
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
Cukup lama delia mengintai suami nya dan rosa, sepertinya bukti - bukti perselingkuhan amar dan rosa sudah delia dapatkan dan tersimpan rapi di dalam ponsel nya.
Delia terus memfoto dan merekam kegiatan amar dan rosa di atas ranjang. Semua adegan delia abadikan di ponsel nya. Delia menahan air mata nya agar tidak terjatuh, namun pertahanan delia pecah juga. Delia meneteskan air mata nya, namun tangan tetap merekam semua nya.
" Kita mulai ya sayang " Seru amar yang mulai melepas semua pakaian rosa.
" Lakukan kanlah " Jawab rosa pasrah dengan apa yang akan di lakukan amar.
Amar pun mulai melepas semua pakaian nya sendiri dan dengan semangat dia memulai mengerjakan apa yang harus mereka kerja kan. Suara demi suara menggema di kamar rosa, peluh sudah membanjiri tubuh ke dua nya. Mereka ber dua tidak menyadari jika delia ada di sana.
Melihat amar sudah kecapean, rosa pun mengambil alih posisi. Kini rosa sudah menegang kendali dan dia mengerjakan semua nya dengan agresif. Amar terlihat puas dengan permainan rosa.
" Rosa . ..kamu memang luar biasa. Kamu bisa memuaskan dan menyenangkan ku. Ini tidak pernah aku dapatkan dari delia, sebenarnya aku sudah lama ingin di perlakukan seperti ini. " Seru amar dengan mata yang masih terpejam.
" Kau nikmati saja sayang, kapan pun kamu mau aku siap untuk mu " Jawab rosa yang terus bergoyang di atas.
Delia benar - benar tidak kuat lagi, dia menyudahi rekaman nya lalu pergi meninggalkan rumah rosa. Dengan hati hancur delia mengendarai motor nya, delia memilih pulang dan betistirahat di rumah. Seperti nya amar malam ini tidak akan pulang ke rumah, dia masih sibuk dengan kegiatan nya bersama rosa.
" Kamu tega menghianati ku mas, kamu tega menghianati janji suci kita. Aku kurang apa mas? Selama ini aku sudah berusaha jadi istri yang baik dan aku pun tak banyak menuntut mu. Mas kau kejam !!" Ucap delia lalu membanting foto pernikahan nya dengan amar.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan tidak ada tanda - tanda jika amar akan pulang. Delia tahu pasti amar tidak akan pulang, untuk memastikan nya delia mencoba menghubungi ponsel amar.
Dua kali manggil amar tak kunjung menganggkat telepon delia.
* Apa mereka belum selesai..Tapi sudah tiga jam berlalu * Ucap delia dalam hati.
Delia kembali menghubungi ponsel amar, dan baru sekali panggilan akhir nya amar mengangkat telepon dari istrinya.
__ADS_1
[ Hallo mas, kok kamu belum pulang ]
[ Iya dek sebentat lagi mas pulang ]
[ Ini sudah jam 11 malam loh mas. Cepat pulang ya mas, besok mas kan harus bekerja. ]
[ Ahh... emhh iya dek aku.. aku ahhh ]
Suara amar terdengar seperti sedang menahan sesuatu, delia tahu apa yang sedang suami nya lakukan. Delia kembali menangis karena hampir tengah malam begini mereka belum menyudahi kegiatan nya, delia benar - benar tidak bisa menerima semua penghianatan amar.
* Jam segini kalian belum menyudahi nya mas, kau menerima telepon dari ku saat kalian masih melakukan nya. * Gumam delia.
" Secepat nya aku akan meminta mas amar menceraikan ku " Ucap delia yakin.
*******
Amar pulang kerumah sudah pukul tujuh pagi, dan pagi ini akhirnya amar tidak berangkat ke kantor karena mengantuk dan badan nya terasa pegal - pegal akibat olah raga semalam suntuk bersama rosa. Mereka nenyudahi olah raga nya srkirar jam 3 dini hari.
" Dek maaf ya semalam mas capek banget dan mengantuk jadi boss meminta mas untuk menginap di tempat acara saja, kebetulan semalam acara nya di dekat hotel. Jadi kami menyewa kamar hotel disana, acara selesai juga sudah malam. " Ucap amar berbohong.
" Tolong siapkan air hangat dek, mas pengen mandi air hangat. Kepala pusing sekali dek " Ucap amar.
" Maaf mas, aku buru - buru tidak bisa menyiapkan keperluan mu. Dan untuk sarapan pun aku tidak memasak nya, karena aku tidak punya uang. Kalau mas ada uang mas beli saja " Ucap delia bicara tanpa melihat wajah amar, delia pura - pura sibuk dengan riasan nya.
" Ya sudah kalau kamu tidak mau menyiapkan keperluan untuk suami mu, jangan sampai kamu menjadi istri yang durhaka dek. Ingat surga mu ada pada suami mu " Seru amar yang mulai mengikuti ucapan sang ibu.
Delia tidak perduli, dia keluar kamar dan menuju pintu depan. Saat dia membuka pintu , di depan pintu sudah ada ibu mertua nya dan tini kakak ipar nya. Mereka berdua memandang sinis ke arah delia, sedangkan delia tidak memperdulikan mereka.
" Kami mau sarapan , apa kamu sudah menyiapkan nya ?" Tanya ibu siti ketus.
" Kalian lihat saja sendiri di meja makan, aku buru - buru mau bekerja. " Ucap delia.
" Sok sibuk ! Cuma jadi pelayan toko saja bangga " Seru tini mencibir delia.
" Biarpun cuma pelayan toko , tapi aku menghasilkan uang. Daripada berdiam diri di rumah dan jika ingin sesuatu harus minta suami jadi lebih baik kerja dong" ,Ucap delia sambil melirik tini.
__ADS_1
Wajah tini memerah , dia marah karena dia merasa delia sudah menyindirnya. Mendengar anak nya di sindir oleh delia, ibu siti pun membela nya.
" Hai menantu durhaka !! Menantu pelit, menantu parasit !! Jangan kamu sama kan anak ku dengan mu, anak ku ini sarjana dan kamu hanya tamatan SMP jauh dong di banding anak ku." Ucap ibu siti tetap membanggakan gelar sarjana anak nya.
" Terserah kalian saja lah, aku mau berangkat kerja . Oh iya bu ibu selalu mengatakan aku menantu parasit, apa ibu tidak sadar diri jika ibu dan 2 anak tersayang ibu itulah yang pantas di bilang parasit " Ucap delia dengan berani.
" Lama - lama kamu ini kurangajar delia ! " Bentak ibu siti.
" Ini ada apa sih pagi - pagi sudah ribut ? Aku capek dan mau istirahat tetapi kalian ribut terus. " Ucap amar mendatangi pertengkaran antara ibu siti,tini dan delia.
Delia tak menghiraukan kedatangan amar, dia memilih cepat - cepat pergi dari rumah kontrakan nya. Terlalu sakit jika ingat penghianatan suami nya, apalagi dengan mata kepala nya sendiri delia melihat suami nya bertukar peluh dengan wanita lain.
" Ibu dan mbak tini mau ngapain pagi - pagi datang kesini ?" Tanya amar sambil memijit kepala nya yang terasa sakit.
" Kami mau sarapan lah mau ngapain kesini kalau tidak makan. Oh iya kenapa kamu tidak berangkat kerja ?" Seru tini.
" Badan ku rasa nya pegal - pegal semua dan kepala ku pusing banget. Kalian apa tidak masak ? Kenapa setiap mau makan datang kesini ? Lagi pula delia hari ini tidak masak " Ucap amar membuat ibu siti dan tini melongo.
Delia tidak memasak ?
" Wah kurangajar delia, dia sudah membohongi kita bu. Tadi dia bilang jika kita suruh lihat saja ke meja makan, tapi dia sendiri tidak masak " Gerutu tini kesal.
" Dasar menantu kurangajar, kamu ceraikan saja istri srperti delia itu mar. Istri tidak ada guna nya juga " Ucap ibu siti.
Amar belum tahu bagaimana kelanjutan rumah tangga nya dengan delia. Sekarang sudah ada wanita lain yang bisa memberikan nya nafkah batin. Namun amar masih sangat mencintai dan amar juga masih membutuhkan delia untuk mengurus semua keperluan nya di rumah.
* Untuk nafkah batin aku bisa minta rosa dan untuk urusan ku sehari - hari bisa di urus delia. Enak mungkin ya kalau bisa beristri dua * Gumam amar.
*******
AUTHOR MINTA TETAP DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR NYA YA KAK, VOTE DAN HADIAH NYA. JANGAN LUPA FAVORTE DAN RATE BINTANG 5 NYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1