Berkah Cinta

Berkah Cinta
Kenapa Suamiku Datang?


__ADS_3

Minanti nampak agak canggung dengan kedatangan suaminya di sini, apalagi ia tahu bahwa sepertinya suaminya itu sempat mencuri dengar apa yang barusan ia dan Tania bicarakan, Bram nampak tidak banyak bicara pada awalnya dan Tania pun juga nampak agak canggung ketika Bram datang menemuinya saat ini.


“Ngomong-ngomong sepertinya kalian sedang menceritakan sesuatu tadi, kenapa tidak dilanjutkan?”


“Apa? Oh bukan apa-apa.”


“Kenapa? Apakah karena aku datang ke sini makanya membuat kalian tidak nyaman?”


“Bukan seperti itu.”


“Tania, bagaimana keadaanmu?”


“Saya sudah merasa lebih baik.”


“Syukurlah kalau begitu, semoga kamu bisa segera pulih dan dapat diizinkan oleh dokter pulang, ya?”


“Terima kasih Tuan.”


Bram dan Minanti tidak banyak bicara satu sama lain, Bram lebih banyak mengajak Tania berbincang ketimbang mengajak istrinya berbincang.


“Minanti, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, hanya kita berdua.”


“Baiklah, Tania kami pergi ke luar dulu sebentar, ya?”


“Iya Nyonya.”


Bram dan Minanti pun pergi ke luar ruangan inap Tania, sementara itu di dalam ruangan inapnya Tania nampak penasaran apa yang hendak mereka berdua bicarakan saat ini.


*****


Saat ini Bram dan Minanti sudah berada di luar ruangan inap Tania, Minanti sama sekali tidak mengatakan apa pun dan menunggu apa yang sebenarnya Bram ingin katakan padanya.


“Minanti.”


“Iya, ada apa?”


“Aku sempat mendengar apa yang tadi kamu dan Tania bicarakan.”


“Begitu rupanya.”


“Apakah semua itu benar?”


“Yang mana?”


“Kamu sudah mengenal mendiang Bima?”


“Iya, bukankah kamu sudah mendengarnya? Kami adalah teman kuliah bersama dulu ketika di Amerika.”


“Begitu rupanya, kenapa kamu tidak menceritakan itu padaku?”


“Memangnya aku perlu menceritakan masa laluku padamu?”


“Kok sepertinya kamu malah jadi sinis begini?”


“Aku sama sekali tidak sinis kok.”

__ADS_1


“Benarkah? Namun sepertinya kamu tidak suka ketika aku mengungkit tentang hubunganmu dengan Bima.”


“Bram, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan padaku.”


“Aku ingin kamu jujur padaku Minanti, apakah kamu dan Bima pernah menjalin hubungan di masa lalu?”


“Bicara omong kosong apa kamu ini? Aku dan Bima sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun, kami berdua hanya teman biasa saja.”


“Benarkah? Tidak ada perasaan cinta yang tumbuh di antara kalian berdua?”


“Cukup, aku sudah mengatakannya tadi.”


Maka Minanti pun pergi meninggalkan Bram yang menatap kepergian istrinya tersebut, jawaban Minanti tersebut membuat Bram jadi penasaran dengan apa sebenarnya yang terjadi pada Minanti dan Bima di masa lalu.


****


Sementara itu Minanti kembali ke ruangan inap Tania dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, Tania pun jadi sungkan jika ingin bertanya lebih jauh pada Minanti perihal apa yang mereka berdua bicarakan tadi di luar sana. Namun tidak lama kemudian Olaf muncul di pintu ruang inap Tania, pria itu mengatakan pada Minanti untuk pulang saja karena ia yang akan menjaga Tania malam ini.


“Tidak perlu, Mama bisa menjaga Tania di sini, kamu saja yang pulang, kamu pasti lelah setelah seharian bekerja.”


“Tidak Ma, justru Mama yang harus pulang karena kelihatannya Mama lelah, lagi pula besok libur.”


“Iya Nyonya, wajah anda nampak lelah sekali, sepertinya anda butuh istirahat di rumah,” ujar Tania.


“Sungguh aku baik-baik saja.”


“Ma, pulanglah, aku akan menjaga Tania dengan baik di sini, ok?”


Maka Minanti pun akhirnya mau untuk disuruh pulang oleh Olaf dan Tania, selepas Minanti pulang kini hanya ada mereka berdua saja yang ada di dalam ruangan inap ini.


“Lumayan, aku mau mandi dulu,” ujar Olaf yang bergegas menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan inap Tania ini.


Sambil menunggu Olaf selesai mandi, Tania memainkan ponselnya hingga tidak lama kemudian Olaf keluar dari dalam kamar mandi dengan tidak mengenakan pakaian dan melilitkan handuk di pinggangnya.


“Ya Tuhan, kamu ini kenapa tidak pakai bajumu?”


“Aku lupa tidak bawa pakaian ganti.”


*****


Sementara itu Juan baru saja pulang ke rumah, ia masuk ke dalam kamarnya yang terpisah dengan Felli, ia memikirkan ucapan Olaf yang menyuruhnya untuk menjauhi Stefani.


“Kenapa dia ingin sekali ikut campur urusan pribadiku?”


Tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan menampakan sosok sang mama di sana, Minanti berjalan mendekati putra keduanya dan duduk di kursi kerja putranya itu.


“Kamu dan Felli masih tidur terpisah, ya?”


“Begitulah.”


“Mau sampai kapan kamu dan Felli akan seperti ini?”


“Entahlah, aku pun merasa bahwa rumah tangga kami sudah tidak seperti dulu lagi.”


“Mama tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara kalian, namun Mama harap rumah tangga kalian dapat terselamatkan.”

__ADS_1


Juan tidak menanggapi ucapan Minanti barusan, setelahnya Minanti kemudian pergi dari kamar Juan, namun sebelum pergi Juan bertanya sesuatu pada Minanti.


“Apakah Kak Olaf ada di rumah sakit?”


“Iya, dia yang menjaga Tania malam ini.”


“Begitu rupanya.”


“Kamu sudah makan malam?”


“Aku sudah makan malam tadi.”


“Baiklah kalau begitu, selamat malam.”


“Selamat malam, Ma.”


Minanti menutup pintu kamar Juan untuk membiarkan putranya itu beristriahat malam ini.


*****


Keesokan paginya Felli sudah rapih dan penampilannya itu membuat Juan bertanya mau ke mana gerangan istrinya itu saat ini.


“Sejak kapan kamu peduli padaku lagi?”


“Aku bertanya baik-baik, jawabanmu malah seperti itu.”


“Kalau aku jawab itu bukan urusanmu bagaimana?”


Setelah mengatakan itu Felli pun pergi begitu saja meninggalkan suaminya, Juan sendiri nampak tidak habis pikir dengan kelakuan Felli itu. Rupanya Felli juga tadi berpapasan dengan Minanti dan Bram di bawah, kedua mertuanya sempat bertanya mau pergi ke mana menantu mereka dan Felli mengatakan bahwa ia ingin pergi ke suatu tempat sebentar.


“Ini aneh, tidak biasanya dia pergi pagi-pagi begini,” ujar Bram.


“Mungkin saja ada sesuatu hal yang penting harus ia kerjakan,” ujar Minanti.


Juan pun turun ke bawah dan bergabung dengan kedua orang tuanya yang sudah ada di meja makan, Bram pun bertanya pada Juan mengenai mau pergi ke mana Felli barusan.


“Aku pun tidak tahu dia hendak pergi ke mana, dia tidak memberitahuku.”


“Ini aneh sekali.”


“Iya, tidak biasanya di hari libur dia akan bangun pagi dan langsung pergi dari rumah ini.”


“Sudahlah, lebih baik kita sarapan dulu.”


Maka mereka pun menikmati sarapan pagi, selepas sarapan Minanti membereskan meja makan dibantu oleh asisten rumah tangganya, Bram pun menghampiri istrinya.


“Minanti.”


“Ada apa lagi?”


“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”


“Soal apa lagi sekarang?”


“Aku minta kamu jawab dengan jujur pertanyaanku ini.”

__ADS_1


__ADS_2