
πΉπΉπΉπΉ HAPPY READING πΉπΉπΉπΉ
.
.
.
πππππ
" Pernikahan bukan permainan buk ! Dulu ibu sangat mendukung pernikahan mas amar dan rosa karena rosa wanita yang berpendidikan dan kaya. Tapi sekarang setelah ibu tahu aku mempunyai harta ibu menyuruh kami rujuk dan mas amar akan menceraikan rosa. Sampai kapan pun aku tidak sudi rujuk dengan anak mu bu " Ucap delia meluapkan amarah nya.
Ibu siti sebenar nya tidak terima dengan cacian dari delia tapi dia mencoba mengendalikan emosinya agar. Dia ingin terlihat baik di depan delia sampai delia mau rujuk kembali dengan amar.
" Ibu tidak bermaksud seperti itu nak delia. " Ucap ibu siti membela diri.
" Dek tolong jangan marah dulu. Aku tidak akan memaksa mu untuk mau rujuk dengan ku. Masih banyak waktu untuk kamu berfikir, aku siap menunggu mu kapan saja " Ucap amar tak tahu malu.
" Tolong pergi dari rumah ku sekarang juga jangan sampai aku memanggil tetangga untuk mengusir kalian " Seru delia.
Amar dan ibu siti akhirnya memilih segera meninggalkan rumah delia. Mereka pulang dengan kekecewaan atas penolakan delia.
Satu minggu kemudian.
Sudah enam bulan amar tidak membayar sewa kontrakan , bahkan sekarang biaya sewa perbulan sudah menjadi 2 juta bukan 500 ribu lagi, sebenarnya dulu biaya sewa 2 juta tapi untuk meringankan beban amar tiap bulan delia yang bayar 1,5 juta nya dan amar tinggal bayar yang 500 ribu. Tentu nya itu semua delia lakukan tanpa sepengetahuan amar . Pagi - pagi buk jaenab mendatangi rumah kontrakan untuk menagih uang sewa kontrakan amar.
Saat bu jaenab datang amar sedang mandi , jadi ibu jaenab bertemu dengan rosa dan menyampaikan niat nya datang untuk menagih uang kontrakan.
" Memang nya ada urusan apa sama suami saya buk sampai datang pagi - pagi begini. " Tanya rosa ingin tahu.
" Ada urusan soal rumah ini mbak " Jawab bu jaenab jujur.
Rosa tidak tahu pasti apa yang di maksud oleh ibu jaenab jadi dia langsung masuk ke kamar untuk memanggil amar, di saat rosa masuk kamar amar baru saja selesai berpakaian.
" Mas di luar ada ibu jaenab. Kata nya ada urusan soal rumah. Memang nya rumah apaan sih mas? " Ucap rosa ingin tahu.
" Iya sayang. Mungkin bu jaenab datang untuk meminta uang kontrakan." Ucap amar percaya diri sambil mengambil uang 3 juta dalam tas kerja nya.
__ADS_1
Uang kontrakan ?
Rosa belum mengerti arah pembicaraan amar, saat dia hendak bertanya lagi amar sudah keburu keluar kamar menemui ibu jaenab. Rosa pun langsung mengikuti amar menemui bu jaenab.
" Mas amar maaf pagi - pagi mengganggu " Ucap ibu jaenab sopan.
" Iya buk gak apa bu. Oh iya ibu pasti mau menagih uang kontrakan bu. Ini sudah saya siapkan seperti biasa kan bu " Ucap amar sambil menyerahkan amplop berisi uang 3 juta.
Bu jaenab ragu - ragu mengambil uang dari amar karena sekarang amar bukan membayar 500 ribu tapi 2 juta.
" Maaf mas emm.. bagaimana ya . Sebenar nya biasa sewa perbulan nya 2 juta bukan 500 ribu " Ucap bu jaenab akhir nya bicara jujur.
" Hah 2 juta ? " Seru amar kaget.
Amar sangat kaget saat ibu jaenab bilang uang sewa nya 2 juta. Karena selama ini dia hanya bayar 500 ribu perbulan dan dia akan bayar 6 bulan sekali.
" Kenapa naik segitu banyak bu. ?" Tanya amar dengan wajah bingung.
" Sebenar nya dari dulu memang 2 juta mas, mbak delia yang bayar 1,5 juta nya dan mas amar tinggal bayar 500 ribu nya saja. Mbak delia cuma mau meringankan beban mas amar saja makanya dia menanggung 1,5 juta tiap bulan nya " Ucap ibu jaenab akhir nya bicara jujur.
" Mas ini sebenarnya ada apa sih ? Jadi rumah ini itu cuma mengontrak ? bukan rumah mas amar sendiri ?" Seru rosa terdengar kaget.
" Maaf rosa nanti mas jelaskan. Mas mau mengurus masalah uang sewa dulu. Bu jadi untuk biaya 6 bulan ini 12 juta ? " Tanya amar.
" Iya mas " Jawab bu jaenab.
Amar melirik rosa namun rosa terlihat masih sebal dan seperti tidak perduli dengan arti lirikan amar. Dia ingin marah namun masih ada ibu jaenab.
" Sayang mas pinjam uang 9 juta ? " Ucap amar kepada rosa.
" Tidak ada !!" Jawab rosa ketus.
Amar tidak mungkin memaksa rosa untuk meminjam kan uang. Akhirnya amar meminta nomor rekening ibu jaenab dan kekurangan nya di bayar secara transfer karena amar tidak ada uang kas sebanyak 9 juta.
" Kalau begitu saya permisi ya mas. Mari mbak rosa saya permisi " Ucap ibu jaenab berpamitan.
Sepeninggalan ibu jaenab rosa langsung memberondong amar dengan banyak pertanyaan. Dia benar - benar merasa di bohongi karena dari awal dia tidak bicara jujur tentang rumah nya ini.
__ADS_1
" Kenapa mas tidak bilang kalau rumah ini hanya mengontrak? Kalau seperti ini aku kan merasa di bohongi mas. Rumah ku sudah ku jual karena aku fikir rumah ini adalah rumah mu. Tapi ternyata aku tertipu!! " Ucap rosa marah
" Rosa !! Yang sopan bicara dengan suami mu. Aku ini suami mu kepala rumah tangga dan tidak seharus nya kamu membentak ku seperti itu. Aku memang tidak bilang sama kamu kalau ini rumaj kontrakan tapi aku nuga tidak bilang kalau ini rumah ku. Dan apa tadi kamy bilang, rumah mu sudah kamu jual. Tapi kenapa kamu tidak bilang kalau rumah itu sudah kamu jual. " Ucap amar juga ikut marah.
" Itu rumah ku jadi terserah aku dong " Jawab rosa seenak nya.
Amar hampir saja hilang kendali dan dia hendak menampar rosa. Rosa langsung pergi keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil nya. Dia tidak mau berangkat kerja bareng amar.
* Sialan ternyata selama ini mas amar ini membohongi ku. * Seru rosa kesal.
******
" Bu mas joko sudah resmi menceraikan ku bu " Seru tini sambil menangis.
Surat putusan sidang cerai joko dan tini sudah di terima kedua belah pihak. Joko dan tini hari ini sudah resmi bercerai. Tidak ada harta gono - gini yang di bagi karena memang joko tidak mempunyai harta yang untuk di bagikan. Harta dan tabungan joko sudah habis karena tini.
" Sudah tidak perlu kamu menangisi perceraian mu. Masih banyak lelaki kaya yang mau dengan mu. Lelaki seperti joko apa yang kamu harapkan ?" Ucap ibu siti tidak memperdulikan tangisan tini.
" Tapi hanya mas joko yang bisa menerima segala kekurangan ku bu. Aku juga mencintai nya, selama 6 tahun kami berumah tangga sekali pun mas joko tidak pernah kasar kepada ku bu. " Ucap tini mengakui jika joko lelaki yang baik.
" Semua ini juga karena kebodohan kamu !! Coba kalau joko tidak mengetahui kalau kamu kembali lagi ke dunia haram mu itu pasti sekarang kamu masih bahagia dengan joko. Makanya kalau mau melakukan apa - apa itu di fikirkan dulu akibat nya " Ucap ibu siti memarahi kebodohan tini.
Tini memandang ibu nya dengan tatapan yang sulit di artikan ada rasa benci kesal menjadi satu dalam diri tini. Sang ibu yang selama ini selalu ikut menik.ati uang hasil kerja nya sekarang malah balik menyalahkan nya.
" Kenapa jadi menyalahkan ku buk? Ibu selama ini juga ikut menikmati uang hasil kerja ku itu kan ? Kenapa ibu sekarang protes ?" Tanya tini beruntun.
" Aku begini juga karena ibu !!" Bentak tini.
Tini tidak terima jika ibu nya menyalahkan nya sendiri, dia jadi pekerja wanita malam juga karena ibu nya. Ibu nya yang banyak menuntut dan selalu berfoya membuat tini dari sejak SMA terjun di dunia malam yang kelam. Apalagi saat ayah nya meninggal, tini semakin gencar mencari pelanggan dengan bantuan ibu nya.
*****
LIKEβ€
LIKEβ€
LIKE, KOMEN , VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK πβ€β€
__ADS_1
TERIMAKASIH πβ€