
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Sudah tiga hari rosa hanya berdiam diri di rumah, dia tidak bekerja dengan alasan masih ambil cuti. Harun dan ibu siti percaya - percaya saja karena selama ini rosa memang tidak pernah berbong. Itu sih menurut mereka, rosa bohong pun mereka tidak tahu.
Rosa hanya makan tidur, makan tidur saja tanpa mau membantu pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah di bebankan kepada ibu mertua nya.
" Run, kenapa itu istri mu sudah tiga hari ini tidak masuk bekerja? Apa dia sudah di pecat ?" Tanya tini memang benar ada nya.
" Hustt... jangan bicara seperti itu. Rosa itu masih cuti, karena kondisi badan nya memang kurang fiet. " Bela ibu siti tidak suka tini menjelekkan menantu kesayangan nya.
" Gampang banget dia ambil cuti,bukan nya dia baru cuti seminggu saat sakit itu. Terus masuk juga mungkin baru seminggu kok sudah cuti lagi, memang nya perusahaan bapak nya rosa ?" Seru tini merasa jika rosa hanya membohongi keluarga nya.
Harun dan ibu siti saling beradu pandang, mereka juga memang merasa rosa seperti menyembunyikan sesuatu. Tapi mereka tidak mau berfikir negatif terlebih dahulu. Tapi perkataan tini barusan, mengganggu fikiran mereka berdua.
" Kalian jangan mau di bohongi rosa . Kita coba tanya amar saja, pasti dia tahu apa yang terjadi dengan rosa. Mereka kan satu kantor dan satu devisi " Seru tini lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi amar.
Kebetulan sudah jam makan siang , amar pasti sedang beristirahat. Jadi tini memutuskan untuk menelpon amar langsung.
[ Hallo mbak ada apa ?] Tanya amar dari seberang sana.
[ Iya mar, kamu sibuk tidak ? ada yang ingin mbak tanyakan sama kamu ]
[ Tidak mbak, ini amar lagi makan siang di kantin perusahaan. Apa yang ingin mbak tanyakan ? ]
[ Mar, memang nya rosa sedang ambil cuti ya ? kok enak banget ya dia bentar - bentar cuti. Atau dia ada masalah di kantor. ]
[ Rosa di pecat ]
[ Serius mar ]
[ Serius mbak ]
__ADS_1
Tini langsung mematikan sambungan telepon nya dan beralih memandang ibu nya dan adik nya secara bergantian dengan senyum penuh kemenangan, karena apa yang ada di fikiran nya ternyata benar.
" Kalian lagi bahas apa sih ? Sepertinya seru banget ?" Tanya rosa yang baru saja keluar dari kamar dengan muka bantal nya.
" Enak bener ya jam segini baru bangun, pagi bangun sarapan. Habis sarapan tidur lagi, jam segini baru bangun. Kamu fikir ini hotel, bisa tidur seenak nya. Pekerjaan rumah tidak mau membantu, kalau aku sih tidak masalah ini rumah ibu ku berarti kan memang rumah ku. " Seru tini memarahi rosa.
" Mbak tini apaan sih, aku kan cuti memang mau istirahst mbak. Biar kondisiku cepat membaik lagi, kalau aku sehat kan aku bisa kerja dan cari uang. " Jawab rosa seenak nya.
Tini menertawakan ucapan rosa dengan sangat keras, ibu siti dan harun hanya jadi penonton saja.
" Cuti ? Kamu jangan bohong rosa, kamu itu bukan cuti. Tapi kamu di PECAT !!" Ucap tini dengan menekankan kata di pecat.
Deg.
Rosa langsung memandang sang kakak ipar penuh selidik. Dia gugup harus bersikap bagaimana, pasti amar yang sudah memberitahu keluarga nya.
" Maksud mbak tini apa ?" Tanya rosa mencoba berkilah.
" Sudahlah rosa lebih baik kamu jujur saja, tidak perlu bohong . Kami sudah tahu semua nya ? Buat apa juga kamu harus berbohong " Ucap harun.
" Aku tidak bermaksud untuk berbohong, lagi pula walaupun di pecat aku masih punya banyak uang. Jadi kenapa harus takut miskin, siang ini kita belum makan siang kan ? Ibu juga pasti belum masak, bagaimana kalau kita makan di restoran. Siang ini aku traktir kalian makan apa saja " Ucap rosa membuat situasi menjadi aman terkendali.
Ibu siti langsung tersenyum lebar, masalah rosa di pecat itu bisa urusan belakangan. Yang penting sekarang rosa masih banyak uang dan akan mentraktir mereka.
" Iya " Jawab harun dan tini.
Rosa sendiri pun masuk ke kamar nya dan bersiap - siap untuk pergi makan siang. Tidak apalah hari ini dia harus keluar uang untuk mentraktir keluarga nya makan, lagi pula kemarin dapat uang pesangon. Urusan cicilan mobil bisa di fikir nanti.
********
" Wah makanan nya enak - enak sekali ros? Kamu tidak takut uang mu habis ?" Tanya ibu siti.
Rosa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya saja. Mana mungkin dia bilang uang nya sudah menipis bisa tensin dong.
" Sudah bu makan saja, kalau kurang nanti rosa pesenin lagi. Sayang kamu mau pesan apa lagi ? Mbak tini mau pesan apa lagi?" Tanya rosa sebenar nya hanya berpura - pura saja.
" Tida ini sudah cukup " Jawab tini agak ketus.
" Iya rosa ini juga sudah banyak kok. Terimakasih ya sayang " Seru harum mencoba romantis dengan rosa.
__ADS_1
Setelah di fikir - fikir harun harus baik - baik dan menurut dengan rosa. Karena kalau rosa marah dan meninggalkan nya siapa yang mau memenuhi kebutuhan hidup nya, karena harun memang sudah malas untuk bekerja.
" Iya sayang " Jawab rosa tersenyum ke arah harun.
Mereka ber empat pun makan dengan lahap nya, sampai hidangan di meja cepat sekali habis nya. Saat mereka sedang menikmati makanan dari arah pintu masuk mata rosa melihat ke datangan delia dan seorang pria yang rosa yakini jika itu suami delia.
" Itu delia kan ?" Tanya rosa menatap ke arah delia.
Semua mata langsung tertuju ke arah pandangan rosa, benar saja itu memang delia dan suami nya.
" Enak benar hidup nya " Seru tini.
" Bagaimana usaha mu mendekati suami delia ? Berhasil atau tidak ?" Tanya ibu tini.
" Suami delia tipe pria yang susah untuk di dekati bu. Yang ada aku justru di cueki sama dia. Gara - gara delia aku gagal kerja di showroom itu " Ucap tini kesal.
Delia dan juna sudah duduk di kursi yang memang sudah di pesan oleh nya. Baru juga mereka duduk datang lah mona dan heri suami nya menghampiri meja delia. Ternyata siang ini mereka janjian untuk makan siang bersama.
" Loh itu bukan nya si heri " Seru rosa yang ternyata mengenali suami mona.
" Kamu kenal wanita dan pria itu ?" Tanya harun ingin tahu.
" Kalau wanita nya sih aku tidak kenal, mungkin saja istri nya heri. Heri itu seorang polisi yang bertugas di polres kota, dia sepupu nya mantan suami ku yang dulu. Aku sih cuma kenal - kenal begitu saja, tidak akrab sama sekali " Ucap rosa masih menatap ke arah delia dan teman - teman nya.
Rosa sebenar nya ingin sekali menghampiri heri untuk menanyakan kabar mantan suami nya. Tapi dia takut jika heri akan memarahi nya di depan umum, karena saat rosa ketahuan selingkuh heri dan suamu nya langsung yang menggerebek nya. Detik itu juga sang suami menceraikan nya, padahal suami rosa yang dulu sangat mencintai dan menyayangi rosa, bahkan apa pun yang rosa minta pasti akan di berikan. Bahkan saat bercerai rumah di berikan kepada rosa.
" Kamu kenapa ros ?" Tanya ibu siti.
" Oh tidak apa - apa buk " Jawab rosa.
" Ibu mau menghampiri delia, ibu mau memberi dia pelajaran karena dia anak ku menderita. Coba kalau dia mau rujuk dengan amar, sudah pasti amar akan bahagia. Dasar istri parasit, yang cuma menghabiskan uang suami nya saja, lihat saja setelah uang suami nya ada dalam genggaman nya dia pasti akan menendang suami nya jauh - jauh " Seru ibu siti.
Tanpa bisa di cegah ibu siti langsung berjalan menuju dimana delia duduk dengan suami nya. Ibu siti tidak mau delia bahagia di atas penderitaan dan kesedihan anak nya, Amar.
"Delia....... !!"....
*******
Maaf ya kalau Author selalu bikin emosi. 🙏🙏🤭🤭
__ADS_1
YUK TERUS DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK, AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK MENULIS 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤