Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Butuh babby siter


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Setelah adzan zuhur asti mendatangi rumah kontrakan ibu mertua nya, hari ini dia belum mendapatkan pekerjaan, dia akan berusaha lagi esok hari. Dengan malas asti mengayunkan langkah nya ke pekarangan kontrakan ibu siti.


" Assalamualaikum " Seru asti dari luar.


" Waalaikumsalam, ehh asti. Aku kira kamu tidak datang, kata amar kamu mencari pekerjaan " Seru tini sambil tersenyum.


" Oh mas amar sudah bilang ya mbak kalau aku mau bekerja. Maaf ya mbak, bukan nya tidak mau merawat ibu tapi aku hanya ingin mempunyai kesibukan lain dan menghasilkan uang agar aku punya tabungan untuk membantu mas amar mewujudkan impian kami punya rumah dan syukur - syukur bisa beli mobil " Seru asti yakin.


" Iya asti tidak apa - apa. Semoga kamu segera dapat pekerjaan nya ya " Ucap tini.


" Terimakasih mbak,nanti aku tetap bantuin rawat ibu kok mbak. Nanti kalau pas senggang atau pas libur aku pasti akan kesini. " Ucap asti lagi.


Tini hanya mengangguk sambil tersenyum. Tini pun bersiap - siap, setelah semua nya siap tini langsung berangkat bekerja. Seperti biasa tini menunggu mpok onah di gang depan , beruntunh tini satu siff dengan mpok onah jadi masih bisa nebeng untuk pulang pergi nya.


Sementara itu asti di rumah menjaga ibu mertua nya, asti membawa ibu mertua nya duduk diteras depan karena di kamar saja pasti bosan.


" Apa ibu tidak mau sembuh ? Kalau ibu sembuh anak - anak ibu tidak akan di repotkan lagi untuk menjaga ibu. Mbak tini juga sudah bekerja, mas amar kerja, harun mengojek dan asti pun lagi cari pekerjaan bu. Asti ingin ibu itu cepat sembuh agar asti juga tidak harus bolak - balik untuk menjaga ibu. Tapi kalau asti sudah bekerja, asti tidak bisa sering- sering datang kesini. " Ucap asti berterus terang.


Ibu siti hanya diam menyimak sambil mengangguk kan kepala nya saja, mau bicara pun susah. Asti menyuapi ibu siti dengan makanan yang sudah di siapkan tini.


Sebenar nya asti ini baik cuma dia mempunyai penyakit hati berupa iri yang susah untuk di hilangkan.

__ADS_1


" Bu, delia itu menantu ibu kan ? menurut ibu delia itu bagaimana ? Yang saya tahu dulu ibu juga menghina delia dan bahkan menyebut nya istri parasit ? Tapi sekarang dia bisa sukses dan mempunyai toko yang dangat besar, bahkan DL Shop itu sudah terkenal sampdi mana - mana . Kok bisa sih ibu membenci delia, apa sekarang ibu tidak menyesal. ?" Tanya asti semakin tidak jelas.


* Kenapa asti membahas delia ? Apa dia merasa ingin seperti delia. Apa kebaikan nya ini hanya sementara saja atau hanya kepalsuan. Kalau benar begini kasihan sekali amar * Gumam ibu siti dalam hati nya.


Asti tetap terus bercerita dan bertanya tanpa henti, namun satu pun tidak ada yang ibu siti jawab. Ibu siti hanya sebagai pendengar setia, di menganggap celotehan asti sebagai radio saja.


*********


Hari ini delia kedatangan sahabat nya mona, sudah lama mona tidak berkunjung. Kehamilan nya membuat nya malas mau kemana - mana, bahkan ke tiga toko nya pun sudah di percayakan kepada orang kepercayaan nya, dia benar - benar malas untuk beraktifitas.


" Sebentar lagi kamu melahirkan ya Mon, kira - kira lelaki atau perempuan Mon ?" Tanya delia.


" Hasil USG sih cewek del. " Jawab mona singkat dengan mulut tidak berhenti mengunyah.


" Kapan jadwal lahiran nya Mon ?" Tanya mama silvi yang juga ikut bergabung.


" Enam minggu lagi tante. " Jawab mona.


" Makan terus kamu mon, lihat badan kamu semakin besar. Tapi tidak apa - apa badan besar yang penting kamu sehat, bayi kamu sehat dan suami kamu sayang " Seru delia lagi.


" Mau lagi Mon ?" Tanya mama silvi.


" Tidak tante, aku sudah kenyang. Lagi pula mulut ku capek mengunyak terus " Jawab mona sambil mengusap perut buncit nya.


" Kalau mau lagi bilang saja Mon " Seru delia.


Mama silvi pun memilih menemua dua cucu kembar nya di dalam kamar. Sebenar nya dis hanya ingin memberi ruang untuk delia dan mona.


" Ehh del.. kemarin kamu bilang kata nya keluarga amar sudah meminta maaf pada mu ? Itu bagaimana cerita nya, beneran minta maaf atau cuma cari sensasi saja ?" Tanya mona antusius.


" Mencari sensasi bagaimana maksud kamu ? Memang para artis mau cari sensasi segala " Jawab delia sambil terkekeh.

__ADS_1


" Memang nya cuma para artis saja yang cari sensasi, masyarakat awam pun sekarang banyak yang cari sensasi del. Oh iya, memang nya mantan mertua kamu itu stroke ya ?" Tanya mona lagi ingin tahu semua nya.


Mona memang seperti itu , satu pertanyaan belum di jawab sudah bertanya lagi.


" Iya mereka sudah meminta maaf, mereka benar - benar meminta maaf dengan serius mon. Dan kesalah pahaman antara mama dan ibu pun sudah selesai, kami sudah memaafkan mereka sekarang tidak ada lagi kesalah pahaman dan kebencian di antara kami. " Jawab delia.


" Syukurlah kalau begitu, jadi hidup mu sudah aman tidak ada lagi yang mau cari masalah dengan mu. " Seru mona.


Cukup lama delia dan mona saling berbincang, banyak hal yang mereka bicarakan dari mulai seputar kehamilan mona , si kembar yang semakin menggemaskan dan seputar bisnis mereka yang sama - sama semakin ramai. Setelah puas bertemu dan berbincang dengan delia, mona pun izin pulang jarak dari rumah delia ke daerah tempat tinggal mona lumayan jauh jadi mona tetap memakai supir pribadi.


" Loh mona sudah pulang del ?" Tanya mama silvi.


" Sudah ma, tadi mau pamit sama mama tapi tidur mama nyenyak banget. Mona titip salam saja untuk mama " Jawab delia sambil mencium si kembar.


" Oh.. iya tadi niat nya mama mau nemenin si kembar tapi malah mama ikut ketiduran. Lama juga hampir dua jam mama tidur" Seru mama silvi.


" Iya ma.. oh iya ma. Maaf delia mau meminta persetujuan mama. Begini ma, kalau delia mempekerjakan baby siter satu untuk membantu delia menjaga si kembar bagaimana ma ? Mama setuju apa tidak ?" Tanya delia hati - hati.


Bukan nya langsung menjawab justru mama silvi tertawa. Delia bingung kenapa mama nya tertawa, apa pertanyaan nya ada yang lucu atau ada yang salah sehingga mama silvi menertawakan nya.


" Ma.. kok malah tertawa ?" Tanya delia.


" Delia.. delia, dari dulu mama kan sudah menyarankan kamu pakai jasa babby siter untuk membantu mu menjaga si kembar. Nah sekarang kamu butuh kan, mama tidak akan melarang del. Lagi pula mengurus dua bayi sekaligus itu memang sangat menguras tenaga di tambah kamu masih harus mengurus toko. Mama dan Juna sangat setuju. Biar mama yang cari babby siter nya kamu terima beres saja " Ucap mama silvi.


Delia tersenyum dan langsung memeluk mama silvi dengan mata berkaca - kaca. Delia bahagia memiliki mertua sebaik mama silvi, seorang mertua tapi kasih sayang nya sudah seperti orang tua kandung. Sejak kecil delia sudah di tinggal kedua orang tua nya, dan dia di besarkan di salah satu panti asuhan. Dan saat lulus SMP dia memutus kan bekerja dan memilih tinggal di kontrakan agar tidak membebani ibu panti. Beruntung orang tua mona sangat menyayangi nya, bahkan delia mau di sekolahkan tapi tidak mau.


Sekarang delia sudah menjadi donatur tetap di panti asuhan tempat nya di besar kan dulu.


********


SELAMAT PAGI, DAN SELAMAT HARI SENIN. JANGAN LUPA KLIK TOMBOL VOTE NYA YA KAK 😘😘

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2