Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Meminta cerai


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Ibu siti sudah dua hari di rawat di rumah sakit, selama dua hari ini juga amar setiap pulang dari kantor selalu mampir ke rumah sakit. Setiap jam setengah 8 malam dia baru pulang ke rumah, semua itu dia lakukan juga sudah izin dengan asti dan ibu jujuk.


" Bagaimana keadaan ibu mu mar ?" Tanya ibu jujuk saat amar baru pulang.


" Belum ada perubahan bu. Asti mana bu?" Seru amar dengan wajah lelah nya.


" Ada di kamar " Seru ibu siti.


Amar mengangangguk lalu dia pamit masuk ke kamar nya. Di dalam kamar amar di sambut asti dengan tatapan tajam ke arah nya.


" Mana uang gaji kamu mas?" Tanya asti yang memang tahu jika hari ini amar gajian.


" Maaf dek mas belum ambil uang nya, tadi mas lupa. Kamu kan ada ATM mas transfer saja ya dek " Seru amar lembut.


" Ya sudah, nomor rekening nya masih mas simpan kan ?" Seru asti.


Amar mengangguk, sebenar nya dia sangat lelah. Ingin sekali dia langsung mandi lalu berbaring di atas kasur menghilangkan penat nya.


" Sudah mas transfer ya dek" Ucap amar lagi.


" Kok cuma segini ? Aku kan minta lebih, ada baju yang ingin aku beli. Dan harga nya 800 ribu mas " Seru asti ketus.


" Biasa nya juga kan 4 juta dek. Mas masih banyak kebutuhan, itu saja dulu ya dek. Nanti kalau ada rezeki lebih pasti mas kasih lebih" Ucap amar.


" Tidak mau !!" Jawab asti lantang sampai terdengar ke luar kamar.


Amar pun kaget dengan teriakan asti, feling amar sudah tidak enak. Pasti akan tetjadi keributan lagi. Amar hanya takut dia juga terpancing emosi dan tidak bisa mengendalikan emosi nya. Apalagi saat ini dia memang baru pulang dan tentu nya lelah dan ingin segera beristirahat.


" Ya sudah mas tambah " Ucap amar akhirnya mengalah agar tidak ada keributan.

__ADS_1


Amar kembali mengotak - atik ponsel nya dan mengirimkan sejumlah uang kepada asti.


" Kok cuma sejuta ?" Asti tetap protes dengan uang yang amar berikan.


" Iya dek, mas tambah 1 juta. Itu sudah cukup untuk beli baju seharga 800 tadi, mas tidak bisa memberi lebih lagi dek. Ibu juga kan sekarang di rumah sakit, walaupun di bantu tante silvi tetap mas juga harus membantu dek. Mas tidak mau mengandalkan bantuan tante silvi terus menerus. Sebagian juga mas tabung untuk kita beli rumah " Ucap amar masih bicara dengan lembut dan pelan.


Asti tidak mau tahu dia tetap meminta uang gaji amar semua agar dia lebih leluasa untuk belanja. Asti tidak rela uang amar di gunakan untuk membantu ibu nya lagi.


" Mas mulai sekarang aku mau uang gaji mu 100 persen untuk ku semua. Aku ingin beli banyak barang, dan aku tidak mau uang kamu gunakan untuk membiayai rumah sakit ibu lagi. Selama ini kamu sudah banyak keluar uang untuk ibu mu. Sekarang giliran kamu membahagiakan aky mas, aku juga mau rumah mobil dan barang mewah lain nya !" Teriak asti lantang.


Amar sudah tidak bisa bicara dengan halus lagi, dia pun ikut menanggapi perkataan asti dengan lantang. Sudah tidak perduli lagi jika di dengar mertua dab ipar nya.


" Kenapa kamu jadi tamak seperti ini asti !!" Bentak amar.


Diki dan ibu jujuk ada di depan kamar mereka takut jika asti akan mengamuk lagi dan membahayakan amar ataupun asti sendiri.


" Kenapa kamu membentak ku mas ? Apa kamu memang sudah tidak mencintai ku lagi ? Aku benci kamu mas ,!" Teriak asti lalu keluar dari kamar menuju ruang keluarga.


Asti keluar kamar dan mendapati ibu dan adik ipar nya berdiri di dekat kamar nya. Namun asti tidak perduli,dia memilih duduk di sofa sambil menggerutu tidak jelas. Ibu siti mencoba mendekati asti dan menasehati nya.


" Asti kenapa lagi kamu nak ? Kasihan suami mu itu baru pulang,pasti capek dia ingin mandi ingin makan juga. Seharusnya kamu itu melayani suami mu dengan baik, jangan suami baru pulang kamu marah - marah dan kamu todong soal uang gaji nya" Ucap ibu jujuk lembut menasehati asti.


" Asti itu cuma mau mas amar gaji nya semua buat asti bu. Asti tidak mau mas amar membiayai ibu nya lagi. Untuk apa aku menikah kalau tidak di bahagiakan, lebih baik bercerai saja" Ucap asti tanpa berfikir panjang.


Deg.


" Dek, jangan marah ya " Ucap amar lembut.


" Kalau kamu tidak mau membahagiakan ku lebih baik kita bercerai saja. Menyesal aku menikah dengan mu mas, aku kira menikah dengan mu akan membuat hidup ku makmur dan bisa membeli apa yang aku ingin kan ternyata salah . Aku tertipu mas " Ucap asti bicara dengan senyum sinis.


" Jangan bicara soal perceraian dek " Ucap amar.


" Memang nya kenapa ?. Kamu tidak suka ? Kamu itu hanya mementingkan keluarga mu saja ! Aku minta rumah saja sampai sekarang tidak kamu belikan , aku itu mau rumah mewah dua lantai mas. Mana apa kamu bisa memberikan nya ? Tidak kan ? Uang kamu habis untuk ibu mu yang sakit - sakitan itu,kenapa dia tidak mati saja !!Agar uang mu hanya untuk ku !!" Seru asti dengan lantang.


Plaakk... Plaakk..


Asti mendapatkan dua tamparan dari ibu jujuk, seumur hidup nya baru kali ini dia menampar asti. Menurut nya kali ini asti memang sudah sangat kurangajar, sampai mengharapkan mertua nya untuk mati agar amar bisa memberikan semua uang gaji nya kepada dirinya.


" Kamu itu yang sakit asti ! Kamu yang sakit jiwa ! Aku tidak menyangka mempunyai anak seperti kamu , begitu busuk nya hati dan mulut mu asti " Seru ibu jujuk geram.

__ADS_1


" Senangkan kamu aku di tampar oleh ibu ku.? Dasar lelaki tidak ada guna, menyesal aku menikah dengan mu. Sekarang ceraikan aku mar, ceraikan aku !!" Bentak asti terus - terusan meminta cerai dari amar.


Amarah amar sudah tidak bisa di kendalikan lagi, mungkin jika asti hanya memaki dan menghina nya dia masih bisa terima tapi tidak jika sudah membawa - bawa ibu nya apalagi asti mengharapkan kematian ibu siti yang berstatus mertua nya.


" Jangan buat aku marah asti !" Seru amar penub penekanan.


" Kenapa ? Tidak suka ? Lelaki kere,miskin seperti mu memang tidak pantas untuk ku. Cuma rumah saja tidak bisa membelikan, aku sudah tidak mau lagi menjadi istri mu. " Ucap asti dengan senyum sinisnya.


* Apa dia serius ? Tapi dilihat dari gaya bicara nya dia serius, sama sekali tidak terlihat jika mental nya terganggu. Mengamuk pun tidak * Ucap amar dalam hati nya.


" Ayo ceraikan aku !!" Suara asti terdengar cukup lantang.


" Asti ! Aku ini suami mu,hormati aku sebagai suami mu " Bentak amar.


" Suami yang tidak bisa di andal kan, suami yang tidak bisa memenuhi gaya istri nya. Suami macam apa itu, lebih baik aku tidak punya suami" Seru asti. Benar - benar sudah tidak bisa di ajak bicara baik - baik lagi.


" Baiklah kalau itu memang mau mu. Asti mulai malam ini kamu bukan lagi istri ku, aku jatuhkan talak untuk mu " Seru amar dengan suara bergetar.


Deg.


Akhir nya apa yang ibu jujuk takutkan tetjadi juga. Tapi dia tidak mau menyalahkan amar, mungkin memang lebih baik mereka bercerai agar amar bisa hidup bahagia tanpa harus terbebani dengan masalah asti.


" Haaa haaa haaaa.... akhir nya aku menjadi janda " Seru asti dengan tawa lantang nya.


Asti tertawa sudah seperti orang yang tidak waras lagi, dia tertawa dan lompat - lompat senang. Sebenar nya amar mengesal mengucapkan kata talak, semua itu terucap begitu saja karena amar terbawa emosi. Emosi nya sudah membuat pernikahan nya hancur dalam sesaat.


" Bu, maafkan amar. Amar tadi terbawa emosi bu, amar tidak bermaksud untuk menceraikan asti " Ucap amar kepada ibu jujuk.


" Ibu tidak menyalahkan mu nak amar, mungkin ini memang yang terbaik untuk kalian. Kamu itu harus bahagia, hidup dengan asti kamu tidak akan bahagia nak. Kamu lihat sendiri bagaimana asti, dia iri dengki, dia boros bahkan dia juga gila. Ibu menyebut Asti itu gila, iya dia memang gila " Ucap ibu jujuk bijak.


Asti tidak perduli dengan apa yang di bicarakan oleh ibu nya dan amar. Dia tetap tertawa senang karena status baru nya sebagai seorang janda. Tidak ada rasa sedih sedikit pun yang asti tunjukan di wajah nya.


* Apa pilihan ku tadi sudah tepat * Gumam amar dalam hati nya.


*******


Cerai juga kan ? Hemmm.....


JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤

__ADS_1


SALAM SAYANG DARI AUTHOR K 😘😘😘


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2