Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Takut terulang


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


" Terimakasih mpok " Ucap delia sangat berterimakasih kepada mpok onah karena dia sudah menolong nya.


Tidak tahu apa yang terjadi jika mpok onah terlambat datang, pasti delia akan jatuh tersungkur di lantai. Delia sangat mengkhawatirkan kehamilan nya.


" Sama - sama del. Manusia setengah setan seperti ini jangan di kasih hati del. Bila perlu hajar saja dia sampai dia benar - benar kapok dan tidak mengganggu hidup mu lagi " Seru mpok onah.


Rosa dan harun tersinggung dengan perkataan mpok onah yang memang di tujukan kepada mereka.


" Hai mpok onah !! Kamu tidak perlu ikut campur, ini urusan ku dengan delia. Kamu di sini cuma bekerja sebagai OB jadi jangan bersikap semau kamu, di pecat biar tahu rasa kamu " Seru rosa dengan sombong.


" Iya di pecat seperti suami kamu tuh di pecat sama suami delia " Seru mpok onah melirik ke arah harun.


Harun langsung salah tingkah dan kebingungan, sebab dia bilang dengan rosa jika dia sengaja mengundurkan diri karena sudah bosan kerja di showroom dan mencoba mencari pekerjaan di perusahaan.


" Mas apa benar ?" Tanya rosa.


" Hemm... iya, lagi pula aku memang sudah tidak betah bekerja disana. Sudah gaji nya kecil, dan boss nya galak. Siapa juga yang betah bekerja dalam tekanan, apalagi itu suami nya delia kerjaan nya marah - marah teru. Aku kan pusing " Seru harun beralasan.


" Kamu tidak perlu berbicara yang tidak sesuai dengan fakta. Kamu bisa aku tuntut pencemaran nama baik. Paham !!" Seru delia menatap tajam harun.


Harun mengepalkan kedua tangan nya, tangan nya dia angkat dan hampir saja dia memukul delia. Beruntung mpok onah langsung sigap menyiram harun menggunakan air bekas ngepel lantai.


" Brengsek !! Kamu kurangajar onah !" Bentak harun menatap mpok onah tajam.


" Ini baru air bekas ngepel lantai, belum oli yang aku siramkan ke wajah mu. Berani kamu mengganggu delia lagi aku pastikan oli yang aku siram ke wajah mu yang sok kecakepan itu " Tunjuk mpok onah.


" Sudah mpok, tidak perlu di lanjutkan. Malu kita sudah jadi tontonan orang. Biar kan saja, ya sudah mpok terimakasih sudah menolong ku. Aku pulang dulu ya mpok, kepala ku sudah pusing lagi" Seru delia sambil memegang kepala nya yang sudah terasa pusing lagi.


" Iya del, kamu hati - hati ya. Biar cecunguk ini aku yang mengatasi nya " Ucap mpok onah.


Delia mengangguk kan kepala nya lalu pergi meninggalkan harun dan rosa yang masih memandang nya penuh kebencian. Sesampai nya di parkiran delia langsung memasuki mobil nya dan melajukan mobil nya ke luar dari parkiran rumah sakit.

__ADS_1


******


Saat juna pulang dari showroom dia langsung mencari keberadaan istri nya. Dan ternyata sang istri sedang duduk di teras belakang bersama sang ibu tercinta. Dengan senyum mengembang juna menghampiri ke dua wanita yang sangat dia cintai itu.


" Mas sudah pulang " Seru delia menyambut kedatangan sang suami.


" Iya istri ku sayang " Seru juna sambil memeluk istri nya.


Ehhemm... Ehhemmm


Mama Juna berdehem agar juna ingat masih ada sang mama di samping nya agar tidak kebablasan.


" Eh lupa kalau ada mama " Seru juna lalu mencium tangan sang mama.


" Dasar.. Apa mama tidak kelihatan ? padahal badan mama sebesar ini " Ucap mama pura - pura merajuk.


" Maaf ma.. bercanda kok. Oh iya ma kok tumben duduk berdua disini ?. Tidak menonton Tv, biasa nya kalau juna pulang pasti lagi nonton sintron di chanel ikan bersayap " Ucap juna.


" Lagi males " Jawab mama singkat.


" Mas mandi dulu sana, kotor loh seharian bekerja pasti berkeringat. Nanti kalau sudah punya anak tidak boleh begini ya, pulang dari kerja harus mandi dulu atau paling tidak cuci tangan dan ganti baju dulu " Ucap delia membuat juna bingung karena tidak biasa nya delia membicarakan soal kebersihan.


Harun dan mama nya saling pandang dan saling mencari jawaban dari arti pandangan nya masing - masing.


" Hadiah apa sayang ?" Tanya juna penasaran.


" Nanti dong, pasti mas dan mama akan senang " Ucap delia lagi.


" Mama kasih tahu sekarang dong, juna nanti saja. Mama penasaran hadiah apa yang mau berikan. " Seru mama juna.


Delia menggeleng kan kepala nya sambil memainkan mata nya. Dia tidak akan memberitahu sebelum waktu yang di tentukan nya tiba.


" Yuk masuk mas, ma. Delia mau ke dapur bantu bibik masak. Kalau kalian masih mau disini ya sudah tidak apa - apa. Kalian tebak saja hadiah apa yang akan delia kasih " Seru delia lalu pergi masuk ke dalam rumah dan membantu bibik masak.


Amar dan mama nya saling pandang, lalu mereka menggelengkan kepala nya bersamaan.


" Mama penasaran " Seru mama.


" Juna juga penasaran" Seru juna ikut - ikutan.


Acara makan malam pun selesai juna, delia dan sang mama berkumpul di ruang keluarga menunggu hadiah yang akan di berikan delia sembari meminum teh hangat buatan delia.

__ADS_1


" Mana hadiah nya istri ku sayang?" Tanya juna penasaran.


" Iya sayang cepet apaan mama juga penasaran " Ucap sang mama.


Delia beranjak dari duduk nya dan langsung masuk ke dalam kamar, tidak perlu lama dia keluar lagi dengan membawa amplop putih.


" Ini mas " Seru delia sambil menyerahkan amplop kepada Juna suami nya.


Juna dan mama nya penasaran, mereka berdua langsung berdekatan dan membuka amplop itu sama - sama. Begitu amplop terbuka dan mereka membaca isi nya, senyum sumringah menghiasi bibir mereka berdua.


" Kamu hamil sayang ?" Tanya juna dan mama nya bersamaan dengan memandang lurus ke arah delia.


" Alhamdulillah ma, mas " Jawab delia dengan senyum mengembang.


Juna langsung menghambur memeluk istri nya, walaupun sebenar nya dia ada rasa takut saat mengetahui delia hamil, juna tetap menunjukkan senyum bahagia nya. Dia tidak mau merusak kebahagiaan sang istri karena sedang hamil.


Juna trauma dengan kehamilan, karena istri pertama nya dulu meninggal saat melahirkan anak nya. Selang beberapa hari sang anak juga ikut meninggal menyusul sang istri.


" Selamat ya sayang " Seru mama juna memeluk delia.


" Terimakasih ma , doa kan semoga aku dan bayi ini selalu sehat ya ma. " Ucap delia sambil mengusap perut nya yang masih rata.


Mama juna melirik anak laki - laki nya , dia tahu jika saat ini juna pasti sedang teringat mantan istri nya dan anak nya yang kini sudah ada di surga. Mama juna bisa melihat kekhawatiran dalam wajah anak nya.


" Mas aku ke kamar duluan ya, ada yang mau aku kerjakan sedikit . Maaf ya mas, tadi ada nota barang yang belum sempat aku cek, jadi aku bawa pulang " Ucap delia.


" Iya sayang tidak apa - apa. Mas masih mau menonton televisi disini " Seru juna.


Delia masuk ke dalam kamar nya. Mama juna langsung menatap juna.


" Lupakan hal itu juna, doa kan yang terbaik untuk istri mu dan calon anak mu. " Seru mama menasehati juna.


" Aku takut ma, takut hal itu terulang lagi. " Ucap juna lesu.


" Jangan berfikir seperti lagi Jun. Kamu harus yakin semua akan baik - baik saja. Kamu jangan sedih seperti itu, kasihan delia kalau kamu seperti itu " Ucap mama juna menasehati anak laki - laki nya.


" Iya ma " Jawab juna.


*******


LIKE,KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2