Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Bertemu di salon


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Pernikahan amar semakin dekat, Tini dan Novi di sibukkan dengan bungkisan yang akan di bawa kerumah calon pengantin wanita. Amar memang menyerahkan urusan bingkisan dan keperliluan apa saja yang akan du bawa ke rumah kartika kepada kakak nya, Tini dan adik ipar nya. Tini sendiri sudah tidak bekerja sebagai OB lagi di rumah sakit.


Joko meminta tini untuk menjadi ibu rumah tangga saja dan mengurus lala di rumah. Sesekali tini juga membantu joko di Toko.


" Ma, lala au bobok ya. Api lala au mik cucu " Ucap lala saat tini sedang mengemas bingkisan.


" Iya sayang bobok nya di kamar yang sebelah sana saja ya. Yang itu kamar nya Om Amar sama Tante kartika " Seru tini sambil menunjuk kamar yang lebih besar.


" Ante kaltika bobok ama om amal Ma ?" Tanya lala masih belum paham.


" Iya , tapi tidak sekarang. Nanti kalau tante kartika sama papa sudah menikah. Seperti mama sama papa joko, sekarangkan sudah boleh bobok sama - sama " Ucap tini menjelaskan dengan lembut.


Saat ini mereka memang ada di rumah baru amar, semua persiapan di laksanakan di rumah baru amar. Amar tidak mau mempersiapkan di rumah kontrakan nya, karena dia tidak mau asti datang dan mengacau semua nya.


" Oh iya ma. Aku ke kamal dulu, mama buatin aku cucu ya " Ucap lala berlari menuju kamar.


Ini memang sudah jam satu siang waktu nya lala untuk tidur siang. Tini langsung bangkit untuk membuatkan lala susu dan mengantarkan nya ke kamar. Tini keluar kamar saat lala sudah tertidur dengan nyenyak.


" Sudah tidur lala mbak ?" Tanya Novi.


" Sudah Nov, lala kalau sudah mengantuk memang cepat tidur nya. Kasih susa tidak sampai 5 menit sudah tidur , makanya kalau dia mau tidur mbak tidak mau buatin susu banyak - banyak ya karena itu dia cepat tidur dan susunya jadi mubazir karena tidak keminum " Ucap tini sambil melanjutkan mengemas bingkisan.


Novi mengangguk paham karena bagaimanapun dia juga pengasuh anak. Jadi apa yang dilakukan tini dia juga pernah melakukan nya.


" Oh iya mbak. Kata mas harun, beberapa hari yang lalu dia melihat mantan istri mas amar, mbak Asti. Busheet dechh mbak !! Kata mas harun dia sudah seperti artis hollywood , dandannya menor, pakaian nya seksi pokok nya berubah 180 derajat dari yang dulu kita kenal. " Seru Novi bersemangat untuk bercerita.


Tini juga baru ingat jika kemarin amar bercerita kalau Asti datang ke kontrakan nya dan meminta amar untuk rujuk dengannya. Tini sudah meminta amar sebisa mungkin untuk mengindari asti, apalagi sebentar lagi amar akan menikah. Jangan sampai asti mengacaukan segalanya, karena menghadapi orang stress terkadang juga harus ikut stress juga.

__ADS_1


" Iya Nov. Amar juga cerita katanya asti datang ke kontrakan dan mengajak rujuk. Bahkan asti tidak terima saat amar menolak nya dan memberitahu jika dia mau menikah. Huuufff... Ada - ada saja ulah si asti, kenapa juga dia datang saat amar sudah menemukan kebahagiaannya. Dulu dia yang ngotot minta cerai , giliran di cerai dia kumat tuh gila nya " Ucap tini sambil tangan nya terus bekerja.


" Semoga saja mbak asti tidak mengacaukan acara pernikahan nya mas amar dan mbak kartika. Pokok nya dia jangan sampai tahu kalau pernikahan mas amar di laksanakan di rumah kartika. Kalau dia tahu dan mengamuk bisa gawat , bisa jadi tontonan warga tu mbak asti saat mengamuk. " Ucap novi sambil terkekeh.


Tini pun ikut tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh adik ipar nya itu. Dulu dia mengira jika novi ini anak yang pendiam dan tidak banyak bicara, tapi setelah novi menjadi istri harun dan sering bertemu dengan novi, ternyata novi orang nya asik untuk diajak ngobrol.


" Sudah selesai mbak, kita simpan dimana ini ?" Tanya Novi.


" Simpan di kamarnya amar saja Nov, yuk kita pindahin kesana saja. " Seru tini mengajak novi memindahkan barang - barang ke kamar.


" Tapi aku tidak enak masuk kamar nya mas amar mbak." Ucap novi merasa tidak enak harus masuk ke kamar amar.


" Tidak apa - apa Nov, lagian kan sama mbak. Amar juga tidak ada . Kamar itu juga belum di tempati sama amar, ya sudah yuk kita pindahkan biar cepat beres dan kita bisa untuk istirahat" Ucap tini.


Novi mengangguk , tini dan novi mulai memindahkan barang - barang itu kekamar amar. Setelah selesai mereka beristirahat di kamar yang sama dimana lala sedang tidur dengan sangat nyenyak.


*********


Di tempat lain Kartika sedang melakukan perawatan di salon, dia baru datang dan baru mendaftar. Namun dia kaget saat ada perempuan yang menyapa nya.


" Hai... Kamu yang kerja di DL Shop kan ?" Tanya wanita itu kepada kartika.


Huufff..


Kartika menghela nafas panjang, dia mencoba menormalkan dirinya agar tidak gugup saat berbicara dengan Asti.


" Iya mbak, saya kartika. Mbak ini mbak asti kan ?" Tanya kartika tersenyum ramah.


" Oh iya nama kamu kartika. Maklum waktu itu kita cuma sebentar kerja bareng nya. Karena setelah keluar dari sana aku kerja keluar kota. " Seru asti berbohong.


* Hiisshh... Bukan nya kamu di rumah sakit jiwa tapi kenapa bilang kerja di luar kota. Malu kali ya mengakui kalau pernah gila * Gumam kartika dalam hatinya.


" Kok diam ?" Tanya asti mengagetkan kartika.


" Tidak kok mbak, cuma kagum saja sama mbak asti. Sekarang tambah cantik dan semakin seksi. " Seru kartika sambil memandang asti dari atas sampai bawah .


" Iya dong , aku kan merawat diri. Semua ini tidak murah loh, aku kesalon bisa 3 kali dalam seminggu. " Ucap asti sombong.

__ADS_1


Kartika hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, dia tahu maksud ucapan asti hanya untuk menyombongkan dirinya saja. Kartika sama sekali tidak tertarik untuk mengobrol lebih lama dengan asti, beruntung ada pelanggan yang baru selesai perawatan jadi asti pun langsung masuk kedalam bilik tempat melakukan perawatan.


Tapi sial nya ternyata dia harus satu bilik dengan asti. Asti sama sekali tidak tahu jika kartika adalah calon istri amar, mungkin jikà dia tahu dia akan memarahi kartika dan mengamuk.


" Oh iya kok kamu bisa kesalon ? Bukan nya ini masih jam kerja ?" Tanya asti memulai percakapan nya lagi.


" Kebetulan hari ini aku giliran libur mbak ?" Jawab kartika berbohong. Tidak mungkin dia bilang jujur jika dia akan menikah dengan amar.


" Ohh... Kabarnya delia bagaimana ?" Tanya asti lagi.


" Baik mbak. Kalau mbak mau bertemu dia datang saja ke toko. Mbak delia sekarang sering ke toko kok. Cuma hari minggu saja dia yang tidak ke toko, karena minggu waktu untuk anak - anak dan suaminya." Ucap kartika .


Asti diam, mungkin dia malas membahas delia. Dia yang mulai dia juga yang malas membahasnya. Kartika juga diam, dia lebih memilih menikmati perawatan yang di berikan oleh karyawan salon.


" Aku mau rujuk loh sama mas Amar" Ucap asti tiba - tiba.


Uhukk... Uhhukk


Tiba - tiba Kartika batuk - batuk saat mendengar perkataan asti tadi. Dengan percaya dirinya asti bilang jika dia mau rujuk dengan Amar, padahal wanita yang dia ajak bicara adalah calon istri Amar. Beruntung Kartika sudah tahu jika asti memang ada riwayat gila, jadi ucapan nya tidak ditelan nya mentah - mentah.


" Kapan rujuk nya mbak ?" Tanya kartika mengorek informasi.


" Belum tahu. Aku masih berusaha untuk mendekati mas amar lagi. Makanya sekarang aku tampil beda agar mas amar makin menyukai ku dan mengagumi ku. Dan perawatan ini pun buat mas amar, kalau aku semakin cantik kan mas amar yang bangga dan dia pasti mau rujuk dengan ku" Ucap asti dengan percaya diri yang tinggi.


* Jangan kan mas amar aku saja yang wanita mengakui jika mbak asti semakin cantik. Tapi gaya pakaian nya bikin sakit mata, lama - lama malu sendiri melihat belahan dada dan paha yang di umbar begitu* Gumam kartika dalam hatinya.


" Apa menurut mu mas amar akan menolak ku ?" Tanya asti.


" Emmm... Aku tidak tahu mbak. Aku tidak tahu bagaimana isi hatinya mas amar. Tapi aku dengar mas amar mau menikah loh mbak. Apa itu menikah karena mau rujuk sama mbak?" Tanya kartika pura - pura tidak tahu.


" Jangan bahas soal itu !!" Seru asti dengan mata melotot membuat kartika merinding takut.


Asti tidak suka jika ada orang yang membicarakan pernikahan amar. Karena sampai sekarang dia belum tahu kapan amar akan menikah dan siapa wanita yang akan dinikahi oleh amar. Jika dia tahu sudah pasti dia akan mendatangi wanita itu dan memintanya untuk menjauhi amar.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2