Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Kekantor Amar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Masa cuti amar sudah habis, dan hari ini dia juga sudah masuk kerja. Untuk kartika besok lusa dia baru masuk kerja, setelah berunding dan mendapatkan izin dari suami nya akhirnya kartika mengabari delia jika dia bisa bekerja lagi. Awalnya delia memang hanya memberi libur satu bulan, dan akan habis besok.


Delia sudah berpesan jika memang kartika tidak di izinkan untuk bekerja tidak apa - apa dan delia akan mencari pengganti kartika. Dan jika masih di izinkan bekerja harus masuk sesuai ketentuan awal.


Amar sudah membereskan meja kerja nya, dia sudah bersiap - siap akan pulang. Saat amar bersiap untuk pulang diki menghampiri amar.


" Mar, sudah mau pulang ?" Sapa diki basa - basi.


" Iya ini sudah beres tinggal pulang. Oh iya bagaimana tinggal di kontrakan itu , betah ? Maaf ya belum sempat kesana untuk bereskan barang - barang. " Ucap amar meminta maaf.


" Iya tidak apa - apa. Mar, di dekat tempat tinggal mu ada rumah yang masih kosong atau rumah yang mau di jual tidak ?" Tanya diki, karen dia belum mendapatkan rumah yang sesuai dengan keuangan nya.


Amar yang tadi nya sudah mau pulang lebih memilih duduk kembali begitupun dengan diki. Diki menarik kursi kosong dan mendudukinya.


" Kamu belum dapat rumah nya ?" Tanya amar.


" Iya, karena rumah nya mahal - mahal. Aku mau cari rumah yang minimalis dan sesuai dengan keuangan ku. Sebenarnya ajeng sudah mau menjual tanah warisan nya, tapi aku tidak mau menggunakan uang itu untuk membeli rumah. Bagaimanapun itu uang ajeng, biar nanti uang itu untuk modal usaha ajeng saja." Ucap diki menjelaskan.


" Tanah nya sudah di jual ?" Tanya amar ingin tahu.


" Belum, baru di tawarkan saja kepada orang - orang. " Jawab diki.


" Kalau menurutku lebih baik tanah itu jangan di jual. Biar saja buat tabungan kalian, harga tanah itu setiap tahunnya makin mahal. Kamu kan mau beli rumah dengan uang tabungan mu sendiri, jadi tanah nya jangan di jual. Ini sih cuma saran ku saja sih, kalau kamu tidak menerimanya tidak apa - apa " Ucap amar memberi saran kepada diki.


Diki terlihat diam dan mencoba memikirkan saran dari amar. Diki mengakui ucapan amar ada benar nya juga, jika tanah itu dijual juga belum tahu mau usaha apa. Apalagi ajeng masih punya balita.

__ADS_1


" Hemm.. kamu benar juga Mar. Tanah itu biar untuk tabungan, siapa tahu nanti ada rezeki lebih bisa bangun rumah disana untuk anak - anak ku nanti." Ucap diki setuju dengan saran amar.


" Nah itu juga bagus. Kalau soal rumah nanti aku bantu cari, di komplek tempat tinggalku sepertinya ada rumah yang mau di jual. Baru tadi pagi aku melihat nya ada tulisan rumah di jual, selisih sekitar 6 rumah dari rumah ku.


" Nah boleh itu, nanti tolong cari info nya ya Mar " Seru diki.


" Iya nanti aku cariin infonya. Ya sudah yuk kita pulang, sudah makin sore nih " Ucap amar mengajak pulang diki.


Amar dan diki pun keluar dari gedung perusahaan menuju parkiran motor. Saat sampai parkiran tiba - tiba amar dan diki dikejutkan oleh seseorang.


" Ibu " Seru amar dan diki bersamaan.


Ibu jujuk menemui amar di tempat kerjanya, karena dia maupun asti tidak tahu tempat tinggal amar yang baru. Tanpa sepengetahuan asti ibu jujuk menemui amar. Diki dan amar terkejut dengan kedatangan ibu jujuk, mereka sudah tahu alasan ibu jujuk menemui amar sampai kantor.


" Amar, diki " Sapa ibu jujuk.


Amar dan diki menghampiri ibu jujuk dan menyalaminya, bagaimanapun ibu jujuk orang tua yang harus mereka hormati. Apalagi diki yang berstatus sebagai menantunya.


" Ibu ngapain disini ? " Tanya diki.


" Ibu mau ketemu amar dik, ada yang ingin ibu bicarakan dengan amar, ini penting.." Seru ibu jujuk.


" Mar, tolonglah ibu satu kali ini saja mar. Asti terus menangis dan mengamuk karena kamu tidak mau rujuk dengan nya dan justru kamu menikah dengan wanita lain. " Ucap ibu jujuk memohon.


" Bu, maaf aku tidak bisa mengikuti apa yang kalian inginkan. Maaf aku harus pulang karena istriku sudah menunggu ku. Dik, kamu antarkan ibu jujuk pulang. Aku pulang duluan ya, permisi. " Ucap amar langsung mengambil motor dan menyalakan nya lalu pergi meninggalkan parkiran.


" Amar... Amar. Tolong kasihani ibu mar, tolong mar !!" Teriak ibu jujuk dengan keras, beruntung parkiran sudah sepi.


Amar tidak perduli dengan teriakan ibu jujuk, dia tetap melajukan motor nya. Tinggalah diki yang masih diam memperhatikan ibu mertuanya. Takut - takut diki mengajak ibu mertuanya untuk pulang.


" Bu, mari diki antar pulang. Atau ibu mau mampir ke kontrakan diki dulu.?" Tanya diki.


" Tidak perlu !!" Jawab ibu jujuk dengan ketus.


Ibu jujuk pergi meninggalkan pelataran parkiran, dia lebih memesan ojek online dan menunggunya di pinggir jalan. Dia masih marah dengan diki karena tidak mau membujuk amar untuk menikah dengan asti.

__ADS_1


*******


" Ibu jujuk meminta suami mu untuk menikah dengan Asti ?" Tanya delia terbelalak kaget.


Kartika sengaja menemui delia di toko, karena ada kepentingan lain yang ingin kartika sampaikan kepada kartika selain masalah pekerjaan.


" Iya mbak. Aku juga tidak habis fikir sama ibu dan anak itu. Bisa - bisa nya mereka meminta suami ku untuk menikahi Asti. Saat mas amar bercerita aku juga hampir tidak percaya." Seru kartika.


" Benar - benar tidak waras mereka itu. Oh iya apa kamu sudah mengabari suami mu jika kamu ke toko.?" Tanya delia.


" Hemm... Sudah mbak. Sepulang kerja mas amar mau menjemput ku kesini kok. " Jawab Kartika yang memang sudah mengabari suaminya.


Benar saja saat ini amar sudah berada di depan toko, tadi sebenarnya amar buru - buru pulang karena ingin menjemput kartika sekaligus dia tidak mau berlama - lama berbincang dengan ibu jujuk. Amar menghubungi kartika agar segera keluar dari toko.


[ Dek mas sudah di depan toko ] Seru amar.


[ Oh.. Iya mas aku keluar sekarang ] Ucap kartika.


[ Iya dek mas tunggu ]


Setelah mendapat telepon dari amar kartika langsung pamit pulang.


" Mas sudah lama ?" Tanya kartika dengan senyum manisnya.


" Tidak kok. Tadi begitu sampai langsung telepon kamu. Emm..mau langsung pulang atau cari makan dulu ?" Tanya amar.


" Pulang saja ya mas, kita makan dirumah saja. Stok makanan di kulkas kan banyak, tadi aku sudah masak ayam ungkep jadi tinggal goreng aja sama masuk sayur jadi cepetlah " Ucap kartika .


" Ok istri ku sayang. Pegangan ya mas mau ngebut nih " Seru amar sambil terkekeh.


Kartika pun ikut tertawa, amar menjalankan motor nya dengan kartika berpegangan dengan erat dengan memeluk amar. Dari dalam toko ada yang memperhatikan interaksi mereka berdua.Delia ikut bahagia melihat kartika dan amar bahagia.


* Semoga kalian bahagia sampai jannah. Aku percaya mas amar sudah berubah dan bisa menjadi suami yang baik untuk kartika. Masalalu ku dulu sudah aku kubur dalam - dalam, kini akupun sudah bahagia dengan keluarga kecilku. Jodoh, rezeki, maut seseorang tidak ada yang tahu, hanya sang penciptalah yang tahu semuanya * Gumam delia dalam hatinya.


*******

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 6 NYA.🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2