Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Toko semakin besar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING🌹🌹🌹🌹


.


.


.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Seperti yang sudah di janjikan oleh amar jika hari ini dia memboyong keluarga nya untuk berlibur ke sebuah danau di daerah XX. Tentu nya semua biaya di tanggung oleh rosa, sebenar nya rosa tidak masalah soal uang. Karena uang yang di pakai juga sebagian uang gaji amar yang di berikan kepada rosa.


Tini berdandan dengan glamour karena tidak mau kalah dengan kedua ipar nya, Rosa dan Rani.


" Bu ini bukan nya delia ya ?" Ucap tini sambil menyodorkan ponsel nya kepada ibu nya.


" Iya ini delia sama si onah, memang nya ada apa ? Mereka kan memang dulu bertetangga jadi ya tidak ada yang salah kalau mereka dekat. Sama - sama wanita miskin kan" Ucap ibu siti.


" Iya buk memang tidak ada yang salah tapi coba ibu baca caption nya bu. Ini di unggah tadi malam loh bu " Ucap tini sambil terus melihat sosial media nya.


Ibu siti pun membaca caption yang di tulis mpok onah di sosial media biru nya lengkap dengan foto bersama delia di sebuah rumah.


[ Alhamdulillah syukuran rumah baru nya berjalan dengan lancar. Selamat ya delia atas rumah baru nya. ] Tulis mpok onah.


" Ini lagi bahas apaan sih kok seperti nya seru banget " Tanya amar yang baru saja datang dari jalan - jalan seputar danau dengan rosa.


" Coba kamu lihat ini mar " Seru tini sambil menyerahkan ponsel nya kepada amar.


Setelah melihat apa yang ada di ponsel sang kakak, bukan nya terkejut amar justru tertawa sehingga membuat ibu dan tini bingung.


" Kalian jangan percaya , rumah itu bukan rumah delia tapi hanya rumah kontrakan delia. Aku sudah pernah datang kesana saat delia pertama kali keluar dari rumah. " Ucap amar sambil menyerahkan ponsel tini kembali.


" Tapi kenapa onah buat caption seperti itu?" Tanya tini lagi.


" Mana aku tahu mbak, mungkin mpok onah cuma iseng saja. " Ucap amar.

__ADS_1


Rosa yang penasaran mencoba melihat foto yang ada di ponsel tini.


" Ini bukan nya rumah yang pernah di jadikan status di aplikasi hijau nya delia kan ? Ternyata kesampaian juga dia tinggal di rumah itu, walaupun cuma mengontrak. Rumah itu sewa perbulan nya mahal, mana bisa delia bertahan di rumah itu. Mungkin dua bulan saja sudah keluar dari rumah itu, gaji sebagai pelayan toko tidak bida menjamin semua kebutuhan nya kecuali kalau dia ada main dengan pria kaya " Ucap rosa mencoba menjelekkan nama delia.


" Yang dikatakan mbak rosa benar itu " Seru harun juga ikut bicara.


Keluarga amar memang tidak ada yang beres, delia sudah bukan lagi bagian dari keluarga nya saja masih terus di hina dan di rendahkan. Bahkan tak tangung - tanggung mereka juga memfitnah delia.


" Aku sudah curiga dari awal dia mengugat cerai, sudah pasti dia ada main dengan pria lain." Seru amar ikut menambahi.


" Yang penting sekarang kamu kan sudah berpisah dengan nya mas. Dan sudah ada aku sebagai pengganti nya" Seru rosa sambil memeluk amar.


Tini dan rani pun tak mau kalah romantis, mereka sama - sama memeluk suami nya masing - masing. Sedangkan ibu siti mengulas senyum bahagia nya melihat anak dan menantu nya hidup bahagia dan romantis.


Mungkin hanya amar dan harun saja yang benar - benar merasakan bahagia dengan pasangan nya. Tapi tidak dengan joko, dia seperti sudah muak dan bosan ada di tengah-tengah keluarga istri nya. Joko sudah tidak bahagia lagi hidup dengan tini dia akan segera menceraikan tini dan hidup bahagia dengan rahma dan calon anak nya.


******


Dua bulan sudah berlalu dan usaha delia semakin maju. Toko delia juga sudah selesai renovasi dan penambahan bangunan untuk menjual berbagai bahan kebutuhan sehari - hari. Toko milik delia sudah menjual berbagai bahan kebutuhan. Untuk fashion dan kecantikan ada di lantai atas dan untuk kebutuhan sehari - hari ada di lantai bawah.


" Wah DL Shop sekarang semaki lengkap ya mbak " Seru rani kagum dengan kelengkapan barang yang di jual di DL Shop.


Mereka berdua naik ke lantai atas dan langsung menuju ke bagian baju - baju dewasa.


" Mbak ini bagus gak ?" Tanya rani sambil menunjuk kan dress warna hitam dengan payet mutiara kecil - kecil di bagian leher


" Bagus Ran, beli saja " Jawab tini.


" Tapi mahal mbak. Harga nya 800 ribu " Ucap rani lalu meletakkan baju itu pada tempat nya lagi.


Saat ini rani dab tini ada di bagian baju yang memang harga nya lumayan mahal. Tapi toko delia masih tetap menjual baju yang harga standar. Mau yang harga standar atau harga mahal pun ada.


" Mahal juga ya Ran. Nanti tunggu gajihan saja kita beli dress itu. Sekarang kita cari baju yang harga nya sesuai dengan uang kita saja " Ucap tini berbisik di telinga rani. Agar tidak di dengar pengunjung yang lain.


Rani mengangguk lalu memilih - milih baju yang lain untuk mereka beli.

__ADS_1


" Mbak kira - kira delia mantan istri nya mas amar masih kerja disini tidak ya ?" Tanya rani dengsn tangan yang masih sibuk memilih baju yang cocok untuk tubuh nya.


" Dia kan cuma tamatan SMP, aku rasa sudah tidak lagi bekerja disini karena kamu lihat sendiri toko ini sekarang sudah besar dan karyawan nya pasti orang - orang yang mengerti komputer. Sedangkan delia ? dia mana tahu soal begituan, dia itu pantes nya jadi pembantu " Ucap tini terus saja menghina delia.


" Iya juga ya mbak " Seru rani setuju dengan ucapan tini.


Mereka pun membayar barang yang sudah mereka beli lalu mereka keluar dari toko.


" Mereka sudah pergi yun ?" Tanya delia menghampiri yuni.


" Sudah mbak, baru saja mereka keluar " Ucap yuni menunjuk ke arah luar" Ucap yuni.


Delia sebenarnya tahu jika tini dan rani datang dan berbelanja di tokonya. Delia memilih menghindarinya karena delia malas untuk ribut dengan keluarga mantan suami nya.


" Gaya sih dan dandanan sudah seperti ibu - ibu sosialita nya para pejabat. Tapi beli baju cari harga paling murah, beruntung juga kagak di tawar mbak " Seru yuni tertawa sambil menutup mulut nya.


" Jangan begitu yun,biar bagaimana pun mereka itu pelanggan kita. Harus kita hormati dan kita layani dengan baik, kecuali mereka sendiri yang memang cari ribut dengan kita " Ucap delia menasehati yuni. Bukan hanya untuk yuni tapi untuk semua karyawan nya.


" Siap ibu boss " Seru yuni sambil hormat seperti sedang upacara di hari senin.


Delia hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah yuni yang seperti anak - anak. Delia meninggalkan yuni dan kembali lagi ke dalam ruangan nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Di tempat lain, tepat nya di rumah sakit tempat joko bekerja. Siang ini joko sangat panik karena rahma akan melahirkan, joko hanya sendirian tidak ada keluarga atau saudara yang menemani nya. Beruntung ada salah satu teman kerja nya yang menemani nya, teman joko membantu joko menyelesaikan administrasi.


" Terimakasih ya Dod, nanti segera aku ganti uang kamu. " Ucap joko mengucapkan terimakasih kepada dodi teman nya.


" Iya sama - sama , sudah kamu pikirkan nanti soal itu. Yang penting sekarang kamu temani istri mu di dalam sana, itu dokter sudah datang " Ucap dodi sambil menepuk punggung joko.


" Iya dod, terimakasih. " Seru joko langsung berlari menuju ruang bersalin.


* Bismillah ya Allah semoga engkau mudahkan proses kelahiran anak ku. aamiin * Gumam joko dalam hati nys.


*****


HARI INI SUDAH UP 3 BAB,KALAU DI BERIKAN DUKUNGAN AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK UP DAN MENULIS ❀❀

__ADS_1


AUTHOR SELALU MEMINTA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE DAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK πŸ™πŸ™


TERIMAKASIH πŸ™β€


__ADS_2