
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
FLASHBACK ON
Saat persidangan amar tetap kekeh tidak mau menceraikan delia. Sidang berjalan dengan alot bahkan delia sudah sangat muak dengan sikap amar yang sangat egois. Beruntung delia mempunyai bukti - bukti perselingkuhan dan perzinahan amar. Bukti itu yang memperkuat delia, hingga hakim pasti akan memutuskan cerai untuk amar dan delia.
" Bukti apa yang kamu punya ? Kamu itu hanya mengada - ada saja dek. Bilang saja kalau kamu itu sudah ada lelaki lain sehingga kamu menggugat cerai. Jangan harap aku akan menceraikan mu " Ucap amar ucapan nya menjadi sebuah fitnah yang sangat membekas di hati delia.
" Jangan maling teriak maling mas, kamu yang sudah menikah secara diam - diam tanpa persetujuan ku. " Ucap delia masih bisa mengontrol emosi nya.
" Aku menikah atas persetujuan nya pak hakim " Jawab amar dan menatap ke arah hakim.
Hakim itu pun meminta amar dan delia untuk tenang. Mereka berdua pun mengikuti ucapan sang hakim. Dan hakim pun meminta delia untuk menyampaikan gugatan cerai nya.
Delia menyerahkan bukti - bukti yang akan membuat nya segera terbebas dari amar. Hakim pun menerima bukti - bukti perselingkuhan amar, dan bukti itu pun di perlihatkan kepada amar.
Wajah amar memucat saat melihat video yang di miliki oleh delia. Video saat pertama kali amar melakukan nya di rumah rosa, dan video berikut nya saat ada di rumah kontrakan nya tepat nya di kamar delia. Video itu terjadi sebelum ada pernikahan antara amar dan rosa.
" Darimana kamu mendapatkan video ini ?" Tanya amar dengan wajah pucat pasi.
" Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri saat kamu melakukan nya di rumah rosa dan video itu aku yang merekam nya. Bahkan saat kamu ijab qabul dengan rosa pun aku ada video nya, dan saat kamu ijab qabul itu lah aku melayangkan gugatan cerai. " Ucap delia tersenyum sinis ke arah amar yang masih diam mematung.
" Kamu sudah merencanakan semua ini ?" Seru amar tak percaya.
Delia tidak perduli dengan pertanyaan amar, saat ini tujuan nya adalah segera bercerai dengan amar dan tidak ada lagi sidang penundaan.
__ADS_1
Akhirnya dengan bukti - bukti yang di miliki oleh delia, gugatan cerai delia di kabulkan oleh pengadilan agama. Dan sekarang delia resmi menjadi seorang janda. Delia lebih memilih berdamai dengan amar dengan tidak melaporkan amar ke polisi atas kasus perzinahan.
FLASHBACK OFF
*******
" Jadi ibu mintak untuk kita mengadakan liburan ? " Tanya amar saat ibu siti mengutrakan keinginan nya.
Ibu siti sore itu mendatangi rumah kontrakan anak nya, tepat setengah jam setelah amar dan rosa pulang dari kantor. Saat itu ibu siti hanya bicara dengan amar saja karena rosa sedang mandi.
" Iya mar, kita kan sudah lama tidak jalan atau pun liburan.Semenjak kamu menikah dengan rosa kita kan belum pernah liburan. " Ucap ibu siti.
Amar tidak bisa memutuskan sendiri karena dia harus bertanya kepada rosa terlebih dahulu. Sebenar nya amar dan rosa sudah ada janji mau jalan - jalan berdua saja, tapi sang ibu ternyata punya rencana untuk liburan bersama.
" Rosa pasti mau mar, lagi pula dia kan istri yang baik dan pengertian " Ucap ibu tini.
" Iya bu " Jawab amar singkat.
Rosa pun keluar dari kamar menemui ibu mertua nya, rosa sudaj kelihatan lebih segar karena sudah mandi. Rosa duduk di samping amar dan ikut berbincang dengan sang ibu mertua.
Rosa menatap sang ibu mertua yang tersenyum penuh harap ke arah nya. Sebenarnya rosa malas pergi dengan keluarga amar, tapi rosa tidak mau amar berfikiran buruk terhadap nya.
" Bukan nya weekend nanti kita sudah ada acara sendiri mas? " Tanya rosa kepada amar dan siapa tahu amar melupakan nya .
" Iya sayang jadi liburan kita, kita gabung saja bareng dengan yang lain nya. Kamu tidak apa - apa kan kalau liburan kita bareng dengan keluarga mas ?" Ucap amar.
" Iya mas tidak apa - apa " Jawab rosa terpaksa menyetujui susmi nya.
Di tempat lain saat ini delia di bantu dengan mpok onah dan Mona sedang menyiapkan makanan untuk acara syukuran rumah baru delia. Tidak banyak makanan yang mereka masak karena menu yang lain nya pesan catering.
" Semua nya sudah beres del, prasmanan juga sudah lengkap tinggal para tamu nya saja yang datang dan menyikat semua makanan ini " Ucap mpok onah.
" Mpok onah ini memang bisa saja " Seru mona yang tertawa mendengar ucapan mpok onah yang bar - bar.
" Non mona biasa tinggal di kota sih jadi tidak tahu kebiasaan orang - orang seperti kita - kita ini. Tapi tidak semua nya juga sih, tergantung orang nya " Seru mpok onah.
__ADS_1
Delia keluar dari dapur sambil membawa 3 cangkir teh hangat dan kue brownis yang baru saja keluar dari oven. Masih hangat dan tentu nya menjadi teman ngeteh mereka.
" Sudah selesai semua Mpok ?" Tanya delia.
" Sudah, kan di bantu sama Non mona. " Ucap mpok onah.
" Mpok jangan panggil aku non dong, panggil saja Mona seperti delia memanggil ku. Aku lebih suka di panggil mona saja mpok, jadi tidak ada jarak di antara kita" Ucap mona lalu tertaw.
" Iya deh mon.. mona" Seru mpok onah.
Mereka pun menikmati secangkir teh hangat dan kue brownis buatan delia. Kue buatan delia memang sangat enak, tidak salah lagi kalau delia lebih memilih buat kue nya sendiri daripada beli.
" Kue buatan kamu enak del. Apa tidak ada niat untuk buat toko kue ?" Tanya mpok onah.
" Iya del mpok onah benar, kue buatan kamu memang top banget. Cocok di lidah, dan pasti nya lembut banget. Bisa nih buat toko kue sendiri" Ucap mona menyetujui saran dari mpok onah.
" Satu - satu saja dulu, aku lagi mau besarin toko dulu mon. Dan mengumpulkan uang untuk bayarin sisa ruko itu, ruko itu sudah aku DP 50%. Walaupun kontrak nya masih 1 tahun lebih sih, tapi tidak apa - apa mumpung pegang uang jadi aku bayarin setengah nya dulu. Ini lagi mau besaran toko, aku mau melengkapi barang - barang kebutuhan sehari - hari di toko ku. Jadi biar lengkap dan komplit, kan aku akan cepat kaya " Seru delia dengan senyum ceria nya.
Mona dan mpok onah mengangguk paham.
" Tumben cara berfikir mu luas del " Seru mona.
" Hehe hehee ini juga berkat ide mpok onah. Kata nya aku tidak perlu memikirkan buka toko cabang dulu, yang penting besarin saja toko" Ucap delia jujur karena berkat mpok onah dia punya keinginan untuk memperbesar toko nya.
" Aku jadi malu del " Seru mpok onah.
Mona dan delia malah menertawakan mpok onah.
* Alhamdulillah aku masih di kelilingi oleh orang - orang baik dan orang - orang yang mensuport ku. Semoga kebersamaan dan kebahagiaan ini bisa terjalin hingga kita menua.* Gumam delia dalam hati nya.
******
TETAP AUTHOR SELALU MEMINTA DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA - KARYA AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP. ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1