
Felli masih tidak dapat tertidur karena memikirkan bukti yang Juan sodorkan padanya, bayang-bayang kejahatannya di masa lalu membuatnya enggan memejamkan mata apalagi memikirkan bagaimana reaksi kecewa
yang diberikan oleh Juan tadi padanya ia merasa sangat bersalah pada mantan suaminya itu karena banyak sekali rahasia yang tidak pernah ia ungkap padanya, Felli nampak menghela napasnya berat sebelum akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi keluar kamarnya untuk mencari udara segar. Ia duduk di kursi taman sambil melihat ke langit yang malam ini dihiasi oleh bintang, ketika ia tengah duduk sendirian di taman itu, ada seseorang yang berjalan menghampirinya namun Felli masih tidak menyadari itu karena ia masih larut dalam pikirannya sendiri
mengenai apa yang terjadi kemarin.
“Apa yang membuatmu belum tidur jam segini?”
Felli nampak terkejut dan membalikan badannya setelah mendengar suara seseorang yang menyapanya tadi, rupanya orang yang menyapanya saat ini adalah Azka, adiknya itu juga belum tidur dan ia duduk di sebelah
Felli.
“Kenapa kamu belum tidur?” tanya Felli balik.
“Kamu malah bertanya balik padaku sementara kamu sendiri belum menjawab pertanyaanku.”
*****
Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada Felli malam ini, Juan pun juga tidak dapat memejamkan matanya karena masih memikirkan kejadian ketika Felli jujur bahwa apa yang Stefani katakan adalah sebuah kebenaran, Juan sendiri nampak menggelengkan kepalanya frustasi saat ini, walaupun ia sudah bercerita pada Tania dan Olaf mengenai apa yang mengganggunya sepanjang hari ini, namun masih ada penyangkalan dalam benak Juan mengenai apa yang telah Felli lakukan selama ini, ia benar-benar masih tidak menyangka bahwa mantan istrinya itu dapat melakukan sesuatu hal yang begitu mengerikan. Stefani berjalan perlahan menghampiri suaminya yang tengah duduk sendirian di kursi taman sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Stefani pun duduk di sebelah Juan dan sontak Juan segera menoleh ke arah Stefani, wanita itu tersenyum pada Juan namun Juan malah mengacuhkan kehadiran Stefani.
“Kenapa kamu mengacuhkanku? Aku datang ke sini karena aku ingin menghiburmu.”
“Aku tidak butuh dihibur olehmu.”
“Semua fakta mengerikan itu sepertinya begitu memukulmu, ya? Kalau aku perhatikan semenjak kemarin sampai hari ini kamu masih saja memikirkan hal itu.”
“Stefani, kenapa sih kamu terus saja menggangguku? Aku butuh waktu sendiri saat ini!”
“Juan, aku peduli padamu! Kalau aku tidak peduli padamu, untuk apa aku datang ke sini malam-malam hanya untuk menghibur hatimu yang sedih karena kenyataan bahwa Felli tidaklah seperti yang kamu pikirkan selama ini?”
__ADS_1
****
Di sisi yang lain, Tania dan Olaf sedang menikmati sarapan pagi mereka saat ini, sejak kemarin Olaf dan Tania membahas perihal yang diceritakan oleh Juan pada mereka di kantor selepas rapat. Olaf juga sudah mengutus seseorang untuk mengusut hal tersebut dan kenyataannya memang benar, bukti yang diberikan oleh Stefani adalah bukti yang nyata dan bukan direkayasa, Felli memang adalah pelaku yang sudah menghilangkan nyawa seorang wanita yang pernah dekat dengan Juan di masa lalu.
“Sejujurnya aku masih tak percaya dengan semua ini, aku pikir Felli adalah orang yang baik, namun rupanya banyak sekali hal yang dia sembunyikan dari kita selama ini,” ujar Olaf.
“Begitulah, apa yang terlihat baik belum tentu baik,” ujar Tania.
“Apakah kamu juga memiliki rahasia dariku?”
“Kalau kamu ragu padaku, kamu bisa selidiki aku.”
“Aku bercanda sayang, aku percaya padamu, kok.”
“Olaf hentikan.”
Olaf tidak menghentikan aksinya yang memeluk Tania dan sengaja menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Tania hingga membuat wanita itu merasa geli dengan yang dilakukan oleh Olaf ini. Untuk beberapa saat mereka
“Kita harus segera pergi ke kantor kalau tidak ingin terlambat.”
*****
Keputusan Olaf untuk memberhentikan orang-orang lama di perusahaan Tania yang dianggap membuat perusahaan merugi beberapa tahun belakangan tentu saja membuat geram orang-orang tersebut, mereka menolak
keputusan Olaf itu namun Olaf yang sekarang adalah Presiden Direktur kedua perusahaan gabungan itu tetap pada pendiriannya, orang-orang itu sempat mengancam Olaf bahwa mereka akan melakukan pembalasan padanya karena sudah mengeluarkan mereka dari perusahaan, namun Olaf tidak menganggap serius ancaman tersebut, berbeda dengan Tania yang justru menanggap masalah itu serius.
“Sudahlah, kamu jangan terlalu khawatir seperti itu.”
“Bukannya apa-apa Olaf, namun kamu tidak tahu siapa mereka dan bagaimana rekam jejak mereka selama ini.”
__ADS_1
“Hei, tentu saja aku tahu siapa mereka dan bagaimana rekam jejak mereka, kalau mereka macam-macam maka aku akan bertindak, aku tidak akan segan melawan mereka semua.”
Tania tersenyum pada suaminya itu, ia yakin bahwa Olaf dapat melindungi dirinya dan perusahaan dari orang-orang jahat yang berusaha mengeruk keuntungan dengan cara yang tidak halal tersebut.
“Pokoknya kamu tenang saja Tania, semua ada dalam pengawasanku,” ujar Olaf seraya menarik tubuh Tania mendekat padanya.
*****
Stefani tiba di sebuah tempat yang tidak lain adalah tempat di mana Ricky disekap saat ini, ia nampak menyeringai pada Ricky yang sudah babak belur dan tak berdaya saat ini. Ia menarik wajah pemuda itu dengan kasar agar membuat Ricky menatapnya.
“Bagaimana? Ucapanku benar, kan? Felli tidak akan mencarimu karena kamu bukanlah orang yang dia cintai.”
“Itu tidak benar, aku yakin bahwa Felli mencariku hanya saja kamu menyembunyikan keberadaanku.”
“Dasar naif! Hei Ricky, saat ini Felli tengah ada masalah dengan Juan dan kamu sudah dilupakan oleh wanita itu, kamu bukanlah prioritas Felli lagi karena saat ini juga dia tengah terjerat masalah hukum.”
“Masalah hukum? Apa yang kamu bicarakan ini? Dia orang yang baik, ini semua pasti karena ulahmu, ya?!”
“Jaga bicaramu, ya, aku sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini, semua itu murni yang dilakukan oleh Felli di masa lalu.”
“Tidak! Aku tidak percaya kalau Felli adalah seorang penjahat, justru penjahat di sini adalah kamu, Stefani!”
Namun alih-alih geram dengan ucapan pemuda ini, justru Stefani malah tertawa kencang dan membuat Ricky geram dan ingin melepaskan diri dari tempat ini, namun tentu saja yang dia lakukan adalah sebuah kesia-siaan
belaka.
“Hei Ricky, kamu sepertinya sama terperdayanya dengan mereka semua, kamu bilang bahwa Felli adalah wanita baik-baik? Dia bahkan tidak lebih buruk dariku asal kamu tahu saja.”
“Aku tidak akan percaya dengan apa yang kamu ucapkan, bagiku apa yang kamu ucapkan tidak benar karena kamu adalah penipu, Stefani!”
__ADS_1
“Teruslah mengataiku penipu, Ricky, kalau kamu lihat ini maka kamu pasti akan terkejut,” seringai Stefani seraya menyodorkan bukti kejahatan Felli pada pemuda itu.