Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Hadiah juna untuk harun


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Semenjak mengetahui jika harun selingkuh dengan rosa hubungan amar dan harun semakin merenggang, begituoun hubungan rani dan harun. Rani sudah jarang pulang ke rumah mertua nya sehingga harun harus mendatangi rumah orang tua rani.


Saat pulang bekerja, harun akan mampir ke rumah orang tua rani untuk menjemput rani pulang. Karena bagaimana pun rani masih istri sah nya. Harun mampir ke sebuah toko untuk membelikan hadiah untuk rani.


" Mbak total semua nya " Ucap harun kepada karyawan kasir tanpa melihat wajah nya.


" Total nya 350 ribu " Ucap kasir menyebutkan total belanjaan harun.


Deg.


Harun langsung mengalihkan pandangan nya dan menatap kasir tadi dengan intens.


* Mbak delia. Hemm.. kebetulan ketemu dia * Gumam harun.


" Kita ketemu lagi ya mbak. Kamu tahu gak karena kamu aku di pukuli oleh pak Juna. Pasti kamu yang sudah mengadu sama pak juna untuk memukuli ku." Ucap juna sambil mata nya melotot.


Beruntung di kasir sedang sepi, hanya ada beberapa pelanggan yang sedang memilih barang untuk di beli. Delia diam saja karena sangat malas menanggapi ucapan harun.


" Delia kenapa kamu diam saja ? Jawab ?Kamu kan yang menyuruh pak Juna untuk memukuli ku. Wanita sialan bisa nya main mengadu, kalau bukan karena pak juna aku pastikan kamu sudah aku buat hidup menderita" Seru harun marah.


" Sudah lah run, aku tidak mau ribut ataupun cari masalah dengan mu ataupun dengan keluarga mu lagi. Tolong jangan ganggu hidup ku lagi " Ucap delia meminta harun agar tidak mengganggu nya lagi.


" Jangan mentang - mentang kamu istri dari bos tempat aku bekerja terus aku akan takut sama kamu ? Haahh.. jangan mimpi aku akan takut sama wanita rendahan seperti kamu. Ini uang nya, aku bayar kas tanpa hutang " Seru harun sambil melemparkan uang 350 ribu di meja kasir.


Harun pun pergi meninggalkan toko delia, untuk menuju ke rumah mertua nya menjemput rani.


Tanpa harun dan delia ketahui , juna melihat perlakuan harun tethadap delia. Saat dia masuk k toko juna melihat harun marah - marah dengan delia, juna pun mengintai dan bersembunyi.


* Kurangajar, masih saja kamu melakukan hinaan kepada istri ku. Tunggu pembalasan ku, orang seperti mu tidak pantas ada di showroom ku * Gumam juna.


Harun sampai di rumah mertua nya dan segera memarkirkan motor nya .


Tok Tok Tok


" Permisi... dek,. ini mas harun dek tolong buka pintu nya " Seru harun dari luar.


Ceklekk


Pintu terbuka , namun ibu mertua nya lah yang membukakan pintu.


" Nak harun, silahkan masuk " Seru ibu rani dengan ramah.


" Terimakasih bu " Jawab harun singkat.

__ADS_1


Harun masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Mata harun menatap seisi rumah, banyak barang - barang yang sudah tidak ada mungkin saja di jual untuk membayar ganti rugi akibat ulah ayah mertua nya.


" Mau ketemu rani kan ? Rani ada di dapur lagi masak, nak harun tunggu ya biar ibu panggilkan rani. Dan ibu minta tolong selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin " Ucap ibu rani lalu masuk ke arah dapur memanggil rani.


Cukup lama harun menunggu akhirnya rani datang juga dengan wajah yang tidak bersahabat.


" Dek.. mas kangen " Seru harun hendak memeluk rani tetapi rani menghindar.


" Jangan pegang - pegang aku. Aku jijik di pegang oleh mu mas. Cepat katakan apa tujuan mu datang kesini ?" Tanya rani.


" Kok gitu sih sayang.. mas kesini mau menjemput mu pulang. Oh iya ini ada hadiah untuk mu, semoga kamu suka ya " Seru harun sambil memberikan paper bag yang dia bawa.


Rani menerima hadiah yang di bawa oleh harun, namun wajah rani masih saja tidak bersahabat.


" Maaf aku sudah tidak mau lagi tinggal di rumah ibu mu , aku sudah memutus kan jika lebih baik kita cerai saja. Aku sudah tidak sudi menjadi istri lelaki brengsek seperti mu " Seru rani mengutarakan keinginan nya.


" Sayang tolong maaf kan mas, mas tidak akan mengulanginya. Sekarang tolong ikut mas pulang ya " Ucap harun memohon.


" Dulu aku mencemooh mbak delia dan pada akhirnya sekarang aku yang terhina. Keluarga mu juga menghina ku seperti menghina mbak delia, dan sekarang aku juga merasakan apa yang dulu mbak delia rasakan. Mungkin ini hukuman ku karena dulu terlalu sombong dan ikut menghina mbak delia. Sudahlah mas, tidak ada lagi yang harus di bahas keputusan ku sudah bulat kita bercerai " Seru rani dengan sangat serius.


Harun lemas mendengar kata cerai dari mulut rani.


" Mas tidak akan menceraikan mu. Baiklah kamu boleh tinggal disini tapi mas harap kamu tidak mintak cerai. " Seru harun mencoba mencari solusi.


" Tidak !! Keputusan ku sudah bulat kita CERAI !!" Teriak rani lantang.


" Segera tinggalkan rumah ku !!" Seru rani dengan mata berkaca - kaca.


" Tapi.... "


Harun pun langsung ke luar dari rumah orang tua rani. Dia terlihat sangat marah karena rani meminta cerai.


* Ini semua karena rosa. Kalau dia tidak menggoda ku semua ini tidak akan terjadi . Dan apa tadi ? rani menyesal telah menghina mbak delia, kenapa semua orang membicarakan delia yang baiklah, beginilah begitulah. Sialan !! Rosa dan delia sama saja " Gumam harun geram.


*******


Pagi hari ini harun berangkat bekerja dengan tidak semangat, dia masih terus kefikiran rani. Dia juga bingung karena rosa mendesak nya untuk segera menikahinya karena rosa sedang hamil.


" Run kamu kenapa kok kusut amat ?" Tanya teman harun.


" Tidak apa - apa " Jawab harun ketus.


" Di tanya baik - baik malah sewot dasar aneh. Oh iya kamu di panggil pak juna di ruangan nya " Ucap teman harun menyampaikan pesan juna.


" Ada apa pak Juna memanggil saya ?" Tanya harun dengan heran.


" Mana saya tahu, sudah cepat kesana . " Ucap teman harun.


Akhirnya harun pun melangkah kan kaki nya menuju ruangan juna.


* Ada apalagi ini ? Apa soal mbak delia lagi ? tapi masalah yang kemarin kan sudah selesai * Gumam harun.


Harun sudah sampai di depan ruangan juna, dia pun mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.

__ADS_1


" Pak juna memanggil saya ? ada apa ya pak ?" Tanya harun.


" Duduk dulu " Seru juna tenang.


Harun duduk di kursi seberang juna dengan perasaan yang tidak menentu.


" Kamu sudah lama bekerja di showroom ini ?" Tanya juna.


" Hemm.. Sekitar 4 tahun pak " Jawab juna.


" Lumayan lama. " Seru juna singkat sambil menatap harun serius.


" Iya pak " Jawab harun basa- basi.


Juna mengambil dua amplop dari dalam laci nya, satu berwarna putih dan satu berwarna cokelat. Juna menyerahkan terlebih dahulu amplop yang berwarna cokelat.


" Ini untuk mu " Seru juna meletakkan amplop warna coklat di depan harun.


" Apa ini pak ?" Tanya harun mengambil amplop itu.


" Buka saja " Jawab singkat juna dengan senyum tipis.


Harun pun segera membuka amplop yang berwarna coklat itu.


" Uang ?" Seru harun.


" Iya uang itu untuk mu " Jawab juna.


" Uang apa ini pak ?" Tanya harun senang karena baru kali ini dia mendapatkan bonus sebesar uang gaji nya.


Juna pun memberikan amplop yang berwarna putih kepada harun.


" Uang itu untuk ongkos mu, dan ini satu lagi kamu buka. Ada kejutan yang luar biasa untuk mu " Seru Juna.


* Wah sepertinya hari ini aku akan mendapat banya rezeki, uang sudah di tangan. Dan jangan - jangan isi amplop putih itu surat mobil, pak juna memberi aku bonus mobil * Gumam harun dengan senang.


Buru - buru harun membuka isi ampolop putih dan segera membaca nya.


Deg.....


Setelah mengetahui isi dalam ampop putih itu harun langsung kaget dan langsung lemas. Beruntung dia duduk jika dia berdiri sudah pasti dia akan jatuh.


" Di pecat ? Saya di pecat ?" Seru harun sambil menatap wajah juna.


Dengan senyum tipis juna hanya mengangguk kan kepala nya tanpa berucap sepatah kata pun. Harun tidak percaya jika dia akan di pecat dari pekerjaan yang selama ini dia bangga - banggakan.


" Uang itu pesangon mu. Sekarang segera tinggalkan tempat ini " Usir juna.


*******


Harun kasihan banget sih.


Like, Komentar, Vote, Favorite, Dan berikan Hadiah nya dan Rate Bintang 5 nya ya kak.🙏🙏🥰🥰

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2