Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Amar mulai tegas


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY REAFING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Delia berada di dalam kamar sambil mengompres pipi nya yang masih terasa sakit karena tamparan ibu mertua nya tadi. Delia mengompres pipi nya sambil menangis, kata - kata mertua nya tadi benar - benar membuat hati delia sakit dan sesak. Delia tidak menyangka jika mertua nya selama ini sangat membenci dan tidak menganggap delia ada.


Meskipun delia tahu mertua nya memang tidak berprilaku baik kepada nya, tapi baru hari ini delia tahu jika selama ini dirinya hanya di anggap orang lain oleh mertua nya bahkan hanya di anggap seperti debu jalanan.


Jam sudah menunjukan pukul lima sore lewat lima belas menit, amar pulang tapi tidak melihat delia menyambut nya di teras depan. Biasa nya delia akan menyambut kepulangan amar. Jika tidak menyambut biasa nya delia masih sibuk di dapur.


" Dek " Panggil amar saat mendapati delia duduk di depan meja riasnya sambil menempelkan handuk kecil basah di pipi kiri nya.


" Mas, maaf aku tidak menyambut mu " Ucap delia dengan suara serak.


Amar mendekati delia dan melihat mata delia yang sembab karena habis menangis. Amar pun melihat pipi kiri delia, pipi kiri delia terlihat memerah dan sudut bibir nya sedikit memar.


" Ini kenapa dek?" Tanya amar yang terkejut dengan pipi delia.


" Tidak apa - apa mas " Jawab delia.


" Tidak apa - apa bagaimana ? ini pipi mu merah dansudut bibir mu sedikit memar. Katakan sama mas ini kenapa ? Kamu juga habis menangis kan ?" Tanya amar beruntun sambil memegang pipi delia.


" Beneran mas ini tidak apa - apa, tadi aku kurang hati - hati saat berjalan. Tadi di kamar mandi aku buru - buru karena kebelet jadi jalan nya tidak lihat - lihat. Saat masuk kamar mandi aku kepleset alhasil wajah sebelah kiri kepentok tembok jadilah seperti ini , karena tadi sakit banget jadi aku menangis. Tapi sekarang sudah mendingan kok mas." Ucap delia berbohong karena tidak mau membuat suami nya marah kepada orang tua nya. Apalagi suami nya baru saja pulang dari bekerja, pasti capek. Jadi sebisa mungkin delia menutupi kejadian tadi siang.


Amar percaya begitu saja dengan ucapan delia, membuat delia lega merasa tidak ada beban lagi atas pertanyaan suaminya.


" Mas, maaf aku belum masak makanan untuk mu. Malam ini kita beli makanan saja ya mas " Ucap delia dengan wajah sedih.


" Iya tidak apa - apa dek, sudah kamu istirahat saja. Nanti biar mas yang beli makanan nya " Ucap amar.

__ADS_1


" Iya mas" Jawab singkat delia.


Setelah selesai mengompres pipi nya delia lebih memilih mengistirahatkan diri nya. Tamparan dari ibu mertua nya tadi memang sangat kuat, hingga rasa sakit nya sampai sore masih terasa walaupun sudah tidak sesakit tadi saat awal di tanpar.


* Mertua ku tenaga nya boleh juga * Gumam delia.


Amar masuk ke dalam kamar mandi , setelah mandi amar langsung memakai baju. Setelah selesai amar duduk di pinggir ranjang mendekati delia.


" Dek, mau makan apa ? Mas pesan online saja ya, gak apa - apa kan dek sesekali coba beli makan online ?" Tanya amar sambil memainkan alis nya.


" Aku ikut apa aja lah mas, yang penting makanan yang bisa di makan. Iya gak apa - apa mas, lagi pula ini sebentar lagi magrib jadi beli online saja " Jawab delia menyetujui ucapan amar.


" Baiklah, mas pesan nasi padang ayam bakar saja ya " Ucap amar.


" Iya mas" Jawab delia.


******


" Untuk apa mbak tini membawa telur dan gula itu ?" Tanya amar saat tini mulai mengambil stock bahan makanan dan memasukan nya ke dalan kantong plastik hitam yang sudah di bawa nya.


" Ya untuk di bawa pulang lah mar, di rumah kan telor , gula dan beras juga sudah habis. Mana delia jarang masak, masak pun pas buat kalian berdua saja " Seru tini dengan tangan yang tetap mengambil bahan makanan yang lain.


" Kalau kalian mau makan kan kalian tinggal masak, uang dapur tiap bulan sudah amar kasih. Jadi tidak perlu lagi kalian makan disini atau membawa makanan dan bahan makanan dari rumah ku. Tolong letak kan semua nya mbak, jangan keterlaluan kamu mbak. Kamu itu ada suami yang sudah menanggung kehidupan mu jadi jangan lagi mengandalkan ku ! " Seru amar yang mulai terpancing amarah nya.


Tini tidak menghiraukan ucapan amar, dia justru memasukan beras kedalam kantong plastik. Amar sudah hilang kesabaran menghadapi kakak nya.


" Berhenti !! dan letakkan bahan makanan itu di situ !! " Teriak amar dengan lantang, sehingga tini pun kaget. Delia yang sedang mencuci piring bekas sarapan tadi pun reflek menjatuhkan piring nya sampai pecah.


" Kamu apa - apaan sih mar, berani kamu bicara keras kepada kakak mu. " Seru tini masih membela diri.

__ADS_1


" Sekali lagi aku minta letakkan semua bahan makanan yang mbak ambil di situ, dan berhenti menjadi penjarah di rumah ku. " Ucap amar lagi.


Tini melihat sorot mata amar yang terlihat penuh amarah dan keseriusan, tini pun takut jika amar akan mengamuk jadi tini meletakkan kembali apa - apa saja yang tadi sudah dia ambil.


" Ini terakhir kali aku melihat mbak tini datang kerumah ku untuk mengambil bahan makanan di rumah ku. Tidak akan ku biarkan mbak tini, ibu dan harun berlaku seenak nya di rumah ku. Mulai sekarang jika kalian ingin makan silahkan masak sendiri di rumah kalian, hanya ibu yang aku perbolehkan makan disini. Mbak dan harun aku tidak perduli lagi" Ucap amar.


" Tidak bisa begitu dong mar, kalau cuma ibu saja terus aku dan harun bagaimana ? terus mas joko juga bagaimana ?" Tanya tini tidak terima keputusan amar.


" Terserah...!! Setiap bulan amar sudah membantu uang dapur 2,5 juta. Harun bekerja dan mas joko juga bekerja mereka semua punya gaji, jadi kenapa harus aku yang pusing mikirin makan kalian semua. Uang kalian , kalian kemanakan ? Uang dari amar 2,5 juta tidak lah sedikit mbak. Uang itu sebenarnya amar kasih buat ibu untuk keperluan ibu tapi kalian pakai untuk biaya makan sehari-hari " Ucap amar.


" Uang mas joko ya masuk ke kantong ku, sebagian untuk mas joko pegangan beli bensin dan keperluan lain. Uang harun ya buat harun sendiri, jadi biaya makan kami ya kamu lah yang tanggung. Uang mu kan banyak, enak saja biaya kami makan pakai uang kami sendiri " Seru tini.


Brraakk....


Keluarga amar benar - benar menjadikan nya sebagai sapi perah. Amar sudah benar - benar hilang kesabaran, tidak bisa membiarkan perlakuan seenak nya dari keluarga nya.


" Sekarang saya minta keluar dari rumah ku. " Seru amar.


" Pergi sekarang juga !!!" Bentak amar lantang.


Tini langsung pergi dari dapur dan keluar rumah lewat pintu depan. Tini pergi sambil menggerutu tidak jelas, dia tidak terima dengan perlakuan amar yang seenak nya. Tini akan mengadukan semua nya kepada ibu nya, hanya ibu nya lah yang bisa membuat amar luluh. Dengan ibu nya pura - pura marah dan bersedih pasti amar akan mengabulkan apa yang di minta ibu nya.


Biasa nya memang amar akan melemah seperti itu, tapi tidak tahu untuk yang selanjut nya. Amar sudah tidak mau lagi di jajah oleh keluarga nya sendiri. Semakin amar diam, keluarga nya akan semakin menjadi.


💞💞💞💞💞💞


*******


Malam takbir nya Author ngebut Up bab baru, jangan lupa LIKE KOMEN VOTE FAVORITE HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2