
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
* Hartawan * Gumam ibu siti dalam hati nya.
Ibu siti memandang mama silvi dengan seksama, wajah mama silvi terlihat penuh harap ingin bertemu dengan hartawan, sang mantan kekasih yang meninggalkan nya karena kesalahpahaman.
" Tolong katakan dimana keberadaab hartawan, siti. Aku hanya ingin bertemu dengan nya, aku tidak mau membawa kesalahpahaman ini sampai mati " Ucap mama silvi dengan mata yang berkaca - kaca.
" Hhaartawan ada di daerah XX. Di sebuah pesantren " Jawab ibu siti dengan suara terbata - bata.
" Kamu tahu alamat jelas nya ?" Tanya mama silvi antusius.
Ibu siti hanya menganggukkan kepala nya , begitupun dengan mama silvi dia terlihat sangat bahagia dan langsung memeluk ibu siti. Pelukan seorang sahabat yang telah lama tidak ibu siti dapat kan. Tanpa terasa ibu siti pun meneteskan air mata nya begitu saja, ternyata kebahagiaan yang sesyngguh nya adalah bisa berdamai dengan masa lalu dan mencoba menerima setiap garis yang sudah sang pencipta gariskan.
" Terimakasih siti " Seru mama silvi masih terus memeluk ibu siti.
Semua yang menyaksikan nya ikut bahagia melihat persahabatan antara mama silvi dan ibu siti yang kembali membaik. Asti saja yang nampak masih bingung karena dia memang belum tahu cerita yang sebeneranya. Namun asti tidak mau bertanya nanti saat di rumah akan dia tanyakan kepada suami nya, Amar.
" Bagaimana kalau lusa kita datang kesana bersama - sama. Amar bagaimana, bisa ikut tidak ?" Tanya juna melirik ke arah amar.
" Hemm.. nanti lusa saya izin saja di kantor. Insya allah saya bisa ikut " Ucap amar.
" Oh..baik lah kalau begitu" Seru juna sambil menganggukkan kepala nya.
Harun sedari tadi hanya diam sambil terus menunduk, dia malu bertemu dengan juna. Juna sang mantan boss pun sudah melupakan masalah nya dengan harun. Namun memang kalau orang merasa bersalah sudah di maafkan seperti apa pun dia pasti akan merasa malu dan canggung, sama hal nya seperti harun.
__ADS_1
" Sepertinya sudah waktu nya makan siang, bagaimana kalau kita makan siang sama - sama. Kebetulan bibi juga sudah masak banyak " Seru delia yang memang sengaja meminta bibi untuk masak lebih karena mau menjamu tamu - tamu nya.
" Oh tidak usah del, kami nanti makan di rumah saja. Lagi pula kami juga sudah mau pulang kok. " Tolak amar secara halus.
" Hemm.. iya del kami permisi saja " Tambah tini.
" Duhh sayang banget ya, itu bibi sudah masak banyak loh. " Seru mama silvi.
Amar dan tini saling beradu pandang, mereka juga sebenar nya tidak enak sudah merepotkan seperti ini. Mereka datang di sambut dengan baik saja sudah sangat bersyukur. Ternyata keluarga suami delia memang sangat baik dan tulus, hari ini keluarga amar banyak belajar dari delia dan keluarga suami nya.
" Baiklah kami ikut makan siang disini " Seru amar akhirnya menerima tawaran makan siang delia.
" Ya sudah kalau begitu kita ke ruang makan saja yuk, Tini sini biar tante saja yang mendorong kursi roda ibu mu. Dulu ibu mu juga pernah loh mendorong kursi roda tante, selama seminggu ibu mu yang sudah membantu tante. Waktu itu tante jatuh dari motor kaki tante luka dan bengkak tidak bisa jalan selama seminggu" Seru mama silvi mengenang masalalu nya.
" Iya tante silahkan, maaf merepotkan " Ucap tini sopan.
Kini mereka semua sudah berada di ruang makan dan sudah duduk di kursi nya masing - masing. Sedari tadi tatapan asti tidak jauh dari delia. Sebentar - sebentar dia melirik delia yang sedang makan di samping juna, delia bukan tidak tahu jika asti sedari tadi memperhatikan nya. Delia lebih memilih diam dan tidak mau berburuk sangka kepada asti.
" Biar mbak yang suapin ibu mar, kamu makan saja " Seru tini.
" Ayok dimakan makanan nya, jangan malu - malu. " Seru mama silvi dengan ramah.
Dengan telaten tini menyuapi ibu siti, ibu siti terlihat sangat kesusahan membuka mulut nya sehingga hanya sedikit makanan yang bisa masuk ke dalam mulut nya.
********
Rosa dan bayi nya saat ini sudah berada di rumah kontrakan nya yang sangat sempit. Rosa terpaksa tidak bekerja di warung ibu menik karena harus mengurus bayi nya, beruntung ibu menik berbaik hati selalu mengantarkan makanan untuk rosa. Semua itu ibu menik lakukan karena dia kasihan dengan rosa terutama sang bayi. Jika rosa tidak makan pasti air asi rosa pun akan sedikit dan itu bisa berpengaruh untuk bayi nya.
Uang yang bantuan dari rani sudah ibu menik serahkan kepada rosa dan sebagian uang itu sudah rosa belikan perlengkapan bayi. Karena perlengkapan bayi rosa memanglah sedikit.
" Mbak rosa ini makan siang nya " Ucap tari yang baru saja masuk ke dalam rumah kontrakan rosa.
" Oh iya letak kan saja di situ " Jawab rosa singkat dengan mata tetap fokus pada ponsel nya.
__ADS_1
" Mbak jangan main ponsel terus dong. Apalagi dekat - dekat sama tegar begitu, kasihan tegar masih bayi mudah sekali terpapar radiasi dari smartphone mbak " Ucap tari memberitahu rosa.
" Brisik " Jawab rosa ketus tetap fokus pada ponsel nya tanpa menoleh ke arah tari.
" Hiisshhh... dikasih tahu bukan nya berterimakasih tapi malah nyolot begitu. Ya sudah terserah mbak rosa saja. " Ucap tari kesal.
Tari duduk mendekati bayi tegar yang sedang terlelap, bayi yang baru berumur seminggu itu terlihat begitu damai. Tari menciumi pipi tegar dengan gemas sambil sesekali mencubit manja pipi dan hidung tegar.
" Jangan di ganggu tari, aku capek dari semalam tegar itu rewel terus sampai jam dua belas aku tidak bisa tidur . Kalau dia sampai bangun pokok nya kamu yang harus menjaga nya, aku mau istirahat " Ucap rosa sambil meletakkan ponsel di samping kasur.
" Cuma di cium doang mbak. Ya sudah aku mau balik ke warung, kasihan ibu pasti ke repotan apalagi ini jam makan siang. " Seru tari bangkit dari kasur lalu keluar kontrakan rosa.
Hufftt..
Rosa membuang nafas dengan kasar, dia sudah bosan hidup serba kekurangan. Apalagi sudah ada bayi yang tentunya memerlukan banyak biaya, apalagi rosa juga tidak bekerja. Bekerja pun sulit karena dia ada bayi, mana ada orang yang mau menerima dia kerja dengan membawa seorang bayi.
" Masak aku harus kerja di warung ibu menik selama nya " Seru rosa sambil memandangi anak nya yang masih saja terlelap.
" Aku ingin bekerja kantoran seperti dulu lagi, tapi bagaimana dengan anak ku. Atau aku titipkan saja anak ini di panti asuhan ?" Seru rosa bermonolog dengan dirinya sendiri.
" Coba kalau dulu aku tidak mengatakan kalau anak ini bukan anak harun, sudah pasti saat ini anak ini aku serahkan saja kepada harun dan keluarga nya. Aku sendiri tidak tahu dimana keberadaan pria yang sudah membuat ku hamil. Gara - gara dia aku hamil dan ketahuan selingkuh akhirnya aku di ceraikan harun dan si pria itu pun mencampakkan ku begitu saja. Tragis sekali hidup ku ini " Ucap rosa penuh dengan penyesalan.
Rosa tidak tahu lagi harus mengadu semua masalah dengan siapa. Mengadu kepada orang tua nya pun rosa tidak sanggup, orang tua nya masih marah bahkan tidak mau bertemu rosa karena sikap rosa sudah membuat orang tua nya malu. Pernikahan nya dengan harun lah yang sudah membuat orang tua nya murka.
Makanan yang dibawa tari mulai rosa buka dan rosa memakan nya dengan malas. Karena hampir setiap hari rosa memakan menu makanan yang sama. Sayuran hijau, telur dan tempe tahu saja. Hanya itu yang bisa ibu menik berikan untuk rosa, jika harus memberikan makan ayam terus pasti warung bu menik juga akan bangkrut.
" Hahh... daripada aku tidak makan. Jadi makan saja yang ada, tah ini juga dari dikasih orang. Nanti kalau aku sudah punya uang banyak aku puas - puasin makan makanan enak di restoran yang mewah dan mahal " Ucap rosa sambil mengaduk makanan yang ada di dalam kotak makan.
*******
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
MAAF TIDAK BISA BALAS KOMENTAR SATU PERSATU. 🙏🙏
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤