberapa saat Felli terkejut dan berusaha mencerna apa yang tengah terjadi saat ini namun setelah itu ia baru menyadari apa yang terjadi dan melerai pelukan mereka.


“Apa yang kamu lakukan?”


“Aku minta maaf Felli, aku minta maaf atas semua perlakuan burukku padamu selama ini, aku minta maaf dan aku harap kamu dapat memaafkanku.”


*****


Saat ini Tania sedang melakukan kunjungan kerja ke sebuah proyek pembangunan sebuah hotel dan resort yang ada di utara kota, proyek itu menjadi salah satu proyek dengan nilai investasi fantastis karena bangunan itu digadang-gadang akan menjadi salah satu bangunan super mewah dan juga berkelas internasional terbesar yang ada di negara ini. Namun kunjungan Tania ke proyek itu bukan tanpa kendala, ia menemukan beberapa penduduk lokal yang berpfrosesi sebagai nelayan merasa terganggu dan keberatan dengan keberadaan pekerja proyek dan juga hilir mudiknya kendaraan besar ke tempat ini, belum lagi beberapa LSM menentang proyek ini karena nantinya bangunan hotel dan resort ini akan terbagi menjadi beberapa bangunan yang salah satunya berada di sebuah pulau reklamasi yang saat ini tengah mereka bangun.


“Apakah mereka selalu seperti ini?” tanya Tania pada kepala proyek.


“Iya Nyonya, namun ada tak perlu khawatir soal itu, kami akan segera menanganinya.”


“Lalu bagaimana dengan pembebasan lahan? Semua sudah berjalan baik, kan?”


“Semuanya sudah selesai Nyonya, anda tak perlu khawatr.”


“Baguslah, aku tidak ingin kasus sebelumnya kembali terulang dalam kasus ini.”


Namun tidak hanya warga yang berdemo di sana, ada juga kumpulan wartawan yang meliput kedatangan Tania di proyek ini, mereka kemudian memberikan pertanyaan pada wanita itu namun Tania merasa tidak nyaman ketika


seorang wartawan menyinggung perihal kasus hukum yang menimpa perusahaannya.


“Nyonya Tania bagaimana kasus hukum mengenai proyek sebelumnya? Apakah kasus itu sudah diselesaikan?”


Pertanyaan-pertanyaan lain pun berdatangan dari wartawan lain, Tania menyuruh anak buahnya untuk menghentikan para wartawan karena ia sudah tidak nyaman berada di sana, namun tiba-tiba saja ada seseorang yang berlari ke arahnya dengan membawa sebuah benda tajam.

__ADS_1


__ADS_2